00:00Kami lanjutkan sampai Indonesia malam, Saudara.
00:0245 Santri dan Santriwati,
00:04Pondokosantren Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo,
00:09kembali dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala keracunan.
00:12Santri yang kembali dirujuk ke RS Udenotopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar ini,
00:17sebelumnya juga sempat dirawat karena keracunan menu MBG.
00:2445 Santri dan Santriwati dirujuk ke rumah sakit pada Senin malam.
00:28Dari 45 korban, 33 korban dibawa ke RS Udenotopuro Sidoarjo
00:34dan 12 korban lainnya dirujuk ke RS Udenotopuro Sidoarjo.
00:38Hingga selasa pagi masih ada 2 korban yang dirawat inap di RS Udenotopuro Sidoarjo,
00:45sementara 43 korban lainnya telah diizinkan pulang.
00:49Menurut Humas RS Udenotopuro Sidoarjo Rizky Maulana Hadi,
00:53Santri Pondokosantren Manbaul Hakim,
00:55yang kembali dirujuk ke rumah sakit ini sebelumnya sempat mendapatkan perawatan
01:00karena keracunan menu MBG pekan lalu.
01:05Diduga kondisi fisik dan kesehatan korban yang belum sembuh 100% dari keracunan sebelumnya,
01:11sehingga gejala mual, muntah, dan sakit perut kambuh kembali.
01:18Pasien yang dulu keracunan juga ya?
01:21Ya, kemarin beri yang sudah dirawat, sudah pulang.
01:23Mungkin ya karena apa ya, respon tubuhnya masing-masingnya berbeda ya.
01:27Jadi mereka kembali sangat kurang baik, sehingga mereka datang lagi ke kami.
01:33Hasil observasi apa mas informasi ini?
01:36Observasi informasi sementara ini tadi hanya mual, muntah, diari saja mas.
01:41Pengobatannya nilai masunya pengobat standar.
01:43Termasuk yang dua yang dirawat ini juga?
01:46Ya.
01:49Lalu bagaimana kondisi para korban keracunan MBG di Sidoarjo, Jawa Timur?
01:54Lebih jelasnya kita tanyakan jurnalis Kompas TV,
01:58ada Mahendra Tri Ginanjar dari Sidoarjo, Jawa Timur.
02:01Mahendra, kondisi ke-45 korban ini, korban keracunan ini sejauh ini seperti apa?
02:07Ini kan sebelumnya mereka ini telah pulang ke rumah dan kembali dirawat di rumah sakit.
02:11Apakah sebelumnya rumah sakit merekomendasikan untuk pulang?
02:14Dan mereka kembali kamu atau bagaimana?
02:17Ya, Randi dan saudara, bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo,
02:25ini pada Senin malam kemarin,
02:28ada sedikitnya 45 santri dan santriwati dari pondok pesantren Mambaul Hikam,
02:35ini yang dilarikan ke rumah sakit akibat jugaan keracunan.
02:40Karena memang saat tiba di rumah sakit,
02:42ataupun dirutup di rumah sakit ini,
02:45korban ini mengalami gejala seperti saat keracunan seminggu yang lalu,
02:51yaitu merasa pusing, lemas, mual, dan juga tiare.
02:57Sementara itu dari 45 santri ini,
03:0333 santri diantaranya dirawat di rumah sakit Notopuro Sidoarjo,
03:08dan 12 santri lainnya dirawat di rumah sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo.
03:13Sementara hingga sore ini,
03:15masih ada 2 santri yang masih menjalani rawat inap di rumah sakit Notopuro Sidoarjo,
03:21sementara 43 santri lainnya ini telah dipulangkan atau kembali ke pondok pesantren.
03:28Memang untuk 45 santri yang Senin malam kemarin ini
03:32kembali dirujuk ke rumah sakit dengan gejala keracunan,
03:35memang sebelumnya atau saat pekan lalu,
03:38ini juga sempat menjadi korban saat peristiwa keracunan terjadi di pondok pesantren Mambaul Hikam.
03:45Memang untuk 45 santri ini yang semalam dibawa ke rumah sakit,
03:51ini menurut petugas dari rumah sakit Notopuro,
03:56ini karena kondisi kesehatan dan juga pengaruh dari efek keracunan yang seminggu lalu,
04:02ini masih belum 100% sembuh.
04:05Untuk saat ini memang sebagian besar dari 45 santri ini telah dijunikan pulang,
04:10dan tinggal 2 santri wati yang kondisinya memang membutuhkan perlawatan lebih,
04:15sehingga harus rawat inap di rumah sakit Notopuro Sidoarjo.
04:18Ya Aradi.
04:19Ya, Mahendra, kan sebelumnya juga rumah sakit dan juga pihak terkait,
04:25ini melakukan tes laboratorium.
04:27Apakah sudah ada hasilnya tes laboratorium pada saat peristiwa keracunan MBG pada pekan lalu itu?
04:33Ya, bahwa memang benar saat peristiwa keracunan MBG pada pekan lalu,
04:39pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah menyerahkan tiga sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Surabaya,
04:50di mana tiga sampel yang diserahkan ini diantaranya adalah menu MBG yang saat itu dikonsumsi oleh para siswa dan juga
04:57santri,
04:58yang diduga menjadi penyebab keracunan dan juga sampel kedua yaitu spesimen dari muntahan, dari korban,
05:05dan juga untuk sampel ketiga yang diserahkan adalah sayuran mentah yang diduga sebagai bahan baku dari menu MBG yang saat
05:14itu disajikan.
05:15Memang untuk pemeriksaan laboratorium ini ada dua kategori yang diperiksa,
05:21yaitu kategori untuk pemeriksaan berdasarkan kimia,
05:24ini memang satu hari hingga dua hari sudah selesai ataupun sudah diketahui hasilnya.
05:30Namun untuk pemeriksaan mikrobiologi sendiri ini membutuhkan waktu sekitar tujuh hari,
05:36dan pihak dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Surabaya ini menyatakan bahwa hari Senin kemarin,
05:44dan kemungkinan sudah bisa diketahui hasil untuk pemeriksaan mikrobiologi,
05:50dan hasilnya diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Suarjo dan juga Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
05:57Memang hingga saat ini belum ada kompromasi resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Suarjo soal hasil dari pemeriksaan lab tersebut.
06:05Ya, Radhi.
06:05Oke, mungkin nanti bisa di-follow up kembali bagaimana hasilnya,
06:09karena ini penting untuk mencegah kejadian serupa, ini bisa terjadi kembali di kemudian hari.
06:14Terima kasih, Mahendra Tri Ginanjar melaporkan langsung dari Sidoarjo, Jawa Timur.
Komentar