00:00Warna merah pada koordinat 6 derajat.
00:04Assalamualaikum, ini Pak Siyandi, Trip Gilad, Rakatau, tanggal 7 September 2016.
00:15Lima hari berlalu, kabar rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi anak Rakatau
00:22belum menemui titik kerang.
00:24Upaya pencarian terus dilakukan tim SAR dengan memperluas area pencarian
00:29hingga menerjunkan 12 alat utama demi menemukan jejak keberadaan korban.
00:36Satu persatu, cerita kenangan korban sebelum berlayar diungkap keluarga dan kerabat.
00:42Momen video pamitan dari seorang guide wisata yang menemani rombongan jurnalis kini tersebar.
00:59Herianto alias bonsai yang akan memandu lima jurnalis meliput anak Rakatau
01:05sempat pamitan pada rekannya.
01:07Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf karena rekannya tak diajak berangkat
01:13karena agendanya mendadak.
01:15Demi mencari jejak para korban,
01:18tim SAR gabungan menjangkau Pulau Sertung yang berdekatan dengan anak Rakatau.
01:22Saat ini, tanpa dulu ini, bisa melihat di kamera,
01:28kita akses masuk ke pulaunya.
01:32Kemungkinan, kecil kemungkinan untuk bisa mendara di wilayah ini.
01:37Mungkin nanti ada beberapa tempat yang memang bisa bisa jangkau
01:43untuk mendara di Pulau Teguh.
01:49Di area perairan, Kapolda Banten dengan menggunakan KP Sanjaya
01:55menyisir pesisir Pulau Sertung.
01:58Pulau yang berjarak 3 km ini menjadi area yang berbahaya
02:02atas dampak erupsi Krakatau.
02:05Kapolda Banten memastikan,
02:07patroli udara maupun laut akan terus dioptimalkan
02:11guna menemukan keberadaan rekan jurnalis dan ABK kapal
02:14yang masih dalam pencarian.
02:16Sesuai dengan petunjuk perintah dari Basarnas,
02:22peningkatan tadi ya, peningkatan sektor pencarian
02:26dari 6 kemarin H4 dan hari ini hari kelima
02:30menjadi 7 sektor, termasuk kapalnya pun, armadanya pun
02:34ditambah dari 12 menjadi 14.
02:36Tim SAR kini terus memperluas wilayah pencarian
02:40dengan jangkauan yang mulai mengarah ke perairan Laut Lepas
02:44hingga wilayah Bengkulung.
02:47Meski hingga hari kelima, 8 orang masih belum ditemukan.
02:51Operasi SAR gabungan terus dilakukan
02:53dengan memperluas sektor pencarian.
02:56Tim Liputan, Kompas TV
03:03Informasi lebih lengkap terkait dengan pencarian
03:05rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
03:07Kita sudah bersama dengan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas,
03:10Nur Isrodin Mughlisin.
03:12Selamat malam, Pak Adir.
03:15Mas Baim.
03:16Baik.
03:17Pak Adir, jadi bagaimana untuk hasil pencarian hari ini?
03:21Ada jejak yang ditemukan, tidak?
03:24Ya. Terima kasih, Pak Baim.
03:26Jadi sesuai dengan informasi yang sudah disampaikan oleh
03:29SAR Mission Coordinator atau Pengendali Operasi SAR,
03:33Pak Alamrat, Kepala Kantor Banten tadi,
03:36hari ini memang ada beberapa temuan ya
03:40yang dilaksanakan di lapangan,
03:42terutama untuk di sektor X,
03:45itu sektor antara Pulau Krakatau dengan Daratan di Carita.
03:50Ini kita hari ini mendapatkan ada 4 temuan,
03:53ada Drigen yang kita temukan pada pukul 10.05,
03:57kemudian ada helmet warna merah,
04:00kemudian tadi jam 17.10 juga diketemukan live jacket warna oranye,
04:06dan terakhir kami mendapatkan informasi pukul 18.08,
04:11pada saat KN SAR Tetuka ini mau sandar,
04:15ini juga menemukan live jacket.
