00:00Percepatan pemilu dari 97 ke 99 yang pernah terjadi di Indonesia.
00:05Ini kan bukan barang baru dalam konteks politik di Indonesia.
00:10Tetapi kami sebagai pendukung awal pemerintahan Prabowo Gibran ini
00:18punya kewajiban moral untuk memberikan pendapat aspirasi yang berkembang di masyarakat.
00:26Karena tadi saya sampaikan bahwa kita ini menginginkan demokrasi yang konstitusional.
00:33Demokrasinya harus kita jaga dan harus konstitusional.
00:36Tetapi kita juga menyadari itu tadi konteksnya itu pernyataan pribadi saya
00:41dari analis perkembangan yang terjadi di masyarakat.
00:44Kok kalau ini dinamika masyarakat ini enggak direspon dan di manage dengan baik
00:50ini akan memunculkan kekecewaan yang makin meluas
00:54yang akhirnya memerlukan solusi politik yang lebih komprehensif.
00:59Tetapi saya selalu sampaikan kita harus dalam kerangka demokrasi dan konstitusi.
01:04Kita yang utama itu kita harus jaga demokrasinya.
01:06Tahun 98 itu kita berjuang untuk demokrasi.
01:08Jangan sampai demokrasi yang rusak karena ada pihak-pihak yang ingin
01:12menggunakan skenario-skenario non-demokratis dalam urusan kebangsaan kita.
01:17Jadi intinya itu pernyataan pribadi meskipun disampaikan di samping Pak Jokowi.
01:21Itu kan analisa kenapa yang menurut hemat kami tetap dalam konteks fondasinya
01:28adalah demokrasi dan konstitusi.
01:30Oh iya itu pasti.
01:31Pemilih itu konstitusional dan demokratis.
01:36Kan ini yang saya sayangkan kan orang yang masih ngomong jatuhkan,
01:40turunkan si A, si B, turunkan Wapres, turunkan.
01:43Ini kan bahasa-bahasa non-demokratis.
01:49Kalau mau ya, kalau kita sudah melakukan pemilu berkala,
01:53kita laksenggarakan pemilu itu secara berkala.
01:55Tetapi saya sudah sampaikan, insting saya kok kalau nggak dimanage dengan baik,
02:00ini bisa lebih cepat.
02:03Begitu loh.
02:03Karena itu ini apa?
02:06Kalau tidak dimanage dengan baik, bisa lebih cepat.
02:08Halus menjadi perhatian bersama semua pihak untuk mengedepankan solusi.
02:15Tapi satu tadi yang saya bilang, kita harus jaga demokrasinya.
02:19Karena demokrasi ini kita perjuangan 28 tahun lalu ini nggak semarangan loh.
02:2298 itu kita perjuangan, yang kita bentuk,
02:25yang kita perjuangan adalah mengwujudkan demokrasi di Indonesia.
02:27Jangan sampai demokrasi ini setback dengan cara-cara non-demokratis.
02:35Makanya yang kita lawan apa sih?
02:40Totalitarisme, militarisme.
02:43Kita harus membalikan tempatnya.
02:45Demokrasi ini harus menempatkan rakyat sebagai pihak yang berdaulat.
02:52Sebagai orang yang dari awal mendukung Prabowo Gibran,
02:56saya tahu persis kan, tidak ada barisan terdepan,
02:59di tengah pro kontra soal penjalan Prabowo Gibran.
03:02Yang kedua, Anda pernah ada di pemerintahan Prabowo juga.
03:06Dan pasti juga di pemerintahan Pak Jokowi.
03:08Anda melihat pemerintahan Prabowo Gibran ini dalam konteks merespon kritik,
03:13merespon masukan dari masyarakat seperti apa?
03:16Menurut saya caranya sudah bagus, sudah lebih baik lah.
03:19Ada improve, ada perbaikan-perbaikan,
03:22termasuk juga pendapat masyarakat bisa didengar dan melakukan pemerintahan.
03:27Misalnya contohnya.
03:28Lalu apa yang membuat Anda berpendapat bahwa ini bisa lebih cepat?
03:32Ini faktor non-konvensional.
03:34Apa misalnya Anda menemukan?
03:36Ya, kondisi dan juga hal-hal lain yang membuat proses demokrasi itu mengalami hal-hal yang perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian.
03:54Tetapi menurut tempat kami, selama mesinnya adalah pemilu,
03:58tetap kita mengedepankan agenda demokrasi.
04:00Tapi intinya saya cuma mengingatkan bahwa itu kan kemungkinan.
04:06Itu kemungkinan?
04:07Insting.
04:08Semoga saja kita tetap berharap pada proses yang berkala dan berjadwal sesuai waktu.
04:18Tapi jangan lupa satu situasinya Anda dan konteksnya.
04:22Justru itu yang harus kita jaga adalah bagaimana dinamika masyarakat ini mendapatkan ruang
04:29untuk segera pemerintahan ini mengeksekusi dengan baik semua yang menjadi harapan masyarakat.
04:37Karena satu, dalam demokrasi itu yang tidak boleh hilang apa?
04:40Harapan rakyat jangan sampai hilang.
04:42Begitu harapan rakyat hilang, itu jadi hal-hal yang di luar konsepsi demokrasi itu yang akan ledak.
04:49Saya ingin sampaikan, tadi saya sudah disini ke Pak Jokowi,
04:53Pak, poinsting saya ini lebih cepat dari 29.
04:59Apakah kita mau?
05:00Belum tentu kita mau.
05:02Kita masih ngomong ke milu 29, ke milu 29.
05:05Kalau terjadi percepatan gimana?
05:07Kita siap, Pak?
05:09Siap ya?
05:09Gitu loh maksud saya.
05:11Gitu oke.
05:12Jangan maksud saya gini loh.
05:14Saya pengalaman dengan jelas sejarahnya abnormal di masyarakat saya.
05:19Ini demo lagi.
05:22Mandura demo lagi ikut tanggungan.
05:25Nah ini udah kayak Pak Jokowi, kayak 98.
05:27Masih kalah yang lemah.
05:34Cara baru nonton di Smart TV.
05:37Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
05:43Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
05:47Cari Kompas TV melalui pencarian.
05:50Pilih aplikasi lalu install.
05:53Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:58Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar