00:00Enggak ada yang bukan. Kalau saya, Pak, saya kibat, Pak. Saya kibat SPPG, saya kibat BGN, saya minta ganti kerugian.
00:05Sekarang ini izin-izin, Pak. Jadi, Pak Kepala tadi menyampaikan, Bapak punya anak, masih usia 13 dan 6, saya juga
00:11punya anak, usia 12 dan 10.
00:14Ini beruntung dan bersyukur ya, orang-orang pemurit yang menjadi anak medik korban, sepertinya baik-baik nih.
00:21Enggak ada yang bukan. Kalau saya, Pak, saya kibat, Pak. Saya kibat, Pak. Saya kibat SPPG, saya kibat BGN, saya
00:25minta ganti kerugian.
00:26Bukan hanya karena masalah kesehatan yang sudah ditimbulkan, masalah emosional, masalah terhormat, dan sebagainya.
00:33Jadi, mau dipikirkan ke depan, kalau terjadi seperti ini lagi, kompensasi apa yang diberikan kepada keluarga korban?
00:41Baik, kami berikan kami pertimbangan, Pak.
00:45Bisa kami lanjutkan, Pimpinan?
00:47Ya, silakan.
00:48Ya.
00:49Aturan yang keputusan yang kekal, kami adalah badan atau lembaga kementerian atau badan yang
00:56opasional.
00:57Jadi, intinya kami melaksanakan apapun keputusan dari pemerintah,
01:02anggaran diberikan, anggaran direncanakan, anggaran disetujui, anggaran diberikan,
01:07dan kemudian dengan anggaran itu kami laksanakan.
01:11Berikutnya terkait efisiensi.
01:13Jadi, kami juga telah menyisir sekolah-sekolah,
01:17semasa elit di seluruh Indonesia.
01:19Kemarin, minggu lalu, kami telah mengumumkan sekitar 83 yang kemudian kami exclude untuk mendapatkan makan berisi gratis.
01:28Dan terus kami sisir, sampai sehingga ini kami mendapatkan sekitar 276 sekolah.
01:37Nah, 276 sekolah yang kami exclude untuk kemudian mendapatkan MPG.
01:44Dan ini akan kami terus kami sisir.
01:47Pertanyaannya berikutnya adalah bagaimana dengan sekolah negeri.
01:50Sesuai dengan hasil bersama yang kemudian kesepakatan juga dengan kementerian di GASMEN,
01:57sekolah negeri ini sifatnya adalah kalau setuju dapat-dapat semua,
02:04kalau tidak dapat, tidak dapat semua.
02:07Ya, jadi tidak bisa yang mau dapat, kemudian yang enggak mau enggak dapat itu kemudian di sekolah negeri akan menjadi
02:15suatu presiden buruklah dalam pendidikan karakter.
02:20Ya, ini masalah anak-anak ini kan.
02:22Kalau anak SMA sih saya kira mungkin sudah mulai.
02:25Ya, tapi kalau untuk di SD dan lain-lain nanti jadi suatu kesenjangan itu.
02:31Lain-lain, kemudian tadi disampaikan terkait anggaran di Sistapel,
02:35anggarannya bulat-bulat 500 dan seterusnya itu adalah anggaran terkait kita ini
02:40untuk bisa memutuskan satu sistem petaklumat yang prima,
02:45yang kira-kira sesuai,
02:47karena kami perlu untuk semacam mendapatkan kajian dari para ahli.
02:54Jadi, harus ada pertimbangan para ahli,
03:01maska akademik yang menjadi acuan kita.
03:03Jadi, enggak bisa maunya Pak Daryono.
03:06Walaupun kita punya kemauan,
03:08kita kemauan itu harus diwisi secara akademik.
03:12Apakah keinginan,
03:13apa-apa sistem,
03:15kemudian posisi yang kita ambil itu secara akademik,
03:18kajian dari para ahli benar atau tidak,
03:20maka itu kemudian di kedeputian sistem tata kewalahan
03:25dengan 26.500.000.000 itu kemudian sifatnya,
03:31ya harga satuannya,
03:33harga satuannya sebagaimana tadi kan disampaikan,
03:35kenapa kok anggaranya bulat-bulat kan itu tadi pertanyaannya kan.
03:38Ya, paham Pak, itu kan mekanisme yang ada lelang,
03:41ada PNP,
03:42ya paham Pak.
03:43Terima kasih.
03:43Saya cuman hanya itu,
03:44saya cuman hanya itu.
03:45Saya kira itu,
03:47ya,
03:48yang bisa,
03:48terkait BPOM,
03:49ya, setelah itu.
03:51Terkait BPOM,
03:52saya kira kami nanti akan koordinasi dengan BPOM,
03:55sejauh ini,
03:56sesuai dengan catrex yang ditangkap oleh Presiden terkait Satgas MBG,
04:02baik itu di pusat,
04:03sebandingan daerah,
04:04BPOM tidak termasuk menjadi amputar dari Satgas MBG,
04:09yang diketahui oleh Menko Panang.
04:11Maka kami akan coba nanti koordinasi,
04:13karena catering makanan yang bukan
04:18kesan itu dunia-nya kebenaran kesihatan.
04:21Terutama ini susu,
04:22ya,
04:22kalau susu itu memang,
04:24nah,
04:24nanti kami mau,
04:25kami belum ada update-nya,
04:27atau ada anggaran 50 miliar,
04:29itu bukan kami yang menitip anggaran ke sana,
04:32sehingga nanti kemudian,
04:34diantar bawah,
04:35kita menitip anggaran di BPOM,
04:37sebesar 500 miliar.
05:07iya.
05:08di TV kamu sekarang juga.
Komentar