00:04Sebenarnya sejak 2 Juli 2026 statusnya sudah ditetapkan PPMBG Gunung Anak Krakatau pada level 3 atau siaga.
00:13Erupsi seromboli atau serombolian ini merupakan letusan gunung merapi yang ledakannya relatif lebih ringan.
00:23Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi pada selasa 8 September 2026.
00:28Erupsi Gunung Anak Krakatau berganti menjadi letusan strombolian.
00:33Lalu seperti apa letusan strombolian yang terjadi di Gunung Anak Krakatau?
00:38Material apa saja yang dilontarkan? Dan sejauh mana dampaknya?
00:42Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Tengku Faisal mengungkapkan dalam pernyataannya pada Minggu 6 September 2026.
00:50Jenis erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau adalah strombolian yang ditandai dengan letusan-letusan kecil berulang.
00:58Akibat magma cair dengan tekanan gas sedang.
01:02Aktivitas ini melontarkan berbagai material seperti bom vulkanik, lapili, dan abu ke udara yang mulai berdampak pada wilayah sekitar.
01:11Letusan tipe strombolian ini merupakan jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan.
01:17Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi.
01:24Jadi untuk letusan gunung Anak Krakatau ini erupsinya jenis strombolian akibat magma cair dengan tekanan gas sedang.
01:35Jadi terjadi letusan-letusan yang kecil ya, yang berulang secara teratur.
01:40Kemudian ini yang memunculkan kembang api lava, bom vulkanik, dan lapili ke udara.
01:45Sebenarnya sejak 2 Juli 2026 statusnya sudah ditetapkan PPMBG Gunung Anak Krakatau pada level 3 atau siaga ya.
01:54Sehingga sekarang baru di tanggal 4 September pukul 23.07 waktu Indonesia bagian barat ini gunung apinya mengalami erupsi yang
02:04menerus.
02:04Pada tanggal 4 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami fase erupsi menerus selama 25 jam.
02:12Episode erupsi menerus tersebut berakhir pada Minggu 6 September 2026 dini hari.
02:19Setelah fase erupsi tersebut usai, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau langsung bertransisi ke erupsi strombolian.
02:28Transisi ini ditandai dengan terekamnya 3 kali gempa letusan erupsi strombolian.
02:33Meskipun energi vulkanik menunjukkan penurunan, antisipasi terjadinya letusan susulan di masa mendatang dinilai masih tetap tinggi.
02:42Badan geologi juga masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada level 3 siaga.
02:48Jurnalis Kompas TV secara eksklusif melihat langsung dalam radius jarak 3 km dari titik aman.
02:56Bagaimana kondisi terbaru pada 8 September dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
03:01Terlihat Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan asap cukup tebal dan pekat.
03:06Tapi saat ini kami tengah melihat langsung bagaimana kondisi terkini dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
03:15Dan dapat dilihat di belakang saya, ditunjukkan Juru Kamera Kompas TV,
03:21Mroy Ilman, bahwa memang saat ini Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan asap cukup tebal, cukup pekat.
03:30Dan memang informasinya memang meskipun erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau ini sudah dinyatakan selesai atau berakhir setelah 25 jam,
03:40tetapi letusan strombolian ini masih terus ada begitu.
03:46Dan ini jangka waktunya bisa cukup lama.
03:48Dimana memang erupsi strombolian ini merupakan letusan Gunung Merapi yang ledakannya relatif lebih ringan.
03:59Yang artinya juga apabila memang erupsi strombolian ini sudah ada,
04:02artinya ini benar-benar menyatakan bahwa erupsi terus menerus dari Gunung Anak Krakatau sudah berakhir.
04:09Di saat kami meliput saat ini, di tanggal 8 September,
04:11ini juga memang dikatakan bahwa sempat terjadi lagi erupsi Gunung Anak Krakatau di pukul 5 pagi tadi.
04:20Dan saat ini kami memang masih memantau, terlihat asapnya masih terus mengepul ke atas.
04:25Dan yang kami rasakan juga perbedaan terkait dengan bagaimana sebaran debu vulkanik ketika kami menyebrang dari wilayah Banten
04:34dan kesekitaran Gunung Anak Krakatau ini terasa bagaimana perbedaan dari udara,
04:40lalu juga terlihat dari langit begitu yang lebih terlihat abu-abu.
04:45Nah ini yang menjadi himbawan dan juga dari BMKG sudah menghimbau untuk masyarakat yang tinggal di pesisir sekitaran Gunung Anak
04:52Krakatau,
04:53juga wisatawan yang masih melakukan traveling begitu ini agar menjaga jarak aman,
04:57menjauhi radius jarak 3 km yang aman dari Gunung Anak Krakatau ini.
05:03Dan saat ini kami melaporkan juga tentunya dari radius jarak 3 km, titik yang aman menjauhi dari aktivitas Gunung Anak
05:12Krakatau.
05:12Yang kedua yang juga dapat menjadi himbawan ini adalah bagaimana masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,
05:18di sekitaran wilayah Banten, Lampung, dan sekitarnya yang terdampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau ini
05:23agar terus menggunakan masker karena debu vulkaniknya ini cukup sangat berbahaya.
05:28Ini memang juga kami bisa melihat bagaimana debunya cukup tebal di area sekitaran Gunung Anak Krakatau ini.
05:36Yang ketiga juga yang bisa menjadi perhatian masyarakat ini adalah agar masyarakat yang tinggal di sekitar
05:41atau berada di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau ini agar tidak panik dan tetap tenang
05:47dan terus mencari informasi dari situs resmi BMKG, juga mendengar himbawan dari BPBD setempat
05:52dan mencari informasi dari media-media yang akurat dan terpercaya tentunya.
05:57Tentu akan kita pantau terus bagaimana pergerakannya sejauh ini terkait dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
06:05Karena memang disampaikan juga dari BMKG meskipun sudah dinyatakan berakhir,
06:09tapi masih dapat ada kemungkinan potensi letusan yang masih berlanjut.
06:15Sehingga ini tentu masih dalam pantauan dari BMKG terkait bagaimana dinamika vulkanisme dari Gunung Anak Krakatau ini.
06:30Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terpantau tinggi di tengah erupsi yang berlangsung.
06:36Masyarakat dihimbau mematuhi sejumlah larangan demi keselamatan.
06:40Warga dan wisatawan dilarang mendekati pegunungan Anak Krakatau dalam radius bahaya 3 km dari Kawah Aktif.
06:49Selain itu, warga pesisir Provinsi Banten dan Lampung dihimbau untuk tetap tenang
06:54dan diminta tetap hati-hati untuk isu hoax terkait potensi tsunami akibat erupsi.
07:00Masyarakat juga dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
07:05untuk mengantisipasi gangguan pernafasan akibat paparan abu vulkanik.
07:11Kondisi Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu.
07:14Karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap zona bahaya menjadi hal utama
07:19demi keselamatan masyarakat.
07:27Cara baru nonton di Smart TV
07:29Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
07:35Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
07:39Cari Kompas TV melalui pencarian.
07:42Pilih aplikasi lalu install.
07:45Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
07:50Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar