00:00Saudara jurnalis Kompas TV, Zevanya Situmeang dan judul kamera Bodhia Vimala melihat situasi terkini Gunung Anak Krakatau di perairan Selat
00:07Sunda, Banten.
00:08Meski menurun aktivitasnya, namun Gunung Anak Krakatau masih erupsi. Berikut pantauan tim Kompas TV.
00:15Eksklusif di Kompas TV, saat ini kami tengah melihat langsung bagaimana kondisi terkini dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
00:24Dan dapat dilihat di belakang saya, ditunjukkan judul kamera Kompas TV, Meroy Ilman, bahwa memang saat ini Gunung Anak Krakatau
00:34masih terus mengeluarkan asap cukup tebal, cukup pekat.
00:39Dan memang informasinya meskipun erupsi terus-menerus, Gunung Anak Krakatau ini sudah dinyatakan selesai atau berakhir setelah 25 jam.
00:49Tetapi letusan Strombolian ini masih terus ada dan ini jangka waktunya bisa cukup lama.
00:58Dimana memang erupsi Stromboli atau Strombolian ini merupakan letusan Gunung Merapi yang ledakannya relatif lebih ringan.
01:08Yang artinya juga apabila memang erupsi Strombolian ini sudah ada, artinya ini benar-benar menyatakan bahwa erupsi terus-menerus dari
01:15Gunung Anak Krakatau sudah berakhir.
01:18Di saat kami meliput saat ini, di tanggal 8 September, ini juga memang dikatakan bahwa sempat terjadi lagi erupsi Gunung
01:26Anak Krakatau di pukul 5 pagi tadi.
01:29Dan saat ini kami memang masih memantau, terlihat asapnya masih terus mengepul ke atas.
01:34Dan yang kami perasakan juga perbedaan terkait dengan bagaimana sebaran debu vulkanik ketika kami menyebrang dari wilayah Banten ke sekitaran
01:44Gunung Anak Krakatau.
01:46Ini terasa bagaimana perbedaan dari udara lalu juga terlihat dari langit begitu yang lebih terlihat abu-abu.
01:54Nah ini yang menjadi himbawan dan juga dari BMKG sudah menghimbau untuk masyarakat yang tinggal di pesisir sekitaran Gunung Anak
02:01Krakatau,
02:02juga wisatawan yang masih melakukan traveling, begitu ini agar menjaga jarak aman, menjauhi radius jarak 3 km yang aman dari
02:10Gunung Anak Krakatau ini.
02:12Dan saat ini kami melaporkan juga tentunya dari radius jarak 3 km, titik yang aman menjauhi dari aktivitas Gunung Anak
02:21Krakatau.
02:22Yang kedua yang juga dapat menjadi himbawan ini adalah bagaimana masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, di sekitaran wilayah Banten,
02:29Lampung, dan sekitarnya yang terdampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau ini
02:33agar terus menggunakan masker karena debu vulkaniknya ini cukup sangat berbahaya.
02:37Ini memang juga kami bisa melihat bagaimana debunya cukup tebal di area sekitaran Gunung Anak Krakatau ini.
02:45Yang ketiga juga yang bisa menjadi perhatian masyarakat ini adalah agar masyarakat yang tinggal di sekitar atau berada di sekitar
02:52wilayah Gunung Anak Krakatau ini agar tidak panik dan tetap tenang
02:56dan terus mencari informasi dari situs resmi BMKG, juga mendengar himbawan dari BPBD setempat dan mencari informasi dari media-media
03:04yang akurat dan terpercaya tentunya.
03:06Tentu akan kita pantau terus bagaimana pergerakannya sejauh ini terkait dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
03:15Karena memang disampaikan juga dari BMKG meskipun sudah dinyatakan berakhir, tapi masih dapat ada kemungkinan potensi letusan yang masih berlanjut.
03:24Sehingga ini tentu masih dalam pantauan dari BMKG terkait bagaimana dinamika vulkanisme dari Gunung Anak Krakatau ini.
03:33Zepanya Situ Mayang, Roy Ilman, Pompas TV, Banten.
Komentar