Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
OMPAS.TV - Upaya Iran dan Oman membuka jalur pelayaran sementara yang aman melalui Selat Hormuz memasuki babak penentuan. Iran mewanti-wanti Korea Selatan dan negara manapun tak ikut campur.

Tindakan agresif dan intervensi di kawasan dianggap sebagai agresi militer terang-terangan. Negosiasi Iran dengan Oman terkait pembentukan koridor pelayaran sementara di salah satu jalur laut paling strategis di dunia, Selat Hormuz, hampir rampung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pembentukan jalur sementara dan aman itu kemungkinan akan segera didaftarkan kepada Organisasi Maritim Internasional dalam beberapa hari mendatang.

Namun, proses negosiasi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Iran memperingatkan Korea Selatan maupun negara manapun agar tidak melakukan pengerahan militer atau terlibat dalam operasi Amerika Serikat di Selat Hormuz. Teheran menegaskan, segala bentuk tindakan agresif akan memiliki konsekuensi serius.

Di segemen spesial HUT ke-15 Kompas TV, kami kali ini menghadirkan Mbak Aishah Kusuma Sumantri untuk membaca berita dan menganalisa topik pilihan kami sore ini. Setelah tadi baca berita soal ketegangan Iran dengan Amerika Serikat yang tak kunjung usai, sekarang kita kembali bahas konstelasi terkini di Timur Tengah

#IRAN #AS #konfliktimurtengah

Baca Juga [FULL] Pemilik Kapal Ungkap Kondisi Speedboat yang Bawa 5 Jurnalis saat Liput Erupsi Anak Krakatau di https://www.kompas.tv/regional/689857/full-pemilik-kapal-ungkap-kondisi-speedboat-yang-bawa-5-jurnalis-saat-liput-erupsi-anak-krakatau



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689858/full-peneliti-isi-soroti-pertikaian-antara-as-dan-iran-yang-tak-kunjung-usai-kompas-petang
Transkrip
00:01Intro
00:04Halo selamat sore Mbak Isya
00:06Halo selamat sore Mbak
00:07Mbak Isya biasanya kalau kita ini bertemu via Zoom nih ya
00:11Untuk berbicara soal ketegangan antara Amerika Serikat dan juga Iran
00:14Kali ini tegangnya beneran gak nih?
00:16Kayak macam-macam lagi
00:18Bener-bener di depan Trump sama Mojtaba kami nih
00:20Tegang sekali Mbak
00:22Tapi ini membuat saya lebih menghargai pekerjaan jurnalis ya
00:25Oke
00:26Oke thank you thank you Mbak
00:27Nah tapi sekarang kita akan bahas lagi
00:29Bahas kembali ke soal tadi konstelasi terkini di timur tengah
00:32Antara perang Amerika Serikat dan juga Iran
00:34Nah kalau Mbak Isya memperkirakan apa sih yang kira-kira
00:36Membuat pertikaian antara Amerika dan Iran
00:38Dan juga Selat Horbus ini tidak kunjung meredah
00:42Ya saya kira sekarang kedua negara ini masih berusaha
00:45Untuk menerapkan maksimulus approach
00:47Jadi baik Amerika Serikat maupun Iran
00:49Ini masing-masing memiliki agenda tersendiri
00:52Yang mau dicapai di dalam perang ini
00:53Dan keduanya ini sama-sama tidak mau berkompromis satu sama lain
00:56Kita lihat sampai sekarang Amerika Serikat ini membutuhkan kemenangan simbolis ya
01:01Yang diwujudkan melalui kesepakatan mengenai nuklir dengan Iran
01:05Tetapi permasalahannya Iran mengetahui hal ini
01:08Ya dia tahu bahwa Amerika Serikat sekarang sedang kewalahan menghadapi strategi Iran
01:12Ya melakukan software namanya software doctrine
01:14Jadi Iran ini mengombinasikan kekuatan militer, kekuatan ekonomi, serta kekuatan opini publik, serta psychological war gitu ya
01:22Untuk menekan habis-habisan Amerika Serikat dari dalam negerinya sendiri
01:25Nah ketika mereka mengetahui nih bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih
01:30Iran ini berusaha untuk mengulur ya
01:32Apa yang ingin didapatkan oleh Amerika Serikat ke akhir
01:35Sehingga sekarang apa yang kemudian menjadi peperangan musuh
01:38Karena sudah tahu ibaratnya kelemahannya dari Amerika ya
01:40Betul, betul
01:41Karena apa yang sekarang menjadi keinginan Amerika Serikat
01:44Iran rasa maksudnya dia bisa mendapatkan hal-hal yang tadinya terkunci sebelum perang ini
01:50Jadi permasalahan pencairan dana luar negeri Iran di luar negeri
01:54Lalu kemudian permasalahan terkait penguasaan dan pengaturan Selat Hormuz
01:58Permasalahan mengenai dukungan ke access of resistance
02:01Saya kira itu hal-hal yang tadinya tidak pernah dibercarakan
02:04Lalu kemudian ya ketika perang ini berlangsung
02:07Saya kira Iran ini berusaha untuk menekan terus Amerika Serikat dan mendapatkan posisi tawar yang lebih besar
02:12Oke, kalau misalnya Iran sudah mengunci nih kira-kira posisinya Amerika Serikat
02:16Kira-kira perang terbuka masih mungkin nggak terjadi?
02:19Saya kira perang terbuka itu sampai sekarang itu masih terjadi
02:22Karena kita bicara tentang perang terbuka itu kan ketika sudah terjadi kekerasan
02:26Tetapi masalahnya sekarang perang ini tidak akan meluas menjadi perang yang lebih besar di skala regional
02:33Jadi apa yang kemudian dialami oleh Amerika Serikat atau Iran
02:38Sekarang mereka deadlock di dalam situasi di mana perangnya ini tidak mungkin di deeskalasi
02:42Karena ketika salah satu dari mereka ini melakukan deeskalasi
02:46Yang terjadi adalah pihak yang lain akan mengambil keuntungan
02:49Dan diklaim menang
02:50Betul, dan diklaim sebagai kemenangan
02:52Tetapi mereka juga tidak bisa terus mengekskalasi
02:55Karena apa?
02:55Mereka membutuhkan resources
02:57Perang itu mahal
02:58Apa yang akhirnya mereka lakukan adalah
03:01Menjaga perang ini menjadi menggantung
03:03Pas ke MOU kemarin expired
03:05Kita masuk ke dalam sebuah era
03:07Di mana tidak ada lagi nih peraturan yang menjamin
03:10Konduk di antara Amerika Serikat dan Iran
03:13Nah tapi terakhir ini kan Mbak Aisyah
03:15Kalau Iran ini kan menembakkan 18 rudal
03:17Ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Jordania
03:20Nah eskalasinya kalau gitu
03:22Kalau tadi dibilang seperti suam-suam kuku
03:24Nanti tidak ada yang deeskalasi
03:26Tidak ada yang meningkat
03:27Kalau ini artinya apa nih 18 rudal ini?
03:30Saya kira kita lihat disini
03:32Baik Amerika Serikat maupun Iran
03:33Disini berusaha untuk menekan
03:35Negara-negara yang kira-kira akan terlibat
03:38Dan memberikan dukungan terhadap pihak lawannya
03:40Amerika Serikat sendiri kan dari kemarin
03:42Mengatakan bahwa pihak-pihak yang mendukung Iran
03:44Termasuk membantu Iran dalam upaya memenangkan perang ini
03:47Akan bersiap kemudian menghadapi sanksi dari Amerika Serikat
03:50Termasuk diantaranya adalah China, Rusia, Oman, UAE gitu ya
03:54Semuanya kemudian disebut oleh Amerika Serikat
03:55Nah sementara dari Iran sendiri
03:57Mereka mengetahui betul bahwa di negara-negara teluk ini
04:00Banyak sekali negara-negara yang merupakan aliansi Amerika Serikat
04:03Nah mereka berusaha untuk menekankan bahwa
04:06Keberadaan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat
04:10Ini tidak bisa diterima
04:11Nah Jordania ini merupakan salah satu negara
04:14Yang mendapatkan bantuan militer dari Amerika Serikat
04:17Jadi ada tiga negara yang mendapatkan bantuan tersebut
04:19Di antara lain adalah Mesir, Israel, dan Jordania
04:22Dan saya rasa ketika kemudian serangan tersebut terjadi di negara-negara teluk
04:26Dan kemudian fasilitas-fasilitas militer di negara-negara teluk tersebut bisa diselamatkan
04:31Itu dipindahkannya ke Jordania
04:33Oleh karena ini, Iran mau menekankan bahwa
04:36Iran ini masih memegang kendali
04:39Lalu kemudian Amerika Serikat tidak diinginkan di kawasan Asia Barat
04:43Oke Mbak Aisyah, setiap kali kita membahas nih ya
04:46Masalah ketegangan antara Amerika dan Iran ini
04:49Mbak Aisyah sangat-sangat fasil sekali
04:51Ibaratnya nih kalau buku ini lagi berjalan nih
04:53Kita tinggal dengerin kata-katanya Mbak Aisyah, kalimat-kalimatnya
04:56Ini kita langsung, oh iya begini-gini
04:58Jadi sederhana juga gitu ya
04:59Untuk melihat apa namanya
05:01Tadi yang susah-susah sulit kemudian juga Indonesia ke ini
05:04Nah tapi kan kalau misalnya perempuan sebagai seorang perempuan
05:08Saya juga seorang perempuan gitu
05:09Kenapa pertanyaannya Mbak Aisyah ini kok
05:12Senang banget soal perang, soal timur tengah
05:14Terus ngelotok banget gitu Mbak
05:16Kenapa ya?
05:18Pertama kalau misalnya soal informasi itu kita harus selalu update
05:21Oleh karena itu saya kira disini rekan-rekan media berperan penting
05:24Di dalam menghantarkan informasi yang tadinya tidak accessible ke publik
05:29Lalu kemudian menjadi accessible
05:30Dan kita ini memang harus selalu terus-menerus mengikuti isu-isu yang kemudian akan kita kaji
05:36Yang kedua saya kira memang peran perempuan di dalam dunia pertahanan itu belum terlalu luas
05:41Karena perlu kita akui bahwa pertahanan ini merupakan area yang didominasi oleh laki-laki
05:46Oleh karena itu sebenarnya pemberdayaan, keberadaan, dan peran perempuan di dalam isu-isu pertahanan ini menjadi sangat penting gitu ya
05:54Karena kita lihat ini merupakan bentuk emansipasi kita sebagai kartini-kartini masa depan di Indonesia
05:59Oke emansipasi masa kini ya
06:00Kalau gitu Mbak Isya sebelum kita tutup perbincangannya
06:03Mungkin mau ada yang disapa-sapa dulu atau mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kompas TV yang hari ini berusia 15
06:10tahun
06:11Silahkan Mbak Isya
06:11Selamat ulang tahun untuk Kompas TV
06:13Saya ucapkan semoga terus sukses
06:16Semoga terus berkontribusi dalam menjadi salah satu informasi arus utama di Indonesia
06:23Terima kasih juga untuk rekan-rekan wartawan yang tidak pernah lelah di dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas
06:29Oh tidak hanya jadi pengamat nih kayaknya bentar lagi cocoknya di Nisengker ya
06:33Thank you Mbak Isya
06:35Terima kasih Mbak Kuhu
06:37Saudara tetap bersama kami di Kompas Petang
06:39Usai jadah kami kembali dengan informasi dari berbagai persiapan
06:41Terus dimatangkan jelang malam puncak perayaan hood ke-15 Kompas TV
06:45Indonesia bisa malam ini
06:47Mbak Isya terima kasih
06:48Terima kasih
Komentar

Dianjurkan