00:00Yang besar kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang boten, itu hal yang tidak baik.
00:08Yang pertama, lamun siro sakti ojo mateni.
00:16Meskipun kamu sakti jangan suka menjatuhkan atau membunuh.
00:27Tidak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang boten, itu hal yang tidak
00:39baik.
00:45Termasuk Bapak Ibu semuanya juga jangan seperti itu, mentang-mentang jadi lurah kemudian ke rakyatnya, bakbuk-bakbuk-bakbuk.
00:59Sering mengendikok banter, sering mengendikok kasar ke rakyat, tidak boleh.
01:06Karena kekuasaan itu hanya sementara, kekuasaan itu hanya sampiran, jabatan itu hanya sampiran.
01:16Itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan.
01:21Kan katanya harus membatasi kekuasaan itu sementara.
01:26Sementara ini publik juga melihat bahwa Jokowi itu punya agenda-agenda politik.
01:34Artinya tidak berhenti yang katanya mau pulang ke Solo, tapi tetap melakukan safari politik.
01:43Jokowi punya kepentingan, seperti saya bilang, Jokowi punya kepentingan karena anaknya Wapres, karena anaknya Ketua Umum Partai, karena menantunya Gubernur
01:56Sumatera Utara.
01:57Jadi orang melihat ada agenda-agenda politik, sehingga ini tidak bisa dikatakan hanya pidato moral dan keagaman semata.
02:08Nuansa politiknya sangat kental, dia makhluk politik.
02:12Bukan makhluk moral.
02:14Ini kan bicara tentang budaya Jawa.
02:18Budaya Jawa itu seperti ketika menunjuk jari itu ke depan, kemudian empat jari ke dalam.
02:28Artinya sesungguhnya ini adalah refleksi dari dirinya sendiri.
02:33Jadi kalau kita mengeritik orang, kita harus juga melihat siapa diri kita.
02:40Ini bicara tentang kekuasaan.
02:43Jokowi ini bukan makhluk moral, tapi dia adalah makhluk politik.
02:49Tentu ini ada pesan-pesan yang disampaikan.
02:52Pertama kalau kita lihat dari perspektif ilmu politik, maka harus dipahami dulu bahwa ketika bicara mengenai kekuasaan, ketika bicara mengenai
03:05pengaruh kekuasaan, ketika dia bicara tentang perilaku orang, ini dia sudah bicara tentang politik.
03:15Maka di dalam politik jelas, ini bukan semata-mata ketika dia tampil bicara soal moral semata.
03:26Bukan bicara soal keagamaan semata.
03:29Walaupun itu dilakukan di sebuah pesantren di Kebumen.
03:34Di acara Maulun Nabi.
03:36Ini ada pesan yang disampaikan kepada kekuasaan.
03:41Kekuasaan itu bisa saja artinya lembaga, kelembagaan ya.
03:46Kelembagaan itu dari mana dia memberikan contoh itu lurah.
03:51Kalau ingat nggak dulu siapa sih yang sering disebut lurah, Pak Lurah?
03:56Ya dirinya sendiri juga.
03:58Artinya sang penguasa.
04:00Maka bisa juga ini pesan kepada lembaga-lembaga penegak hukum, kepada eksekutif, kepada parlemen, dan juga jangan salah, kepada presiden.
04:15Artinya ini dia sedang berbicara, ada pesan politik yang ingin disampaikan.
04:22Ini kan bukan semata-mata pada tanggal 29 Agustus saja.
04:28Kita harus tarik mundur.
04:3227 sebelum 27 Agustus ada pembicaraan apa?
04:38Maka kalau saya lihat, dia bicara kekuasaan padahal dia sendiri baru lengser dari kekuasaan.
04:47Dia sedang menarasikan bahwa dia sesungguhnya masih punya pengaruh politik.
04:54Saya sepenuhnya barangkali tidak setuju dengan Bung Selamet ya.
04:58Pertama adalah saya tidak pernah menganggap mahluk politik itu negatif.
05:01Saya sendiri adalah seorang pelaku politik.
05:03Walaupun saya sudah keluar dari Partai PSI ya, tapi saya adalah seorang pemain politik.
05:08Apakah itu buruk? Apakah itu jahat? Enggak.
05:11Enggak mesti dong, enggak dengan sendirinya.
05:13Tapi kembali ke apa yang tadi Anda katakan.
05:17Saya tidak ingat ya, tidak ingat sepenuhnya tentang apa yang Anda gunakan sebagai contoh-contoh tadi ya.
05:24Tapi bahwa misalnya Anda menggunakan contoh hadis asar.
05:26Hadis asar itu yang melaporkan ke polisi bukan Pak Jokowi.
05:31Pak Jokowi tidak pernah melaporkan siapapun yang mengkritik dia.
05:36Ya, tapi kan pakai atas nama relawan atau pakai nama yang lain.
05:39Itu kan gampang.
05:40Bukan.
05:40Tinggal laporan masyarakat.
05:42Bukan. Anda tanya, ya kebetulan saya cukup kenal Pak Jokowi.
05:46Dia tuh enggak suka apa-apa dilaporin, apa-apa dilaporin.
05:50Makanya kemudian dia bikin permintaan.
05:53Itu yang namanya undang-undang ITE dimenerin dong isinya.
05:56Masa karena pencemaran nama baik orang bisa dipenjara?
05:59Itu yang dia lakukan pada saat itu.
06:02Nah, jadi Haris Asar itu yang mengelaporkan bukan relawan.
06:07Yang melaporkan itu adalah LBP.
06:10Dan itu pun kemudian di pengadilan kalah kok LBP-nya.
06:14LBP itu lukut.
06:15Dia sama sekali tidak, dia tidak seportif terhadap gagasan untuk memenjarakan orang melalui kekuasaan.
06:22Dia itu menganggap bahwa seharusnya kekuasaan itu tidak dipakai.
06:25Memang untuk orang-orang yang berseberangan dengan si orang yang berkuasa.
06:30Oke, saya ngerti maksudnya.
06:31Bahwa Pak Jokowi ingin mengatakan bahwa kekuasaan itu tidak untuk mengkriminalisasi orang-orang.
06:38Persis, persis.
06:39Dan sekarang dalam beli ini, ini interpretasi saya ya.
06:43Saya enggak pernah tanya sama Pak Jokowi.
06:45Tapi interpretasi saya adalah, beliau adalah sebagaimana juga saya.
06:50Itu adalah orang-orang yang agak khawatir nih dengan kondisi politik kita sekarang.
06:54Karena kita mendengar berulang kali, bukan Pak Prabowo-nya ya.
06:57Tapi orang-orang di sekitar Pak Prabowo agak sensitif nih.
07:01Ketika mendengar ada kritik, itu langsung bereaksi dengan misalnya meminta agar orang itu berhenti bicara.
07:08Kami sendiri mengalaminya ya.
07:10Ketika kami misalnya sebagai pendukung Pak Prabowo, itu mengeritik kebijakan-kebijakan Pak Prabowo.
07:16Atau misalnya, yang paling gampang lah bahwa seringkali Pak Prabowo itu mengucapkan kata-kata yang
07:21barangkali tidak semestinya.
07:23Antara lain karena alasan sederhana.
07:25Pertama, barangkali dia karena pengen bercanda.
07:27Tapi jadinya malah menimbulkan.
07:29Apa tuh?
07:31Apa yang terakhir dia bicara tentang endasmu gitu ya misalnya.
07:37Boleh gak saya menggunakan kata bajingan gitu ya.
07:40Ya itu pasti gak serius-serius amat ya.
07:42Cuman diangkat dan, tapi kemudian itu kan di ruang publik.
07:45Ruang publik itu ditangkep, kemudian digoreng oleh mereka yang menyerang Pak Prabowo ya.
07:49Nah dan beberapa kali lainnya, dan kali lainnya adalah karena dia salah ngomong aja kan.
07:54Salah ngitung kan, 10 tambah 6 tuh berapa ya gitu ya.
07:58Makanya saya termasuk orang yang misalnya bikin video untuk mengatakan,
08:01Pak lain kali kalau ngomong di depan publik, gunakan sebuah naskah.
08:05Naskah itu dibikin oleh tim yang kuat.
08:08Dan sekarang ternyata orang mulai mengampilkan video di mana Pak Prabowo bilang,
08:12Nih saya disuruh baca nih ya.
08:14Terus males lah dibaca gitu kan.
08:17Nah, orang semacam ini itu sangat rentan untuk dikritik pasti.
08:22Orang semacam ini sangat rentan untuk digoreng kalau pakai istilah kita sekarang ya.
08:27Nah, Pak Prabowo-nya kelihatan ini sih gak masalah.
08:30Saya duga, saya duga keras lah ya.
08:32Pak Prabowo itu tidak pernah kemudian marah karena, kok kalian mengkritik saya karena gara-gara ini sih?
08:39Tapi for your fact, untuk Anda ketahui, timnya ada yang begitu.
08:45Yang menegur, mengingatkan, lebih dari mengingatkan lah ya.
08:49Lebih katakan pada beliau bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi itu bukan untuk mengingatkan yang sedang berkuasa sekarang,
08:55tapi justru refleksi tentang dirinya saat berkuasa.
