Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, dugaan keracunan usai menyantap MBG terjadi di sejumlah daerah. Pertanyaannya, mengapa kasus serupa terus berulang?

Kasus terbaru dengan jumlah korban besar terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat total 748 orang terdampak.

Dan usai adanya kasus keracunan, SPPG Kalitengah ditutup sementara selama 30 hari untuk kebutuhan penyelidikan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf. BGN menyebut ada dugaan kelalaian dalam proses penyaluran makanan. Bahkan, BGN menilai ada unsur kelalaian yang disengaja.

Dugaan keracunan MBG juga terjadi di Nganjuk, Jawa Timur. Di SMAN 3 Nganjuk, para siswa menyantap menu nasi goreng yang tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluh mual, pusing, hingga muntah.

Data terbaru menyebut 58 siswa mengalami gangguan kesehatan.

Di Agam, Sumatera Barat dugaan keracunan juga terjadi di Kecamatan Palupuh.

Pemerintah mencatat ada 237 siswa yang mengalami gejala dan mendapat penanganan medis, di mana dua di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menanggapi peristiwa dugaan keracunan massal terjadi dalam rentang tiga hari sejak 1 September 2026.

Ia menyebut pemerintah masih memeriksa laporan-laporan yang diterima.

Pemeriksaan terhadap jumlah korban yang besar disebut memerlukan evaluasi lebih lanjut, termasuk untuk memastikan penyebab keracunan.

Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya indikator kesalahan pada SPPG, Kementerian Kesehatan akan memberikan masukan kepada BGN.

Pemerintah menyatakan akan menerapkan zero tolerance terhadap kasus keracunan.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi RI, Hariqo Wibawa Satria bilang BGN terus memperbaiki tata kelola program MBG di tengah sejumlah kasus keracunan.

Jika kesalahan terjadi berulang apakah masalahnya masih bisa disebut sekadar kelalaian individu? Atau justru ada kelemahan pada sistem pengawasannya?

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689031/terulang-lagi-kasus-keracunan-mbg-di-sejumlah-daerah-ada-salah-tata-kelola-sapa-malam
Transkrip
00:00Intro
00:06Silahkan, kalau Anda menemukan di lapangan ada dapur yang, mohon maaf, mungkin dia melakukan kecurangan, dia misalnya markup dan lain
00:15sebagainya, laporkan kami, kami investigasi.
00:16Intro
00:20Itulah kenapa standpoint dari MBG Watch, kami selalu tidak usah menggunakan SPPG, tidak ada BGN, karena mereka gagal melaksanakan tugas
00:28mereka, yaitu memberikan gizi terbaik untuk anak-anak kita.
00:41Intro
00:46Makanan yang seharusnya menjadi sumber gizi bagi anak-anak sekolah justru berulang memicu kekhawatiran.
00:53Dalam beberapa hari terakhir, dugaan keracunan usai menyantap makan bergizi gratis atau MBG terjadi di sejumlah daerah.
01:01Pertanyaannya, mengapa kasus serupa terus berulang?
01:08Kasus terbaru dengan jumlah korban terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.
01:12Dugaan keracunan terjadi setelah Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggulangin mengonsumsi MBG.
01:18Hingga Jumat, 4 September, Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat, total ada 748 orang yang terdampak.
01:26Usai menerima laporan adanya ratusan Santri yang diduga keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Kali Tengah
01:35pada Rabu kemarin.
01:37Bupati Sidoarjo mempertanyakan pengawasan dan regulasi waktu maksimal pengiriman dari selesai masak hingga diterima penerima manfaat kepada pemilik SPPG.
01:47Sampai ke pemilik, sampai mau hasil, kok sampai gak ngerti, gak kau nih.
01:52Ngerti gak anak-anak keracunan mau?
01:56Kalau ini pengiriman 4 jam, sudah selesai 4 jam, ditanya 6-7. Berarti gak paham penyelidikan sebagai pengelola, pemiliknya.
02:08Dan usai adanya kasus keracunan, SPPG Kali Tengah ditutup sementara selama 30 hari untuk kebutuhan penyelidikan.
02:17Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyampaikan permohonan maaf.
02:21BGN menyebut ada dugaan kelalaian dalam proses penyaluran makanan.
02:25Bahkan BGN menilai ada unsur kelalaian yang disengaja.
02:30Salah satu hal yang disorot adalah waktu makanan selesai dimasak dengan waktu makanan dikonsumsi.
02:36Menurut temuan sementara, makanan dilaporkan sudah matang sejak sekitar pukul 5 pagi.
02:41Sementara distribusi dan konsumsi berlangsung jauh setelahnya.
02:46Label batas waktu konsumsi juga disebut tidak ditempelkan pada setiap ompreng.
02:51Pelainkan hanya pada satu wadah.
02:55Omprengmu kok kasih jam 10, tapi kemudian kok kasih jam 11 lebih dan dimakan di atas jam 12.
03:01Nah, jadi Anda ini berarti ini adalah kelalaian yang disengaja.
03:06Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja.
03:09Aturan sudah diberikan, juklak suni sudah diberikan, cara sudah diberikan,
03:13tapi Anda lalai dalam melaksanakan.
03:15Ini namanya kelalaian yang disengaja.
03:17Bukan hanya dicopot, bukan hanya dipecat.
03:20Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana,
03:23mohon maaf, kami tidak bisa bantu.
03:27Sehari setelah kasus Sidoarjo,
03:29dugaan keracunan MBG juga terjadi di Nganjuk, Jawa Timur.
03:33Di SMA Negeri 3 Nganjuk,
03:34para siswa menyantap menu nasi goreng yang tiba di sekolah sekitar pukul 10 pagi.
03:39Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluh mual, pusing, hingga muntah.
03:44Data terbaru menyebut 58 siswa mengalami gangguan kesehatan.
03:49Selain di SMA Negeri 3 Nganjuk,
03:51beberapa siswa sekolah lain juga mengalami hal yang sama.
03:54Kasus ini masih dalam penelusuran,
03:57termasuk untuk memastikan apa penyebabnya benar-benar berasal dari makanan MBG.
04:02Di Agam Suwatra Barat pada periode yang hampir bersamaan,
04:06dugaan keracunan juga terjadi di Kecamatan Palupuk.
04:08Pemerintah mencatat, ada 237 siswa yang mengalami gejala dan mendapat penanganan medis,
04:15di mana dua di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit di Bukit Tinggi.
04:19Dan setelah menjalani observasi mendalam,
04:22seluruh korban keracunan yang diduga akibat mengonsumsi MBG di Kabupaten Agam
04:26sudah diperbolehkan pulang.
04:28Sementara itu, selain menghentikan seluruh operasional dapur penyedia makanan yang bermasalah,
04:33yakni SPPG Pasialawe, Pemkap Agam, melakukan investigasi
04:38dan menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dikonsumsi para korban
04:42untuk menentukan langkah lebih lanjut.
04:44Saat ini sampel makanan tengah diuji di Laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Payakumbu.
04:50Kita harap tenang, karena Pemda tentu tidak tinggal diam.
04:55Kita ingin membantu masyarakat,
04:58kemudian kita ingin memastikan apa penyebab dari keracunan ini.
05:01Sekarang lagi tahap investigasi, lagi diteliti.
05:05Jadi kita mohon sabar, nanti setelah hasilnya baru kita sampaikan.
05:08Pempatkan kepada pihak dapur, kemudian kepada pihak sekolah,
05:13bahwasannya memang ini berasal dari makanan, terus ini bakternya bakternya apa.
05:18Sementara ratusan pelajar SMP di Makale, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan,
05:22dibawa ke rumah sakit, usai menyantap makan bergizi gratis.
05:27152 pelajar dan 20 guru diduga mengalami keracunan.
05:31Para pelajar SMP mengalami lemas, ngual, hingga muntah,
05:35dan mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
05:37Pasien yang datang rata-rata dalam kondisi lemas.
05:41Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harbuwono,
05:44menanggapi empat peristiwa dukaan keracunan masal terjadi dalam rentang tiga hari sejak 1 September 2026.
05:51Wamenkes bilang, pemerintah masih memeriksa laporan-laporan yang diterima.
05:56Pemeriksaan terhadap jumlah korban yang besar disebut memerlukan evaluasi lebih lanjut,
06:01termasuk untuk memastikan penyebab keracunan.
06:03Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya indikator kesalahan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG,
06:10Kementerian Kesehatan akan memberikan masukan kepada BGN.
06:14Kita masih kaji terus lebih dalam, karena masalah 1.300 itu bukan pemeriksaannya gampang kan.
06:20Kita harus evaluasi, tapi kalau misalnya memang ada indikator yang menunjukkan bahwa ini adalah kesalahan SPPG-nya,
06:28pasti akan kita beri masukan pada BGN.
06:30Jadi Kementerian Kesehatan mengevaluasi kondisi klinisnya,
06:34yang paling penting adalah menolong dulu, ditolong dulu yang mengalami keracunan ini.
06:38Nanti investigasinya dilakukan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan BGN.
06:44Secepatnya kita akan lakukan.
06:48Pemerintah menyatakan akan menerapkan zero tolerance terhadap kasus keracunan.
06:52Setiap ada laporan, SPPG terkait dapat dihentikan sementara.
06:57Sample makanan diperiksa di laboratorium, dan kepala SPPG yang bertanggung jawab dapat dicopot.
07:03Tenaga ahli badan komunikasi, Hariko Wibawa Satria bilang,
07:07BGN terus memperbaiki tata kelola program MBG di tengah sejumlah kasus keracunan.
07:14Dengan mengusulkan pemecatan untuk kepala SPPG,
07:19kemudian menjatuhkan suspend kategori berat untuk SPPG terkait,
07:24dan apabila ada unsur pidana, maka proses hukum akan dilanjutkan.
07:30Dan kepada yang kami hormati seluruh masyarakat,
07:33jangan ragu-ragu untuk menelpon ke 127 kalau ada penyelewengan,
07:39kalau ada hal-hal yang dianggap tidak baik yang berjalan di dapur-dapur itu,
07:46hubungi 127, laporkan, jangan ada kekhawatiran.
07:53Jika kesalahan terjadi berulang di banyak dapur, di banyak daerah, dengan pola yang mirip,
07:59apakah masalahnya masih bisa disebut sekadar kelalaian individu,
08:03atau justru ada kelemahan pada sistem pengawasannya?
08:07Kepala BGN Sudaryono secara tegas bilang bahwa unsur pidana dalam kasus keracunan MBG diserahkan kepada kepolisian,
08:14dan meminta masyarakat untuk ikut menjadi pengawas.
08:19Jika ditemukan SPPG yang berbuat curang, maka akan dilakukan penyelidikan.
08:23Silahkan, kalau Anda menemukan di lapangan ada dapur yang, mohon maaf,
08:28mungkin dia melakukan kecurangan, dia misalnya markup, dan lain sebagainya,
08:32laporkan kami, kami investigasi.
08:34Ini beberapa...
08:37...pidana atau tidak tertentu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat berwajib.
08:42Sejauh ini, laporan yang kami terima dari kepolisian,
08:47beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan,
08:52itu dilakukan penyelidikan, dan ada yang sudah naik penyelidikan.
08:56Nah, apakah ada yang tersangka atau tidak,
08:58kita serahkan kepada hasil penyelidikan atau penyelidikan oleh aparat pendagang hukum di lantai.
09:04Bagi MBG Watch, penyelesaikan persoalan keracunan tidak cukup diselesaikan
09:08dengan mengganti atau mencopot kepala dapur.
09:11Koalisi Masyarakat Sipil ini menilai,
09:14rentetan kasus keracunan menunjukkan persoalan yang lebih dalam,
09:18yaitu tata kelola, pengawasan, dan akuntabilitas program.
09:23Jadi ini tidak hanya terjadi di situ,
09:26kami juga menerima kabar bahwa ada dugaan keracunan di Palupupak Agam juga,
09:30seperti itu, 200-an lebih siswa terkena.
09:32Dan ini membuktikan, bukti tak terbantahkan ya,
09:35bagaimana BGN ini gagal menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak kita,
09:39dan keracunan ini sudah sangat sistemik.
09:41Ini tidak hanya terjadi di Sidoarjo,
09:43tetapi juga di daerah-daerah lain selama 1,5 tahun lebih begitu.
09:46Ada beberapa catatan penting yang ingin kami utarakan.
09:50Yang pertama adalah solusi ataupun pendekatan pemerintah
09:55ketika menyelesaikan keracunan ini,
09:57seperti menyepelekan ya,
09:59jadi seperti reaktif dan juga sporadis begitu.
10:02Ada aturan 4 jam, ada wacana CCTV terpusat,
10:06ada logbook digital seperti itu, dan lain sebagainya.
10:09Kami melihatnya itu sebagai sedihnya keracunan anak-anak kami itu
10:13menjadi justifikasi untuk pengadaan-pengadaan hal yang baru begitu, Mbak.
10:16Itu yang harusnya menjadi perhatian pemerintah.
10:18Karena masalah keamanan panganan ini sangat kompleks ya,
10:21dan pemerintah harus hati-hati dalam memberikan solusi-solusi tersebut.
10:25Itulah kenapa standpoint dari MBG Watch,
10:27kami selalu tidak usah menggunakan SPPG,
10:30tidak ada BGN karena mereka gagal melaksanakan tugas mereka,
10:33yaitu memberikan gizi terbaik untuk anak-anak kita.
10:36Jangan sampai program yang bertujuan memperbaiki gizi anak
10:40justru malah menimbulkan risiko bagi kesehatan mereka.
10:44Niat baik harusnya dibarengi dengan tata kelola yang baik pula,
10:47sehingga tujuan untuk memberikan asupan bergizi bagi anak Indonesia
10:51bisa dirasakan manfaatnya oleh semua.
10:54Tim Liputan, Kumpas TV.
Komentar

Dianjurkan