04:17Jadi ada 4 objek temuan yang ini semua tentunya akan diverifikasi kebenarannya,
04:25dan sudah diserahkan kepada pihak polda nanti untuk melakukan verifikasi,
04:31terutama pada pemilik harupadatu,
04:35untuk mengidentifikasi kepastian,
04:37ataupun apakah ini memang pemilikan dari kapal,
04:44sebagai sarana keselamatan dari kapal atau bukan.
04:47Biasanya butuh berapa lama Pak Dir untuk verifikasi tadi,
04:534 temuan tadi,
04:53kan sebelumnya dibantah temuan awal yang soal live jacket warna oranye?
04:57Ya, 2 temuan yang awal dari kali itu sudah dinyatakan itu bukan,
05:05tapi ini kami masih menunggu,
05:07karena temuan-temuan itu baru saja kita peroleh,
05:10dan ini juga baru kapal juga belum lama sandar,
05:14sehingga mudah-mudahan di malam ini juga sudah mendapatkan,
05:18apa namanya, titik terang dari temuan-temuan sebut,
05:21sehingga nanti memudahkan di dalam kami,
05:24melakukan proyeksi untuk pencarian di sektor-sektor yang lebih berbeda,
05:27prioritas.
05:28Itu kalau secara gambaran,
05:31tempat penemuannya apakah saling berdekatan,
05:33atau tidak keempat barang tadi,
05:35itu dekat juga dengan Pulau Sertung,
05:38yang terakhir kali diduga para korban berkomunikasi dengan keluarga?
05:43Jadi kalau kami lihat di map,
05:46di beta itu memang itu di satu sektor yang sama,
05:48ditemukan oleh aset yang sama,
05:50yaitu KN Sar Tentuka,
05:52sehingga jaraknya dari jarak yang satu dengan yang lain itu berdekatan.
05:55Ini memang kalau kami indikasi kuat,
05:59terhadap dengan pertemuan kami,
06:02tetapi sekali lagi kami tentunya tidak berani gegabah untuk menyampaikan itu A1,
06:08dan kita perlu mengklarifikasi kebenaran dari peralatan tersebut.
06:13Pak Adir, kami juga ingin mengetahui soal adanya sinyal telpon milik salah satu jurnalis yang sempat tertangkap,
06:22menurut BTS.
06:23Bagaimana informasi tersebut, Pak Adir?
06:26Ya, kalau informasi dari telpon itu kan informasi awal ya,
06:30sehingga kita menentukan lokasi di mana titik koordinat berada,
06:36tapi kemudian ada informasi baru dan itu kita sudah menentukan di dalam search area ya,
06:42kita sudah menentukan daerah-daerah pencarian yang kemungkinan ada di sekitar situ,
06:47dengan menggunakan aplikasi Sarme Prediget.
06:50Kemudian di hari berikutnya,
06:52kita juga mendapatkan informasi dari istri salah satu survivor juga,
06:57dia melihat ada video atau gambar gitu,
07:01dan itu juga sudah kita identifikasi dari jarak berapa,
07:05kira-kira dia mengambil, kemudian arah dari angin,
07:08ya, pada saat, apa namanya,
07:11hembusan, apa namanya, asap ataupun kebu itu bertiup,
07:17kemudian alah hari itu turunnya ke arah mana itu kita sudah konfirmasi dengan BMKG dan BVMBG,
07:23sehingga di hari kedua itu sudah kita langsung berubah Sarmeb kita,
07:27untuk memproyeksikan ke arah yang ke arah selatan,
07:31sehingga arah selatan pun kita cover dengan beberapa aset yang sampai dengan saat ini
07:37masih existing ada sekitar 13 atau 14 aset laut yang bergerak di lapangan.
07:42Padir, dengan temuan 4 barang di hasil pencarian hari ini,
07:48seperti apa evaluasinya?
07:49Apakah untuk esok hari sektor pencarian akan semakin dipersempit,
07:54difokuskan pada salah satu area?
07:56Iya, kalau kita lihat dari sektor pencarian,
08:00saya pikir sektor pencarian sudah sangat,
08:03sudah hampir ter-cover semua ya,
08:05360 derajat dari puncak anak Rakatau itu sudah kita cover semua,
08:10dengan luasan hampir 4.600 nautical meter persegi,
08:14yang setara dengan 8.500 kilometer persegi,
08:23ini semua sudah di-cover dengan seluruh aset yang ada,
08:26dibantu dengan drone udara dan helikopter.
08:29Tetapi dengan adanya peneman baru,
08:31tentunya ini nanti mudah-mudahan sudah ada kejelasan,
08:37kepemilikan,
08:38kalau misalnya itu adalah aset yang dibawa dari kapal,
08:42tentunya nanti akan kita kerucutkan,
08:45mengarah pada sektor yang kita identifikasi,
08:48demukannya objek.
08:49Tetapi kalau tidak,
08:51tentunya sektor yang sudah kita,
08:53apa namanya,
08:54kita tentukan daerah pencarian,
08:57dengan kekuatan yang ada,
08:59tentunya akan kita lebih intensifkan lagi.
09:02Karena kita kebetulan punya aset yang cukup banyak,
09:07ini dibantu dari TNI Angkatan Laut,
09:09dari kepolisian,
09:11dari takbut Gunung Satri,
09:14dan juga dari Basarnas,
09:15Lampung, Jakarta, Banten,
09:17semua all out kita melakukan pencarian di hari ke-5.
09:22Dan mudah-mudahan besok akan lebih intensif lagi.
09:25Untuk penyisiran di area perbatasan Laut Lepas,
09:28bagaimana Pak Adir Sjoe ini evaluasinya?
09:30Ya, di Laut Lepas,
09:32di dalam sektor yang sudah diatur ya,
09:34ini sudah ada dari Kapal Angkatan Laut,
09:38ada KRI,
09:39ada KN Sar Antasena,
09:41kemudian ada dari Kapal Polisi Haya Busa,
09:45saya kira di sana pun juga di sebelah selatan,
09:48juga sudah kita sisir juga ya,
09:52kita sisir dengan pola pencarian yang sudah ditentukan,
09:56track spacing-nya juga sudah ditentukan,
09:59jarak kiri-kanan dari Lampung Kapal itu 1,5 km,
10:04ini mudah-mudahan bisa saling mengkoreksi dan saling menutup.
10:08Di samping itu mudah-mudahan besok kita juga berharap
10:10cuaca cukup bagus mendukung untuk kita bisa kerahkan
10:14satu unit pesawat juga untuk melakukan pencarian dari udara,
10:18sehingga bisa ter-cover dari laut mumpun dari aspek udara.
10:23Pak Adir, ketika di permukaan,
10:25jauh udara juga sudah dilakukan,
10:28apakah ada skema untuk menyisir di area kedalaman
10:32menggunakan robotik?
10:33Atau seperti apa, Pak Adir?
10:37Menggunakan pencarian di kedalaman tentunya kurang efektif
10:41kalau kita belum bisa memastikan posisi pasti dari objek itu berada.
10:47Karena laut terlalu luas untuk kita lakukan penyelamannya,
10:50sehingga efektivitasnya kurang.
10:52Namun seandainya nanti sudah diketemukan objek yang dicurigai itu
10:57memang barang cacaran dari survivor,
11:00tentunya kita juga akan melakukan skema-skema yang lain,
11:05tentunya juga selain menggunakan unsur udara,
11:08permukaan laut,
11:09tapi juga memungkinkan nanti juga menggunakan penyelaman.
11:15Terima kasih untuk informasi terkininya
11:17dari Operasi Pencarian Rombongan Jurnalis di Selasunda,
11:21Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Nur Isruddin Mughlisin.
11:24Terima kasih.
Komentar