00:01Dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18, kalau perlu kita segera
00:11cabut semuanya tuh, semua izin-izinnya kita cabut, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
00:25Sudah hampir pasti, ini adalah dibakar, bukan kebakaran. Baik itu dilakukan oleh personal, masyarakat, pekebun-pekebun biasa, atau korporasi.
00:39Ini yang kita segel itu yang memang mutlak, nyata sekian ratus hektare terbakar gitu ya, dan dia mau gak mau
00:48harus bertanggung jawab, karena kita dengan ratusan perusahaan masih kita verifikasi.
00:52Ini tetap ada indikasi bahwa ada kesengajaan gitu, dan kesengajaan di tengah-tengah El Nino Panjang inilah yang berbahaya.
01:00Jadi total korporasi kalau saya salah 20 kecamatan ya Pak ya, yang ada di Kabupaten Ketapan, berapa jumlah kecamatan yang
01:06terdampak Pak?
01:08Untuk kerjanya kebakaran lahan dan hutan ini sudah terjadi di seluruh wilayah, tidak lagi hanya 15 kecamatan, di 20 kecamatan.
01:17Sudah terjadi di 20 kecamatan?
01:18Kemarin kami sudah rapatkan dengan Perkom Pindah dan seluruh pihak, kita sudah menaikkan status dari siaga, bencana menjadi darurat.
01:27Dengan pertimbangan-pertimbangan, pertama sudah terjadi kasus ISPA, itu sudah lumayan masif, ada laporan dari Dinas Kesehatan ada 800 lebih.
01:37800 lebih?
01:38803 kasus ISPA itu kejadian kemarin.
01:40Kemudian yang kedua, ispu ya, kualitas saudara kita sudah diambang batas set, artinya sudah sangat berbahaya.
01:48Kemudian yang ketiga kan kita lihat suasana sepot tadi, sepot sendiri ya.
01:53Berdasarkan data kan kita lihat trennya semakin tingkat.
01:56Di sebelah saya Pak, ini persis ada tanaman sawit baru ya Pak ya?
02:00Iya.
02:00Pertanyaan saya, lahan ini, lahan yang terbakar ini apakah berada di area milik warga atau juga berada di area konsesi
02:08perusahaan?
02:09Kalau yang kita beri saat ini, ini berada pada lahan milik warga ya.
02:14Tetapi terjadi juga kebakaran hutan lahan itu di beberapa wilayah konsesi.
02:18Inilah yang sedang didalami oleh Pak Pores dan tim ya.
02:21Jadi dari 14 laporan polisi yang Pores ke tapang tangan ini saat ini, sudah ada 4 tersangka.
02:28Itu dari warga masyarakat yang memang kedapatan sedang membakar lahannya.
02:33Kedapatan membakar lahan?
02:34Ada yang tertangkap tangan.
02:36Berdasarkan keterangan ibu ilami, tujuannya memang untuk membuka lahan atau mungkin ada orang-orang yang menyuruh juga Pak?
02:41Sementara ini kepentingan dia pribadi, karena itu lahan dia, jadi memang untuk membuka lahan dan menggemburkan tanahnya itu.
02:50Perusahaan yang kemudian sudah diberi sanksio oleh pemerintah pusat, Pak Poresa Pak artinya perusahaan ini diduga kuat ada kemungkinan membakar
02:58lahan secara sengaja.
03:00Untuk yang entitas perusahaan, kami masih melakukan penyelidikan.
03:04Jadi prosesnya masih berjalan, sampai dengan saat ini kita melihat dulu bagaimana tanggung jawab perusahaan terhadap lahan konsesinya.
03:14Bagaimana tanggung jawab dia terhadap itu?
03:15Itu kita dalami dulu ketika itu tidak dipenuhi, tidak ditutup kemungkinan ada unsur kelalaian dan sebagainya, bisa sebagai pelaku gitu.
03:44Sebelum saya bersama dengan Pak Bupati dan juga perwakilan dari PT MBK, berada persis di area PT Mohersen Pawan Katolik
03:52Setiwa,
03:52yang merupakan salah satu yang terbakar terkait dengan Karhutlah di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketampang.
03:59Artinya Pak, secara luasan tidak hanya Matan Hilir Selatan, bahkan tadi Bapak sudah menyebutkan ada 20 kecamatan yang terdampak dan
04:06salah satunya adalah area konsesi perusahaan yang kemudian juga terbakar.
04:11Jadi selain lahan-lahan masyarakat ya, ada juga yang merupakan konsesi perusahaan, baik itu perusahaan perkebunan maupun perusahaan kehutanan.
04:22Nah ini PT Mohersenya adalah perusahaan kehutanan yang konsesinya itu diberikan, izinnya diberikan oleh Pak Menteri Kehutanan.
04:29Jadi ini kewenang pusat, jadi ini kawasan hutan.
04:32Ini kawasan hutan ya?
04:33Sehingga sepenuhnya untuk peminan pengawasan itu ada di Kementerian Kehutanan.
04:38Saya izin konfirmasi sebelum saya bertanya ke PINHA PT MPK, Pak Bupati, bahwa citra satelit yang kemudian dideteksi oleh Wahi
04:44menunjukkan 50 persen kebakaran yang kemudian terjadi di area Kalimantan ini berada di lahan konsesi.
04:52Semasih itu juga yang terjadi di Kabupaten Ketampang?
04:55Ya kayaknya kurang lebih lah ya, karena wilayah luas dan rata-rata yang kebakaran dasar itu ada di dalam seperti
05:03ini, di konsesi itu.
05:05Dan ini juga jauh dari jangkauan sehingga kita berharap kepada pemegang konsesi lah yang untuk bertanya dalam penanggulangan kebakaran hutan.
05:14Saya izin konfirmasi kepada pihak PT MPK bahwa sebelumnya Kementerian Kehutanan juga menyebutkan bahwa PT MPK ini sudah dibutuhkan khususnya
05:25terkait dengan perizinan untuk pemanfaatan kawasan hutan.
05:29Itu sudah terkonfirmasi oleh PT MPK.
05:31Baik, untuk informasi tersebut, untuk tim kami yang di lapangan, kami belum mendapatkan informasi resminya seperti apa.
05:39Tetapi, untuk hingga saat ini, dari tim kami masih tetap melakukan kegiatan operasional seperti biasa, termaksud fokus kami sekarang adalah
05:47melakukan pemadaman secara menyeluruh,
05:49pemanfaatan secara menyeluruh di seluruh area-area terbakar, baik itu di dalam konsesi hingga berada di bahagian konsesi yang kurang
05:56lebih itu cukup berbahaya
05:58ataupun berpotensi untuk memunculkan area-area baru di sekitar konsesi kami.
06:03Termasuk juga kami melakukan pengamanan di area pemukiman masyarakat juga.
06:06Oke, saya izin memberikan hati jawab kepada pihak PT MPK juga, karena sebelumnya Kementerian Kehutanan menyebut salah satu alasan
06:13yang kemudian dalam tanda kutip disegel oleh Kementerian Kehutanan karena tidak memiliki sistem pencegahan,
06:19termasuk juga pengelolaan karfukla sesuai dengan standar tanggapan MPK.
06:25Ya baik, sebenarnya terkait bagaimana kami melakukan kegiatan pengendalian,
06:29itu sudah kami lakukan jauh-jauh hari, termasuk juga kami mempersiapkan segala sesuatu itu berdasarkan peraturan perundangan-undangan
06:36yaitu P32 tahun 2016, baik itu dari sistem peralatan, personil, bagaimana kami melakukan sistem penjagaan,
06:43termasuk juga supporting-supporting dalam semua aspek pengendalian kebakaran hutan dan lahan, itu sudah kami lakukan.
06:49Itu salah satu prosesnya ya? Proses pemadaman yang dilakukan ya?
06:53Salah satu tim kami, dan kami berkoalaborasi dengan PKO, yaitu dari TNI dan Polri, kemudian dari Manggala Agni, BPPD, KPH,
07:01termasuk juga seluruh stakeholder terkait, di mana dalam status tanggap darurat yang ditetapkan oleh ketapang ini,
07:09seluruh instansi itu ikut juga terjun dalam kegiatan pengendalian kebakaran,
07:13dan sehingga semua hal yang kami lakukan di lapangan itu berdasarkan kolaborasi dari seluruh pihak yang berada di ketapang.
07:20Total area dari MPK betul 36.000 hektare dan yang terbakar 394 hektare.
07:25Iya, betul.
07:26Oke, yang kemudian dicari dan ingin diketahui publik adalah soal sumber api,
07:32karena ada narasi yang kemudian menyebutkan begitu banyak lahan yang masuk dalam konsesi,
07:39termasuk PT MPK, yang kemudian terdapat sembaran titik panas.
07:43Apakah memang ada kesengajaan terkait dengan kebakaran ini atau seperti apa jawaban dari PT MPK?
07:49Baik dari unsur kesengajaan ataupun tidak melihat dari kondisi lingkungan yang sekarang ada,
07:53di mana kondisi alnino ini memperparah kondisi lingkungan kita,
07:57sehingga beberapa aktivitas-aktivitas pembukaan lahan atau aktivitas pertanian
08:01itu banyak sekali menimbulkan potensi-potensi terjadinya kebakaran,
08:05karena terkadang seperti yang kita ketahui bersama bahwa di aturan yang sama-sama kita ketahui di Kalimantan Barat ini
08:12mengizinkan adanya pembukaan lahan dengan cara dibakar,
08:14tetapi terkadang implementasinya kurang terlalu baik diterapkan oleh masyarakat,
08:19sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.
08:21Kebakaran yang terjadi di area ini bukanlah yang pertama kali terjadi, Pak.
08:25Lalu pertanyaannya apakah, maaf, ada potensi kelalaian pengawasan, Pak,
08:30yang kemudian dilakukan sehingga kebakaran terus berulang?
08:32Kalau ini kan tentu saja sudah di-warming ya,
08:36sebelumnya bahwa kita juga ketika memasuki musim kemarau,
08:40kita selalu mengundang seluruh perusahaan, seluruh kades desa,
08:45camat juga untuk melakukan apel, apel siaga ya,
08:49apel siaga jadi kita gelar pasukan,
08:52mengecekan peralatan artinya itu adalah warming ya,
08:54warming dari pemerintah daerah supaya kita bersiap seluruhnya
08:58untuk menghadapi segala kemungkinan akibat musim panas.
09:04Tim Gakum sendiri dari Kemenhut itu ikut turun bersama kami,
09:08melakukan pengawasan.
09:10Pada prinsipnya perusahaan itu menghormati setiap keputusan dari pemerintah.
09:15Kalau awalnya terjadi itu memang dari luar.
09:18Dan karena ini didukung juga ketersediaan air yang sangat minim di El Nino ini,
09:25jadi ada kendala-kendala yang kadang pemadaman juga sulit dilakukan karena air susah.
09:31Kementerian Keputaran memberikan sanksi itu kekibat terjadinya kebakaran hutan
09:36yang berulang kali di lokasi konsesi MPK.
09:40Bahwa PT MPK ini sesungguhnya kegiatan perusahaannya adalah restorasi ekosistem.
09:45Pemewas perdalam kembali, kok bisa perusahaan PBPH yang tujuannya adalah jasa lingkungan,
09:52restorasi ekosistem, tetapi bisa membiarkan terjadinya kebakaran hutan berulang kali di wilayah kerjanya.
10:16Setelah di sebelah saya sudah ada kepala desa dari Desa Mayak, Kecamatan Muarapawan,
10:22Kabupaten Ketapang dengan Pak Dino Karna.
10:23Pak Dino, terima kasih untuk waktunya, Pak.
10:25Tadi saya sudah datang ke desa Bapak, Pak, dan tidak jauh, Pak.
10:29Kita bisa lihat langsung.
10:30Ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sangat berdekatan dengan perumahan warga Bapak.
10:38Saya ingin langsung tanyakan pertama kali api ini menyala, Pak.
10:43Itu di mana titiknya?
10:44Titiknya di arah Danau Mensugup yang berbatasan dengan perusahaan.
10:54Berbatasan dengan perusahaan?
10:56Iya.
10:57Oh, oke.
10:57Itu kapan, Pak, tepatnya?
10:59Tepatnya sih, kalau tidak salah, sekitar tanggal 12 Juli kemarin.
11:0812-13 Juli kemarin terjadi ada titik api.
11:11Setelah itu, apa yang terjadi, Pak?
11:15Kami berupaya untuk memadamkan dari tim KTPA khususnya Desa Maya.
11:21Bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dari pihak perusahaan.
11:27Itu siang dan malam.
11:30Namun apinya terkadang bisa terkendalikan ketika malam.
11:37Nah, setelah pulang, siang atau paginya lagi dia bangkit lagi, bangun lagi apinya.
11:43Berapa jerap, Pak, dari perumahan warga ke sini, Pak?
11:47Sekitar 600 meter lah.
11:49Tidak sampai 1 kilometer?
11:50Tidak sampai.
11:51Tidak jauh lagi ini, nyebrang ke belakang pemukiman.
11:56Yang menjadi kendala kami itu adalah air.
11:59Air?
11:59Air.
12:00Kami kekeringan.
12:02Jadi, akses untuk memadamkan api itu tadi, selain jalannya maupun sumurnya kering, dan juga parit-paritnya kering, tidak ada mata
12:12atau sumber air lah.
12:15Muncul pertanyaan, dan tidak sedikit, Pak.
12:18Narasi yang kemudian menyebutkan bahwa pertama kali api muncul ini karena dibakar oleh warga.
12:26Sementara tadi, Bapak mengatakan bahwa sumber api sebenarnya datang dari dekat area perusahaan.
12:31Kalau memang sesuai dengan fakta dan bukti, ya tetap kita akui, kita salah.
12:36Kalau memang itu terjadinya gara-gara warga yang membakar.
12:41Namun, kemunculan api dengan sangat tidak diduga-duga, tiba-tiba.
12:46Nah, kita pun sebagai warga, ataupun saya selaku Kepala Desa Taya itu berupaya memerintah warga agar sedapat mungkin api bisa
12:58kita padamkan dan jangan sampai melebar sejauh mungkin.
13:02Bahwa Desa Maya ini berada di tengahan lahan konsesi, apakah artinya bisa dikatakan muncul kecurigaan dari warga bahwa sumber api
13:13ini berasal dari pihak perusahaan?
13:17Kalau masalah itu kurang jelas juga.
13:21Karena saya tidak mau menuding atau menuduh.
13:24Tapi kemungkinan itu ada, Pak?
13:26Kemungkinan itu ada.
13:27Kemungkinan itu ada.
13:28Oke.
13:29Karena konsesi dengan AVL-nya punya hutan negara Desa Maya tadi itu berbatasan.
13:36Berbatasan?
13:36Berbatasan dengan lahannya perusahaan, HGU-nya perusahaan.
13:43Dampak dari karhuta ini terjadi peningkatan ISPA secara signifikan.
13:48Salah satu balita yang terdampak ISPA itu anak ibu.
13:51Itu terjadi setelah adanya karhut, Pak?
13:54Iya.
Komentar