00:00Intro
00:06Silahkan, kalau Anda menemukan di lapangan ada dapur yang, mohon maaf, mungkin dia melakukan kecurangan, dia misalnya markup dan lain
00:15sebagainya, laporkan kami, kami investigasi.
00:16Intro
00:20Itulah kenapa standpoint dari MBG Watch, kami selalu tidak usah menggunakan SPPG, tidak ada BGN, karena mereka gagal melaksanakan tugas
00:28mereka, yaitu memberikan gizi terbaik untuk anak-anak kita.
00:41Intro
00:46Makanan yang seharusnya menjadi sumber gizi bagi anak-anak sekolah justru berulang memicu kekhawatiran.
00:53Dalam beberapa hari terakhir, dugaan keracunan usai menyantap makan bergizi gratis atau MBG terjadi di sejumlah daerah.
01:01Pertanyaannya, mengapa kasus serupa terus berulang?
01:08Kasus terbaru dengan jumlah korban terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.
01:12Dugaan keracunan terjadi setelah Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggulangin mengonsumsi MBG.
01:18Hingga Jumat, 4 September, Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat, total ada 748 orang yang terdampak.
01:26Usai menerima laporan adanya ratusan Santri yang diduga keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Kali Tengah
01:35pada Rabu kemarin.
01:37Bupati Sidoarjo mempertanyakan pengawasan dan regulasi waktu maksimal pengiriman dari selesai masak hingga diterima penerima manfaat kepada pemilik SPPG.
01:47Sampai ke pemilik, sampai mau hasil, kok sampai gak ngerti, gak kau nih.
01:52Ngerti gak anak-anak keracunan mau?
01:56Kalau ini pengiriman 4 jam, sudah selesai 4 jam, ditanya 6-7. Berarti gak paham penyelidikan sebagai pengelola, pemiliknya.
02:08Dan usai adanya kasus keracunan, SPPG Kali Tengah ditutup sementara selama 30 hari untuk kebutuhan penyelidikan.
02:17Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyampaikan permohonan maaf.
02:21BGN menyebut ada dugaan kelalaian dalam proses penyaluran makanan.
02:25Bahkan BGN menilai ada unsur kelalaian yang disengaja.
02:30Salah satu hal yang disorot adalah waktu makanan selesai dimasak dengan waktu makanan dikonsumsi.
02:36Menurut temuan sementara, makanan dilaporkan sudah matang sejak sekitar pukul 5 pagi.
02:41Sementara distribusi dan konsumsi berlangsung jauh setelahnya.
02:46Label batas waktu konsumsi juga disebut tidak ditempelkan pada setiap ompreng.
02:51Pelainkan hanya pada satu wadah.
02:55Omprengmu kok kasih jam 10, tapi kemudian kok kasih jam 11 lebih dan dimakan di atas jam 12.
03:01Nah, jadi Anda ini berarti ini adalah kelalaian yang disengaja.
03:06Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja.
03:09Aturan sudah diberikan, juklak suni sudah diberikan, cara sudah diberikan,
03:13tapi Anda lalai dalam melaksanakan.
03:15Ini namanya kelalaian yang disengaja.
03:17Bukan hanya dicopot, bukan hanya dipecat.
03:20Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana,
03:23mohon maaf, kami tidak bisa bantu.
03:27Sehari setelah kasus Sidoarjo,
03:29dugaan keracunan MBG juga terjadi di Nganjuk, Jawa Timur.
03:33Di SMA Negeri 3 Nganjuk,
03:34para siswa menyantap menu nasi goreng yang tiba di sekolah sekitar pukul 10 pagi.
03:39Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluh mual, pusing, hingga muntah.
03:44Data terbaru menyebut 58 siswa mengalami gangguan kesehatan.
03:49Selain di SMA Negeri 3 Nganjuk,
03:51beberapa siswa sekolah lain juga mengalami hal yang sama.
03:54Kasus ini masih dalam penelusuran,
03:57termasuk untuk memastikan apa penyebabnya benar-benar berasal dari makanan MBG.
04:02Di Agam Suwatra Barat pada periode yang hampir bersamaan,
04:06dugaan keracunan juga terjadi di Kecamatan Palupuk.
04:08Pemerintah mencatat, ada 237 siswa yang mengalami gejala dan mendapat penanganan medis,
04:15di mana dua di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit di Bukit Tinggi.
04:19Dan setelah menjalani observasi mendalam,
04:22seluruh korban keracunan yang diduga akibat mengonsumsi MBG di Kabupaten Agam
04:26sudah diperbolehkan pulang.
04:28Sementara itu, selain menghentikan seluruh operasional dapur penyedia makanan yang bermasalah,
04:33yakni SPPG Pasialawe, Pemkap Agam, melakukan investigasi
04:38dan menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dikonsumsi para korban
04:42untuk menentukan langkah lebih lanjut.
04:44Saat ini sampel makanan tengah diuji di Laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Payakumbu.
04:50Kita harap tenang, karena Pemda tentu tidak tinggal diam.
04:55Kita ingin membantu masyarakat,
04:58kemudian kita ingin memastikan apa penyebab dari keracunan ini.
05:01Sekarang lagi tahap investigasi, lagi diteliti.
05:05Jadi kita mohon sabar, nanti setelah hasilnya baru kita sampaikan.
05:08Pempatkan kepada pihak dapur, kemudian kepada pihak sekolah,
05:13bahwasannya memang ini berasal dari makanan, terus ini bakternya bakternya apa.
05:18Sementara ratusan pelajar SMP di Makale, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan,
05:22dibawa ke rumah sakit, usai menyantap makan bergizi gratis.
05:27152 pelajar dan 20 guru diduga mengalami keracunan.
05:31Para pelajar SMP mengalami lemas, ngual, hingga muntah,
05:35dan mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
05:37Pasien yang datang rata-rata dalam kondisi lemas.
05:41Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harbuwono,
05:44menanggapi empat peristiwa dukaan keracunan masal terjadi dalam rentang tiga hari sejak 1 September 2026.
05:51Wamenkes bilang, pemerintah masih memeriksa laporan-laporan yang diterima.
05:56Pemeriksaan terhadap jumlah korban yang besar disebut memerlukan evaluasi lebih lanjut,
06:01termasuk untuk memastikan penyebab keracunan.
06:03Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya indikator kesalahan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG,
06:10Kementerian Kesehatan akan memberikan masukan kepada BGN.
06:14Kita masih kaji terus lebih dalam, karena masalah 1.300 itu bukan pemeriksaannya gampang kan.
06:20Kita harus evaluasi, tapi kalau misalnya memang ada indikator yang menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan SPPG-nya,
06:28pasti akan kita beri masukan pada BGN.
06:30Jadi Kementerian Kesehatan mengevaluasi kondisi klinisnya,
06:34yang paling penting adalah menolong dulu, ditolong dulu yang mengalami keracunan ini.
06:38Nanti investigasinya dilakukan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan BGN.
06:44Secepatnya kita akan lakukan.
06:48Pemerintah menyatakan akan menerapkan zero tolerance terhadap kasus keracunan.
06:52Setiap ada laporan, SPPG terkait dapat dihentikan sementara.
06:57Sample makanan diperiksa di laboratorium, dan kepala SPPG yang bertanggung jawab dapat dicopot.
07:03Tenaga ahli badan komunikasi, Hariko Wibawa Satria bilang,
07:07BGN terus memperbaiki tata kelola program MBG di tengah sejumlah kasus keracunan.
07:14Dengan mengusulkan pemecatan untuk kepala SPPG,
07:19kemudian menjatuhkan suspend kategori berat untuk SPPG terkait,
07:24dan apabila ada unsur pidana, maka proses hukum akan dilanjutkan.
07:30Dan kepada yang kami hormati seluruh masyarakat,
07:33jangan ragu-ragu untuk menelpon ke 127 kalau ada penyelewengan,
07:39kalau ada hal-hal yang dianggap tidak baik yang berjalan di dapur-dapur itu,
07:46hubungi 127, laporkan, jangan ada kekhawatiran.
07:53Jika kesalahan terjadi berulang di banyak dapur, di banyak daerah, dengan pola yang mirip,
07:59apakah masalahnya masih bisa disebut sekadar kelalaian individu,
08:03atau justru ada kelemahan pada sistem pengawasannya?
08:07Kepala BGN Sudaryono secara tegas bilang bahwa unsur pidana dalam kasus keracunan MBG diserahkan kepada kepolisian,
08:14dan meminta masyarakat untuk ikut menjadi pengawas.
08:19Jika ditemukan SPPG yang berbuat curang, maka akan dilakukan penyelidikan.
08:23Silahkan, kalau Anda menemukan di lapangan ada dapur yang, mohon maaf,
08:28mungkin dia melakukan kecurangan, dia misalnya markup, dan lain sebagainya,
08:32laporkan kami, kami investigasi.
08:34Ini beberapa...
08:37...pidana atau tidak tertentu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat berwajib.
08:42Sejauh ini, laporan yang kami terima dari kepolisian,
08:47beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan,
08:52itu dilakukan penyelidikan, dan ada yang sudah naik penyelidikan.
08:56Nah, apakah ada yang tersangka atau tidak,
08:58kita serahkan kepada hasil penyelidikan atau penyelidikan oleh aparat pendagang hukum di lantai.
09:04Bagi MBG Watch, penyelesaikan persoalan keracunan tidak cukup diselesaikan
09:08dengan mengganti atau mencopot kepala dapur.
09:11Koalisi Masyarakat Sipil ini menilai,
09:14rentetan kasus keracunan menunjukkan persoalan yang lebih dalam,
09:18yaitu tata kelola, pengawasan, dan akuntabilitas program.
09:23Jadi ini tidak hanya terjadi di situ,
09:26kami juga menerima kabar bahwa ada dugaan keracunan di Palupupak Agam juga,
09:30seperti itu, 200-an lebih siswa terkena.
09:32Dan ini membuktikan, bukti tak terbantahkan ya,
09:35bagaimana BGN ini gagal menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak kita,
09:39dan keracunan ini sudah sangat sistemik.
09:41Ini tidak hanya terjadi di Sidoarjo,
09:43tetapi juga di daerah-daerah lain selama 1,5 tahun lebih begitu.
09:46Ada beberapa catatan penting yang ingin kami utarakan.
09:50Yang pertama adalah solusi ataupun pendekatan pemerintah
09:55ketika menyelesaikan keracunan ini,
09:57seperti menyepelekan ya,
09:59jadi seperti reaktif dan juga sporadis begitu.
10:02Ada aturan 4 jam, ada wacana CCTV terpusat,
10:06ada logbook digital seperti itu, dan lain sebagainya.
10:09Kami melihatnya itu sebagai sedihnya keracunan anak-anak kami itu
10:13menjadi justifikasi untuk pengadaan-pengadaan hal yang baru begitu, Mbak.
10:16Itu yang harusnya menjadi perhatian pemerintah.
10:18Karena masalah keamanan panganan ini sangat kompleks ya,
10:21dan pemerintah harus hati-hati dalam memberikan solusi-solusi tersebut.
10:25Itulah kenapa standpoint dari MBG Watch,
10:27kami selalu tidak usah menggunakan SPPG,
10:30tidak ada BGN karena mereka gagal melaksanakan tugas mereka,
10:33yaitu memberikan gizi terbaik untuk anak-anak kita.
10:36Jangan sampai program yang bertujuan memperbaiki gizi anak
10:40justru malah menimbulkan risiko bagi kesehatan mereka.
10:44Niat baik harusnya dibarengi dengan tata kelola yang baik pula,
10:47sehingga tujuan untuk memberikan asupan bergizi bagi anak Indonesia
10:51bisa dirasakan manfaatnya oleh semua.
10:54Tim Liputan, Kumpas TV.
Komentar