00:00Saudara pencarian, 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten masih terus
00:08dilakukan.
00:09Jika belum berhasil, maka area pencarian bakal terus diperluas.
00:18Operasi pencarian dimulai pukul 7 waktu Indonesia Barat dan rencananya berjalan hingga pukul 5 waktu Indonesia Barat.
00:25Di hari kedua pencarian, tim SAR gabungan memperluas penyisiran untuk menemukan speedboat yang membawa 5 jurnalis dan 3 awak kapal.
00:34Tim SAR gabungan juga terus memperbarui pemetaan dan mengembangkan area pencarian.
00:46Dari dua sektor kami sudah coba komunikasi, di luar saat ini gelombang itu sampai 1-2 meter.
00:53Ya, tapi seperti yang kami sampaikan di awal, itu tidak mesti menjadi kenalan dalam perhatian dengan posisi sektor-sektor dengan
01:00alut yang kita tempatkan.
01:02Jadi setiap harinya perkembangan apabila hari ini kita melakukan hari terbuka, area pencarian dalam pencarian luas.
01:08Pas Yandi, Trip Kilat, Rakatau, tanggal 7 September 2026.
01:15Bismillahirrahmanirrahim.
01:16Bismillahirrahim.
01:17Amin, amin, amin.
01:18Dan inilah video detik-detik pemberangkatan 5 jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
01:285 jurnalis berangkat dari dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin 7 September 2026, sekitar pukul 2 siang.
01:38Kelima jurnalis ini melakukan perjalanan menggunakan speedboat untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Karkatau.
01:59Rombongan peliput erupsi Gunung Anak Karkatau yang masih dicari tersebut terdiri dari 5 jurnalis.
02:04Bagus Hoerunas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki, Jurnalis Merdeka.com, Yudis, Wartawan Ainews, DAUS dari Kantor Berita Turki Anadolu
02:14Agency, dan jurnalis freelance Donau.
02:17Sementara 3 ABK adalah Warta, Surahman, dan Herianto.
02:29Saat Tim Sar gabungan masih mencari 5 jurnalis yang hilang kontak, pihak keluarga menunggu hasil pencarian di pos kosar di
02:36kawasan Carita, Banten.
02:37Istri salah satu jurnalis yang hilang kontak menerima panggilan video langsung dari Tim Sar dan berharap Tim Sar menemukan suaminya.
03:00Bisa tangis istri nahkoda kapal sempat mewarnai kembalinya Tim Sar dari misi pencarian hari kedua.
03:06Rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
03:09Tangis pecah karena pencarian belum membuahkan hasil.
03:12Keluarga masih berharap orang-orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
03:28Salah satu keluarga yang menunggu kabar jurnalis medeka.com, Ari Basuki menyebut,
03:34Ari terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada 7 September sekitar pukul 13.45 menit.
03:42Waktu Indonesia Barat, Ari diketahui masih dalam kondisi tidak enak badan,
03:47namun memutuskan tetap berangkat untuk meliput aktivitas gunung anak Krakatau.
03:56Terakhir ke anaknya jam 13.43 resumen, itu terakhir.
04:04Itu terakhir nanyain ke anaknya Bintang, 13.43 setelah itu tidak ada sampai sekarang.
04:28Sudara pemilik speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput aktivitas gunung anak Krakatau memastikan kapal dalam kondisi layak berlayar ketika
04:37bertolak dari carita Banten Senin kemarin.
04:42Sandi Wiasa, pemilik kapal yang digunakan kelima jurnalis mengaku saat berangkat kondisi kapal layak digunakan dan dikemudikan oleh kapten yang
04:52berpengalaman.
04:53Pemilik kapal juga menyebut terakhir kontak dengan kapten kapal pada Senin petang sekitar pukul 18 atau 6 sore.
04:59Kemudian pada pukul Selasa di pukul 12.00, dirinya diberitahu oleh anggota PAUSEK Carita bahwa kapal miliknya belum ditemukan.
05:13Kondisi kapalnya juga cukup baik kok ya?
05:16Cukup baik, bahkan baru beberapa hari sebelum kerja-kerja itu dia baru pulang ke Krakatau, dari ujung pulau.
05:22Artinya memang sudah siap digunakan kemanapun juga ya?
05:25Iya betul.
05:26Untuk jalur komunikasi sendiri itu ada radio khusus atau gimana kok?
05:30Tidak ada.
05:30Tidak ada, berarti untuk komunikasi lewat komunikasi HP aja ya?
05:36Saudara, 5 jurnalis dan 3 anak buah kapal hilang kontak saat hendak meliput erupsi anak gunung Krakatau.
05:44Bagaimana sebenarnya kondisi kapal yang membawa mereka pada Senin petang kemarin?
05:50Kita akan berbincang selengkapnya sore hari ini dengan pemilik kapal jenis speedboat yang membawa 5 jurnalis dan 3 ABK.
05:58Saat ini sudah bersama kami dengan pemilik kapal Sandi Wiasa.
06:04Mas Sandi, selamat sore.
06:07Selamat sore, Mbak.
06:08Jadi saya mau pastikan dulu, kalau kondisi kapal atau kondisi speedboat itu betul-betul sudah baik, layak untuk kemarin berlayar?
06:20Kondisi kapal baik-baik saja, bahkan sebelum kejadian baru pulang dari ujung gulon.
06:28Bahan bakarnya itu cukup untuk berapa lama biasanya kalau untuk satu kali jenis trip gitu, menggunakan speedboat?
06:38Mas Sandi?
06:39Ya, untuk bahan bakar, untuk pulang pergi dipastikan lebih, Mbak.
06:45Gimana?
06:45Dipastikan lebih.
06:47Untuk berapa lama, untuk jangka waktu berapa jam?
06:49Pastikan cukup.
06:51Itu untuk perjalanan cerita Krakato pulang pergi pasti cukup, Mbak.
06:56Oke.
06:57Nah, sebenarnya kalau di awal, Mas Sandi taunya ini memberangkatkan siapa saja dan mau kemana, Mas Sandi?
07:06Kalau untuk keberangkatan, saya tidak tahu, saya tidak tahu karena itu semua di, apa namanya, di ini, diterima dan lain
07:15-lainnya itu sama Pak Warta.
07:17Karena saya mempercayakan boot itu ke Pak Warta.
07:20Pak Warta itu siapa, Mas Sandi?
07:23Kapten, kapten ya.
07:24Oh, kapten ya, oke.
07:25Kapten yang bawa boot.
07:26Iya.
07:27Tahunya waktu itu, Mas Sandi, kapten kapal ini membawa speedboat-nya jam berapa? Hari apa?
07:35Kaptenmu tidak bilang ke saya, cuman jam 2 itu saya dikabari oleh Saudara Haryanto bahwa dia berangkat ke Krakato.
07:46Itu saja.
07:47Oke.
07:48Saya tanya apakah itu menginap atau pulang pergi?
07:51Dia jawab jam 6 sore, jam 18 itu dia jawab ke saya pulang pergi.
07:58Itu saja.
07:59Oh, jadi hari Senin sore masih ada kontak terakhir?
08:02Jawabnya pulang pergi ya.
08:06Betul.
08:07Mas Sandi, waktu kemarin, kapten sempat bilang nggak mau ke carita itu maksudnya adalah menuju ke, tadi, ke Gunung Anak
08:13Rakatau?
08:13Atau setidaknya mendekati lah Gunung Anak Rakatau?
08:17Oh, tidak, tidak.
08:20Tidak, Kak.
08:30Bilangnya apa waktu itu dengan guide-nya?
08:36Halo, kurang jelas?
08:38Waktu itu komunikasinya, bilangnya apa guide-nya antara Mas Sandi dengan guide?
08:43Oh, Pak Bonsai berangkat ke Krakato dengan Pak Warta, itu saja.
08:48Waktu itu jam, kurang lebih jam 2, jam 2 siang.
08:52Oke, jam 2 siang, sempat kontak, terus kontak lagi, tahunya jam 6 sore, berarti ada jedah waktu ya di situ
08:58ya, 3, 4, 5, 6, 4 jam di situ ya?
09:00Betul.
09:00Mas Sandi ya.
09:01Mas Sandi, kan sehari-harinya memang setiap kali memantau ya, dekat-dekat laut?
09:07Oh, enggak juga sih, kan agak, enggak terlalu tarik laut.
09:12Nah, kalau misalnya Mas Sandi kemarin lihat, sebenarnya kondisi dari sekitar laut sendiri, lautnya tenang?
09:21Atau cuacanya seperti apa kemarin?
09:24Cuaca memang agak kurang bersahabat, tapi kategorinya aman untuk...
09:30Berlayar.
09:31Oke, biasanya ini kapal speedboot ini mengangkut apa biasanya? Untuk kegiatan apa?
09:38Untuk kegiatan wisata itu Krakato Junggulon, dia longboot ya, bukan speedboot, dia longboot.
09:43Oh, longboot, oke.
09:45Di dalamnya sendiri, apakah masih lengkap di longboot itu?
09:49Seperti misalnya alat navigasi, yang masih hidup, terus kemudian juga alat pelampung, masih ada semuanya Mas Sandi?
09:56Untuk navigasi, kita menggunakan kompas, untuk pelampung, pasti ada.
10:01Oke, alat navigasi menggunakan kompas, artinya masih manual?
10:06Iya, betul, manual.
10:08Oke, kalau untuk pelampung?
10:11Pelampung ada.
10:13Pelampung ada. Kalau untuk alat komunikasi?
10:16Mas Sandi?
10:17Alat komunikasi tidak ada, kita hanya menggunakan handphone.
10:19Hanya menggunakan handphone, tapi kalau misalnya Mas Sandi kan, pasti sering juga ya menggunakan longboot itu ya, untuk berpergian.
10:26Nah, apakah di aktivitas dengan menggunakan longboot, yang hanya mengadakan handphone, biasanya sinyalnya bagus tuh ketika berada di tengah-tengah?
10:35Ada radius berapa kilometer dari darat, pasti bagus sih.
10:42Oke, Mas Sandi, tadi kan Mas Sandi juga sempat berbicara dengan nakoda ya, tadi bilangnya kan pulang pergi jam 6,
10:50masih sempat berhubungan kan ya?
10:52Itu bukan nakoda, itu saya tidak ada komunikasi dengan kapten kapal ya, dengan nakodanya.
11:00Jadi kapten kapal pun Mas Sandi nggak tahu ya, siapa yang menakodai saat itu?
11:04Tahu, pasti Warta, kalau nakoda itu pasti Warta.
11:08Oh, pasti Mas Warta ya.
11:09Nah, Mas Warta ini pengalamannya seperti apa? Sudah lama kah menggunakan longbootnya Mas Sandi?
11:18Dia untuk menjadi kapten itu dia punya sebuah jenis perlayar, udah lumayan jauh.
11:24Dia udah puluhan tahun dia bawa kapal, dia sering kirim kapal juga ke Papua, ke Aceh, ke Palingantan, ke Bangka.
11:32Dia sangat-sangat berpengalaman, kalau untuk, ya sudah biasa untuk menggunakan kapal.
11:38Oke, terakhir Mas Sandi, sebelum kejadian ini, seberapa sering ketika anak Gunung Krakatau ini juga mengalami erupsi,
11:46seberapa sering sebenarnya perjalanan menggunakan longboot?
11:48Apakah baru kali ini setelah erupsi yang belakangan terjadi?
11:53Yang belakangan terjadi, mungkin karena ada, apa namanya, ada himbawan untuk tidak menekat,
12:00di radius 3 km, kayaknya kurang-kurang ini juga, kurang ramahnya, kurang banyak juga.
12:07Gak banyak sih yang Krakatau.
12:08Oke, baik. Semoga kita berharap di sini semuanya, seluruh penumpang dapat ditemukan sesegera mungkin dalam kondisi selamat.
12:17Itu juga pasti saya yakin harapan dari Mas Sandi ya.
12:20Terima kasih pemilih kapal, Mas Sandi Wiasa.
12:23Terima kasih.
Komentar