Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tengah hangatnya informasi soal 8 WNI bergabung jadi tentara Rusia, muncul rekaman video yang memperlihatkan seorang warga negara Indonesia berseragam militer Rusia ditangkap pasukan militer Ukraina.

Imigrasi Depok menyebut Wahyu Oktavia Iskandar adalah satu dari delapan WNI yang bergabung jadi tentara Rusia yang menggunakan visa wisata. Sebelum berangkat, Wahyu terlebih dahulu mengajukan pergantian paspor pada 6 April 2026.

Wahyu Oktavia Iskandar tercatat pada 6 April 2026 mengajukan pergantian paspor untuk tujuan wisata di Kantor Imigrasi Depok.

Dalam wawancaranya dengan pihak Imigrasi kala itu, Wahyu mengaku hendak ke Malaysia untuk keperluan bisnis sepatu dan tas bermerek yang ia kelola di Depok.

Belakangan diketahui, Wahyu Oktavia Iskandar yang bertempat tinggal di kawasan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok, merupakan satu dari 8 WNI yang menjadi tentara Rusia dan ditangkap tentara Ukraina.

Di mata ketua RT tempat tinggalnya, Wahyu dikenal sebagai sosok yang kurang bersosialisasi. Ayahnya merupakan pensiunan anggota TNI.

Wahyu Oktavia Iskandar diketahui RT terakhir terlihat di lingkungan rumahnya awal tahun lalu.

Pascapemberitaan Wahyu viral, kediamannya tampak tertutup.

Meski video WNI yang ditawan tentara Ukraina dan ada pengakuan ia dipaksa jadi tentara Rusia belum terverifikasi, yang jadi pertanyaan bagaimana jaminan perlindungan terhadap WNI yang bekerja di luar negeri jika menghadapi situasi seperti di video yang beredar?

Kita bahas bersama pakar PPAU Alumni US Air War College, Marsma Purnawirawan Agung Sasongkojati, dan juga ada praktisi & pengajar HI dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.

Baca Juga Respons Soal Video WNI Jadi Tentara Rusia, DPR: Informasi Tersebut Belum Valid | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/689007/respons-soal-video-wni-jadi-tentara-rusia-dpr-informasi-tersebut-belum-valid-kompas-petang

#wni #tentararusia #viral #wnidepok #imigrasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689012/pakar-strategi-ppau-dan-praktisi-hi-soroti-soal-8-wni-jadi-tentara-rusia-siapa-yang-tanggung-jawab
Transkrip
00:00Tanah tanah airku, tanah tumpah daraku, disanalah aku berdiri, jadi pandu ikutku.
00:26Wahyu Oktavia Iskandar, tercatat pada 6 April 2026, mengajukan pergantian paspor untuk tujuan wisata di kantor imigrasi Depok.
00:36Dalam wawancaranya dengan pihak imigrasi kala itu, Wahyu mengaku hendak ke Malaysia untuk keperluan bisnis sepatu dan tas bermerek yang
00:44ia kelola di Depok.
00:46Inisial WOI itu membuat paspor, penggantian paspor itu di tanggal 6 April 2026, sesuai dengan SOP kami, menggunakan M-Paspor,
00:57dan juga sudah kami wawancarai di mana hasil wawancara tersebut, WOI menyampaikan bahwa tujuannya untuk wisata ke Malaysia,
01:07dan mendukung usahanya sebagai penjual sepatu dan tas brandi secara online di Depok.
01:17Kalau berdasarkan datanya itu sebuah karyawan wira swasta.
01:23Belakangan diketahui, Wahyu Oktavia Iskandar yang bertempat tinggal di kawasan rangkapan Jaya Baru Pancoran Mas, Kota Depok,
01:30merupakan satu dari delapan WNI yang menjadi tentara Rusia dan ditangkap tentara Ukraina.
01:39Di mata ketua RT tempat tinggalnya, Wahyu dikenal sebagai sosok yang kurang bersosialisasi.
01:45Ayahnya merupakan pensiunan anggota TNI.
01:49Saya dengar lah gitu kan, cuman kalau dikatakan sok, ya dibilang sok karena itu warga saya,
01:58dibilang tidak kaget pun ya karena memang tidak terlihat mata setiap harinya gitu.
02:03Artinya memang dia dibilang warga secara data iya, tapi secara aktivitas kan nggak pernah kelihatan di sini gitu.
02:09Jadi apa yang dilakukan di luar sana saya juga nggak tahu.
02:12Sehingga keputusan yang kejadian tadi, kejadian yang disebutkan tadi, itu juga bagi saya.
02:18Apa benar atau tidak saya juga buah alam kan gitu kan.
02:21Dia itu di sini tuh jarang sekali ya, nggak berbaur sebetulnya.
02:25Nggak berbaur dengan angker maja pun juga.
02:28Jadi tapi saya hello, bukan berarti tidak berbaur, bukan berarti tidak akur ya.
02:33Biasa akur, cuman kepentingan berbeda lah, artinya mungkin dia punya urusan sendiri lah gitu.
02:37Orang sepertinya iya, pensiunan TNI AL.
02:41Almarhum ya.
02:43Wahyu Oktavia Iskandar diketahui RT terakhir terlihat di lingkungan rumahnya awal tahun lalu.
02:50Pasca pemerintahan Wahyu viral, kediamannya tampak tertutup.
02:57Hidayatul Mulyadi, Kompas TV, Depok, Jawa Barat
03:03Meski video WNI yang ditawan tentara Ukraina dan ada pengakuan ia dipaksa jadi tentara Rusia belum terverifikasi.
03:10Yang jadi pertanyaan, bagaimana jaminan perlindungan terhadap WNI yang bekerja di luar negeri
03:16jika menghadapi situasi seperti di video yang beredar?
03:19Kita bahas bersama pakar PPAU Alumni US Air World College, Marsma Purnawirawan Agung Sasongko Jati.
03:25Ada juga praktisi dan pengajar hubungan internasional dari Sinerja Polisis, Dina Praptora Harja.
03:31Selamat petang semuanya.
03:33Selamat petang.
03:33Selamat petang.
03:34Mbak Dina, sejauh ini kan respons pemerintah masih diverifikasi, tidak merepresentasikan pemerintahan Indonesia.
03:39Tapi sejauh ini, seberapa urgen untuk verifikasi ini dilakukan oleh pemerintah dan langkah apa yang mesti dilakukan secara cepat?
03:47Sangat urgen untuk dilakukan cepat ya, karena situasi ketegangan geopolitik itu memang harus dijadikan satu landasan
03:56bahwa yang dihadapi ini bukan masalah individual.
03:58Kalau saya menangkap kesan dari respon Komisi 1 tadi, masalah ini masih dianggap sebagai masalah yang bisa diselesaikan di tataran
04:07individu,
04:07bahwa ada niat individu, padahal masalahnya itu sebenarnya struktural.
04:12Karena dalam skema perang hibrida yang terjadi bahkan pada zaman Amerika Serikat itu ada di Afganistan misalnya,
04:20itu rekrutmen terhadap orang-orang asing untuk menjadi bagian dari pekerja militer mereka,
04:27itu adalah satu hal yang sudah pernah terjadi.
04:30Dan saat ini Rusia aktif sebenarnya bukan hanya di Asia Tenggara, tapi di Asia Selatan,
04:37mereka juga melakukan rekrutmen-rekrutmen yang memang di luarnya itu nggak kelihatan.
04:43Mereka mengatakan itu akan bekerja sebagai militer,
04:46tapi mereka bilang menjadi penjaga yang tidak di wilayah combat, tidak di wilayah pertempuran.
04:51Tapi memang kita kan masih selalu lemah ya di koordinasi antar kementerian,
04:58kemudian di imigrasi, di pencatatan nanti di negara tujuan, itu selalu masih jadi kendala.
05:06Jadi menurut saya harus dilakukan cepat respon ini, karena ini bukan masalah perorangan lagi.
05:12Pak Agung kan kalau dari pengakuan video, pria itu ngakunya dipaksa jadi tentara Rusia,
05:16padahal daftarnya klinis service. Apakah modus ini memang lazim Pak?
05:21Ya, jadi memang yang direkrut itu kan ada mantan TNI atau sipil ya.
05:25Biasanya mereka itu adalah faktornya itu desakan ekonomi, kerentanan psikologis,
05:29ada masalah psikologis lah, atau keluarga.
05:31Dan taktik rekrutmen, ada taktik kandestin lah, taktik cara benar-benar rekrut.
05:35Jadi kalau TNI biasanya itu yang diberhentikan dengan tidak hormat,
05:39karena ada masalah, pensiun dini, atau kesulitan beradaptasi dengan kehidupan sipil.
05:43Nah, dia punya kehilangan kesehatan dan kehilangan center purpose.
05:47Karena memang sekarang private military contractor PMC itu memang gajinya besar ya.
05:52Kalau bagian yang seperti bagian rendah saja, 2000 sampai 3500 per bulan,
05:56termasuk nanti dia dibiayai juga untuk transportasinya,
06:01dan itu bersih ya kalau makan segala macam sudah ditanggung.
06:03Jadi, dorongan finansial dan kebutuhan untuk naruhi tempur combat.
06:08Kita ketahui banyak orang Eropa yang ikut gabung juga,
06:10karena mereka suka main games itu loh.
06:12Games temba-tembaan itu.
06:13Nah, itu yang jadi.
06:14Kemudian, kalau yang sipil, yang utama adalah kemiskinan struktural,
06:19dan biasanya juga penipuan.
06:20Karena jaringan broker internasional kadang iming-imingnya adalah
06:23pekerjaan sipil berupa tinggi di Rusia atau Repotemir,
06:26seperti penjaga fasilitas, sopir logistik,
06:28atau konstruksi di zona terbelakang.
06:31Tapi, begitu tiba-tiba di lokasi, alih-alih untuk kerja di situ,
06:34malah mereka disuruh mengetahui kontrak militer.
06:36Berarti, Pak Agung, kalau misalnya untuk sipil tidak dilihat dari background-nya,
06:40tujuan mereka dijadikan tentara untuk di bagian apa, Pak?
06:44Saya beberapa kali diminta sarannya oleh beberapa teman,
06:48kebetulan saya kan membina komunitas remote pilot atau pilot drone,
06:54dan saya beri nasihat mereka itu risikonya besar sekali,
06:57dan sebaiknya jangan, karena mereka juga diming-ing-ing.
07:00Karena perang ini sekarang kan perang infantry, artillery, sama drone.
07:03Jadi, tidak saja ini, tapi kalau drone lebih tinggi.
07:07Dia gajinya di atas 5.000 dolar.
07:08Itu sangat menarik ya, bagi orang ini.
07:11Dia merasa aman saja, tapi dia nggak berpikir.
07:13Kalau merasa aman, tetapi 20, 30, atau 40 kilometer
07:16di garis belakang dari garis batas pertempuran,
07:20itu tetap berbahaya, karena perangnya kan artillery, glide bomb,
07:24kemudian menggunakan drone juga.
07:25Karena kebanyakan ini, jadi masalah besar bagi mereka,
07:29karena mereka pertama tidak militer,
07:31kedua juga mereka tidak tahu bahasanya dan masalah.
07:34Dan yang paling penting adalah soal kewarangan keregaraan loh.
07:37Karena mereka kehilangan, otomatis kehilangan kewarangan keregaraan,
07:39berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2016
07:41tentang pasal 23 huruf D.
07:43Itu kan apa ya?
07:45Oke, nah kalau gitu dengan banyaknya resiko itu,
07:47termasuk juga keselamatan, Mbak Dina,
07:49apakah secara diplomatik Indonesia sebenarnya bisa minta pertanggung jawaban ke Rusia?
07:54Tentu.
07:55Jadi ini sebenarnya satu agenda bilateral yang harus dinaikkan oleh pemerintah Indonesia ya,
08:01bahwa berkembangnya perang Rusia yang sampai sekarang juga belum ada ujungnya,
08:06itu menunjukkan ada rekrutmen secara sistematis,
08:11yang sebenarnya sifatnya itu state sponsored ya,
08:14dikerjakan oleh state.
08:15Jadi instansi yang merekrut itu kerjasama dengan swasta,
08:20swasta dari Rusia dan juga dari negara-negara yang lain.
08:23Ini seperti jaringan yang mencoba mencari logistik gitu,
08:28logistiknya dalam bentuk orang yang kemudian nanti bisa menunjang
08:31kegiatan ke wilayah-wilayah yang memang gak mau dijangkau oleh orang Rusia.
08:36Kita tahu orang-orang Rusia ini juga sudah mulai menipis ya,
08:39cadangan orang yang mau perang di Rusia.
08:42Tapi kan perangnya masih berlangsung terus.
08:44Jadi menurut saya sayang juga bahwa kemarin kita ke Rusia,
08:49pemerintah kita ke Rusia, agenda seperti ini gak masuk.
08:53Dan menurut saya salah satu faktornya adalah,
08:55karena saat ini Indonesia itu belum punya lagi buku putih pertahanan.
09:00Jadi isu yang seperti ini bisa sampai gak tertangkap,
09:03padahal secara lintas batas sebenarnya ini sangat-sangat sentral
09:06untuk ikut dibahas karena perpotongannya soal geopolitik sangat kental.
09:11Oke, Pak Agung dengan perang Rusia-Ukraine yang juga masih berlangsung sebenarnya
09:15untuk menghindari adanya asumsi keberpihakan Indonesia,
09:18perlukah kita secara khusus mengklarifikasi itu ke Ukraina?
09:23Ya harus, karena itu kan orang-orang negara kita ya.
09:25Jadi kita kan gak katanya otomatis lepas,
09:28tapi kan gak begitu juga kan.
09:29Itu kan harus ada dalam PP-nya kan, itu undang-undang.
09:31PP-nya bagaimana bicara?
09:33Jadi memang harus kita, harus kita apa,
09:36harus melaksanakan Kementerian Luar Negeri,
09:39harus mengutus diploma untuk mengetesan,
09:40karena itu orang-orang negara kita.
09:41Atau dicek betul gak orang-orang negara kita,
09:43karena agak unik juga ya.
09:44Biasanya kan mereka tewas di depan garis depan,
09:46masuk gitu, bisa ditawan itu kan hal yang unik,
09:48karena biasanya sedikit yang bisa hidup
09:50kalau dia berada masuk dalam situ.
09:52Dan kita mencurigakannya kan menurut saya ya,
09:54saya tuh kadang-kadang melihat,
09:56kok kebetulan Presiden kita datang ke mana,
09:59ke Rusia, dalam raca di Rusia sekarang,
10:02tiba-tiba dia yang ketangkep.
10:03Karena orang Ukraina dan orang Rusia itu
10:05sama-sama orang keturunan Rusia,
10:07jadi bahasanya sama,
10:09dan kadang-kadang betulkah dia direkrut oleh Rusia,
10:11karena dia ditangkep oleh orang Ukraina,
10:13dan kelihatannya baik-baik saja.
10:15Biasanya tuh gak baik-baik saja,
10:17itu jarang yang selamat ya,
10:18kalau udah dijadikan umpan artileri itu.
10:23Tapi yang terus terang,
10:24sekarang ada beberapa hal yang harus kita kerjakan.
10:25Pertama adalah dari deteksi dini intelijen
10:28untuk cyber monitoring dan infiltrasi jaringan broker.
10:31Jadi terus ada orang kita yang masuk jaringan broker
10:32yang gampang saja,
10:34oh saya mau cari kerja di Rusia.
10:35Tahu nanti pasti ada orang yang nawar ini,
10:37mau di Rusia.
10:37Nah itu kita masuk intelijen,
10:38kita masuk.
10:39Kedua adalah pengawasan imigrasi dan transit yang ketat
10:42di border control.
10:42Ketiga adalah penegakan hukum dan efek jerah.
10:45Determin efek kita harus yang tangkep,
10:46harus dihukum,
10:47dan sekalian yang gak setamata langsung dicopot.
10:50Tidak, kan itu ada proses kan.
10:51Kemudian terakhir adalah penguatan
10:52program reintegrasi eksprajurit TNI.
10:55Yang lepas,
10:56baik dia diberhentikan dengan tidak hormat,
10:58atau diberikan dengan hormat,
10:59apapun itu,
11:00diberi kesempatan untuk bekerja.
11:02Karena jangan dilepas begitu saja,
11:03seolah-olah,
11:04karena kan masalah tidak hormat itu kan banyak masalah ya,
11:06bukan hanya sekedar dia perilakunya buruk,
11:08tapi ada juga hal-hal lain yang,
11:09mungkin karena situasi dan kondisi,
11:11semua orang bisa buat salah.
11:12Tapi kan setelah dihukum,
11:13dia dianggap tidak bersalah lagi.
11:15Nah, itu diberi kesempatan untuk bekerja.
11:16Jadi, intinya adalah kemiskinan,
11:18dan bahaya atau rekrutmen dari orang-orang
11:21yang memang bertugas untuk merekrut.
11:23Oke.
11:23Mbak Dina,
11:25pertama saya mau tanya dulu,
11:26soal tawaran kerja ini,
11:27artinya edukasi agar tidak ada yang tergigur,
11:30ini sebenarnya beban dari siapa?
11:31Dan yang kedua juga adalah soal,
11:33ketika ini kan memang ada risiko kehilangan keluarga negaraan.
11:36Apakah masih perlu ada kewajiban negara
11:38untuk melakukan perlindungan atau pencebutan?
11:43Saya melihat begini,
11:45kalau kita bilang ini jaringan,
11:48suatu jaringan internasional,
11:49yang memang sistematis juga disponsori oleh negara.
11:53Bayangkan,
11:53bahwa mereka pasti akan berusaha merekrut orang,
11:57apapun yang terjadi.
11:58Dan itu biayanya yang dijadikan dasar
12:01juga pasti luar biasa besar.
12:03Artinya,
12:04mau pakai teknik apapun,
12:06termasuk menipu,
12:08itu pasti akan dilakoni.
12:09Makanya,
12:10kalau orang mau ditipu itu kan,
12:11jelas kita nggak akan tahu,
12:13karena dia tahu titik kelemahan kita kan.
12:15Orang-orang yang berangkat dan ditemukan identitasnya,
12:18kalau saya lihat angkanya ya,
12:21usia mereka,
12:22itu rata-rata di usia yang kemungkinan secara ekonomi
12:24sudah masuk ke stagnan.
12:27Bisa jadi mereka kehilangan pekerjaan,
12:29bisa jadi mereka itu dalam posisi,
12:31nggak ada perkembangan sama sekali dalam karirnya,
12:33sehingga berpikir untuk kita cobalah ke luar negeri.
12:37Usianya itu semua di atas 30, 40,
12:39bahkan udah ada yang mendekati 50 gitu.
12:41Jadi,
12:41kita sendiri harus berpikir,
12:44dan saya melihat,
12:45saya menampingi satu kasus ya,
12:47sekarang di Indonesia.
12:48Respon pemerintah itu,
12:50gara-gara skamer,
12:51dasar-sistus skamer terjadi di mana-mana,
12:54lamban sekali.
12:55Harus saya sampaikan demikian,
12:57mohon maaf ya.
12:58Mereka selalu pakai paradigma bahwa,
13:02kalau mereka udah terlibat di satu jaringan yang seperti itu,
13:06maka bukan lagi tanggung jawab negara,
13:08karena mereka pasti mau gitu kan,
13:10ikut berangkat,
13:11tergiur,
13:12dan seterusnya.
13:13Padahal,
13:13namanya juga orang ditipu,
13:15dan mereka tetap warga negara Indonesia,
13:17maka negara tetap bertanggung jawab,
13:19minimal warga negara yang berurusan dengan hukum,
13:22itu tetap tanggung jawab pemerintah untuk menampingi.
13:25Oke,
13:26baik.
13:26Mbak Adina dan Pak Agung,
13:27terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
13:30Saya selalu semuanya ya.
13:31Terima kasih.
13:32Selamat sore, Bu.
13:33Selamat sore.
Komentar

Dianjurkan