Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Ketapang bahkan menaikkan status bencana dari siaga menjadi darurat saat karhutla telah meluas ke seluruh wilayah kecamatan.

Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, Alexander Wilyo mengatakan salah satu pertimbangan pemerintah menaikkan status menjadi darurat adalah dampak kesehatan akibat asap kebakaran.

Data Dinas Kesehatan mencatat 803 orang mengidap ISPA.

Selain berdampak terhadap kesehatan, kebakaran juga terjadi di lahan milik masyarakat maupun kawasan konsesi perusahaan.

Untuk kebakaran di lahan warga, polisi telah menangani sejumlah laporan dan menetapkan empat tersangka.

"Jadi dari 14 laporan polisi yang Kepores ketapang tangannya saat ini, sudah ada 4 tersangka," ungkap Kapolres Ketapang, Kalimantan Barat, AKBP Muhammad Harris.

Menurut hasil pendalaman sementara, pembakaran dilakukan untuk kepentingan membuka dan mengolah lahan milik mereka sendiri.

Namun, persoalan berbeda muncul ketika kebakaran terjadi di kawasan konsesi perusahaan.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui tanggung jawab perusahaan atas kebakaran yang terjadi di wilayah konsesinya.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/yCH1QCwce2o




#karhutla #kalimantan #bencana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689659/bupati-ketapang-karhutla-meluas-ke-20-kecamatan-803-mengidap-ispa-dipo
Transkrip
00:01Dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18, kalau perlu kita segera
00:11cabut semuanya tuh, semua izin-izinnya kita cabut, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
00:25Sudah hampir pasti, ini adalah dibakar, bukan kebakaran. Baik itu dilakukan oleh personal, masyarakat, pekebun-pekebun biasa, atau korporasi.
00:39Ini yang kita segel itu yang memang mutlak, nyata sekian ratus hektare terbakar gitu ya, dan dia mau gak mau
00:48harus bertanggung jawab, karena kita dengan ratusan perusahaan masih kita verifikasi.
00:52Ini tetap ada indikasi bahwa ada kesengajaan gitu, dan kesengajaan di tengah-tengah El Nino Panjang inilah yang berbahaya.
01:00Jadi total korporasi kalau saya salah 20 kecamatan ya Pak ya, yang ada di Kabupaten Ketapan, berapa jumlah kecamatan yang
01:06terdampak Pak?
01:08Untuk kerjanya kebakaran lahan dan hutan ini sudah terjadi di seluruh wilayah, tidak lagi hanya 15 kecamatan, di 20 kecamatan.
01:17Sudah terjadi di 20 kecamatan?
01:18Kemarin kami sudah rapatkan dengan Perkom Pindah dan seluruh pihak, kita sudah menaikkan status dari siaga, bencana menjadi darurat.
01:27Dengan pertimbangan-pertimbangan, pertama sudah terjadi kasus ISPA, itu sudah lumayan masif, ada laporan dari Dinas Kesehatan ada 800 lebih.
01:37800 lebih?
01:38803 kasus ISPA itu kejadian kemarin.
01:40Kemudian yang kedua, ispu ya, kualitas saudara kita sudah diambang batas set, artinya sudah sangat berbahaya.
01:48Kemudian yang ketiga kan kita lihat suasana sepot tadi, sepot sendiri ya.
01:53Berdasarkan data kan kita lihat trennya semakin tingkat.
01:56Di sebelah saya Pak, ini persis ada tanaman sawit baru ya Pak ya?
02:00Iya.
02:00Pertanyaan saya, lahan ini, lahan yang terbakar ini apakah berada di area milik warga atau juga berada di area konsesi
02:08perusahaan?
02:09Kalau yang kita beri saat ini, ini berada pada lahan milik warga ya.
02:14Tetapi terjadi juga kebakaran hutan lahan itu di beberapa wilayah konsesi.
02:18Inilah yang sedang didalami oleh Pak Pores dan tim ya.
02:21Jadi dari 14 laporan polisi yang Pores ke tapang tangan ini saat ini, sudah ada 4 tersangka.
02:28Itu dari warga masyarakat yang memang kedapatan sedang membakar lahannya.
02:33Kedapatan membakar lahan?
02:34Ada yang tertangkap tangan.
02:36Berdasarkan keterangan ibu ilami, tujuannya memang untuk membuka lahan atau mungkin ada orang-orang yang menyuruh juga Pak?
02:41Sementara ini kepentingan dia pribadi, karena itu lahan dia, jadi memang untuk membuka lahan dan menggemburkan tanahnya itu.
02:50Perusahaan yang kemudian sudah diberi sanksio oleh pemerintah pusat, Pak Poresa Pak artinya perusahaan ini diduga kuat ada kemungkinan membakar
02:58lahan secara sengaja.
03:00Untuk yang entitas perusahaan, kami masih melakukan penyelidikan.
03:04Jadi prosesnya masih berjalan, sampai dengan saat ini kita melihat dulu bagaimana tanggung jawab perusahaan terhadap lahan konsesinya.
03:14Bagaimana tanggung jawab dia terhadap itu?
03:15Itu kita dalami dulu ketika itu tidak dipenuhi, tidak ditutup kemungkinan ada unsur kelalaian dan sebagainya, bisa sebagai pelaku gitu.
03:44Sebelum saya bersama dengan Pak Bupati dan juga perwakilan dari PT MBK, berada persis di area PT Mohersen Pawan Katolik
03:52Setiwa,
03:52yang merupakan salah satu yang terbakar terkait dengan Karhutlah di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketampang.
03:59Artinya Pak, secara luasan tidak hanya Matan Hilir Selatan, bahkan tadi Bapak sudah menyebutkan ada 20 kecamatan yang terdampak dan
04:06salah satunya adalah area konsesi perusahaan yang kemudian juga terbakar.
04:11Jadi selain lahan-lahan masyarakat ya, ada juga yang merupakan konsesi perusahaan, baik itu perusahaan perkebunan maupun perusahaan kehutanan.
04:22Nah ini PT Mohersenya adalah perusahaan kehutanan yang konsesinya itu diberikan, izinnya diberikan oleh Pak Menteri Kehutanan.
04:29Jadi ini kewenang pusat, jadi ini kawasan hutan.
04:32Ini kawasan hutan ya?
04:33Sehingga sepenuhnya untuk peminan pengawasan itu ada di Kementerian Kehutanan.
04:38Saya izin konfirmasi sebelum saya bertanya ke PINHA PT MPK, Pak Bupati, bahwa citra satelit yang kemudian dideteksi oleh Wahi
04:44menunjukkan 50 persen kebakaran yang kemudian terjadi di area Kalimantan ini berada di lahan konsesi.
04:52Semasih itu juga yang terjadi di Kabupaten Ketampang?
04:55Ya kayaknya kurang lebih lah ya, karena wilayah luas dan rata-rata yang kebakaran dasar itu ada di dalam seperti
05:03ini, di konsesi itu.
05:05Dan ini juga jauh dari jangkauan sehingga kita berharap kepada pemegang konsesi lah yang untuk bertanya dalam penanggulangan kebakaran hutan.
05:14Saya izin konfirmasi kepada pihak PT MPK bahwa sebelumnya Kementerian Kehutanan juga menyebutkan bahwa PT MPK ini sudah dibutuhkan khususnya
05:25terkait dengan perizinan untuk pemanfaatan kawasan hutan.
05:29Itu sudah terkonfirmasi oleh PT MPK.
05:31Baik, untuk informasi tersebut, untuk tim kami yang di lapangan, kami belum mendapatkan informasi resminya seperti apa.
05:39Tetapi, untuk hingga saat ini, dari tim kami masih tetap melakukan kegiatan operasional seperti biasa, termaksud fokus kami sekarang adalah
05:47melakukan pemadaman secara menyeluruh,
05:49pemanfaatan secara menyeluruh di seluruh area-area terbakar, baik itu di dalam konsesi hingga berada di bahagian konsesi yang kurang
05:56lebih itu cukup berbahaya
05:58ataupun berpotensi untuk memunculkan area-area baru di sekitar konsesi kami.
06:03Termasuk juga kami melakukan pengamanan di area pemukiman masyarakat juga.
06:06Oke, saya izin memberikan hati jawab kepada pihak PT MPK juga, karena sebelumnya Kementerian Kehutanan menyebut salah satu alasan
06:13yang kemudian dalam tanda kutip disegel oleh Kementerian Kehutanan karena tidak memiliki sistem pencegahan,
06:19termasuk juga pengelolaan karfukla sesuai dengan standar tanggapan MPK.
06:25Ya baik, sebenarnya terkait bagaimana kami melakukan kegiatan pengendalian,
06:29itu sudah kami lakukan jauh-jauh hari, termasuk juga kami mempersiapkan segala sesuatu itu berdasarkan peraturan perundangan-undangan
06:36yaitu P32 tahun 2016, baik itu dari sistem peralatan, personil, bagaimana kami melakukan sistem penjagaan,
06:43termasuk juga supporting-supporting dalam semua aspek pengendalian kebakaran hutan dan lahan, itu sudah kami lakukan.
06:49Itu salah satu prosesnya ya? Proses pemadaman yang dilakukan ya?
06:53Salah satu tim kami, dan kami berkoalaborasi dengan PKO, yaitu dari TNI dan Polri, kemudian dari Manggala Agni, BPPD, KPH,
07:01termasuk juga seluruh stakeholder terkait, di mana dalam status tanggap darurat yang ditetapkan oleh ketapang ini,
07:09seluruh instansi itu ikut juga terjun dalam kegiatan pengendalian kebakaran,
07:13dan sehingga semua hal yang kami lakukan di lapangan itu berdasarkan kolaborasi dari seluruh pihak yang berada di ketapang.
07:20Total area dari MPK betul 36.000 hektare dan yang terbakar 394 hektare.
07:25Iya, betul.
07:26Oke, yang kemudian dicari dan ingin diketahui publik adalah soal sumber api,
07:32karena ada narasi yang kemudian menyebutkan begitu banyak lahan yang masuk dalam konsesi,
07:39termasuk PT MPK, yang kemudian terdapat sembaran titik panas.
07:43Apakah memang ada kesengajaan terkait dengan kebakaran ini atau seperti apa jawaban dari PT MPK?
07:49Baik dari unsur kesengajaan ataupun tidak melihat dari kondisi lingkungan yang sekarang ada,
07:53di mana kondisi alnino ini memperparah kondisi lingkungan kita,
07:57sehingga beberapa aktivitas-aktivitas pembukaan lahan atau aktivitas pertanian
08:01itu banyak sekali menimbulkan potensi-potensi terjadinya kebakaran,
08:05karena terkadang seperti yang kita ketahui bersama bahwa di aturan yang sama-sama kita ketahui di Kalimantan Barat ini
08:12mengizinkan adanya pembukaan lahan dengan cara dibakar,
08:14tetapi terkadang implementasinya kurang terlalu baik diterapkan oleh masyarakat,
08:19sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
08:21Kebakaran yang terjadi di area ini bukanlah yang pertama kali terjadi, Pak.
08:25Lalu pertanyaannya apakah, maaf, ada potensi kelalaian pengawasan, Pak,
08:30yang kemudian dilakukan sehingga kebakaran terus berulang?
08:32Kalau ini kan tentu saja sudah di-warming ya,
08:36sebelumnya bahwa kita juga ketika memasuki musim kemarau,
08:40kita selalu mengundang seluruh perusahaan, seluruh kades desa,
08:45camat juga untuk melakukan apel, apel siaga ya,
08:49apel siaga jadi kita gelar pasukan,
08:52mengecekan peralatan artinya itu adalah warming ya,
08:54warming dari pemerintah daerah supaya kita bersiap seluruhnya
08:58untuk menghadapi segala kemungkinan akibat musim panas.
09:04Tim Gakum sendiri dari Kemenhut itu ikut turun bersama kami,
09:08melakukan pengawasan.
09:10Pada prinsipnya perusahaan itu menghormati setiap keputusan dari pemerintah.
09:15Kalau awalnya terjadi itu memang dari luar.
09:18Dan karena ini didukung juga ketersediaan air yang sangat minim di El Nino ini,
09:25jadi ada kendala-kendala yang kadang pemadaman juga sulit dilakukan karena air susah.
09:31Kementerian Keputaran memberikan sanksi itu kekibat terjadinya kebakaran hutan
09:36yang berulang kali di lokasi konsesi MPK.
09:40Bahwa PT MPK ini sesungguhnya kegiatan perusahaannya adalah restorasi ekosistem.
09:45Pemewas perdalam kembali, kok bisa perusahaan PBPH yang tujuannya adalah jasa lingkungan,
09:52restorasi ekosistem, tetapi bisa membiarkan terjadinya kebakaran hutan berulang kali di wilayah kerjanya.
10:16Setelah di sebelah saya sudah ada kepala desa dari Desa Mayak, Kecamatan Muarapawan,
10:22Kabupaten Ketapang dengan Pak Dino Karna.
10:23Pak Dino, terima kasih untuk waktunya, Pak.
10:25Tadi saya sudah datang ke desa Bapak, Pak, dan tidak jauh, Pak.
10:29Kita bisa lihat langsung.
10:30Ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sangat berdekatan dengan perumahan warga Bapak.
10:38Saya ingin langsung tanyakan pertama kali api ini menyala, Pak.
10:43Itu di mana titiknya?
10:44Titiknya di arah Danau Mensugup yang berbatasan dengan perusahaan.
10:54Berbatasan dengan perusahaan?
10:56Iya.
10:57Oh, oke.
10:57Itu kapan, Pak, tepatnya?
10:59Tepatnya sih, kalau tidak salah, sekitar tanggal 12 Juli kemarin.
11:0812-13 Juli kemarin terjadi ada titik api.
11:11Setelah itu, apa yang terjadi, Pak?
11:15Kami berupaya untuk memadamkan dari tim KTPA khususnya Desa Maya.
11:21Bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dari pihak perusahaan.
11:27Itu siang dan malam.
11:30Namun apinya terkadang bisa terkendalikan ketika malam.
11:37Nah, setelah pulang, siang atau paginya lagi dia bangkit lagi, bangun lagi apinya.
11:43Berapa jerap, Pak, dari perumahan warga ke sini, Pak?
11:47Sekitar 600 meter lah.
11:49Tidak sampai 1 kilometer?
11:50Tidak sampai.
11:51Tidak jauh lagi ini, nyebrang ke belakang pemukiman.
11:56Yang menjadi kendala kami itu adalah air.
11:59Air?
11:59Air.
12:00Kami kekeringan.
12:02Jadi, akses untuk memadamkan api itu tadi, selain jalannya maupun sumurnya kering, dan juga parit-paritnya kering, tidak ada mata
12:12atau sumber air lah.
12:15Muncul pertanyaan, dan tidak sedikit, Pak.
12:18Narasi yang kemudian menyebutkan bahwa pertama kali api muncul ini karena dibakar oleh warga.
12:26Sementara tadi, Bapak mengatakan bahwa sumber api sebenarnya datang dari dekat area perusahaan.
12:31Kalau memang sesuai dengan fakta dan bukti, ya tetap kita akui, kita salah.
12:36Kalau memang itu terjadinya gara-gara warga yang membakar.
12:41Namun, kemunculan api dengan sangat tidak diduga-duga, tiba-tiba.
12:46Nah, kita pun sebagai warga, ataupun saya selaku Kepala Desa Taya itu berupaya memerintah warga agar sedapat mungkin api bisa
12:58kita padamkan dan jangan sampai melebar sejauh mungkin.
13:02Bahwa Desa Maya ini berada di tengahan lahan konsesi, apakah artinya bisa dikatakan muncul kecurigaan dari warga bahwa sumber api
13:13ini berasal dari pihak perusahaan?
13:17Kalau masalah itu kurang jelas juga.
13:21Karena saya tidak mau menuding atau menuduh.
13:24Tapi kemungkinan itu ada, Pak?
13:26Kemungkinan itu ada.
13:27Kemungkinan itu ada.
13:28Oke.
13:29Karena konsesi dengan AVL-nya punya hutan negara Desa Maya tadi itu berbatasan.
13:36Berbatasan?
13:36Berbatasan dengan lahannya perusahaan, HGU-nya perusahaan.
13:43Dampak dari karhuta ini terjadi peningkatan ISPA secara signifikan.
13:48Salah satu balita yang terdampak ISPA itu anak ibu.
13:51Itu terjadi setelah adanya karhut, Pak?
13:54Iya.
Komentar

Dianjurkan