Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PAPUA, KOMPAS.TV - Penebalan personel dilakukan Satgas Damai Cartenz untuk mempercepat pengejaran terhadap dua DPO, yakni PN dan KT, serta pihak lain yang diduga terlibat dalam penembakan.

Kedua DPO, yakni PN dan KT, terlihat dalam cuplikan panggilan video yang beredar di media sosial.

Mereka diduga terlibat dalam penembakan terhadap tiga ASN yang merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.

Sebelumnya, anggota KKB melakukan panggilan video atau video call menggunakan ponsel milik Wili Mbuik, ASN yang tewas ditembak KKB.

Saat panggilan dilakukan, keluarga almarhum sempat mengangkat panggilan tersebut.

Isak tangis histeris keluarga pecah saat ambulans yang membawa jenazah Aprida Rapi, korban tewas dalam peristiwa penembakan di Papua, tiba di rumah duka di Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) pagi.

Sejumlah keluarga tak kuasa menahan kesedihan. Bahkan, anak korban terlihat syok dan nyaris pingsan. Aprida Rapi meninggalkan tiga orang anak.

Aprida Rapi merupakan Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Almarhumah tewas dalam serangan KKB saat menyalurkan bantuan ternak di Jayawijaya.

Tangis histeris juga menyelimuti keluarga almarhum Wili Mbuik di kampung halamannya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kakak korban tak henti-hentinya memanggil nama adiknya yang sudah tiada. Keluarga dan pelayat pun tak kuasa menahan kesedihan.

Wili merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia mengalami luka tembak di pinggang kanan dan sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga Polisi Tambah 50 Personel Buru Penembak ASN di Papua, 8 Pelaku Teridentifikasi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/690335/polisi-tambah-50-personel-buru-penembak-asn-di-papua-8-pelaku-teridentifikasi-kompas-petang

#kkb #asn #asnditembak #penembakan #papua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690341/kkb-penembak-3-asn-di-papua-video-call-pakai-hp-korban-begini-tampangnya-kompas-petang
Transkrip
00:04Penebalan personel dijalankan Satgas Damai Kartens untuk mempercepat pengejaran dua DPO, yakni PN dan KT, serta pihak lain yang diduga
00:14terlibat dalam penembakan.
00:16Kedua DPO, yakni PN dan KT, terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial.
00:22Mereka diduga terlibat dalam penembakan tiga aparatur sipil negara pegawai Dinas Pertanian Jaya Wijaya di Distrik Mulyama, Papua Pegunungan.
00:55Sebelumnya, yang Anda lihat ini, anggota KKB melakukan panggilan video atau video call menggunakan ponsel milik William Buick, ASN yang
01:03tewas ditembak KKB.
01:05Saat panggilan berlangsung, keluarga almarhum sempat mengangkat panggilan itu.
01:19Buat kamu akan Tuhan jawab di atas di surga.
01:39Isak tangis histeris keluarga pecah saat ambulans yang membawa jenazah Aprida Rapi.
01:45Korban tewas dalam peristiwa penembakan di Papua tiba di rumah duka di kota Makale, Kabupaten Tanatoraja, Sulawesi Selatan, Sabtu pagi.
01:55Sejumlah keluarga tak kuasa menahan kesedihan, bahkan anak korban tampak syok dan nyaris pingsan.
02:03Aprida Rapi meninggalkan tiga orang anak.
02:06Aprida merupakan kepala bidang peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Jaya Wijaya, Papua Pegunungan.
02:11Almarhumat tewas dalam serangan KKB saat menyalurkan bantuan ternak di Jaya Wijaya.
02:28Pokoknya pas ke diajaran itu, sorenya pas langsung dapet bantuan.
02:33Dari mana Pak?
02:35Dari lewat ini, telpon.
02:36Telpon, keluarga ya?
02:38Keluarga, saudara.
02:39Sosok almarhum di tengah-tengah keluarga.
02:43Di tengah keluarga kami sangat baik.
02:46Pokoknya dia hubungan, support yang bagus.
02:53Wili!
02:55Ma Wili, Wili!
02:57Aduh, kasihan Bipu Adi!
02:59Bipu Adi, kasihan deh!
03:01Aduh!
03:06Aduh!
03:07Sesteris juga melingkupi keluarga almarhumah Wili Mbwi di kampung halamannya di Kabupaten Rotendau, Nusa Tenggara Timur.
03:13Kakak korban tak henti-hentinya memanggil nama anaknya yang sudah tiada.
03:17Keluarga dan pelayat tak kuasa menahan sedih.
03:20Wili merupakan bungsu dari lima bersaudara.
03:23Ia terluka tembak pada pinggang kanan dan sempat dievakuasi ke RS Udewamena untuk mendapat perawatan medis.
03:30Nyamun nawanya tidak tertolong.
03:46Terima kasih telah menonton!
04:07Harapannya itu untuk mendapatkan pekerjaan BNS atau pekerjaan yang layak untuk masa depannya.
Komentar

Dianjurkan