08:59Ya, ada dalam kasus undang-undang ITE misalnya Haris Ashar kenap.
09:04Kemudian soal aktivis lingkungan juga kenap.
09:08Akhirnya kemudian pengadilan membebaskan mereka.
09:12Artinya kan tudingan itu gak benar.
09:15Kemudian juga dalam kasus undang-undang cipta kerja.
09:19Kasus sah ganda nenggolan.
09:21Jumhur hidayat.
09:22Artinya saat itu ada juga orang yang dipidana karena mengkritik pemerintahan di zaman Pak Jokowi.
09:27Ada.
09:28Kemudian juga Maizhen Purnawirawan Sunarko.
09:33Dan banyak sekali.
09:35Dan itu fakta-fakta menurut saya.
09:37Jadi ini kritik memang kritik terhadap kekuasaan.
09:41Siapapun yang berkuasa harus dikritik.
09:44Karena itu sekarang Jokowi sedang mengkritik Prabowo.
09:49Itu pesan implisitnya.
09:51Memang tidak mengatakan langsung bahwa ini Prabowo.
09:56Kenapa?
09:57Karena memang punya kepentingan yang sama.
10:00Ada orkestrasi yang sama tapi mungkin kepentingannya berbeda.
10:04Tapi saya mau kembali yang ke tadi ya.
10:08Misalnya bahwa Pak Jokowi juga melakukan hal yang sebelumnya dia kritik.
10:12Saya mau tanya nih Bung Selamat Ginting ini udah ngeritik Prabowo Jokowi.
10:16Sejak kapan?
10:18Sejak Jokowi masih jadi presiden.
10:20Dia diganggu gak?
10:21Sama sekali enggak.
10:23Roy Suryo itu udah menghina-hina Pak Jokowi sejak kapan?
10:26Sejak Pak Jokowi masih jadi presiden.
10:29Ketika dia menjadi presiden dia ganggu gak Roy Suryo?
10:32Gak pernah bahwa sekarang dia melakukan, melaporkan.
10:38Itu kan betul-betul persis karena dia sudah mundur dari, bukan mundur.
10:42Dia sudah turun dari jabatannya.
10:44Ya kita sesama warga negara nih.
10:46Eh si Roy Suryo masih juga bilang kamu itu ijazanya palsu.
10:50Kamu itu ijazanya palsu.
10:5199,9 persen menurut saya ijazanya palsu.
10:54Tapi kita gak usah masuk ijazalah kepanjangan.
10:56Enggak, saya mau bilang bahwa Pak Jokowi itu tidak menggunakan kekuasaan yang dia miliki
11:02untuk menghabisi Jokowi, Selamat Ginting, Dokter Tifa, dan siapapun.
11:06Tidak dia lakukan.
11:08Jadi ketika dia berkuasa pun, dia sebetulnya menerapkan prinsip yang dia sekarang ajarkan kepada kita semua.
11:15Jangan pernah gunakan kekuasaanmu untuk menghabisi lawan.
11:19Di dalam pidato Jokowi di Kebumen itu memang betul mengandung pesan moral.
11:28Jelas, itu budaya Jawa yang dia kemukakan.
11:31Tetapi di dalam demokrasi tentu saja tidak boleh berhenti hanya pada keindahan pesan semata.
11:40Maka pesan itu harus diuji terhadap rekam jejak kekuasaan seseorang.
11:47Harus diuji terhadap rekam jejak seseorang, terutama si pemberi pesan.
11:53Pemberi pesan yaitu Jokowi.
11:55Nah kemudian dari sinilah kita melihat bahwa ini seperti senjata makan Tuhan bagi Jokowi.
12:02Mengapa saya katakan itu?
12:04Karena ini relevan.
12:06Mengapa relevan?
12:08Tentu saja bukan karena Jokowi tidak boleh memberikan nasihat.
12:12Tidak boleh memberikan pesan.
12:15Justru karena ia pernah memegang jabatan ini baru lengser sekitar 10 bulan.
12:23Eh sorry, hampir 2 tahun yang lalu.
12:25Maka kekuasaan selama 10 tahun itu.
12:30Bahkan saya tidak menghasilkan.
12:31Jadi orang kalau baru lengser 2 tahun tidak boleh memberikan petua gitu?
12:33Boleh, tapi kan harus dilihat, diuji juga dari rekam jejaknya.
12:42Cara baru nonton di Smart TV.
12:45Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
12:51Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
12:55Cari Kompas TV melalui pencarian.
12:58Pilih aplikasi lalu install.
13:00Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
13:06Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
13:10Dan jujurnyač''
13:101
13:102
13:113
Komentar