00:05Masih di Kompas Petang, TNI Angkatan Udara dan BNPB mengerahkan sejumlah helikopter untuk memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan
00:12di wilayah terisolasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
00:19Dari pantauan udara, asap pekat menutupi sejumlah titik api di kawasan terisolasi kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
00:28Penyebaran titik api semakin meluas karena pemadaman sulit dijangkau jalur darat.
00:34Helikopter karakal TNI AU melakukan waterbombing dengan menjatuhkan ribuan liter air menggunakan pasokan embung dan penampungan buatan tepat di titik
00:44api.
00:45Titik api berada di kawasan vital ring 1 bandara.
00:48Metode waterbombing diharapkan bisa memadamkan api untuk mencegah ancaman asap terhadap keselamatan penerbangan.
01:00Ini ada lima pesawat mereka, dua pesawat sebagai patroli dan standby OMC, dan tiga heli waterbombing.
01:08Sehingga Satgas ini terlibat melakukan operasi dan ulangan dari Satgas Udara sejak awal bencana ini dilakukan di pertengahan atau di
01:18awal dari Agustus.
01:19Kemudian heli TNI juga bergabung sudah hampir dua minggu ini untuk memperkuat kemampuan.
01:28Operasi pemadaman kebakaran lahan juga dilakukan anggota Pores Kuburaya dengan persediaan air dan alat yang ada.
01:36Upaya pendinginan di sejumlah lahan yang terbakar terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
01:45Provinsi Kalimantan Barat menjadi provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan paling parah di Indonesia, Saudara.
01:52Keopatin Ketapang ada 4.000 titik panas yang tersebar di area Keopatin Ketapang.
01:57Kalimantan bisa dilihat ya, titik panas adalah titik yang menyembunyikan bara api ataupun sumber potensi api yang kemudian kembali menyala
02:09dan tentu ini sangat berbahaya.
02:11Tadi juga saya sudah memantau melalui visual drone begitu luas hamparan yang terbakar bahkan dalam visual tersebut tidak terlihat ujung
02:19dari area yang terbakar.
02:21Mungkin sebaran panas ya, sebaran titik panas ini sangat-sangat potensial untuk kembali menyalakan api.
02:26Ya, betul. Dilihat dari kondisi bahan bakarnya, masih banyak bahan bakar yang belum terbakar secara sempurna, sehingga ketika kondisi angin
02:33mulai meningkat seperti sekarang ini,
02:35ada potensi yang cukup besar untuk terjadinya penyalaan kembali di atas permukaan.
02:39Mayoritas gambut ini, kita tidak hanya bisa melakukan pemadaman dari atas permukaan, mereka masih tetap melakukan yang disebut namanya smoldering
02:45ataupun pembaraan di bawah tanah, sehingga itu yang harus selalu kita kejar.
02:49Untuk area ini saja, ini kurang lebih sudah 2 minggu kami lakukan pembasaan, tapi masih bisa dilihat seperti ini kondisinya
02:55di saat ini,
02:56di mana asap masih banyak termasuk juga pembaraan di bawah tanah.
03:00Kendala terbesarnya adalah masalah air, karena di berbagai wilayah termasuk di kondisi parit yang ada di depan kita ini,
03:07yang awalnya ketika terjadi hujan ataupun pada kemarau di hari biasanya, itu masih terdapat cukup banyak air.
03:13Sumber titik api awal mulanya yaitu berada di area perkebunan yang tidak dimanfaatkan,
03:19ataupun area-area ataupun lahan tidur yang kita sebut sebagai lahan tidur, yang kemudian dilakukan kegiatan pembukaan lahan melalui pembakaran.
03:27Baik, terima kasih. Mas ini petugas pemadaman Kak Hutla di Kecamatan Muara Pawan.
03:32Itu tadi saudara, perjalanan saya dengan salah satu petugas pemadaman yang ada di sini,
03:35Medi Punur Bagia dan juga Ajri Hafiz melaporkan langsung dari Kalimantan Barat.
03:43Dampak kebakaran hutan dan lahan Kalimantan membuat kabut asap menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia.
03:49Bahkan salah satu ikon gedung, Petronas Tower, dari kejauhan kurang terlihat akibat tertutup asap.
03:55Kuala Lumpur mencatat indeks pencemaran udara menempatkan kualitas udara di Kuala Lumpur masuk kategori tidak sehat.
04:09Kelompok masyarakat sipil Malaysia menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia, KBRI,
04:16di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat pagi waktu setempat.
04:20Aksi dilakukan sebagai bentuk protes kebakaran hutan dan lahan Kalimantan,
04:24yang asapnya sampai ke Malaysia dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Malaysia.
04:30Hidup! Hidup! Hidup rakyat!
Komentar