00:00Satgas udara, kami laporkan Pak Presiden, sampai hari ini ada 55 pesawat gabungan untuk operasi medifikasi cuaca dan patroli ada
00:1119 pesawat, untuk waterbombing ada 36 pesawat.
00:16Ini cukup untuk 6 provinsi ini, kami cukup Pak Presiden, karena kami juga mengolah yudakan, mana yang berat itu yang
00:25ditambah, mana yang ringan kita kurangi Pak Presiden.
00:28Jadi sementara cukup, apalagi juga ada tambahan lagi nanti hari Rabu, kami mendapat tambahan dari rencananya dari Jepang, ada 3
00:38pesawat CINOC, nanti kami akan terima, dan ini akan ditempatkan di Kalimantan Barat.
00:44Kemudian penegakan hukum, tadi juga kami baru rapat koordinasi di bawah pimpinan Bapak Menko Polkam, ini untuk penegakan hukum juga
00:53dilakukan terus, nanti akan dijelaskan oleh Bapak Kapolri.
00:56Dan kami laporkan juga memang di lapangan, betul sekali Bapak Presiden memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar, kami
01:04menangkap itu di Jambi, ada pelaku pembakaran hutan, dan memang disuruh dengan uang hanya 500 ribu diberi upah begitu.
01:14Kemudian di Kalimantan Barat terlihat Bapak Presiden digambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi
01:24itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon, pohon sawit.
01:31Itu Bapak Presiden untuk Karhutlah, jadi yang kami sekarang perlu sampaikan Bapak Presiden, ini kami masih terus bekerja, berjibaku, paling
01:44tidak sampai musim hujan alami turun Bapak Presiden.
01:47Kalau prediksi dari BMKG, mungkin sekitar akhir Oktober itu baru musim hujan turun secara alami.
01:55Nah kalau secara alami memang ini sangat membantu untuk memadamkan api dan asap, tetapi sebelum itu datang tentu saja kami
02:03akan terus dengan Satgas Darat,
02:05dan mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga bisa segera mendatangkan hujan.
02:11Demikian Bapak Presiden untuk operasi Karhutlah, selanjutnya kami mohon petunjuk, mohon arahan.
02:20Sekian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:24Terima kasih.
Komentar