00:00Dampak kebakaran hutan dan lahan Kalimantan membuat kabut asap menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia.
00:07Bahkan salah satu ikon gedung, Petronas Tower, dari kejauhan kurang terlihat akibat tutup asap.
00:12Kuala Lumpur mencatat indeks pencemaran udara menempatkan kualitas udara di Kuala Lumpur masuk kategori tidak sehat.
00:26Kelompok masyarakat sipil Malaysia menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia, KBRI, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat pagi
00:35waktu setempat.
00:37Aksi dilakukan sebagai bentuk protes kebakaran hutan dan lahan Kalimantan, yang asapnya sampai ke Malaysia dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat
00:45di Malaysia.
00:51Tak hanya di Malaysia, asap tebal dari kebakaran hutan Kalimantan juga meningkatkan polusi udara ke tingkat berbahaya di Filipina.
00:59Langit berkabut di wilayah Metro Manila.
01:01Pihak berwenang memperingatkan asap bisa bertahan beberapa hari ke depan.
01:13Operasi pemadaman kebakaran lahan juga dilakukan anggota Polres Kuburaya dengan persediaan air dan alat yang ada.
01:20Upaya pendinginan di sejumlah lahan yang terbakar terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
01:45Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik masih terus dilakukan bersamaan dengan penegakan hukum perusahaan yang terlibat kebakaran
01:53hutan dan lahan.
01:54Lebih lengkap, kita bahas bersama manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.
02:00Mas Iqbal, selamat petang.
02:03Selamat petang, Mbak Sindi.
02:04Mas Iqbal, memang sudah ada orang yang jadikan tersangka.
02:07Korporasi izinnya dibekukan ataupun juga disangsi.
02:09Tapi menurut Anda sudah menyasar pelaku-pelaku utama belum?
02:13Ya, ini kan selalu begini ya, setiap kebakaran hutan setiap tahun terjadi di Indonesia dan bertahun-tahun ada sekitar 4
02:20tahun sekali sebesar ini.
02:22Kita selalu membebankan ini pada melakukan kriminalisasi terhadap orangnya gitu, bahwa ada orang yang membakar lahan.
02:28Tapi fakta bahwa gambut kita rusak itu tidak pernah diangkat, bahwa kita harus memulihkan gambut kita itu tidak pernah diangkat
02:36gitu.
02:37Dan yang paling menyedihkan kemudian adalah yang sering sekali digambing hitamkan adalah masyarakat adat yang dianggap melakukan pembakaran lahan pada
02:45saat mereka membuka lahan.
02:46Padahal yang melakukan pembukaan lahan gambut sehingga gambutnya mengering bukanlah masyarakat adat, melainkan adalah pihak korporasi.
02:54Seharusnya kita juga punya keseimbangan di dalam hal ini.
02:58Tentu ada perusahaan-perusahaan yang ditutup dan langkah-langkah awalnya kan selalu dilakukan adalah penegakan administratif.
03:04Nah, ini kan bukan hal baru bagi Indonesia.
03:07Kita tuh selalu melakukan sanksi administratif, lalu akan naik ke pidana, tapi kebakaran hutan dan lahannya selalu terjadi gitu.
03:14Dan kita tahu bahwa Kompas juga mencatat bahwa hampir 50% lebih dari kebakaran hutan atau titik apinya atau kebakaran
03:22hutan dan lahannya berada di wilayah konsesi.
03:25Sehingga seharusnya pemerintah meminta pertanggung jawaban perdata juga sebenarnya terhadap perusahaan dalam hal ini pemulihan lingkungan hidup.
03:34Apa yang sebenarnya membuat menangkap atau mengatasi ini semua jadi sulit? Apakah political will itu juga harusnya jadi pertimbangan?
03:42Iya kan kita melihat keberanian pemerintah juga secara tegas apakah memang pemerintah mau memulihkan gambut secara utuh di wilayah-wilayah
03:51ini
03:51dan tidak lagi membebanin wilayah gambut yang sudah terbakar dan rusak ini dengan wilayah konsesi.
03:58Tapi kan kita nggak pernah benar-benar mau mencabut.
04:00Kalau perusahaan yang satu dicabut lalu kemudian diterbitkan lagi besoknya atau mereka melakukan gugatan dan mereka beroperasi lagi,
04:06apa gunanya gitu. Jadi kan posisinya saat ini adalah setelah kejadian pemerintah berupaya untuk menjadi pahlawan gitu
04:15bahwa mereka menyelesaikan persoalan.
04:16Padahal persoalan ini juga karena pemerintah minim pengawasan dan pengendalian terhadap izin-izin yang sudah mereka keluarkan.
04:23Dengan segala hormat, dengan para relawan TNI Polri, BNPB yang sudah ada di lapangan,
04:30sekarang kan situasinya seakan-akan orang-orang yang kerja di lapangan memadamkan api ini adalah orang-orang yang dikorbankan gitu
04:36untuk kemudian dibebankan kepada publik.
04:38Padahal ini kan adalah pertanggung jawaban perusahaan dan ini adalah pertanggung jawaban pemerintah
04:43karena mereka adalah institusi yang menerbitkan izin-izin sehingga gambut-gambut kita rusak dan mudah terbakar.
04:51Mas Imbal, ini kan dampaknya juga sampai ke negara tetangga, Malaysia bahkan juga sampai Filipina.
04:55Nah, artinya apa konsekuensi yang mungkin kita dapatkan Indonesia dari akibat yang kita sebabkan ke negara-negara lain?
05:04Iya, kita tuh di ASEAN tuh punya namanya Trans-Boundary Haste Agreement gitu
05:09bahwa kita sama-sama sepakat untuk sama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan
05:13sehingga Trans-Boundary Haste atau asap yang menyebar ke wilayah tetangga kita tidak terjadi
05:19dan ini memang legal branding.
05:20Tapi konsekuensi apakah kemudian Indonesia akan dituntut dan sebagainya itu kan jauh dari kemungkinan ya.
05:26Tapi di sini kan kita harusnya sebagai sebuah bangsa juga punya rasa malu gitu
05:30bahwa kita sudah menyebabkan kerugian baik material, non-material di wilayah tetangga gitu.
05:37Jadi kita seakan-akan kayak pernyataan Pak Raja Juli kemarin mengatakan bahwa ini kan oleh angin gitu.
05:43Iya kita tahu gitu, tapi kita juga harus mengakui gitu dan tidak bisa menampik
05:47bahwa kebakaran hutan dan lahannya, wilayah gambut yang terbakar adalah di wilayah Indonesia yang terbesar.
05:53Sehingga kita juga sampai ke wilayah Malaysia dan Filipina gitu.
05:56Jadi itu nggak bisa dipungkirin, nggak bisa ditampik begitu.
06:00Mas Iqbal, ketika juga sudah ada kelompok masyarakat sipil negara lain yang melakukan aksi protes di KBRI,
06:06apa yang seharusnya ditanggapi oleh pemerintah?
06:13Mas Iqbal bisa dengar, silahkan.
06:16Ya, pemerintah Indonesia pertama harus tahu malu gitu ya bahwa ada protes dari warga negara tetangga,
06:23dari saudara-saudara kita di negeri jiran, bahwa mereka terganggu oleh aktivitas perusahaan
06:28dan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, di mana perusahaan-perusahaan kita, kita tidak tindak tegas gitu.
06:34Bahkan tuntutan teman-teman Greenpeace Malaysia juga terhadap adalah perusahaan-perusahaan Malaysia yang ada di Indonesia
06:40bahwa mereka gagal melindungi hutan mereka atau mereka melindungi hutan Indonesia
06:45atau bahkan mereka tidak melakukan perlindungan terhadap lingkungan hidup di wilayah mereka.
06:51Sehingga mereka menuntut pemerintah Malaysia untuk segera memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan mereka yang ada di Indonesia.
06:57Mas Iqbal Damani, manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, terima kasih sudah berbagi bersama kami.
07:03Selalu Mas.
07:05Terima kasih Mas ini.
Komentar