Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kritik Ekonomi Era Jokowi, Purbaya Nilai Pertumbuhan Sektor Swasta Lambat dalam Satu Dekade

Link terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2026/09/04/170506/purbaya-kritik-kebijakan-ekonomi-era-jokowi-10-tahun-sektor-swasta-tumbuh-lambat

Menteri Keuangan Purbaya mengkritik kebijakan ekonomi era Presiden Joko Widodo yang dinilai membuat sektor swasta tumbuh lambat akibat terbatasnya laju uang primer dan kredit.

Evaluasi tersebut ia bandingkan dengan kinerja ekonomi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mencatatkan pertumbuhan jauh lebih tinggi.

Sebagai solusi, Kemenkeu kini menerapkan innovative fiscal policy dengan memindahkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp400 triliun ke perbankan serta membatasi suku bunga lembaga SMV.

Langkah strategis ini ditempuh guna menjamin kecukupan likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar mencapai potensi maksimalnya.

Selengkapnya dalam video di atas.

#PurbayaKritikKebijakanEkonomiJokowi #PertumbuhanSektorSwastaLambat #Kemenkeu

Creative/Video Editor: Lia/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kritik ekonomi era Jokowi, Purubaya nilai pertumbuhan sektor swasta lambat dalam satu dekade.
00:06Menteri Keuangan Purubaya mengkritik kebijakan ekonomi era Presiden Jokowi Dodo
00:11yang dinilai membuat sektor swasta tumbuh lambat.
00:14Lambatnya pertumbuhan ini dipicu rendahnya laju uang primer dan kredit
00:18yang hanya berada di kisaran 7% serta 5 hingga 7%.
00:22Kondisi tersebut dibandingkan dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
00:27yang mencatatkan pertumbuhan uang primer 18% dan kredit 22%.
00:32Atas evaluasi tersebut, Purubaya mendorong sinergi fiskal dan moneter
00:36antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia melalui skema inovatif fiscal policy.
00:42Lewat kebijakan ini, Kementerian Keuangan menyalurkan 400 triliun rupiah dana SAL
00:47dari Bank Indonesia, keberbankan, serta membatasi bunga lembaga SMV maksimal 80% dari BI rate.
00:54Langkah tersebut diambil guna melonggarkan likuiditas bank dan menekan biaya modal perbankan.
01:01Purubaya menegaskan, pemindahan dana SAL ini bukanlah tujuan akhir dari kebijakan yang dibuat.
01:07Langkah tersebut semata-mata dilakukan demi memastikan likuiditas cukup
01:11agar perekonomian nasional tumbuh maksimal.
01:13Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan