00:00Terima kasih Anda masih di Rosi. Kita sedang membicarakan soal apa yang dikatakan oleh mantan Presiden Jokowi, kekuasaan jangan dipakai
00:10menjatuhkan orang.
00:11Saya masih bersama pengamat politik dan militer Universitas Nasional Dr. Selamat Ginting dan Ketua Pergerakan Indonesia untuk semua, Dr. Ade
00:19Armando.
00:23Saya mau sedikit lagi kemudian mencoba mengingatkan apa yang dikatakan oleh mantan Presiden Jokowi, yaitu Lamun Siro Sakti Ojo Mateni,
00:35mohon maaf semoga saya dapat mengucapkannya ini dengan baik.
00:38Lamun Siro Pinter Ojo Mintri, Lamun Siro Banter Ojo Disiki, kalau kamu sakti atau punya kekuasaan besar, jangan suka menjatuhkan
00:48atau merugikan orang lain.
00:51Lamun Siro Pinter Ojo Mintri, jika kamu pintar dan cerdas, jangan merasa paling pintar untuk memperdaya atau merendahkan orang lain.
00:58Lamun Siro Banter Ojo Disiki, meskipun kamu mampu bergerak atau berjalan cepat, jangan suka mendahului atau melompati aturan dan hak
01:07orang lain dengan semena-mena.
01:09Sebuah petua yang baik untuk kekuasaan, tapi kemudian malah dipersepsikan, ah dulu juga waktu berkuasa melakukan hal yang sama, itu
01:21kira-kira mengapa petua ini kemudian tidak secara jenuin dapat diterima dengan baik.
01:28Karena pada waktu Pak Jokowi berkuasa selama 10 tahun, ia melakukan hal yang sebenarnya sedang ia kritik saat ini.
01:35Saya nih, nggak ada. Kalau orang yang berpikiran begitu menurut saya, saya cuma karena emang udah punya ketidakpercayaan aja.
01:46Jadi it started from, ya nggak percaya aja sama Pak Jokowi, dia ngomong apapun juga salah.
01:55Ijazahnya aja ditanyain gitu ya.
01:57Nah, dalam hal ini misalnya pertanyaan Anda nih ya, ketika dia berkuasa, Anda juga bilang tadi kan, Anda sekarang ngeritik
02:04orang yang berkuasa sekarang.
02:06Ketika Anda dulu berkuasa, Anda juga begitu.
02:09Saya akan tanya yang mana, yang mana bahwa Pak Jokowi itu menggunakan kekuasaannya untuk menghabisin orang lain?
02:17Nggak ada.
02:17Saya persempit. Apa yang dikatakan Bung Selamat Ginting adalah memberikan pidato ini sebenarnya untuk menjaga lingkaran keluarga Pak Jokowi yang
02:27ada dalam kekuasaan dan supaya tidak apa, supaya tetap membersamai Pak Prabowo dan jangan ditinggalkan.
02:33Jangan lagi terulang kursi wakil presiden itu bersama kursinya Menko, harusnya disamping oleh, disamping presiden.
02:40Nggak, saya nggak percaya.
02:42Sebenarnya dalam wawancara dengan Tempo sudah jelas, Jokowi juga sudah memberikan isyarat-isyarat bahwa, misalnya kalimat begini.
02:49Saya juga sudah agak jarang nih ngobrol sama Pak Prabowo, dia jarang ketemu.
02:54Itu kan represents bahwa dulu orang menganggap dia betul-betul Dwi Tunggal nih.
03:01Dia selalu ada bersama-sama Pak Prabowo.
03:03Siapa yang Dwi Tunggal maksudnya?
03:04Bukan Dwi Tunggal. Jadi Pak Jokowi itu selalu berada bersama Pak Prabowo.
03:08Kalimat yang terakhir itu menunjukkan bahwa sebetulnya nggak gitu-gitu amat loh.
03:13Saya sudah jarang ketemu Pak Prabowo.
03:15Sudah jarang ketemu Pak Prabowo.
03:17Ingin menjawab spekulasi orang bahwa Pak Jokowi masih cewe-cewe Pak Prabowo.
03:23Dan itu dijawab oleh Pak Jokowi.
03:25Tapi saya mau kembali yang tadi ya.
03:27Misalnya bahwa Pak Jokowi juga melakukan hal yang sebelumnya dia kritik.
03:31Saya mau tanya nih, Bung Selamat Ginting ini sudah ngeritik Prabowo Jokowi.
03:35Sejak kapan?
03:37Sejak Jokowi masih jadi presiden.
03:39Dia diganggu nggak?
03:40Sama sekali nggak.
03:42Roy Suryo itu sudah menghina-hina Pak Jokowi sejak kapan?
03:45Sejak Pak Jokowi masih jadi presiden.
03:48Ketika dia menjadi presiden, dia ganggu nggak si Roy Suryo?
03:51Nggak pernah.
03:53Bahwa sekarang dia melakukan, melaporkan.
03:57Itu kan betul-betul persis karena dia sudah mundur dari, bukan mundur.
04:01Dia sudah turun dari jabatannya.
04:03Ya kita sesama warga negara nih.
04:05Eh si Roy Suryo masih juga bilang, kamu itu ijazahnya palsu.
04:09Kamu itu ijazahnya palsu.
04:1099,9 persen menurut saya ijazahnya palsu.
04:13Tapi kita nggak usah masuk ijazah lah kepanjangan.
04:16Nggak, saya mau bilang.
04:16Saya mau bilang bahwa Pak Jokowi itu tidak menggunakan kekuasaan yang dia miliki
04:21untuk menghabisi Jokowi, Selamat Ginting, Dokter Tifa, dan siapapun.
04:25Tidak dia lakukan.
04:27Jadi ketika dia berkuasa pun,
04:29dia sebetulnya menerapkan prinsip yang dia sekarang ajarkan kepada kita semua.
04:34Jangan pernah gunakan kekuasaanmu untuk menghasbisi lawan.
04:38Oke.
04:39Tidak menggunakan, Pak Jokowi tidak menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang lain saat berkuasa.
04:44Itu sudah dijawab.
04:45Karena Anda mengatakan Pak Jokowi sebenarnya sedang menasati dirinya.
04:49Dan kemudian tolong dijawab, oh nggak ada itu untuk apa, hanya melindungi kroninya.
04:54Anda juga ingin menjelaskan itu kan?
04:56Bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi ini sebenarnya hanya untuk melindungi putranya,
05:00lalu keluarganya.
05:01Enggak dong.
05:02Saya tidak percaya bahwa dia melakukan untuk kepentingan keluarga.
05:05Oke.
05:05Silahkan dan jawab itu.
05:06Kan memang tidak diungkapkan secara eksplisit.
05:10Ini diungkapkan semuanya secara implisit.
05:14Jadi, ya kira-kira dalamnya lautan kita bisa tebak.
05:20Tapi dalam hati siapa yang tahu.
05:23Nah, oke.
05:24Di dalam pidato Jokowi di Kebumen itu,
05:29memang betul mengandung pesan moral.
05:32Jelas.
05:33Itu budaya Jawa yang dia kemukakan.
05:36Tetapi,
05:37di dalam demokrasi,
05:39tentu saja tidak boleh berhenti hanya pada keindahan pesan semata.
05:45Tapi kalau dijawab, langsung kepada poinnya.
05:47Tadi sudah dijawab oleh Bung Ade Armando bahwa
05:49tidak benar bahwa Pak Jokowi sedang menasati dirinya
05:52karena selama berkuasa, ia tidak melakukan apa yang dipidatokan.
05:57Yaitu menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang.
06:00Tapi kan Anda juga mengatakan bahwa pidato itu ditujukan pada Prabowo
06:04untuk melindungi kroninya.
06:05Anak yang jadi wakil presiden,
06:06mantunya yang jadi gubernur,
06:08anak yang jadi ketum PSI.
06:09Apa yang ada bisa bantah soal ini?
06:11Bahwa pesan ini sebenarnya untuk mengancam Presiden Prabowo.
06:13Maka pesan itu harus diuji terhadap rekam jejak kekuasaan seseorang.
06:20Harus diuji terhadap rekam jejak seseorang,
06:24terutama si pemberi pesan.
06:26Pemberi pesan yaitu Jokowi.
06:28Nah kemudian dari sinilah kita melihat bahwa
06:32ini seperti senjata makan Tuhan bagi Jokowi.
06:36Mengapa saya katakan itu?
06:38Karena ini relevan.
06:40Mengapa relevan?
06:41Tentu saja bukan karena Jokowi,
06:43tidak boleh memberikan nasihat,
06:46tidak boleh memberikan pesan.
06:49Justru karena ia pernah memegang jabatan ini,
06:53baru lengser sekitar 10 bulan,
06:56eh sorry, hampir 2 tahun yang lalu,
06:59maka kekuasaan selama 10 tahun itu,
07:03bahkan saya tidak mengaksikan.
07:04Jadi orang kalau baru lengser 2 tahun,
07:06nggak boleh kasih petua gitu?
07:07Boleh, tapi kan harus dilihat,
07:09di uji juga dari rekam jejaknya.
07:11Nah itu rekam jejaknya itu apa?
07:14Ya itu tadi kan harus di uji.
07:16Seperti saya bilang, banyak ujian-ujian itu.
07:20Kita lihat misalnya ya,
07:23indeks demokrasi di eranya SBY,
07:27itu awalnya adalah meningkat dan berakhir sangat baik.
07:32Jokowi awalnya baik,
07:35di terakhir adalah jomplang, ambruk,
07:39itu indikasi.
07:40Jadi betul-betul demokrasi menurun.
07:43Sama dengan indeks persepsi korupsi,
07:46tinggal 34.
07:48Itu fakta gitu,
07:50ada rekam jejak gitu.
07:51Jadi orang ini tidak pantas untuk memberikan petua seperti ini?
07:54Ya, makanya orang melihat sebaiknya
07:57memberikan pesan di depan cermin.
08:00Kira-kira karena itu juga untuk semua orang.
08:03Termasuk untuk dirinya.
08:06Kita sudah harus selesai.
08:07Kalaupun Anda ingin mendambahkan hanya sedikit saja,
08:10atau sudah kita harus tutup saja?
08:12Atau Anda ingin sedikit saja?
08:14Boleh?
08:14Saya kasih.
08:15Ya, saya akan bilang bahwa Pak Jokowi
08:16sudah mengeluarkan petua yang dia percaya.
08:19Dan itu penting buat pemerintah sekarang.
08:21Jangan pernah gunakan kekuasaan untuk menghabisi lawan.
08:24Terima kasih Dr. Selamat Ginting,
08:28Dr. Ade Armando.
08:29Saya ingin menutup dialog kita malam hari ini dengan cepat sekali.
08:35Bahwa apa yang dikatakan oleh mantan Presiden Jokowi,
08:38bahwa kekuasaan jangan digunakan untuk menjatuhkan orang
08:40adalah sejatinya petua atau masukan yang sangat baik.
08:44Terlepas bahwa yang memberikan nasihat
08:46memiliki catatan selama ia berkuasa,
08:49tetapi mengingatkan yang berkuasa adalah tugas kita semua.
08:53Saya Rosyana Silalahi, sampai ketemu Kamis depan.
08:56Tetap lagi Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar