00:01Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:36Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:13Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:29Kemudian dari pagu anggaran 2026, dari pagu anggaran 268 triliun,
01:35itu kemudian kami telah melakukan efisiensi, saat ini anggarannya menjadi 229 triliun tahun 2026.
01:43Jadi sudah kami efisiensikan berapa nih? Sekitar 39 triliun ya.
01:49Nah, jadi kami, dan ini dari 229 sisanya, ini kami terus kami sisir, kami lacak.
01:55Ada nggak? Misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi.
02:00Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta, nanti kami laporan ke pihak kejaksaan untuk
02:07diperiksa.
02:07200 triliun di bawah 200 triliun tahun depan mungkin, Pak?
02:12Ya, kami untuk di bawah 200 triliun tahun depan, ya kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha
02:25untuk se efisien mungkin.
02:26Nanti kami coba bicara bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan.
02:32Anggota Komisi 9 DPR RI, fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, mempertanyakan usulan anggaran yang diusulkan Badan Gizi Nasional.
02:40Charles Honoris bilang dalam rapat dengan pimpinan BGN sebelumnya bersama Nanik S. Deang, BGN akan melakukan pemotongan anggaran besar-besaran.
03:02Ini 240 triliun? Serius nih, anggarannya segini untuk tahun depan.
03:08Karena ini tidak seperti yang saya bayangkan, ya kenapa?
03:12Ketika kita rapat terakhir, di sini, membahas pagu indikatif, waktu itu belum ada Pak Kepala, masih Ibu Nani, ya, dan
03:20ada Bu Harung dan Pak Tenggonok.
03:23Saya ingat sekali disampaikan oleh pimpinan BGN pada saat itu, bahwa angka 270 triliun yang ditampilkan kepada kita, ini bukan
03:33angka yang menjadi acuan.
03:35Karena angka 270 triliun itu adalah angka yang disusun oleh kepemimpinan yang lama, ya.
03:40Dan kami disampaikan kepada kami pada saat itu, bahwa akan ada revokusi, akan ada pemotongan besar-besaran, ya, akan berisi
03:51gratis, akan diberikan kepada yang membutuhkan.
Komentar