Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sekitar kawasan konsesi PT MPK, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala Desa Mayak, Dino Karno, menyebut titik api pertama kali diketahui berada di arah Danau Mensubuk, kawasan yang berbatasan dengan perusahaan.

Kebakaran disebut mulai muncul sekitar 12 hingga 13 Juli.

Warga bersama tim pemadam dari perusahaan kemudian berupaya melakukan pemadaman siang dan malam.

Namun, kondisi lahan yang kering dan minimnya sumber air membuat proses pemadaman terkendala.

Jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga disebut sekitar 600 meter.

Menurut Dino, kekeringan membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api.

Persoalan kemudian mengarah pada dugaan sumber api.

Muncul narasi bahwa kebakaran berasal dari aktivitas pembakaran lahan oleh warga.

Namun, Dino menyebut dirinya tidak ingin menuding pihak tertentu.

Meski demikian, ketika ditanya apakah ada kemungkinan sumber api berasal dari area perusahaan, Dino menyebut kemungkinan tersebut ada.

Sementara itu, PIC Zona Tenggara Mopakha (PT MPK) Indi Kurnia Rahman mengatakan pihak perusahaan juga menegaskan telah melakukan upaya pengendalian kebakaran berdasarkan aturan yang berlaku.

Kegiatan pengendalian itu sudah dilakukan jauh-jauh hari termasuk juga kami mempersiapkan segala sesuatu itu berdasarkan peraturan perundangan-undangan, baik itu dari sistem peralatan hingga personel.

"Kondisi El Nino ini memperparah kondisi lingkungan kita sehingga beberapa aktivitas-aktivitas pembukaan lahan atau aktivitas pertanian itu banyak sekali menimbulkan potensi-potensi terjadinya kebakaran," ungkapnya.

Perusahaan juga menyebut fokus mereka saat ini adalah melakukan pemadaman secara menyeluruh di area-area yang terbakar, termasuk area di dalam konsesi maupun buffer konsesi.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/yCH1QCwce2o



#karhutla #kalimantan #bencana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689683/karhutla-ketapang-kalbar-meluas-apa-pemicu-sumber-apinya-dipo
Transkrip
00:00Saya izin konfirmasi kepada pihak PT MPK bahwa sebelumnya Kementerian Kehutanan juga menyebutkan bahwa PT MPK ini sudah dibutuhkan khususnya
00:10terkait dengan perizinan untuk pemanfaatan kawasan hutan.
00:14Itu sudah terkonfirmasi oleh PT MPK.
00:16Baik, untuk informasi tersebut, untuk tim kami yang di lapangan, kami belum mendapatkan informasi resminya seperti apa.
00:24Tapi, untuk hingga saat ini, dari tim kami masih tetap melakukan kegiatan operasional seperti biasa, termasuk fokus kami sekarang adalah
00:32melakukan pemadaman secara menyeluruh, pemanfaatan secara menyeluruh di seluruh area-area terbakar,
00:37baik itu di dalam konsesi hingga berada di bahagian konsesi yang kurang lebih itu cukup berbahaya ataupun berpotensi untuk memunculkan
00:46area-area baru di sekitar konsesi kami.
00:48Termasuk juga kami melakukan pengamanan di area pemukiman masyarakat juga.
00:51Oke, saya izin memberikan hak jawab kepada pihak PT MPK juga, karena sebelumnya Kementerian Kehutanan menyebut salah satu alasan yang
00:58kemudian, dalam tanda kutip, disegel oleh Kementerian Kehutanan karena tidak memiliki sistem pencegahan,
01:05termasuk juga pengelolaan karfukla sesuai dengan standar tanggapan MPK.
01:10Ya baik, sebenarnya terkait bagaimana kami melakukan kegiatan pengendalian, itu sudah kami lakukan jauh-jauh hari, termasuk juga kami mempersiapkan
01:19segala sesuatu itu berdasarkan peraturan perundangan-undangan yaitu P32 tahun 2016.
01:23Begitu dari sistem peralatan, personil, bagaimana kami melakukan sistem penjagaan, termasuk juga supporting-supporting dalam semua aspek pengendalian kebakaran hutan
01:33dan lahan, itu sudah kami lakukan.
01:34Itu salah satu prosesnya ya? Proses pemadaman yang dilakukan ya?
01:38Salah satu tim kami, dan kami berkoalaborasi dengan PKO, yaitu dari TNI dan Polri, kemudian dari Manggala Agni, BPPD, KPH,
01:47termasuk juga seluruh stakeholder terkait,
01:49di mana dalam status tanggap darurat yang ditetapkan oleh ketapang ini, seluruh instansi itu ikut juga terjun dalam kegiatan pengendalian
01:58kebakaran,
01:58sehingga semua hal yang kami lakukan di lapangan itu berdasarkan kolaborasi dari seluruh pihak yang berada di ketapang.
02:05Total area dari MPK betul 36.000 hektare dan yang terbakar 394 hektare?
02:10Iya, betul.
02:11Oke, yang kemudian dicari dan ingin diketahui publik adalah soal sumber api, karena ada narasi yang kemudian menyebutkan,
02:20begitu banyak lahan yang masuk dalam konsesi, termasuk PT MPK, yang kemudian terdapat sebarang titik panas.
02:28Apakah memang ada kesengajaan terkait dengan kebakaran ini atau seperti apa jawaban dari PT MPK?
02:33Baik dari unsur kesengajaan ataupun tidak melihat dari kondisi lingkungan yang sekarang ada,
02:39di mana kondisi alnino ini memperparah kondisi lingkungan kita, sehingga beberapa aktivitas-aktivitas pembukaan lahan
02:45atau aktivitas pertanian itu banyak sekali menimbulkan potensi-potensi terjadinya kebakaran,
02:50karena terkadang seperti yang kita ketahui bersama bahwa di aturan yang sama-sama kita ketahui di Kalimantan Barat ini
02:57mengizinkan adanya pembukaan lahan dengan cara dibakar, tetapi terkadang implementasinya kurang terlalu baik diterapkan oleh masyarakat,
03:04sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
03:06Kebakaran yang terjadi di area ini bukanlah yang pertama kali terjadi, Pak.
03:10Lalu pertanyaannya apakah, maaf, ada potensi kelalaian pengawasan, Pak, yang kemudian dilakukan sehingga kebakaran terus berulang?
03:18Oh, ini kan tentu saja sudah di-warming ya sebelumnya bahwa kita juga ketika memasuki musim kemarau,
03:26kita selalu mengundang seluruh perusahaan, seluruh kades desa, Pak, camat juga untuk melakukan apel.
03:33Apel siaga ya, apel siaga. Jadi kita gelar pasukan, mengecekan peralatan, artinya itu adalah warming ya.
03:39Forming dari pemerintah daerah, supaya kita bersiap seluruhnya untuk menghadapi segala kemungkinan akibat musim panas.
03:49Tim Gakum sendiri dari Kemenhut itu ikut turun bersama kami, melakukan pengawasan.
03:55Pada prinsipnya perusahaan itu menghormati setiap keputusan dari pemerintah.
04:00Kalau awalnya terjadi itu memang dari luar, dan karena ini didukung juga ketersediaan air yang sangat minim di El Nino
04:09ini,
04:10jadi ada kendala-kendala yang kadang pemadaman juga sulit dilakukan karena air susah.
04:16Kementerian Keputaran memberikan sanksi itu kekibat terjadinya kebakaran hutan yang berulang kali di lokasi konsesi MPK.
04:25Bahwa PT MPK ini sesungguhnya kegiatan berusahaannya adalah restorasi ekosistem.
04:30Pemewas perdalam kembali, kok bisa perusahaan PBPH yang tujuannya adalah jasa lingkungan, restorasi ekosistem,
04:39tetapi bisa membiarkan terjadinya kebakaran hutan berulang kali di wilayah kerjanya.
05:01Saudara, di sebelah saya sudah ada kepala desa dari Desa Mayak, Kecamatan Muarapawan,
05:07Kabupaten Ketapang dengan Pak Dino Karna. Pak Dino, terima kasih untuk waktunya, Pak.
05:10Tadi saya sudah datang ke desa Bapak-Bapak dan tidak jauh, Pak. Kita bisa lihat langsung.
05:15Ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sangat berdekatan dengan perumahan warga Bapak.
05:23Saya ingin langsung tanyakan pertama kali api ini menyala, Pak. Itu di mana titiknya?
05:30Titiknya di arah danau mensugup yang berbatasan dengan perusahaan.
05:39Berbatasan dengan perusahaan?
05:41Berbatasan dengan perusahaan?
05:42Oke. Itu kapan, Pak, tepatnya?
05:44Tepatnya sih, kalau tidak salah, sekitar tanggal 12 Juli kemarin.
05:5312-13 Juli kemarin terjadi ada titik api.
05:57Setelah itu, apa yang terjadi, Pak?
05:59Kami berupaya untuk memadamkan dari tim KTPA khususnya Desa Mayak,
06:06bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dari pihak perusahaan,
06:12itu siang dan malam.
06:15Namun apinya terkadang bisa terkendalikan ketika malam.
06:21Nah, setelah pulang, siang atau paginya lagi, dia bangkit lagi, bangun lagi apinya.
06:28Berapa jerak, Pak, dari perumahan warga ke sini, Pak?
06:32Sekitar 600 meter lah.
06:34Tidak sampai 1 kilometer?
06:35Tidak sampai.
06:36Tidak jauh lagi ini, nyebrang ke belakang pemukiman.
06:41Yang menjadi kendala kami itu adalah air.
06:44Air?
06:44Air.
06:45Kami kekeringan.
06:47Jadi, akses untuk memadamkan api itu tadi, selain jalannya, maupun sumurnya kering,
06:55dan juga parit-paritnya kering, tidak ada mata atau sumber air lah.
07:00Muncul pertanyaan, dan tidak sedikit, Pak, narasi yang kemudian menyebutkan bahwa
07:06pertama kali api muncul ini karena dibakar oleh warga.
07:11Sementara tadi Bapak mengatakan bahwa sumber api sebenarnya datang dari dekat area perusahaan.
07:16Kalau memang sesuai dengan fakta dan bukti, ya tetap kita akui kita salah.
07:21Kalau memang itu terjadinya gara-gara warga yang membakar.
07:26Namun, kemunculan api dengan sangat tidak diduga-duga tiba-tiba.
07:32Nah, kita pun sebagai warga, ataupun saya selaku kepala desa itu berupaya
07:37memerintah warga agar sedapat mungkin api bisa kita padamkan dan jangan sampai melebar.
07:45Oke.
07:46Sejauh mungkin.
07:47Bahwa desa Maya ini berada di tengahan-lahan konsesi,
07:53apakah artinya bisa dikatakan muncul kecurigaan dari warga bahwa sumber api ini berasal dari pihak perusahaan?
08:02Kalau masalah itu kurang jelas juga.
08:06Karena saya tidak mau menuding atau menuduh.
08:09Tapi kemungkinan itu ada, Pak?
08:11Kemungkinan itu ada.
08:12Kemungkinan itu ada.
08:14Oke.
08:14Karena konsesi dengan AVL-nya punya hutan negara desa Maya tadi itu berbatasan.
08:21Berbatasan?
08:22Berbatasan dengan lahannya perusahaan, HGU-nya perusahaan.
08:29Dampak dari karhuta ini terjadi peningkatan ISPA secara signifikan.
08:33Salah satu balita yang terdampak ISPA, itu anak ibu.
08:36Iya.
08:37Itu terjadi setelah adanya karhutuan?
08:39Iya.
08:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan