Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 22 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo menceritakan dirinya yang selalu kalah saat bertanding olah raga bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal ini disampaikan saat melepas atlet untuk berlaga di Asian Games ke-20 di Aichi Nagoya, Jepang.

Pelepasan atlet digelar di Istana pada Rabu (9/9/2026).

"Pak Luhut itu jago lari ya kan jago tembak. Enggak pernah, saya enggak pernah menang lawan beliau waktu itu. Tapi waktu saya jadi komandan, habis itu benar kalau tenis saya menang terus. Saya menang terus waktu tenis. Begitu saya pensiun, kaget saya. Saya kalah terus," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menceritakan kalau di tentara, anak buahnya tidak berani untuk mengalahkan komandan.

"Waktu saya komandan itu kan menang terus, begitu pensiun kalah terus. Habis itu teman-teman saya kan yang istilahnya pangkat ketinggalan, ah di situ saya diundang, terus reuni main tenis, saya dihabisin," ujar Prabowo.

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689813/cerita-prabowo-soal-olahraga-bareng-luhut-saya-nggak-pernah-menang-lawan-beliau
Transkrip
00:03Mereka sebetulnya sudah sampai puncak-puncak karir mereka.
00:10Tapi di situ dia masih ingin, saya ingin.
00:14Walaupun sebagian besar juga dulu juga olahragawan-olahragawan hebat juga.
00:19Pak Luhut itu jago lari, jago tembak.
00:25Saya tidak pernah menang lawan beliau waktu itu.
00:28Tapi waktu saya jadi komandan, habis itu benar.
00:32Kalau tenis saya menang terus.
00:37Saya menang terus waktu tenis.
00:40Begitu saya pensiun, kaget saya.
00:43Saya kalah terus.
00:47Rupanya ini kalau di tentara itu anak buah tidak berani mengalahkan komandan.
00:54Saya merasa diri hebat waktu itu.
00:56Tiap main sebagai waktu saya komandan itu, menang terus.
01:08Begitu pensiun, kalah terus.
01:11Habis itu teman-teman saya kan yang istilahnya pangkat ketinggalan, nah di situ.
01:16Saya diundang terus reuni.
01:19Main tenis saya dihabisin.
01:21Main tenis saya dapat 6-1.
01:276-1, 6-0, 6-1.
01:33Tapi intinya kita semangat.
01:36Saya kira itu dari saya, selamat berjuang.
01:38Semoga Tuhan yang maha besar selalu memberi kekuatan dan yang terbaik kepada kalian semua.
01:45Dan saya tidak lupa, saya diberi laporan oleh Pak Erick.
01:49Pak, untuk SEA Games, medali mas dapat 1 miliar.
02:02Tapi ini Asian Games, medali mas 3 miliar.
02:18Dan tanya semua pemimpin olahraga ya, yang kemarin medali pera, medali perunggu pun,
02:30karyar-karyarannya kita semua percepat.
02:34Ada yang Pak, saya sudah sekian tahun belum naik pangkat.
02:40Termasuk pelatih-pelatih, ya kan?
02:44Ada polisi yang AKBP, ya kan?
02:48Dari polisi wanita, etc.
02:50Itu saya bisikin Kapolri, naikin pangkat lah.
02:56Kita jangan pelit.
02:58Ya kan kalau baik, kita memberi penghormatan.
03:03Kalau orang Indonesia kan ada pepatah.
03:06Saya tidak tahu sekarang, tapi dulu di Tantara.
03:09Kalau kita berbuat baik, komandan suka lupa.
03:16Kalau kita berbuat kesalahan, komandan tidak lupa-lupa.
03:21Jadi kalau kesalahan diingat, kalau kebaikan suka dilupakan.
03:24Ini kita ubah, ya kan?
03:26Kita, ya kebaikan kita ubah.
03:29Ya, selamat pimpinan rombongan.
03:36Selamat memimpin Pak Erick.
03:39Ya, terima kasih perjuanganmu dan negara dan bangsa.
03:47Menanti restasimu dan ingin mendengar lagu kebangsaan kita dikumandangkan.
03:53Terima kasih.
03:55Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:58Salam sejahtera kita sekalian.
04:01Shalom, salvei, om swastiastu.
04:04Om santi, santi, santi om.
04:06Namo budaya, salam kebaikan.
04:08Terima kasih.
04:11Bapak Ibu yang kami hormati, demikianlah rangkaian acara pada sore hari ini telah selesai.
04:17Kami aturkan terima kasih kepada yang terhormat, Presiden Republik Indonesia, serta seluruh tamu dan undangan.
04:36Terima kasih.
04:54Sampai jumpa.
05:37Sampai jumpa.
05:46Sampai jumpa.
06:15Sampai jumpa.
06:47Sampai jumpa.
07:13Sampai jumpa.
07:56Sampai jumpa.
08:14Sampai jumpa.
08:39Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan