Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Tiga anak buaya langka jenis senyulong ditemukan nelayan di aliran Sungai Hulu, Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Temuan pada 20 Agustus 2026 ini menjadi catatan penting karena buaya senyulong merupakan satwa dilindungi yang terancam punah.

Ketiga anak buaya tersebut ditemukan dalam kondisi sehat dengan panjang sekitar 33 sentimeter. Ketiganya kemudian dibawa ke Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak untuk menjalani rehabilitasi dan pemantauan.

Buaya senyulong memiliki populasi kurang dari 2.500 individu di dunia berdasarkan catatan International Union for Conservation of Nature atau IUCN. Sebelumnya, satwa ini juga pernah ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu dan Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Syarif Iwan Taruna Alkadrie menyebut temuan anak buaya yang baru menetas menunjukkan kawasan tersebut memiliki habitat yang mendukung perkembangbiakan senyulong. Masyarakat diminta tidak menangkap atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa.

Berbeda dengan buaya muara, senyulong sangat bergantung pada habitat khusus untuk berkembang biak. Satwa ini membutuhkan area di bawah naungan pohon besar untuk membuat sarang dan meletakkan telurnya.

Saat ini, ketiga anak buaya ditempatkan dalam wadah inkubasi di penampungan sementara Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak. Petugas melakukan pemantauan secara berkala selama proses rehabilitasi.

#buayasenyulong #mempawah #kalimantanbarat #satwadilindungi #konservasi #buaya

Baca Juga JIPS 2026 Catat 24.387 Pengunjung, Minat Masyarakat terhadap Hewan Peliharaan Terus Meningkat di https://www.kompas.tv/lifestyle/680275/jips-2026-catat-24-387-pengunjung-minat-masyarakat-terhadap-hewan-peliharaan-terus-meningkat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688947/temuan-langka-tiga-anak-buaya-senyulong-ditemukan-di-mempawah-jurnal-nusantara
Transkrip
00:03Tiga anak buaya jenis langka senyulung ditemukan di sungai hulu Anjungan, mempawah Kalimantan Barat.
00:10Temuan ini jadi rekor baru sebab status satwa lindungan ini terancam pudah.
00:21Tiga anak buaya ini jadi primadona baru di balai pengelolaan kelautan Pontianak.
00:26Ketiganya bukan jenis buaya biasa, melainkan buaya senyulung yang populasinya kurang dari 2.500 individu di dunia.
00:36Berdasarkan catatan Internasional Union and Conservation Nature.
00:4020 Agustus lalu, nelayan menemukan ketiga anak buaya senyulung ini di aliran sungai hulu Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan
00:50Barat.
00:51Kondisi ketiganya sehat dengan panjang sekitar 33 cm.
00:57Anakan yang baru menetap menunjukkan bahwa kawasan ini bukan hanya menjadi tempat kemunculan sinyulung,
01:05tapi juga mengindikasikan adanya habitat yang mendukung proses berkembang biatnya.
01:12Nah masyarakat tidak perlu takut.
01:15Nah tetapi kita harus tetap waspada dan tidak melakukan penangkapan atau tindakan yang membahayakan satwa.
01:25Sebelumnya buaya senyulung sempat ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu dan Ketapang, Kalimantan Barat.
01:33Berbeda dengan jenis lainnya, buaya senyulung lebih rentan karena membutuhkan habitat khusus.
01:40Ketergantungan buaya senyulung dengan habitatnya sangat tinggi.
01:43Sebab buaya senyulung ini berbeda karakteristiknya dengan buaya muara.
01:48Kalau buaya muara itu dia untuk bertelur itu di areal yang agak terbuka, jadi kena sinar matahari langsung.
01:58Sedangkan buaya senyulung ini dia harus kayak ada inkubasi, jadi dia meletakkan telurnya itu di bawah naungan.
02:07Jadi pohon-pohon besar, nah disitulah dia membuat sarang.
02:14Kini ketiga anak buaya senyulung tengah menjalani rehabilitasi di penampungan sementara di Balai PK Pontianak.
02:22Petugas balai menempatkan ketiganya dalam sebuah wadah inkubasi dengan pemantauan penuh secara berkala.
02:29Dion Setiawan, Kompas TV, Pontianak, Kalimantan Barat
Komentar

Dianjurkan