Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Gunung Anak Krakatau hari ini kembali erupsi. Berdasarkan pengamatan visual Badan Geologi, selama periode 7 hingga 8 September pagi hari, terekam ada 2 kali gempa erupsi dan 4 kali gempa hembusan.

Hasil pengamatan ini dilakukan Badan Geologi sejak Senin (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026) pagi.

Berdasarkan pengamatan visual gunung api terlihat jelas, dengan arah angin bertiup ke arah utara dan barat laut.

Sementara berdasarkan pengamatan instrumental, hingga Selasa (8/9/2026) pagi tercatat 2 kali gempa erupsi dan 4 kali gempa embusan, 78 kali gempa frekuensi rendah dan seratus kali gempa hybrid, sementara gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak 8 kali dan 9 kali gempa vulkanik dalam.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Rita Susilawati bilang, potensi erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi namun dengan energi rendah.

Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi strombolian pada Selasa (8/9/2026) siang.

Lebih lengkap soal aktivitas Anak Gunung Krakatau, berikut laporan Jurnalis Kompas TV Zefanya Situmeang dan Juru Kamera Roy Ilman, serta Bodhiya Vimala, eksklusif dari perairan Selat Sunda, yang direkam sebelumnya.

Baca Juga BNPB Bilang Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Samudera Hindia, OMC Telah Dilakukan di https://www.kompas.tv/nasional/689662/bnpb-bilang-abu-vulkanik-anak-krakatau-mengarah-ke-samudera-hindia-omc-telah-dilakukan

#abuvulkanik #anakkrakatau #erupsi

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689668/penampakan-erupsi-strombolian-gunung-anak-krakatau-pada-selasa-8-9-2026-kompas-petang
Transkrip
00:00Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi strombolian pada selasa siang.
00:05Lebih lengkap soal aktivitas Anak Gunung Krakatau ini, kami hadirkan laporan langsung dari jurnalis Kompas TV Zeyfanya Syutumiang
00:10dan juru kamera Roy Ilman serta Bodhia Vimala, eksklusif dari perairan Selat Sunda yang telah kami rekam sebelumnya.
00:19Eksklusif di Kompas TV, saat ini kami tengah melihat langsung bagaimana kondisi terkini dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
00:28Dan dapat dilihat di belakang saya, ditunjukkan juru kamera Kompas TV, Roy Ilman, bahwa memang saat ini Gunung Anak Krakatau
00:38masih terus mengeluarkan asap cukup tebal, cukup pekat.
00:43Dan memang informasinya meskipun erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau ini sudah dinyatakan selesai atau berakhir setelah 25 jam,
00:52tetapi letusan Strombolian ini masih terus ada dan ini jangka waktunya bisa cukup lama.
01:01Dimana memang erupsi Stromboli atau Strombolian ini merupakan letusan Gunung Merapi yang ledakannya relatif lebih ringan.
01:12Yang artinya juga apabila memang erupsi Strombolian ini sudah ada, artinya ini benar-benar menyatakan bahwa erupsi terus-menerus dari
01:19Gunung Anak Krakatau sudah berakhir.
01:21Di saat kami meliput saat ini, di tanggal 8 September, ini juga memang dikatakan bahwa sempat terjadi lagi erupsi Gunung
01:29Anak Krakatau di pukul 5 pagi tadi.
01:32Dan saat ini kami memang masih memantau, terlihat asapnya masih terus mengepul ke atas.
01:38Dan yang kami perasakan juga perbedaan terkait dengan bagaimana sebaran debu vulkanik ketika kami menyebrang dari wilayah Banten ke sekitaran
01:48Gunung Anak Krakatau.
01:50Ini terasa bagaimana perbedaan dari udara, lalu juga terlihat dari langit begitu yang lebih terlihat abu-abu.
01:58Nah ini yang menjadi himbawan dan juga dari BMKG sudah menghimbau untuk masyarakat yang tinggal di pesisir sekitaran Gunung Anak
02:05Krakatau,
02:05juga wisatawan yang masih melakukan traveling, begitu ini agar menjaga jarak aman, menjauhi radius jarak 3 km yang aman dari
02:14Gunung Anak Krakatau ini.
02:16Dan saat ini kami melaporkan juga tentunya dari radius jarak 3 km, titik yang aman menjauhi dari aktivitas Gunung Anak
02:25Krakatau.
02:25Yang kedua yang juga dapat menjadi himbawan ini adalah bagaimana masyarakat yang beraktivitas di luar rumah di sekitaran wilayah Banten,
02:32Lampung,
02:33dan sekitarnya yang terdampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau ini agar terus menggunakan masker karena debu vulkaniknya ini cukup sangat
02:40berbahaya.
02:41Ini memang juga kami bisa melihat bagaimana debunya cukup tebal di area sekitaran Gunung Anak Krakatau ini.
02:48Yang ketiga juga yang bisa menjadi perhatian masyarakat ini adalah agar masyarakat yang tinggal di sekitar atau berada di sekitar
02:55wilayah Gunung Anak Krakatau ini agar tidak panik dan tetap tenang
02:59dan terus mencari informasi dari situs resmi BMKG, juga mendengar himbawan dari BPBD setempat dan mencari informasi dari media-media
03:08yang akurat dan terpercaya tentunya.
03:10Tentu akan kita pantau terus bagaimana pergerakannya sejauh ini terkait dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau
03:18karena memang disampaikan juga dari BMKG meskipun sudah dinyatakan berakhir tapi masih dapat ada kemungkinan potensi letusan yang masih berlanjut
03:27sehingga ini tentu masih dalam pantauan dari BMKG terkait bagaimana dinamika vulkanisme dari Gunung Anak Krakatau ini.
03:36Zepanya Situ Meang, Roy Ilman, Bodhia Vimala, Pompas TV, mengabarkan dari Selat Sunda.
Komentar

Dianjurkan