00:00Saya izin konfirmasi kepada pihak PT MPK bahwa sebelumnya Kementerian Kehutanan juga menyebutkan bahwa PT MPK ini sudah dibutuhkan khususnya
00:10terkait dengan perizinan untuk pemanfaatan kawasan hutan.
00:14Itu sudah terkonfirmasi oleh PT MPK.
00:16Baik, untuk informasi tersebut, untuk tim kami yang di lapangan, kami belum mendapatkan informasi resminya seperti apa.
00:24Tapi, untuk hingga saat ini, dari tim kami masih tetap melakukan kegiatan operasional seperti biasa, termasuk fokus kami sekarang adalah
00:32melakukan pemadaman secara menyeluruh, pemanfaatan secara menyeluruh di seluruh area-area terbakar,
00:37baik itu di dalam konsesi hingga berada di bahagian konsesi yang kurang lebih itu cukup berbahaya ataupun berpotensi untuk memunculkan
00:46area-area baru di sekitar konsesi kami.
00:48Termasuk juga kami melakukan pengamanan di area pemukiman masyarakat juga.
00:51Oke, saya izin memberikan hak jawab kepada pihak PT MPK juga, karena sebelumnya Kementerian Kehutanan menyebut salah satu alasan yang
00:58kemudian, dalam tanda kutip, disegel oleh Kementerian Kehutanan karena tidak memiliki sistem pencegahan,
01:05termasuk juga pengelolaan karfukla sesuai dengan standar tanggapan MPK.
01:10Ya baik, sebenarnya terkait bagaimana kami melakukan kegiatan pengendalian, itu sudah kami lakukan jauh-jauh hari, termasuk juga kami mempersiapkan
01:19segala sesuatu itu berdasarkan peraturan perundangan-undangan yaitu P32 tahun 2016.
01:23Begitu dari sistem peralatan, personil, bagaimana kami melakukan sistem penjagaan, termasuk juga supporting-supporting dalam semua aspek pengendalian kebakaran hutan
01:33dan lahan, itu sudah kami lakukan.
01:34Itu salah satu prosesnya ya? Proses pemadaman yang dilakukan ya?
01:38Salah satu tim kami, dan kami berkoalaborasi dengan PKO, yaitu dari TNI dan Polri, kemudian dari Manggala Agni, BPPD, KPH,
01:47termasuk juga seluruh stakeholder terkait,
01:49di mana dalam status tanggap darurat yang ditetapkan oleh ketapang ini, seluruh instansi itu ikut juga terjun dalam kegiatan pengendalian
01:58kebakaran,
01:58sehingga semua hal yang kami lakukan di lapangan itu berdasarkan kolaborasi dari seluruh pihak yang berada di ketapang.
02:05Total area dari MPK betul 36.000 hektare dan yang terbakar 394 hektare?
02:10Iya, betul.
02:11Oke, yang kemudian dicari dan ingin diketahui publik adalah soal sumber api, karena ada narasi yang kemudian menyebutkan,
02:20begitu banyak lahan yang masuk dalam konsesi, termasuk PT MPK, yang kemudian terdapat sebarang titik panas.
02:28Apakah memang ada kesengajaan terkait dengan kebakaran ini atau seperti apa jawaban dari PT MPK?
02:33Baik dari unsur kesengajaan ataupun tidak melihat dari kondisi lingkungan yang sekarang ada,
02:39di mana kondisi alnino ini memperparah kondisi lingkungan kita, sehingga beberapa aktivitas-aktivitas pembukaan lahan
02:45atau aktivitas pertanian itu banyak sekali menimbulkan potensi-potensi terjadinya kebakaran,
02:50karena terkadang seperti yang kita ketahui bersama bahwa di aturan yang sama-sama kita ketahui di Kalimantan Barat ini
02:57mengizinkan adanya pembukaan lahan dengan cara dibakar, tetapi terkadang implementasinya kurang terlalu baik diterapkan oleh masyarakat,
03:04sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
03:06Kebakaran yang terjadi di area ini bukanlah yang pertama kali terjadi, Pak.
03:10Lalu pertanyaannya apakah, maaf, ada potensi kelalaian pengawasan, Pak, yang kemudian dilakukan sehingga kebakaran terus berulang?
03:18Oh, ini kan tentu saja sudah di-warming ya sebelumnya bahwa kita juga ketika memasuki musim kemarau,
03:26kita selalu mengundang seluruh perusahaan, seluruh kades desa, Pak, camat juga untuk melakukan apel.
03:33Apel siaga ya, apel siaga. Jadi kita gelar pasukan, mengecekan peralatan, artinya itu adalah warming ya.
03:39Forming dari pemerintah daerah, supaya kita bersiap seluruhnya untuk menghadapi segala kemungkinan akibat musim panas.
03:49Tim Gakum sendiri dari Kemenhut itu ikut turun bersama kami, melakukan pengawasan.
03:55Pada prinsipnya perusahaan itu menghormati setiap keputusan dari pemerintah.
04:00Kalau awalnya terjadi itu memang dari luar, dan karena ini didukung juga ketersediaan air yang sangat minim di El Nino
04:09ini,
04:10jadi ada kendala-kendala yang kadang pemadaman juga sulit dilakukan karena air susah.
04:16Kementerian Keputaran memberikan sanksi itu kekibat terjadinya kebakaran hutan yang berulang kali di lokasi konsesi MPK.
04:25Bahwa PT MPK ini sesungguhnya kegiatan berusahaannya adalah restorasi ekosistem.
04:30Pemewas perdalam kembali, kok bisa perusahaan PBPH yang tujuannya adalah jasa lingkungan, restorasi ekosistem,
04:39tetapi bisa membiarkan terjadinya kebakaran hutan berulang kali di wilayah kerjanya.
05:01Saudara, di sebelah saya sudah ada kepala desa dari Desa Mayak, Kecamatan Muarapawan,
05:07Kabupaten Ketapang dengan Pak Dino Karna. Pak Dino, terima kasih untuk waktunya, Pak.
05:10Tadi saya sudah datang ke desa Bapak-Bapak dan tidak jauh, Pak. Kita bisa lihat langsung.
05:15Ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sangat berdekatan dengan perumahan warga Bapak.
05:23Saya ingin langsung tanyakan pertama kali api ini menyala, Pak. Itu di mana titiknya?
05:30Titiknya di arah danau mensugup yang berbatasan dengan perusahaan.
05:39Berbatasan dengan perusahaan?
05:41Berbatasan dengan perusahaan?
05:42Oke. Itu kapan, Pak, tepatnya?
05:44Tepatnya sih, kalau tidak salah, sekitar tanggal 12 Juli kemarin.
05:5312-13 Juli kemarin terjadi ada titik api.
05:57Setelah itu, apa yang terjadi, Pak?
05:59Kami berupaya untuk memadamkan dari tim KTPA khususnya Desa Mayak,
06:06bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dari pihak perusahaan,
06:12itu siang dan malam.
06:15Namun apinya terkadang bisa terkendalikan ketika malam.
06:21Nah, setelah pulang, siang atau paginya lagi, dia bangkit lagi, bangun lagi apinya.
06:28Berapa jerak, Pak, dari perumahan warga ke sini, Pak?
06:32Sekitar 600 meter lah.
06:34Tidak sampai 1 kilometer?
06:35Tidak sampai.
06:36Tidak jauh lagi ini, nyebrang ke belakang pemukiman.
06:41Yang menjadi kendala kami itu adalah air.
06:44Air?
06:44Air.
06:45Kami kekeringan.
06:47Jadi, akses untuk memadamkan api itu tadi, selain jalannya, maupun sumurnya kering,
06:55dan juga parit-paritnya kering, tidak ada mata atau sumber air lah.
07:00Muncul pertanyaan, dan tidak sedikit, Pak, narasi yang kemudian menyebutkan bahwa
07:06pertama kali api muncul ini karena dibakar oleh warga.
07:11Sementara tadi Bapak mengatakan bahwa sumber api sebenarnya datang dari dekat area perusahaan.
07:16Kalau memang sesuai dengan fakta dan bukti, ya tetap kita akui kita salah.
07:21Kalau memang itu terjadinya gara-gara warga yang membakar.
07:26Namun, kemunculan api dengan sangat tidak diduga-duga tiba-tiba.
07:32Nah, kita pun sebagai warga, ataupun saya selaku kepala desa itu berupaya
07:37memerintah warga agar sedapat mungkin api bisa kita padamkan dan jangan sampai melebar.
07:45Oke.
07:46Sejauh mungkin.
07:47Bahwa desa Maya ini berada di tengahan-lahan konsesi,
07:53apakah artinya bisa dikatakan muncul kecurigaan dari warga bahwa sumber api ini berasal dari pihak perusahaan?
08:02Kalau masalah itu kurang jelas juga.
08:06Karena saya tidak mau menuding atau menuduh.
08:09Tapi kemungkinan itu ada, Pak?
08:11Kemungkinan itu ada.
08:12Kemungkinan itu ada.
08:14Oke.
08:14Karena konsesi dengan AVL-nya punya hutan negara desa Maya tadi itu berbatasan.
08:21Berbatasan?
08:22Berbatasan dengan lahannya perusahaan, HGU-nya perusahaan.
08:29Dampak dari karhuta ini terjadi peningkatan ISPA secara signifikan.
08:33Salah satu balita yang terdampak ISPA, itu anak ibu.
08:36Iya.
08:37Itu terjadi setelah adanya karhutuan?
08:39Iya.
08:39Terima kasih telah menonton!
Komentar