Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Projo, Budi Arie memberikan klarifikasi terkait video viral dirinya menyebut ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa Pemilu 2029 akan datang lebih awal.

Budi Arie menyebut bahwa apa yang ia katakan pada forum internal tersebut merupakan hasil analisa pribadi.

"Tetapi kita juga menyadari, itu tadi konteksnya itu pernyataan pribadi saya, dari analisis perkembangan yang terjadi di masyarakat," ungkap Budi Arie dalam program Satu Meja, Rabu (26/8/2026).

Video editor: Novaltri

#budiarie #projo #jokowi #pilpres2029

Baca Juga Budi Arie Sebut Ada Upaya Membenturkan Jokowi dan Prabowo, tapi | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/687584/budi-arie-sebut-ada-upaya-membenturkan-jokowi-dan-prabowo-tapi-satu-meja



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687587/budi-arie-buka-suara-soal-video-viral-percepatan-pemilu-2029
Transkrip
00:00Percepatan pemilu dari 97 ke 99 yang pernah terjadi di Indonesia.
00:05Ini kan bukan barang baru dalam konteks politik di Indonesia.
00:10Tetapi kami sebagai pendukung awal pemerintahan Prabowo Gibran ini
00:18punya kewajiban moral untuk memberikan pendapat aspirasi yang berkembang di masyarakat.
00:26Karena tadi saya sampaikan bahwa kita ini menginginkan demokrasi yang konstitusional.
00:33Demokrasinya harus kita jaga dan harus konstitusional.
00:36Tetapi kita juga menyadari itu tadi konteksnya itu pernyataan pribadi saya
00:41dari analis perkembangan yang terjadi di masyarakat.
00:44Kok kalau ini dinamika masyarakat ini enggak direspon dan di manage dengan baik
00:50ini akan memunculkan kekecewaan yang makin meluas
00:54yang akhirnya memerlukan solusi politik yang lebih komprehensif.
00:59Tetapi saya selalu sampaikan kita harus dalam kerangka demokrasi dan konstitusi.
01:04Kita yang utama itu kita harus jaga demokrasinya.
01:06Tahun 98 itu kita berjuang untuk demokrasi.
01:08Jangan sampai demokrasi yang rusak karena ada pihak-pihak yang ingin
01:12menggunakan skenario-skenario non-demokratis dalam urusan kebangsaan kita.
01:17Jadi intinya itu pernyataan pribadi meskipun disampaikan di samping Pak Jokowi.
01:21Itu kan analisa kenapa yang menurut hemat kami tetap dalam konteks fondasinya
01:28adalah demokrasi dan konstitusi.
01:30Oh iya itu pasti.
01:31Pemilih itu konstitusional dan demokratis.
01:36Kan ini yang saya sayangkan kan orang yang masih ngomong jatuhkan,
01:40turunkan si A, si B, turunkan Wapres, turunkan.
01:43Ini kan bahasa-bahasa non-demokratis.
01:49Kalau mau ya, kalau kita sudah melakukan pemilu berkala,
01:53kita laksenggarakan pemilu itu secara berkala.
01:55Tetapi saya sudah sampaikan, insting saya kok kalau nggak dimanage dengan baik,
02:00ini bisa lebih cepat.
02:03Begitu loh.
02:03Karena itu ini apa?
02:06Kalau tidak dimanage dengan baik, bisa lebih cepat.
02:08Halus menjadi perhatian bersama semua pihak untuk mengedepankan solusi.
02:15Tapi satu tadi yang saya bilang, kita harus jaga demokrasinya.
02:19Karena demokrasi ini kita perjuangan 28 tahun lalu ini nggak semarangan loh.
02:2298 itu kita perjuangan, yang kita bentuk,
02:25yang kita perjuangan adalah mengwujudkan demokrasi di Indonesia.
02:27Jangan sampai demokrasi ini setback dengan cara-cara non-demokratis.
02:35Makanya yang kita lawan apa sih?
02:40Totalitarisme, militarisme.
02:43Kita harus membalikan tempatnya.
02:45Demokrasi ini harus menempatkan rakyat sebagai pihak yang berdaulat.
02:52Sebagai orang yang dari awal mendukung Prabowo Gibran,
02:56saya tahu persis kan, tidak ada barisan terdepan,
02:59di tengah pro kontra soal penjalan Prabowo Gibran.
03:02Yang kedua, Anda pernah ada di pemerintahan Prabowo juga.
03:06Dan pasti juga di pemerintahan Pak Jokowi.
03:08Anda melihat pemerintahan Prabowo Gibran ini dalam konteks merespon kritik,
03:13merespon masukan dari masyarakat seperti apa?
03:16Menurut saya caranya sudah bagus, sudah lebih baik lah.
03:19Ada improve, ada perbaikan-perbaikan,
03:22termasuk juga pendapat masyarakat bisa didengar dan melakukan pemerintahan.
03:27Misalnya contohnya.
03:28Lalu apa yang membuat Anda berpendapat bahwa ini bisa lebih cepat?
03:32Ini faktor non-konvensional.
03:34Apa misalnya Anda menemukan?
03:36Ya, kondisi dan juga hal-hal lain yang membuat proses demokrasi itu mengalami hal-hal yang perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian.
03:54Tetapi menurut tempat kami, selama mesinnya adalah pemilu,
03:58tetap kita mengedepankan agenda demokrasi.
04:00Tapi intinya saya cuma mengingatkan bahwa itu kan kemungkinan.
04:06Itu kemungkinan?
04:07Insting.
04:08Semoga saja kita tetap berharap pada proses yang berkala dan berjadwal sesuai waktu.
04:18Tapi jangan lupa satu situasinya Anda dan konteksnya.
04:22Justru itu yang harus kita jaga adalah bagaimana dinamika masyarakat ini mendapatkan ruang
04:29untuk segera pemerintahan ini mengeksekusi dengan baik semua yang menjadi harapan masyarakat.
04:37Karena satu, dalam demokrasi itu yang tidak boleh hilang apa?
04:40Harapan rakyat jangan sampai hilang.
04:42Begitu harapan rakyat hilang, itu jadi hal-hal yang di luar konsepsi demokrasi itu yang akan ledak.
04:49Saya ingin sampaikan, tadi saya sudah disini ke Pak Jokowi,
04:53Pak, poinsting saya ini lebih cepat dari 29.
04:59Apakah kita mau?
05:00Belum tentu kita mau.
05:02Kita masih ngomong ke milu 29, ke milu 29.
05:05Kalau terjadi percepatan gimana?
05:07Kita siap, Pak?
05:09Siap ya?
05:09Gitu loh maksud saya.
05:11Gitu oke.
05:12Jangan maksud saya gini loh.
05:14Saya pengalaman dengan jelas sejarahnya abnormal di masyarakat saya.
05:19Ini demo lagi.
05:22Mandura demo lagi ikut tanggungan.
05:25Nah ini udah kayak Pak Jokowi, kayak 98.
05:27Masih kalah yang lemah.
05:34Cara baru nonton di Smart TV.
05:37Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
05:43Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
05:47Cari Kompas TV melalui pencarian.
05:50Pilih aplikasi lalu install.
05:53Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:58Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan