00:01Intro
00:04Halo selamat sore Mbak Isya
00:06Halo selamat sore Mbak
00:07Mbak Isya biasanya kalau kita ini bertemu via Zoom nih ya
00:11Untuk berbicara soal ketegangan antara Amerika Serikat dan juga Iran
00:14Kali ini tegangnya beneran gak nih?
00:16Kayak macam-macam lagi
00:18Bener-bener di depan Trump sama Mojtaba kami nih
00:20Tegang sekali Mbak
00:22Tapi ini membuat saya lebih menghargai pekerjaan jurnalis ya
00:25Oke
00:26Oke thank you thank you Mbak
00:27Nah tapi sekarang kita akan bahas lagi
00:29Bahas kembali ke soal tadi konstelasi terkini di timur tengah
00:32Antara perang Amerika Serikat dan juga Iran
00:34Nah kalau Mbak Isya memperkirakan apa sih yang kira-kira
00:36Membuat pertikaian antara Amerika dan Iran
00:38Dan juga Selat Horbus ini tidak kunjung meredah
00:42Ya saya kira sekarang kedua negara ini masih berusaha
00:45Untuk menerapkan maksimulus approach
00:47Jadi baik Amerika Serikat maupun Iran
00:49Ini masing-masing memiliki agenda tersendiri
00:52Yang mau dicapai di dalam perang ini
00:53Dan keduanya ini sama-sama tidak mau berkompromis satu sama lain
00:56Kita lihat sampai sekarang Amerika Serikat ini membutuhkan kemenangan simbolis ya
01:01Yang diwujudkan melalui kesepakatan mengenai nuklir dengan Iran
01:05Tetapi permasalahannya Iran mengetahui hal ini
01:08Ya dia tahu bahwa Amerika Serikat sekarang sedang kewalahan menghadapi strategi Iran
01:12Ya melakukan software namanya software doctrine
01:14Jadi Iran ini mengombinasikan kekuatan militer, kekuatan ekonomi, serta kekuatan opini publik, serta psychological war gitu ya
01:22Untuk menekan habis-habisan Amerika Serikat dari dalam negerinya sendiri
01:25Nah ketika mereka mengetahui nih bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih
01:30Iran ini berusaha untuk mengulur ya
01:32Apa yang ingin didapatkan oleh Amerika Serikat ke akhir
01:35Sehingga sekarang apa yang kemudian menjadi peperangan musuh
01:38Karena sudah tahu ibaratnya kelemahannya dari Amerika ya
01:40Betul, betul
01:41Karena apa yang sekarang menjadi keinginan Amerika Serikat
01:44Iran rasa maksudnya dia bisa mendapatkan hal-hal yang tadinya terkunci sebelum perang ini
01:50Jadi permasalahan pencairan dana luar negeri Iran di luar negeri
01:54Lalu kemudian permasalahan terkait penguasaan dan pengaturan Selat Hormuz
01:58Permasalahan mengenai dukungan ke access of resistance
02:01Saya kira itu hal-hal yang tadinya tidak pernah dibercarakan
02:04Lalu kemudian ya ketika perang ini berlangsung
02:07Saya kira Iran ini berusaha untuk menekan terus Amerika Serikat dan mendapatkan posisi tawar yang lebih besar
02:12Oke, kalau misalnya Iran sudah mengunci nih kira-kira posisinya Amerika Serikat
02:16Kira-kira perang terbuka masih mungkin nggak terjadi?
02:19Saya kira perang terbuka itu sampai sekarang itu masih terjadi
02:22Karena kita bicara tentang perang terbuka itu kan ketika sudah terjadi kekerasan
02:26Tetapi masalahnya sekarang perang ini tidak akan meluas menjadi perang yang lebih besar di skala regional
02:33Jadi apa yang kemudian dialami oleh Amerika Serikat atau Iran
02:38Sekarang mereka deadlock di dalam situasi di mana perangnya ini tidak mungkin di deeskalasi
02:42Karena ketika salah satu dari mereka ini melakukan deeskalasi
02:46Yang terjadi adalah pihak yang lain akan mengambil keuntungan
02:49Dan diklaim menang
02:50Betul, dan diklaim sebagai kemenangan
02:52Tetapi mereka juga tidak bisa terus mengekskalasi
02:55Karena apa?
02:55Mereka membutuhkan resources
02:57Perang itu mahal
02:58Apa yang akhirnya mereka lakukan adalah
03:01Menjaga perang ini menjadi menggantung
03:03Pas ke MOU kemarin expired
03:05Kita masuk ke dalam sebuah era
03:07Di mana tidak ada lagi nih peraturan yang menjamin
03:10Konduk di antara Amerika Serikat dan Iran
03:13Nah tapi terakhir ini kan Mbak Aisyah
03:15Kalau Iran ini kan menembakkan 18 rudal
03:17Ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Jordania
03:20Nah eskalasinya kalau gitu
03:22Kalau tadi dibilang seperti suam-suam kuku
03:24Nanti tidak ada yang deeskalasi
03:26Tidak ada yang meningkat
03:27Kalau ini artinya apa nih 18 rudal ini?
03:30Saya kira kita lihat disini
03:32Baik Amerika Serikat maupun Iran
03:33Disini berusaha untuk menekan
03:35Negara-negara yang kira-kira akan terlibat
03:38Dan memberikan dukungan terhadap pihak lawannya
03:40Amerika Serikat sendiri kan dari kemarin
03:42Mengatakan bahwa pihak-pihak yang mendukung Iran
03:44Termasuk membantu Iran dalam upaya memenangkan perang ini
03:47Akan bersiap kemudian menghadapi sanksi dari Amerika Serikat
03:50Termasuk diantaranya adalah China, Rusia, Oman, UAE gitu ya
03:54Semuanya kemudian disebut oleh Amerika Serikat
03:55Nah sementara dari Iran sendiri
03:57Mereka mengetahui betul bahwa di negara-negara teluk ini
04:00Banyak sekali negara-negara yang merupakan aliansi Amerika Serikat
04:03Nah mereka berusaha untuk menekankan bahwa
04:06Keberadaan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat
04:10Ini tidak bisa diterima
04:11Nah Jordania ini merupakan salah satu negara
04:14Yang mendapatkan bantuan militer dari Amerika Serikat
04:17Jadi ada tiga negara yang mendapatkan bantuan tersebut
04:19Di antara lain adalah Mesir, Israel, dan Jordania
04:22Dan saya rasa ketika kemudian serangan tersebut terjadi di negara-negara teluk
04:26Dan kemudian fasilitas-fasilitas militer di negara-negara teluk tersebut bisa diselamatkan
04:31Itu dipindahkannya ke Jordania
04:33Oleh karena ini, Iran mau menekankan bahwa
04:36Iran ini masih memegang kendali
04:39Lalu kemudian Amerika Serikat tidak diinginkan di kawasan Asia Barat
04:43Oke Mbak Aisyah, setiap kali kita membahas nih ya
04:46Masalah ketegangan antara Amerika dan Iran ini
04:49Mbak Aisyah sangat-sangat fasil sekali
04:51Ibaratnya nih kalau buku ini lagi berjalan nih
04:53Kita tinggal dengerin kata-katanya Mbak Aisyah, kalimat-kalimatnya
04:56Ini kita langsung, oh iya begini-gini
04:58Jadi sederhana juga gitu ya
04:59Untuk melihat apa namanya
05:01Tadi yang susah-susah sulit kemudian juga Indonesia ke ini
05:04Nah tapi kan kalau misalnya perempuan sebagai seorang perempuan
05:08Saya juga seorang perempuan gitu
05:09Kenapa pertanyaannya Mbak Aisyah ini kok
05:12Senang banget soal perang, soal timur tengah
05:14Terus ngelotok banget gitu Mbak
05:16Kenapa ya?
05:18Pertama kalau misalnya soal informasi itu kita harus selalu update
05:21Oleh karena itu saya kira disini rekan-rekan media berperan penting
05:24Di dalam menghantarkan informasi yang tadinya tidak accessible ke publik
05:29Lalu kemudian menjadi accessible
05:30Dan kita ini memang harus selalu terus-menerus mengikuti isu-isu yang kemudian akan kita kaji
05:36Yang kedua saya kira memang peran perempuan di dalam dunia pertahanan itu belum terlalu luas
05:41Karena perlu kita akui bahwa pertahanan ini merupakan area yang didominasi oleh laki-laki
05:46Oleh karena itu sebenarnya pemberdayaan, keberadaan, dan peran perempuan di dalam isu-isu pertahanan ini menjadi sangat penting gitu ya
05:54Karena kita lihat ini merupakan bentuk emansipasi kita sebagai kartini-kartini masa depan di Indonesia
05:59Oke emansipasi masa kini ya
06:00Kalau gitu Mbak Isya sebelum kita tutup perbincangannya
06:03Mungkin mau ada yang disapa-sapa dulu atau mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kompas TV yang hari ini berusia 15
06:10tahun
06:11Silahkan Mbak Isya
06:11Selamat ulang tahun untuk Kompas TV
06:13Saya ucapkan semoga terus sukses
06:16Semoga terus berkontribusi dalam menjadi salah satu informasi arus utama di Indonesia
06:23Terima kasih juga untuk rekan-rekan wartawan yang tidak pernah lelah di dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas
06:29Oh tidak hanya jadi pengamat nih kayaknya bentar lagi cocoknya di Nisengker ya
06:33Thank you Mbak Isya
06:35Terima kasih Mbak Kuhu
06:37Saudara tetap bersama kami di Kompas Petang
06:39Usai jadah kami kembali dengan informasi dari berbagai persiapan
06:41Terus dimatangkan jelang malam puncak perayaan hood ke-15 Kompas TV
06:45Indonesia bisa malam ini
06:47Mbak Isya terima kasih
06:48Terima kasih
Komentar