Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Kepanikan menyelimuti orang tua ratusan siswa sekolah dasar di Lombok Tengah, NTB, pada Jumat siang. Masih memakai seragam, anak-anak ini digendong orang tua
Transkrip
00:00Hari ini, 352 siswa di lima sekolah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, keracunan.
00:05Usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis.
00:12Kepanikan menyelimuti orang tua ratusan siswa sekolah dasar di Lombok Tengah, NTB Jumat Siang.
00:19Masih memakai seragam, anak-anak ini digendong orang tua mereka menuju sejumlah fasilitas kesehatan.
00:25Para siswa itu mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG di sekolah mereka.
01:00352 siswa dari lima sekolah dasar mengalami keracunan.
01:04Untuk mengetahui penyebab keracunan, polisi memeriksa SPPG yang menyediakan MBG bagi lima sekolah yang terdampak keracunan masal.
01:30Mengantisipasi tragedi keracunan masal usai menyantap MBG, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengusulkan agar program MBG dimasak dan disajikan di kantin
01:40sekolah.
01:40Dengan memasak di sekolah, kualitas dan kesegaran makanan dinilai lebih terjamin.
01:47Dan kalau lihat konsepnya memang sejak awal kami usulkan MBG itu dilakukan diadakan oleh kantin sekolah supaya makanan tetap hangat
01:57ya.
01:58Makanan tersebut bisa berupa perasmanan sesuai dengan mana yang disukai oleh anak-anak seperti di luar negeri dan juga diutamakan
02:07untuk anak-anak yang 3T seperti konsep awal.
02:10Tapi sekarang setelah sekian lama, kasus keracunan makan ini terus berulang, berulang, dan berulang.
02:19Litbang Kompas mencatat sejak awal tahun 2026 terjadi ratusan kasus keracunan MBG di sekolah di berbagai daerah.
02:2710 Februari 2026, 218 orang menjadi korban keracunan MBG di SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara.
02:38Peristiwa keracunan MBG juga menimpa 108 siswa di SD Al-Abidin Solo, Jawa Tengah 28 Juli 2026.
02:47Lalu 31 Juli 2026, 707 orang di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah juga keracunan MBG.
02:55Sementara 527 siswa di distrik Depapre mengalami keracunan MBG pada 4 Agustus 2026 lalu.
03:04Di susul 13 Agustus 2026, 361 orang dari sejumlah sekolah di Karo, Sumatera Utara mengalami keracunan MBG.
03:13Dan 2 September 2026, 344 orang mengalami keracunan di sejumlah SD Kecamatan Palupun dan SMP Negeri 1 Palupu Agam, Sumatera
03:25Barat.
03:26Kasus keracunan makanan akibat mengonsumsi MBG di sejumlah sekolah di berbagai daerah selama sebulan terakhir harus jadi alarm untuk mengevaluasi
03:36total tata kelola program MBG.
03:38Tak boleh lagi ada siswa yang keracunan akibat mengonsumsi MBG.
03:44Tim Liputan, Kompas TV
03:50Kasus keracunan MBG terjadi berulang.
03:53Ini bukan lagi soal makanan yang dikonsumsi anak, tapi menyangkut seberapa ketat sistem keamanan pangan diterapkan.
04:00Untuk membahasnya, kita sudah bersama dengan Dr. Pipri Mbasaras Janwarso, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia.
04:08Selamat malam, Dok Piprim.
04:11Selamat malam, Mes.
04:13Dok, jadi untuk saat ini dengan kondisi yang ada saat ini, apa yang paling mendesak untuk dievaluasi dalam sistem keamanan
04:20pangan MBG, Dok?
04:23Ya menurut saya sudah saatnya evaluasi mungkin sambil menghentikan sementara program ini ya, dievaluasi dari hulu ke hilir.
04:33Karena kan ini dari berbagai daerah ya, dari mulai Sumatera Utara, kemudian Lombok, dan berbagai daerah yang lain ya.
04:41Artinya hampir merata, dan kasus kerasionalnya itu sampai ratusan ya.
04:47Artinya tentu akan ada sistem yang salah besar di situ ya.
04:54Standar keamanan pangan untuk menyiapkan MBG ini berarti ada masalah besar di situ.
05:00Nah, sudah saatnya menurut saya pemerintah dalam hal ini di BGN ya, bisa nggak menghentikan sementara program MBG ini, lalu
05:09evaluasi dari hulu ke hilir, ini masalahnya di mana?
05:12Kalau masalahnya memang penyediaan MBG lewat SPPG itu tidak efektif, bagaimana kalau usulan idei yang dari awal ya, yang menyiapkan
05:24MBG itu di kantin-kantin sekolah.
05:26Jadi makanannya hangat, makanannya itu nggak lama antara masak dengan menghidangkan ke siswa gitu.
05:34Ini yang saya kira kita harus berbesar diri, karena bagi kami, satu anak aja keracunan itu sudah musibah besar ya.
05:43Apalagi sampai ratusan dan berulang dan berulang dan burung terus gitu.
05:46Jadi memang kalau Anda mencermati temuan dari IDAI, ini ada potensi yang rawan, yang rentan ada dari distribusinya?
05:54Atau sejak dari raw materialnya dok?
05:58Ya, itu kan standar keamanan pangan itu bertahap ya, dari mulai hulu ke hilirnya ya.
06:04Dari mulai dia dimasak, sampai dia siap saji, itu sampai disantap anak, itu kan ada waktu yang aman.
06:12Di suhu udara biasa, itu makanan 2 jam ke atas itu kan sudah rawan gitu.
06:18Nah ini kita kan nggak tahu, jadi harus ada transparansi.
06:23SPPG ini menyuplai sekolah mana, bisa nggak kita audit bareng-bareng oleh masyarakat itu?
06:30Misalnya matangnya kapan?
06:33Terus jam berapa didistribusi ke sekolah?
06:37Dimakan oleh anak-anaknya jam berapa?
06:39Itu kalau kita bisa secara transparan paham, tahu, kita bisa ikut mengontrol ya.
06:45Keberadaan MBG ini seperti apa ya.
06:48Jadi saya kira mesti berbesar hati ya.
06:51Jangan ragu-ragu untuk mengevaluasi secara total, karena ini urusannya masalah kesehatan bahkan nyawa anak-anak kita sebagai generasi harapan
07:00kita.
07:01Ya janganlah abai begini ratusan korban keracunan.
07:05Tapi terus aja sistemnya itu tidak ada perbaikan yang mendasar.
07:08Hanya nanti keamanan pangannya, gurunya suruh mencicipi misalkan.
07:13Kan itu bukan solusi yang bijak.
07:16Solusi bijaknya adalah standar keamanan pangan dari hulu ke hilirnya mesti dibenahi gitu.
07:22Kalau perlu sistemnya pengadaan MBGnya.
07:24Itu mungkin untuk dilakukan sambil berjalan atau seperti apa?
07:30Ketika perbaikan tata kelola, ada sistem hulu ke hilir yang diperbaiki, bisa sambil berjalan atau memang harus dihentikan sementara menurut
07:37Idai?
07:38Menurut kami hentikan dulu sementara, evaluasi total dari awal sampai akhir.
07:43Karena kalau sambil jalan, korbannya berjalan terus kan sama aja bohong, ini kesian anak-anak kita.
07:49Ini sudah mendesak ini.
07:50Jangan sampai itu dianggap biasa, anak paling cuma sekian persen, sekian persen.
07:56Ya kalau buat kita orang lain sekian persen.
07:58Buat orang tuanya, bahkan ada yang sampai dirujuk ke Jakarta kan di Sumatera Utara itu.
08:02Ya saya kira sudah alarm yang sangat serius lah.
08:05Idai sudah menyuarakan ini dari dulu, dari tahun yang lalu ya.
08:09Tapi saya kira memang kita perlu belajar banyak dan perlu berbesar hati lah.
08:13Kalau memang sistemnya memang butuh pembenahan total, ya kita benahi sama-sama.
08:18Fokusnya, MBG ini kan sebenarnya iatnya bagus ya.
08:22Makanan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah, seperti di luar negeri.
08:25Tapi kalau sekian tahun nggak ada perubahan, korban ratusan, bahkan ribuan anak-anak jadi korban keracunan,
08:33kan kita tidak mengambil pelajaran penting di situ gitu loh.
08:36Oke, soal perbaikan tata kelola, Idai ada masukan dikelola di kantin.
08:41Untuk pengawasannya seperti apa nanti dilakukan dan memastikan, ini baru sekedar masukkan, memastikan keamanan seperti apa nanti gambarannya?
08:51Ya tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja.
08:53Kan nanti di kantin sekolah itu ada monitor juga dari para orang tua murid, dari guru-guru yang dilibatkan, dari
09:02pemda setempat tetap dilibatkan.
09:04Jadi nggak kita lepas begitu saja.
09:06Tapi paling tidak, ketika kantin sekolah itu yang masak makanan, mereka kan udah biasa itu, apa namanya,
09:14menyuplai makanan buat anak sekolah.
09:16Dan kapasitasnya kan terbatas di sekolah itu gitu.
09:19Jadi kita distribusi.
09:20Daripada satu tempat mengelola ribuan kosong makanan.
09:23Tidak dikejar waktu dan jumlah ya?
09:26Betul.
09:27Kalau didistribusi dikit-dikit kan, itu jauh lebih aman.
09:30Gitu, satu. Yang kedua, MBG ini kan pada dasarnya diberikan pada daerah 3T ya.
09:37Jadi betul-betul yang memang anak-anak itu banyak yang lapar, yang butuh makanan bergizi gratis.
09:43Jadi mungkin fokus di daerah 3T gitu loh.
09:46Jangan sampai ada anak-anak yang memang sebetulnya nggak perlu MBG, kita berikan juga.
09:51Akhirnya pada dibuang.
09:52Kan anak-anak udah bawa bakal sendiri di rumah, dapat MBG.
09:55Kemudian karena ketakutan isu racun dan sebagainya, pada dibuang.
10:00Itu kan sangat kiris ya.
10:01Artinya perlu ada perbaikan target penerima manfaat juga ini ya, yang masukan dari IDAI.
10:06Baik.
10:07Terima kasih.
10:08Terima kasih juga perlu.
10:08Terima kasih Dr. P. Prim Basarah Yenwarso, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia,
10:14untuk pandangannya di program Kompas Malam hari ini.
10:16Terima kasih Dr. P. Prim.
10:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan