Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dengan penuh harap, keluarga masih menunggu kabar pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau. Delapan orang tersebut diketahui meninggalkan Dermaga Pagedongan, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, pada Senin petang, rombongan tak bisa dihubungi. Rombongan yang masih dicari tersebut terdiri dari lima jurnalis. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki jurnalis Merdeka.com, Yudhis wartawan iNews, Daus dari kantor berita Anadolu Agency Turki, dan jurnalis freelance Donal.

Salah satu keluarga yang menunggu kabar jurnalis Merdeka.com Ari Basuki menyebut, Ari terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada 7 September sekitar pukul 13.45 Waktu Indonesia Barat. Ari diketahui masih dalam kondisi tak enak badan, namun memutuskan tetap berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis dan tiga ABK hilang kontak saat hendak meliput erupsi Anak Gunung Krakatau. Bagaimana kondisi kapal yang membawa mereka? Kita akan berbincang dengan pemilik kapal jenis speedboat yang membawa mereka. Kita sudah bersama dengan pemilik kapal, Sandi Wiasa.

#jurnalis #ABK #erupsi #anakkrakatau

Baca Juga [FULL] Ketua DPRD Kab.Karo Bahas Pertanggung Jawaban Pengobatan Korban Keracunan MBG | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/689856/full-ketua-dprd-kab-karo-bahas-pertanggung-jawaban-pengobatan-korban-keracunan-mbg-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689857/full-pemilik-kapal-ungkap-kondisi-speedboat-yang-bawa-5-jurnalis-saat-liput-erupsi-anak-krakatau
Transkrip
00:00Saudara pencarian, 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten masih terus
00:08dilakukan.
00:09Jika belum berhasil, maka area pencarian bakal terus diperluas.
00:18Operasi pencarian dimulai pukul 7 waktu Indonesia Barat dan rencananya berjalan hingga pukul 5 waktu Indonesia Barat.
00:25Di hari kedua pencarian, tim SAR gabungan memperluas penyisiran untuk menemukan speedboat yang membawa 5 jurnalis dan 3 awak kapal.
00:34Tim SAR gabungan juga terus memperbarui pemetaan dan mengembangkan area pencarian.
00:46Dari dua sektor kami sudah coba komunikasi, di luar saat ini gelombang itu sampai 1-2 meter.
00:53Ya, tapi seperti yang kami sampaikan di awal, itu tidak mesti menjadi kenalan dalam perhatian dengan posisi sektor-sektor dengan
01:00alut yang kita tempatkan.
01:02Jadi setiap harinya perkembangan apabila hari ini kita melakukan hari terbuka, area pencarian dalam pencarian luas.
01:08Pas Yandi, Trip Kilat, Rakatau, tanggal 7 September 2026.
01:15Bismillahirrahmanirrahim.
01:16Bismillahirrahim.
01:17Amin, amin, amin.
01:18Dan inilah video detik-detik pemberangkatan 5 jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
01:285 jurnalis berangkat dari dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin 7 September 2026, sekitar pukul 2 siang.
01:38Kelima jurnalis ini melakukan perjalanan menggunakan speedboat untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Karkatau.
01:59Rombongan peliput erupsi Gunung Anak Karkatau yang masih dicari tersebut terdiri dari 5 jurnalis.
02:04Bagus Hoerunas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki, Jurnalis Merdeka.com, Yudis, Wartawan Ainews, DAUS dari Kantor Berita Turki Anadolu
02:14Agency, dan jurnalis freelance Donau.
02:17Sementara 3 ABK adalah Warta, Surahman, dan Herianto.
02:29Saat Tim Sar gabungan masih mencari 5 jurnalis yang hilang kontak, pihak keluarga menunggu hasil pencarian di pos kosar di
02:36kawasan Carita, Banten.
02:37Istri salah satu jurnalis yang hilang kontak menerima panggilan video langsung dari Tim Sar dan berharap Tim Sar menemukan suaminya.
03:00Bisa tangis istri nahkoda kapal sempat mewarnai kembalinya Tim Sar dari misi pencarian hari kedua.
03:06Rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
03:09Tangis pecah karena pencarian belum membuahkan hasil.
03:12Keluarga masih berharap orang-orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
03:28Salah satu keluarga yang menunggu kabar jurnalis medeka.com, Ari Basuki menyebut,
03:34Ari terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada 7 September sekitar pukul 13.45 menit.
03:42Waktu Indonesia Barat, Ari diketahui masih dalam kondisi tidak enak badan,
03:47namun memutuskan tetap berangkat untuk meliput aktivitas gunung anak Krakatau.
03:56Terakhir ke anaknya jam 13.43 resumen, itu terakhir.
04:04Itu terakhir nanyain ke anaknya Bintang, 13.43 setelah itu tidak ada sampai sekarang.
04:28Sudara pemilik speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput aktivitas gunung anak Krakatau memastikan kapal dalam kondisi layak berlayar ketika
04:37bertolak dari carita Banten Senin kemarin.
04:42Sandi Wiasa, pemilik kapal yang digunakan kelima jurnalis mengaku saat berangkat kondisi kapal layak digunakan dan dikemudikan oleh kapten yang
04:52berpengalaman.
04:53Pemilik kapal juga menyebut terakhir kontak dengan kapten kapal pada Senin petang sekitar pukul 18 atau 6 sore.
04:59Kemudian pada pukul Selasa di pukul 12.00, dirinya diberitahu oleh anggota PAUSEK Carita bahwa kapal miliknya belum ditemukan.
05:13Kondisi kapalnya juga cukup baik kok ya?
05:16Cukup baik, bahkan baru beberapa hari sebelum kerja-kerja itu dia baru pulang ke Krakatau, dari ujung pulau.
05:22Artinya memang sudah siap digunakan kemanapun juga ya?
05:25Iya betul.
05:26Untuk jalur komunikasi sendiri itu ada radio khusus atau gimana kok?
05:30Tidak ada.
05:30Tidak ada, berarti untuk komunikasi lewat komunikasi HP aja ya?
05:36Saudara, 5 jurnalis dan 3 anak buah kapal hilang kontak saat hendak meliput erupsi anak gunung Krakatau.
05:44Bagaimana sebenarnya kondisi kapal yang membawa mereka pada Senin petang kemarin?
05:50Kita akan berbincang selengkapnya sore hari ini dengan pemilik kapal jenis speedboat yang membawa 5 jurnalis dan 3 ABK.
05:58Saat ini sudah bersama kami dengan pemilik kapal Sandi Wiasa.
06:04Mas Sandi, selamat sore.
06:07Selamat sore, Mbak.
06:08Jadi saya mau pastikan dulu, kalau kondisi kapal atau kondisi speedboat itu betul-betul sudah baik, layak untuk kemarin berlayar?
06:20Kondisi kapal baik-baik saja, bahkan sebelum kejadian baru pulang dari ujung gulon.
06:28Bahan bakarnya itu cukup untuk berapa lama biasanya kalau untuk satu kali jenis trip gitu, menggunakan speedboat?
06:38Mas Sandi?
06:39Ya, untuk bahan bakar, untuk pulang pergi dipastikan lebih, Mbak.
06:45Gimana?
06:45Dipastikan lebih.
06:47Untuk berapa lama, untuk jangka waktu berapa jam?
06:49Pastikan cukup.
06:51Itu untuk perjalanan cerita Krakato pulang pergi pasti cukup, Mbak.
06:56Oke.
06:57Nah, sebenarnya kalau di awal, Mas Sandi taunya ini memberangkatkan siapa saja dan mau kemana, Mas Sandi?
07:06Kalau untuk keberangkatan, saya tidak tahu, saya tidak tahu karena itu semua di, apa namanya, di ini, diterima dan lain
07:15-lainnya itu sama Pak Warta.
07:17Karena saya mempercayakan boot itu ke Pak Warta.
07:20Pak Warta itu siapa, Mas Sandi?
07:23Kapten, kapten ya.
07:24Oh, kapten ya, oke.
07:25Kapten yang bawa boot.
07:26Iya.
07:27Tahunya waktu itu, Mas Sandi, kapten kapal ini membawa speedboat-nya jam berapa? Hari apa?
07:35Kaptenmu tidak bilang ke saya, cuman jam 2 itu saya dikabari oleh Saudara Haryanto bahwa dia berangkat ke Krakato.
07:46Itu saja.
07:47Oke.
07:48Saya tanya apakah itu menginap atau pulang pergi?
07:51Dia jawab jam 6 sore, jam 18 itu dia jawab ke saya pulang pergi.
07:58Itu saja.
07:59Oh, jadi hari Senin sore masih ada kontak terakhir?
08:02Jawabnya pulang pergi ya.
08:06Betul.
08:07Mas Sandi, waktu kemarin, kapten sempat bilang nggak mau ke carita itu maksudnya adalah menuju ke, tadi, ke Gunung Anak
08:13Rakatau?
08:13Atau setidaknya mendekati lah Gunung Anak Rakatau?
08:17Oh, tidak, tidak.
08:20Tidak, Kak.
08:30Bilangnya apa waktu itu dengan guide-nya?
08:36Halo, kurang jelas?
08:38Waktu itu komunikasinya, bilangnya apa guide-nya antara Mas Sandi dengan guide?
08:43Oh, Pak Bonsai berangkat ke Krakato dengan Pak Warta, itu saja.
08:48Waktu itu jam, kurang lebih jam 2, jam 2 siang.
08:52Oke, jam 2 siang, sempat kontak, terus kontak lagi, tahunya jam 6 sore, berarti ada jedah waktu ya di situ
08:58ya, 3, 4, 5, 6, 4 jam di situ ya?
09:00Betul.
09:00Mas Sandi ya.
09:01Mas Sandi, kan sehari-harinya memang setiap kali memantau ya, dekat-dekat laut?
09:07Oh, enggak juga sih, kan agak, enggak terlalu tarik laut.
09:12Nah, kalau misalnya Mas Sandi kemarin lihat, sebenarnya kondisi dari sekitar laut sendiri, lautnya tenang?
09:21Atau cuacanya seperti apa kemarin?
09:24Cuaca memang agak kurang bersahabat, tapi kategorinya aman untuk...
09:30Berlayar.
09:31Oke, biasanya ini kapal speedboot ini mengangkut apa biasanya? Untuk kegiatan apa?
09:38Untuk kegiatan wisata itu Krakato Junggulon, dia longboot ya, bukan speedboot, dia longboot.
09:43Oh, longboot, oke.
09:45Di dalamnya sendiri, apakah masih lengkap di longboot itu?
09:49Seperti misalnya alat navigasi, yang masih hidup, terus kemudian juga alat pelampung, masih ada semuanya Mas Sandi?
09:56Untuk navigasi, kita menggunakan kompas, untuk pelampung, pasti ada.
10:01Oke, alat navigasi menggunakan kompas, artinya masih manual?
10:06Iya, betul, manual.
10:08Oke, kalau untuk pelampung?
10:11Pelampung ada.
10:13Pelampung ada. Kalau untuk alat komunikasi?
10:16Mas Sandi?
10:17Alat komunikasi tidak ada, kita hanya menggunakan handphone.
10:19Hanya menggunakan handphone, tapi kalau misalnya Mas Sandi kan, pasti sering juga ya menggunakan longboot itu ya, untuk berpergian.
10:26Nah, apakah di aktivitas dengan menggunakan longboot, yang hanya mengadakan handphone, biasanya sinyalnya bagus tuh ketika berada di tengah-tengah?
10:35Ada radius berapa kilometer dari darat, pasti bagus sih.
10:42Oke, Mas Sandi, tadi kan Mas Sandi juga sempat berbicara dengan nakoda ya, tadi bilangnya kan pulang pergi jam 6,
10:50masih sempat berhubungan kan ya?
10:52Itu bukan nakoda, itu saya tidak ada komunikasi dengan kapten kapal ya, dengan nakodanya.
11:00Jadi kapten kapal pun Mas Sandi nggak tahu ya, siapa yang menakodai saat itu?
11:04Tahu, pasti Warta, kalau nakoda itu pasti Warta.
11:08Oh, pasti Mas Warta ya.
11:09Nah, Mas Warta ini pengalamannya seperti apa? Sudah lama kah menggunakan longbootnya Mas Sandi?
11:18Dia untuk menjadi kapten itu dia punya sebuah jenis perlayar, udah lumayan jauh.
11:24Dia udah puluhan tahun dia bawa kapal, dia sering kirim kapal juga ke Papua, ke Aceh, ke Palingantan, ke Bangka.
11:32Dia sangat-sangat berpengalaman, kalau untuk, ya sudah biasa untuk menggunakan kapal.
11:38Oke, terakhir Mas Sandi, sebelum kejadian ini, seberapa sering ketika anak Gunung Krakatau ini juga mengalami erupsi,
11:46seberapa sering sebenarnya perjalanan menggunakan longboot?
11:48Apakah baru kali ini setelah erupsi yang belakangan terjadi?
11:53Yang belakangan terjadi, mungkin karena ada, apa namanya, ada himbawan untuk tidak menekat,
12:00di radius 3 km, kayaknya kurang-kurang ini juga, kurang ramahnya, kurang banyak juga.
12:07Gak banyak sih yang Krakatau.
12:08Oke, baik. Semoga kita berharap di sini semuanya, seluruh penumpang dapat ditemukan sesegera mungkin dalam kondisi selamat.
12:17Itu juga pasti saya yakin harapan dari Mas Sandi ya.
12:20Terima kasih pemilih kapal, Mas Sandi Wiasa.
12:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan