Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANTEN, KOMPAS.TV - Lima hari berlalu, kabar rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau belum menemui titik terang. Upaya pencarian terus dilakukan tim SAR dengan memperluas area pencarian hingga mengerahkan 12 alat utama demi menemukan jejak keberadaan korban.

Satu per satu, cerita dan kenangan korban sebelum berlayar diungkap keluarga dan kerabat.

Video momen pamitan dari seorang pemandu wisata yang menemani rombongan jurnalis kini tersebar.

Heriyanto alias Bonsai, yang akan memandu lima jurnalis meliput Anak Krakatau, sempat berpamitan kepada rekannya. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf karena rekannya tidak diajak berangkat lantaran agenda tersebut berlangsung mendadak.

Demi mencari jejak para korban, tim SAR gabungan menjangkau Pulau Sertung yang berdekatan dengan Anak Krakatau.

Di area perairan, Kapolda Banten menggunakan KP Sanjaya untuk menyisir pesisir Pulau Sertung. Pulau yang berjarak sekitar tiga kilometer ini menjadi salah satu area berbahaya akibat dampak erupsi Krakatau.

Kapolda Banten memastikan patroli udara maupun laut akan terus dioptimalkan guna menemukan keberadaan para jurnalis dan ABK kapal yang masih dalam pencarian.

Tim SAR kini terus memperluas wilayah pencarian dengan jangkauan yang mulai mengarah ke perairan laut lepas hingga wilayah Bengkulu.

Meski hingga hari kelima delapan orang masih belum ditemukan, operasi SAR gabungan terus dilakukan dengan memperluas sektor pencarian.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, kita sudah bersama Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin.

Baca Juga Tim SAR Gabungan Temukan 4 Barang Saat Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Gunung Anak Krakatau di https://www.kompas.tv/nasional/690379/tim-sar-gabungan-temukan-4-barang-saat-cari-5-jurnalis-dan-3-kru-kapal-di-gunung-anak-krakatau

#pencarianjurnalis #jurnalishilang #gununganakkrakatau #timsar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690383/full-pencarian-jurnalis-hilang-kontak-basarnas-soal-temuan-helm-pelampung-masih-diidentifikasi
Transkrip
00:00Warna merah pada koordinat 6 derajat.
00:04Assalamualaikum, ini Pak Siyandi, Trip Gilad, Rakatau, tanggal 7 September 2016.
00:15Lima hari berlalu, kabar rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi anak Rakatau
00:22belum menemui titik kerang.
00:24Upaya pencarian terus dilakukan tim SAR dengan memperluas area pencarian
00:29hingga menerjunkan 12 alat utama demi menemukan jejak keberadaan korban.
00:36Satu persatu, cerita kenangan korban sebelum berlayar diungkap keluarga dan kerabat.
00:42Momen video pamitan dari seorang guide wisata yang menemani rombongan jurnalis kini tersebar.
00:59Herianto alias bonsai yang akan memandu lima jurnalis meliput anak Rakatau
01:05sempat pamitan pada rekannya.
01:07Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf karena rekannya tak diajak berangkat
01:13karena agendanya mendadak.
01:15Demi mencari jejak para korban,
01:18tim SAR gabungan menjangkau Pulau Sertung yang berdekatan dengan anak Rakatau.
01:22Saat ini, tanpa dulu ini, bisa melihat di kamera,
01:28kita akses masuk ke pulaunya.
01:32Kemungkinan, kecil kemungkinan untuk bisa mendara di wilayah ini.
01:37Mungkin nanti ada beberapa tempat yang memang bisa bisa jangkau
01:43untuk mendara di Pulau Teguh.
01:49Di area perairan, Kapolda Banten dengan menggunakan KP Sanjaya
01:55menyisir pesisir Pulau Sertung.
01:58Pulau yang berjarak 3 km ini menjadi area yang berbahaya
02:02atas dampak erupsi Krakatau.
02:05Kapolda Banten memastikan,
02:07patroli udara maupun laut akan terus dioptimalkan
02:11guna menemukan keberadaan rekan jurnalis dan ABK kapal
02:14yang masih dalam pencarian.
02:16Sesuai dengan petunjuk perintah dari Basarnas,
02:22peningkatan tadi ya, peningkatan sektor pencarian
02:26dari 6 kemarin H4 dan hari ini hari kelima
02:30menjadi 7 sektor, termasuk kapalnya pun, armadanya pun
02:34ditambah dari 12 menjadi 14.
02:36Tim SAR kini terus memperluas wilayah pencarian
02:40dengan jangkauan yang mulai mengarah ke perairan Laut Lepas
02:44hingga wilayah Bengkulung.
02:47Meski hingga hari kelima, 8 orang masih belum ditemukan.
02:51Operasi SAR gabungan terus dilakukan
02:53dengan memperluas sektor pencarian.
02:56Tim Liputan, Kompas TV
03:03Informasi lebih lengkap terkait dengan pencarian
03:05rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
03:07Kita sudah bersama dengan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas,
03:10Nur Isrodin Mughlisin.
03:12Selamat malam, Pak Adir.
03:15Mas Baim.
03:16Baik.
03:17Pak Adir, jadi bagaimana untuk hasil pencarian hari ini?
03:21Ada jejak yang ditemukan, tidak?
03:24Ya. Terima kasih, Pak Baim.
03:26Jadi sesuai dengan informasi yang sudah disampaikan oleh
03:29SAR Mission Coordinator atau Pengendali Operasi SAR,
03:33Pak Alamrat, Kepala Kantor Banten tadi,
03:36hari ini memang ada beberapa temuan ya
03:40yang dilaksanakan di lapangan,
03:42terutama untuk di sektor X,
03:45itu sektor antara Pulau Krakatau dengan Daratan di Carita.
03:50Ini kita hari ini mendapatkan ada 4 temuan,
03:53ada Drigen yang kita temukan pada pukul 10.05,
03:57kemudian ada helmet warna merah,
04:00kemudian tadi jam 17.10 juga diketemukan live jacket warna oranye,
04:06dan terakhir kami mendapatkan informasi pukul 18.08,
04:11pada saat KN SAR Tetuka ini mau sandar,
04:15ini juga menemukan live jacket.
04:17Jadi ada 4 objek temuan yang ini semua tentunya akan diverifikasi kebenarannya,
04:25dan sudah diserahkan kepada pihak polda nanti untuk melakukan verifikasi,
04:31terutama pada pemilik harupadatu,
04:35untuk mengidentifikasi kepastian,
04:37ataupun apakah ini memang pemilikan dari kapal,
04:44sebagai sarana keselamatan dari kapal atau bukan.
04:47Biasanya butuh berapa lama Pak Dir untuk verifikasi tadi,
04:534 temuan tadi,
04:53kan sebelumnya dibantah temuan awal yang soal live jacket warna oranye?
04:57Ya, 2 temuan yang awal dari kali itu sudah dinyatakan itu bukan,
05:05tapi ini kami masih menunggu,
05:07karena temuan-temuan itu baru saja kita peroleh,
05:10dan ini juga baru kapal juga belum lama sandar,
05:14sehingga mudah-mudahan di malam ini juga sudah mendapatkan,
05:18apa namanya, titik terang dari temuan-temuan sebut,
05:21sehingga nanti memudahkan di dalam kami,
05:24melakukan proyeksi untuk pencarian di sektor-sektor yang lebih berbeda,
05:27prioritas.
05:28Itu kalau secara gambaran,
05:31tempat penemuannya apakah saling berdekatan,
05:33atau tidak keempat barang tadi,
05:35itu dekat juga dengan Pulau Sertung,
05:38yang terakhir kali diduga para korban berkomunikasi dengan keluarga?
05:43Jadi kalau kami lihat di map,
05:46di beta itu memang itu di satu sektor yang sama,
05:48ditemukan oleh aset yang sama,
05:50yaitu KN Sar Tentuka,
05:52sehingga jaraknya dari jarak yang satu dengan yang lain itu berdekatan.
05:55Ini memang kalau kami indikasi kuat,
05:59terhadap dengan pertemuan kami,
06:02tetapi sekali lagi kami tentunya tidak berani gegabah untuk menyampaikan itu A1,
06:08dan kita perlu mengklarifikasi kebenaran dari peralatan tersebut.
06:13Pak Adir, kami juga ingin mengetahui soal adanya sinyal telpon milik salah satu jurnalis yang sempat tertangkap,
06:22menurut BTS.
06:23Bagaimana informasi tersebut, Pak Adir?
06:26Ya, kalau informasi dari telpon itu kan informasi awal ya,
06:30sehingga kita menentukan lokasi di mana titik koordinat berada,
06:36tapi kemudian ada informasi baru dan itu kita sudah menentukan di dalam search area ya,
06:42kita sudah menentukan daerah-daerah pencarian yang kemungkinan ada di sekitar situ,
06:47dengan menggunakan aplikasi Sarme Prediget.
06:50Kemudian di hari berikutnya,
06:52kita juga mendapatkan informasi dari istri salah satu survivor juga,
06:57dia melihat ada video atau gambar gitu,
07:01dan itu juga sudah kita identifikasi dari jarak berapa,
07:05kira-kira dia mengambil, kemudian arah dari angin,
07:08ya, pada saat, apa namanya,
07:11hembusan, apa namanya, asap ataupun kebu itu bertiup,
07:17kemudian alah hari itu turunnya ke arah mana itu kita sudah konfirmasi dengan BMKG dan BVMBG,
07:23sehingga di hari kedua itu sudah kita langsung berubah Sarmeb kita,
07:27untuk memproyeksikan ke arah yang ke arah selatan,
07:31sehingga arah selatan pun kita cover dengan beberapa aset yang sampai dengan saat ini
07:37masih existing ada sekitar 13 atau 14 aset laut yang bergerak di lapangan.
07:42Padir, dengan temuan 4 barang di hasil pencarian hari ini,
07:48seperti apa evaluasinya?
07:49Apakah untuk esok hari sektor pencarian akan semakin dipersempit,
07:54difokuskan pada salah satu area?
07:56Iya, kalau kita lihat dari sektor pencarian,
08:00saya pikir sektor pencarian sudah sangat,
08:03sudah hampir ter-cover semua ya,
08:05360 derajat dari puncak anak Rakatau itu sudah kita cover semua,
08:10dengan luasan hampir 4.600 nautical meter persegi,
08:14yang setara dengan 8.500 kilometer persegi,
08:23ini semua sudah di-cover dengan seluruh aset yang ada,
08:26dibantu dengan drone udara dan helikopter.
08:29Tetapi dengan adanya peneman baru,
08:31tentunya ini nanti mudah-mudahan sudah ada kejelasan,
08:37kepemilikan,
08:38kalau misalnya itu adalah aset yang dibawa dari kapal,
08:42tentunya nanti akan kita kerucutkan,
08:45mengarah pada sektor yang kita identifikasi,
08:48demukannya objek.
08:49Tetapi kalau tidak,
08:51tentunya sektor yang sudah kita,
08:53apa namanya,
08:54kita tentukan daerah pencarian,
08:57dengan kekuatan yang ada,
08:59tentunya akan kita lebih intensifkan lagi.
09:02Karena kita kebetulan punya aset yang cukup banyak,
09:07ini dibantu dari TNI Angkatan Laut,
09:09dari kepolisian,
09:11dari takbut Gunung Satri,
09:14dan juga dari Basarnas,
09:15Lampung, Jakarta, Banten,
09:17semua all out kita melakukan pencarian di hari ke-5.
09:22Dan mudah-mudahan besok akan lebih intensif lagi.
09:25Untuk penyisiran di area perbatasan Laut Lepas,
09:28bagaimana Pak Adir Sjoe ini evaluasinya?
09:30Ya, di Laut Lepas,
09:32di dalam sektor yang sudah diatur ya,
09:34ini sudah ada dari Kapal Angkatan Laut,
09:38ada KRI,
09:39ada KN Sar Antasena,
09:41kemudian ada dari Kapal Polisi Haya Busa,
09:45saya kira di sana pun juga di sebelah selatan,
09:48juga sudah kita sisir juga ya,
09:52kita sisir dengan pola pencarian yang sudah ditentukan,
09:56track spacing-nya juga sudah ditentukan,
09:59jarak kiri-kanan dari Lampung Kapal itu 1,5 km,
10:04ini mudah-mudahan bisa saling mengkoreksi dan saling menutup.
10:08Di samping itu mudah-mudahan besok kita juga berharap
10:10cuaca cukup bagus mendukung untuk kita bisa kerahkan
10:14satu unit pesawat juga untuk melakukan pencarian dari udara,
10:18sehingga bisa ter-cover dari laut mumpun dari aspek udara.
10:23Pak Adir, ketika di permukaan,
10:25jauh udara juga sudah dilakukan,
10:28apakah ada skema untuk menyisir di area kedalaman
10:32menggunakan robotik?
10:33Atau seperti apa, Pak Adir?
10:37Menggunakan pencarian di kedalaman tentunya kurang efektif
10:41kalau kita belum bisa memastikan posisi pasti dari objek itu berada.
10:47Karena laut terlalu luas untuk kita lakukan penyelamannya,
10:50sehingga efektivitasnya kurang.
10:52Namun seandainya nanti sudah diketemukan objek yang dicurigai itu
10:57memang barang cacaran dari survivor,
11:00tentunya kita juga akan melakukan skema-skema yang lain,
11:05tentunya juga selain menggunakan unsur udara,
11:08permukaan laut,
11:09tapi juga memungkinkan nanti juga menggunakan penyelaman.
11:15Terima kasih untuk informasi terkininya
11:17dari Operasi Pencarian Rombongan Jurnalis di Selasunda,
11:21Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Nur Isruddin Mughlisin.
11:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan