00:00Dua hari usai serangan Amerika Serikat situasi di Teluk Persia dan kota pelabuhan Bandar Abbas kembali tenang.
00:10Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sempat memanas pekan ini setelah militer Amerika menyerang peluncur roket Iran di sebuah pulau
00:18di Selat Hormuz.
00:20Sementara lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah level sebelum perang.
00:25Karena risiko serangan Iran terhadap kapal-kapal yang tidak mematuhi sistem pemeriksaan mereka.
00:31Namun pasokan minyak dalam jumlah besar tetap mengalir melalui Selat Hormuz, melalui perdagangan shuttle.
00:40Di mana operator kapal tanker mengambil risiko menggunakan rute selatan dekat pantai Oman di bawah bimbingan pasukan AS.
00:57Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menyebut akhir konflik Iran dan Amerika Serikat bergantung pada situasi Selat Hormuz.
01:08Ia menyoroti serangan Iran terhadap kapal komersial yang dinilai masih berdampak pada pasar energi global.
01:16Vance juga menyebut operasi tempur utama AS telah menghancurkan fasilitas nuklir serta militer Iran.
01:25Terima kasih telah menonton!
02:07Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menyebut ia tak tahu kapan dan bakal seperti apa akhir konflik Iran dan
02:14Amerika Serikat.
02:15Vance juga menyoroti serangan Iran terhadap kapal di Hormuz yang dinilai pasti berdampak pada pasar energi global.
02:23Lalu bagaimana penyelesaian perang di Timur Tengah? Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Mahfuz Siddiq.
02:30Selamat malam Pak Mahfuz, terima kasih sudah hadir. Jumpa lagi.
02:34Selamat malam Pak Mahfuz, terima kasih banyak mengundang saya.
02:37Pak Mahfuz, kalau J.D. Vance ini seolah menyeratkan akhir perang ditentukan oleh sikap Iran.
02:44Tapi kalau dengan kondisi sekarang, apalagi setelah serangan Amerika Serikat di pekan ini dengan berbalas serangan dari Iran, tampaknya ini
02:52masih jauh ya?
02:54Ya, saya kira apa yang disampaikan oleh Wapres Amerika Serikat menggambarkan bagaimana situasi psikopolitik di Amerika Serikat
03:04yang mereka tidak tahu bagaimana mengakhiri perang yang sudah pasti tidak bisa mereka menangkan.
03:09Dan kalau kita lihat misalnya serangan militer Amerika pada sepekan terakhir ini, yang kemudian menyasar korban masyarakat sipil,
03:18ini semakin membuat resistensi di dalam negeri Amerika menguat, meluas, dan juga tekanan isolasi terhadap Amerika dari berbagai dunia,
03:29termasuk sekutu mereka di Eropa misalnya, ini juga akan semakin memuat.
03:35Jadi langkah ini memang langkah yang ternyata tidak membuahkan hasil positif, tapi justru semakin menambah tekanan.
03:41Dan yang kedua, ketika kemudian Trump melalui Menteri Keuangannya mengumumkan tekanan ekonomi total terhadap Iran,
03:49kan pertanyaan pentingnya adalah apakah ini akan diikuti oleh negara-negara di dunia untuk kemudian tidak lagi berhubungan secara ekonomi
03:57dengan Iran.
03:59Kalau kita lihat fakta yang terjadi misalnya, kan dalam satu pekan ini masih ada sekitar 5 sampai 13 kapal yang
04:07keluar masuk Selat Hormuz,
04:09dan ternyata itu atas koordinasi dengan Iran.
04:12Artinya masih ada negara, misalnya oke lah kita batasi misalnya Irak, itu masih punya kesepakatan, punya koordinasi dengan Iran
04:21untuk pengiriman minyak lewat kapal di Selat Hormuz.
04:26Dan itu mengindikasikan bahwa Iran misalnya dalam kasus ini itu tidak mematuhi apa yang diperintahkan oleh Amerika Serikat.
04:34Jadi saya kira Amerika dengan tekanan-tekanannya baik secara ekonomi ataupun militer terakhir ini,
04:39itu tidak menghentikan perang dan tidak juga mampu menekan perlawanan pihak Iran,
04:46termasuk juga tidak bisa membuka Selat Hormuz.
04:49Jadi kalau ditanya kira-kira akan seperti apa, ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan
04:55walaupun tidak akan terjadi pertempuran dalam skala yang besar.
04:59Dan Amerika Serikat, terutama Presiden AS Donald Trump bilang juga bahwa
05:04sudah habis angkatan perangnya Iran, tidak tersisa apa-apa.
05:08Tapi kalau lihat faktanya, Iran masih tetap bisa melawan ya?
05:12Ya, retaliasi yang dilakukan Iran terhadap pangkalan Amerika Serikat di Jordan dan di Kuwait,
05:20ini kan lagi-lagi membuktikan bahwa kapasitas militer Iran masih tetap mumpuni
05:26dan mereka bahkan mengembangkan teknologi baru untuk persiapan atau antisipasi serangan militer gabungan Amerika
05:34dengan Israel terhadap Iran.
05:37Jadi saya kira semua klaim yang disampaikan oleh baik Hexed, Menteri Pertanian Amerika,
05:43ini di lapangan kemudian terbukti kebalik liru dan ini semakin menekan Amerika secara politik
05:50baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
05:53Jadi saya kira Iran juga terus dalam posisi tangan di atas ya untuk memberikan ke kanan
05:59termasuk di dalam memberikan lampu hijau bagi lalu lintas kapal-kapal di Selat Hormuz.
06:05Walaupun kalau kita lihat ya, Presiden Trump itu kan menklaim bahwa kapal-kapal yang bisa lalu-lalang di Selat Hormuz
06:12walaupun jumlah sangat terbatas, ini karena keberhasilan kontrol dari Amerika melalui Senkom.
06:18Tapi nyatanya kalau kita lihat ini adalah hasil koordinasi pihak IRGC Iran dengan negara-negara terkait
06:25yang diantaranya mereka justru membawa keluar minyak Iran lewat kapal-kapal negara lain khususnya Iran.
06:32Tapi bicara soal eskalasi sekarang kan ada di beberapa fase pertarungan adanya di Selat Hormuz saja fokusnya.
06:41Tapi sekarang misalnya menyasar rumah warga yang sedang mengadakan pesta pernikahan,
06:47ada warga sipil yang jadi korban.
06:49Ini apakah bukan bisa memantik konflik lebih besar lagi?
06:52Karena seakan-akan kembali ke fase awal perang ini terjadi Pak Mahfuz?
06:57Ya, kita masih ingat ketika serangan militer Amerika, serangan udara militer Amerika
07:03menyasar sekolah yang menewaskan 165 siswi sekolah tingkat dasar,
07:13ini kan terjadi reaksi yang sangat luas di berbagai negara termasuk di dalam negeri Amerika Serikat sendiri.
07:20Nah, peristiwa berikutnya yang baru saja terjadi ketika sasaran militer ini menyasar
07:26satu acara pesta perkawinan dan menewaskan cukup banyak warga sipil,
07:31ini juga menambah kembali reaksi dan resistensi masyarakat di berbagai kalangan.
07:37Karena mereka melihat bahwa Amerika sudah tidak lagi mampu melakukan serangan militer secara presisi
07:44terhadap target-target militer Iran.
07:46Dan kalau kita lihat bisa saja diharapkan ada reaksi balik yang kuat dari Iran.
07:52Tapi kalau kita lihat apa yang dilakukan oleh Iran, mereka justru mampu menahan diri
07:58untuk tidak melakukan retaliasi secara berlebihan, retaliasi yang terukur
08:03dengan menyasar instalasi militer di Jordan dan di Kuwait.
08:08Tapi pada yang sama, kalau kita lihat, mereka terus melakukan propaganda
08:14untuk mengeksploitasi isu pemboman prosesi pernikahan warga sipil ini.
08:21Jadi saya kira ini tambahan tekanan bagi pihak Amerika.
08:24Dan kalau dalam kondisi sekarang, perlindungan untuk keluarga sipil,
08:28apa yang bisa dilakukan ya?
08:29Karena serangan itu kan acak, tidak ada tanda-tanda.
08:33Apa yang bisa diwanti-wanti dalam hal ini, Pak Mahfuz?
08:39Ya, kalau kita lihat apa yang dilakukan oleh pemerintah Iran,
08:43ini kan sekarang mulai melakukan mobilisasi umum
08:47untuk mengantisipasi jika terjadi serangan darat dalam waktu dekat.
08:54Dan di antara cara untuk melakukan mobilisasi warga sipil ini,
08:58selain wajib militer, adalah dengan membangun satu doktrin, satu dogma,
09:04bahwa setiap warga sipil yang jadi korban,
09:08ini akan menjadi bahan bakar untuk menguatkan semangat juang mereka
09:13dan semangat perlawanan mereka.
09:14Jadi saya kira terlepas bahwa korban rakyat sipil di Iran ini
09:19sesuatu yang sangat memprihatinkan,
09:21tetapi bagi pemerintah Iran sendiri,
09:24ini menjadi bahan bakar tambahan bagi semangat juang mereka,
09:27bagi semangat perlawanan mereka.
09:30Artinya semakin acak sasaran serangan dari militer Amerika
09:34dan lebih banyak menyasar warga sipil,
09:36itu justru akan berdampak positif bagi masyarakat dan pemerintah Iran,
09:41tapi justru menjadi pukulan balik bagi militer Amerika dan pemerintahnya.
09:45Dan Amerika Serikat tapi tidak punya opsi untuk mundur sejauh ini ya,
09:49tapi klaim kemenangan sepihak,
09:52misalnya Donald Trump yang memuji Pete Hexed,
09:54lalu juga Trump yang memuji bagaimana Amerika Serikat bisa mengalahkan Iran,
09:59itulah yang kita lihat perkembangan narasinya beberapa waktu ini ya.
10:02Saya kira kacamata Presiden Donald Trump adalah pada pemilu selah di November.
10:09Kacamatanya akan fokus ke sana.
10:11Sehingga semua langkah yang harus dilakukan,
10:14termasuk semua klaim yang harus dilakukan,
10:17ini diarahkan untuk bisa menjaga probabilitas kemenangan
10:22atau daya tahan mereka di dalam pemilu selah.
10:25Karena kalau misalnya dalam pemilu selah,
10:28yang terjadi justru kontra narasi,
10:30dan kemudian mengakibatkan gugurnya perolehan kursi dan suara Republik,
10:37saya kira itu akan menjadi titik balik yang serius bagi pemerintahan Trump.
10:43Dan sangat mungkin akan ada perlawanan yang semakin kuat dari Kongres
10:47dan juga dari Senat yang memungkinkan mereka kemudian memerintahkan penghantian perang,
10:52yang itu artinya kekalahan total bagi Trump.
10:55Jadi saya kira mulai dari klaim kemenangan dan klaim kontrol Serat Hormuz,
11:02lalu kemudian serangan militer yang terakhir ini,
11:04sampai kemudian tekanan ekonomi terhadap Iran,
11:07saya kira itu adalah ikhtiar atau upaya terakhir dalam keputusasaan mereka
11:12untuk memastikan pemilu selah November yang akan datang,
11:15Republikan ini masih bisa bertahan.
11:18Lagi-lagi tidak terpisahkan dari faktor pemilu selah bagi Amerika Serikat.
11:23Terima kasih.
11:23Tapi itu juga terjadi di Israel, karena Oktober ini kan ada pemilih juga.
11:28Terima kasih Pak Mahfuz, Mahfuz Sidik, pengamati Murtengah,
11:31sudah dari Sapa Indonesia Malam. Terima kasih Pak.
Komentar