Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada Selasa, 8 September 2026.

Setelah sebelumnya mengalami fase erupsi menerus selama sekitar 25 jam, aktivitas Gunung Anak Krakatau kini bertransisi menjadi erupsi tipe strombolian.

Lantas, seperti apa kondisi terkini Gunung Anak Krakatau dan apa yang perlu diwaspadai masyarakat?



#anakkrakatau #vulkanik #strombolian

Baca Juga [Gambar Drone] Pantauan Dekat Kondisi Gunung Anak Krakatau Pasca Erupsi Abu Vulkanik di https://www.kompas.tv/video/689671/gambar-drone-pantauan-dekat-kondisi-gunung-anak-krakatau-pasca-erupsi-abu-vulkanik



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689687/mengenal-letusan-strombolian-yang-terjadi-di-gunung-anak-krakatau
Transkrip
00:04Sebenarnya sejak 2 Juli 2026 statusnya sudah ditetapkan PPMBG Gunung Anak Krakatau pada level 3 atau siaga.
00:13Erupsi seromboli atau serombolian ini merupakan letusan gunung merapi yang ledakannya relatif lebih ringan.
00:23Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi pada selasa 8 September 2026.
00:28Erupsi Gunung Anak Krakatau berganti menjadi letusan strombolian.
00:33Lalu seperti apa letusan strombolian yang terjadi di Gunung Anak Krakatau?
00:38Material apa saja yang dilontarkan? Dan sejauh mana dampaknya?
00:42Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Tengku Faisal mengungkapkan dalam pernyataannya pada Minggu 6 September 2026.
00:50Jenis erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau adalah strombolian yang ditandai dengan letusan-letusan kecil berulang.
00:58Akibat magma cair dengan tekanan gas sedang.
01:02Aktivitas ini melontarkan berbagai material seperti bom vulkanik, lapili, dan abu ke udara yang mulai berdampak pada wilayah sekitar.
01:11Letusan tipe strombolian ini merupakan jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan.
01:17Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi.
01:24Jadi untuk letusan gunung Anak Krakatau ini erupsinya jenis strombolian akibat magma cair dengan tekanan gas sedang.
01:35Jadi terjadi letusan-letusan yang kecil ya, yang berulang secara teratur.
01:40Kemudian ini yang memunculkan kembang api lava, bom vulkanik, dan lapili ke udara.
01:45Sebenarnya sejak 2 Juli 2026 statusnya sudah ditetapkan PPMBG Gunung Anak Krakatau pada level 3 atau siaga ya.
01:54Sehingga sekarang baru di tanggal 4 September pukul 23.07 waktu Indonesia bagian barat ini gunung apinya mengalami erupsi yang
02:04menerus.
02:04Pada tanggal 4 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami fase erupsi menerus selama 25 jam.
02:12Episode erupsi menerus tersebut berakhir pada Minggu 6 September 2026 dini hari.
02:19Setelah fase erupsi tersebut usai, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau langsung bertransisi ke erupsi strombolian.
02:28Transisi ini ditandai dengan terekamnya 3 kali gempa letusan erupsi strombolian.
02:33Meskipun energi vulkanik menunjukkan penurunan, antisipasi terjadinya letusan susulan di masa mendatang dinilai masih tetap tinggi.
02:42Badan geologi juga masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada level 3 siaga.
02:48Jurnalis Kompas TV secara eksklusif melihat langsung dalam radius jarak 3 km dari titik aman.
02:56Bagaimana kondisi terbaru pada 8 September dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
03:01Terlihat Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan asap cukup tebal dan pekat.
03:06Tapi saat ini kami tengah melihat langsung bagaimana kondisi terkini dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
03:15Dan dapat dilihat di belakang saya, ditunjukkan Juru Kamera Kompas TV,
03:21Mroy Ilman, bahwa memang saat ini Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan asap cukup tebal, cukup pekat.
03:30Dan memang informasinya memang meskipun erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau ini sudah dinyatakan selesai atau berakhir setelah 25 jam,
03:40tetapi letusan strombolian ini masih terus ada begitu.
03:46Dan ini jangka waktunya bisa cukup lama.
03:48Dimana memang erupsi strombolian ini merupakan letusan Gunung Merapi yang ledakannya relatif lebih ringan.
03:59Yang artinya juga apabila memang erupsi strombolian ini sudah ada,
04:02artinya ini benar-benar menyatakan bahwa erupsi terus menerus dari Gunung Anak Krakatau sudah berakhir.
04:09Di saat kami meliput saat ini, di tanggal 8 September,
04:11ini juga memang dikatakan bahwa sempat terjadi lagi erupsi Gunung Anak Krakatau di pukul 5 pagi tadi.
04:20Dan saat ini kami memang masih memantau, terlihat asapnya masih terus mengepul ke atas.
04:25Dan yang kami rasakan juga perbedaan terkait dengan bagaimana sebaran debu vulkanik ketika kami menyebrang dari wilayah Banten
04:34dan kesekitaran Gunung Anak Krakatau ini terasa bagaimana perbedaan dari udara,
04:40lalu juga terlihat dari langit begitu yang lebih terlihat abu-abu.
04:45Nah ini yang menjadi himbawan dan juga dari BMKG sudah menghimbau untuk masyarakat yang tinggal di pesisir sekitaran Gunung Anak
04:52Krakatau,
04:53juga wisatawan yang masih melakukan traveling begitu ini agar menjaga jarak aman,
04:57menjauhi radius jarak 3 km yang aman dari Gunung Anak Krakatau ini.
05:03Dan saat ini kami melaporkan juga tentunya dari radius jarak 3 km, titik yang aman menjauhi dari aktivitas Gunung Anak
05:12Krakatau.
05:12Yang kedua yang juga dapat menjadi himbawan ini adalah bagaimana masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,
05:18di sekitaran wilayah Banten, Lampung, dan sekitarnya yang terdampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau ini
05:23agar terus menggunakan masker karena debu vulkaniknya ini cukup sangat berbahaya.
05:28Ini memang juga kami bisa melihat bagaimana debunya cukup tebal di area sekitaran Gunung Anak Krakatau ini.
05:36Yang ketiga juga yang bisa menjadi perhatian masyarakat ini adalah agar masyarakat yang tinggal di sekitar
05:41atau berada di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau ini agar tidak panik dan tetap tenang
05:47dan terus mencari informasi dari situs resmi BMKG, juga mendengar himbawan dari BPBD setempat
05:52dan mencari informasi dari media-media yang akurat dan terpercaya tentunya.
05:57Tentu akan kita pantau terus bagaimana pergerakannya sejauh ini terkait dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
06:05Karena memang disampaikan juga dari BMKG meskipun sudah dinyatakan berakhir,
06:09tapi masih dapat ada kemungkinan potensi letusan yang masih berlanjut.
06:15Sehingga ini tentu masih dalam pantauan dari BMKG terkait bagaimana dinamika vulkanisme dari Gunung Anak Krakatau ini.
06:30Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terpantau tinggi di tengah erupsi yang berlangsung.
06:36Masyarakat dihimbau mematuhi sejumlah larangan demi keselamatan.
06:40Warga dan wisatawan dilarang mendekati pegunungan Anak Krakatau dalam radius bahaya 3 km dari Kawah Aktif.
06:49Selain itu, warga pesisir Provinsi Banten dan Lampung dihimbau untuk tetap tenang
06:54dan diminta tetap hati-hati untuk isu hoax terkait potensi tsunami akibat erupsi.
07:00Masyarakat juga dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
07:05untuk mengantisipasi gangguan pernafasan akibat paparan abu vulkanik.
07:11Kondisi Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu.
07:14Karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap zona bahaya menjadi hal utama
07:19demi keselamatan masyarakat.
07:27Cara baru nonton di Smart TV
07:29Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
07:35Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
07:39Cari Kompas TV melalui pencarian.
07:42Pilih aplikasi lalu install.
07:45Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
07:50Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan