00:00Masih di satu pejabat forum saya ke Bung Kurnia.
00:02Bung, kalau tadi mungkin menyimak yang saya sampaikan dengan Mas Budi itu,
00:08ya itu tadi. Saya melihat ya wajar kalau ada yang khawatir,
00:12karena tiba-tiba bicara soal percepatan pemilu di tengah situasi sekarang.
00:16Sebetulnya saya ingin melihat kalau dari perspektif pemerintah sejauh mana,
00:22namanya pemerintahan mewasa di makar pasti dengan cara, dengan instrumen yang baik,
00:26tapi juga harus menjaga demokrasi itu sendiri.
00:29Anda melihat sebetulnya sejauh mana sih pemerintah itu melihat pendapat, kritik,
00:36terus gimana sih cara menyampaikan yang benar gitu?
00:39Karena kan seringkali yang bertemukan di lapangan itu tadi,
00:42ada penangkapan, ada pembatasan, apa yang ini Anda sampaikan?
00:47Sampai otoritas keamanan itu melakukan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dilakukan.
00:51Iya Mas Yogi, saya tentu tahu betul bahwa masyarakat bergerak,
00:59aksi, turun ke jalan, para dosen, akademisi, mahasiswa,
01:05pasti punya keresahan tersendiri.
01:07Dengan setumpuk argumentasi, dengan setumpuk analisa yang mereka bawa.
01:13Namun Mas Yogi, kita kan tidak bisa melihat ini hanya dalam konteks satu persoalan hak menyatakan pendapat.
01:24Toh Mas Yogi, kalau dicari di internet misalnya, ada banyak penyelundup dalam aksi demonstrasi.
01:34Ada yang membawa senjata tajam.
01:37Mudah dilihat, di pemberitaan internet tersebar, barang bukti diperlihatkan.
01:42Hal-hal seperti ini, itulah yang dijaga oleh pemerintah.
01:47Agar apa? Agar suara-suara kritik dari masyarakat tidak ternodai dengan agenda-agenda terselubung.
01:57Karena ketika itu dilakukan, terjadi riuh rendah yang mengakibatkan kericuhan, kerusuhan, ada tindak pidana,
02:07maka mereka yang ingin menyalurkan pendapat akan tersumbat.
02:11Maka dari itu preventif yang digunakan atau dalam mindset aparat penegak hukum,
02:17itu yang barangkali sekarang sedang dilakukan.
02:21Tentu kita ingat, memori tahun lalu misalnya, ketika ada penjarahan.
02:26Kan siapapun mas Yogi, dalam tingkat kapasitas pendidikan apapun,
02:32tentu tidak membenarkan tindakan penjarahan seperti itu.
02:37Ini adalah oknum yang berusaha menunggangi aksi-aksi demonstrasi yang sebenarnya itu adalah hal yang lumrah,
02:45hal yang biasa, bahkan saya tingkatkan mas Yogi, hal yang dibutuhkan oleh pemerintah.
02:50Itu satu mas Yogi. Kemudian yang kedua, saya masuk pada pertanyaan mas Yogi.
02:53Lalu bagaimana pemerintah selama ini mendengar kritik?
02:58Saya sering menyampaikan contoh mas Yogi.
03:00Selama ini salah satu program yang paling sering diberikan masukan oleh masyarakat,
03:04itu kan makan bergizi gratis.
03:06Di seluruh platform media sosial.
03:09Lalu apa yang dilakukan oleh pemerintah di sana,
03:12saya rasa dengan pergantian kepala BGN baru-baru ini,
03:15Pak Sudaryono ada banyak aksi-aksi konkretnya.
03:18Misalnya mas Yogi, menutup 833 dapur yang bermasalah secara permanen.
03:25Kemudian yang kedua, memecat, memberhentikan pegawai-pegawai non-PNS yang melanggar hukum.
03:32Yang ketiga mas Yogi, mengembalikan uang 311 miliar
03:37karena berdasarkan investigasi ada hal-hal yang bermasalah dari kepemimpinan yang lama.
03:42Dan juga, ini yang terpenting mas Yogi, ada efisiensi anggaran sebesar 37 triliun rupiah
03:50dari program MBG dari awalnya 268 triliun menjadi 229 triliun.
03:57Apa yang ingin saya sampaikan mas Yogi?
03:59Masukan-masukan masyarakat ini bukan diabaikan oleh pemerintah.
04:04Ya, Anda tadi memang katakan bahwa direspon ya?
04:06Direspon, didengar, dipertimbangkan, dan dikeluarkan dalam kebijakan-kebijakan.
04:12Dan mas Yogi, 14 Agustus kemarin, ketika Presiden pidato di gedung paripurna DPR-MPR,
04:21di sana Presiden menunjukkan, ini kerja-kerja pemerintah selama ini.
04:26Bukan atas nama Jumawa atau kesombongan, tapi dalam konteks transparansi.
04:31Jadi, uang rakyat itu digunakan oleh pemerintah untuk membenahi banyak sektor dalam pidato Presiden,
04:38baik pidato pagi maupun pidato sore.
04:40Oke.
04:41Prof. Sulis, kalau dari penjelasan Bung Kurnia kan sebenarnya beberapa direspon ya.
04:45Memang nggak semuanya memang, tetapi paling tidak soal MBG yang menjadi sorotan luas,
04:50dicopotlah pimpinannya, kemudian diubah semua mekanismenya, tadi ada penutupan SPPG.
04:55Sebetulnya kan ada juga yang dijawab.
04:57Tapi kalau dari perspektif Prof. Sulis, mungkin adakah hal-hal yang belum tersentuh?
05:01Memang ini sudah ada ya kan, tetapi ada yang lebih substansi lagi terkait dengan manifesto misalnya.
05:08Ya, kalau soalnya MBG mungkin ini adalah suatu ilustrasi, suatu jendela untuk melihat persoalan-persoalan yang lebih mendasar.
05:17Di dalam negara hukum, setiap prosedur perumusan hukum, kebijakan itu harus melalui konsen publik,
05:27harus ada landasan ilmiahnya.
05:29Siapa sih sebenarnya yang membutuhkan dukungan dari pemerintah bantuan makan itu?
05:36Apakah semua anak sekolah, wilayah-wilayah yang mana gitu kan?
05:42Kemudian juga landasan ilmiahnya gak ada, perencanaannya juga tidak terpublikasi kepada masyarakat.
05:52Dan tata kelolanya yang sangat dipersoalkan oleh banyak kelompok dalam masyarakat ya.
05:58Tata kelola yang memberi celah-celah kepada terjadinya penyalahgunaan, penggunaan dana yang begitu besar.
06:06Kemudian juga mengambil bagian dari dana pendidikan.
06:12Padahal banyak rakyat mengatakan yang kami butuhkan adalah pendidikan gratis.
06:17Karena apakah mengentaskan kemiskinan itu bisa diselesaikan dengan makan siang
06:22atau membuat orang-orangnya pintar sehingga mereka bisa mandiri mencari penghidupan sendiri.
06:30Tadi disampaikan oleh Bung Kurnia, sebagian sudah dilakukan kan, sudah direspon.
06:34Tapi banyak yang belum dijawab mas. Itu banyak sekali persoalannya.
06:38Misalnya apa pro? Selain MBG apa catatan pro?
06:41Menggunakan dana pendidikan saja menyebabkan beberapa organisasi masyarakat
06:47membawanya ke makamah konstitusi kan.
06:49Dan kemudian jawaban dari putusan itu adalah ditunda sampai 2028 baru.
06:57Kenapa harus semacam itu? Apakah tidak ada sensitivitas dari hakim?
07:02Ini saya tulsi kompas juga.
07:03Yang dikeluhkan oleh anak-anak Indonesia adalah setiap tahun mereka direnking oleh ranking PISA sebagai anak yang tidak mampu
07:12bermatematika, berbahasa, sains dan lain-lain.
07:15Itu bagaimana kurikulum pendidikan, kualitas guru-gurunya, kesejahteraan guru-gurunya itu yang harusnya prioritas.
07:22Bukan makan siangnya gitu.
07:24Kalau melihat begini kan mungkin soal waktu saja.
07:27Pro? Masih melihat soal waktu atau memang ini sudah ada kebentuan yang tidak akan didengar?
07:31Karena kan satu menyampaikan, masukkan, kritik satu hal, tapi juga direspon juga akan hal lain.
07:37Karena bagaimanapun perintah juga banyak prioritas.
07:39Anda melihat atau berharap seperti apa sebetulnya?
07:42Saya tuh sebagai guru ya, itu setiap tahun sedih.
07:46Kalau tiap kali ada ranking PISA keluar, kita tuh direnking, anak-anak kita tuh direnking sebagai anak-anak bodoh loh.
07:54Hanya setingkat atau sama kategorinya dengan Laos, negara Laos gitu kan.
08:00Itu kan sudah bertahun-tahun seperti itu.
08:02Mengapa tidak melihat?
08:03Bagaimana guru-guru yang membuat anak-anak Indonesia pintar itu tidak pernah dihargai di negeri ini.
08:10Tidak pernah dihargai.
08:11Dan itu yang akan terus Anda suarakan, akan sampaikan kepada pemerintah.
08:16Agar hal-hal yang dikhawatirkan tadi kaitannya dengan anak-anak Indonesia itu paling tidak tidak terjadi.
08:23Dan bisa ada solusi yang real dari pemerintah.
08:26Iya.
08:26Kualitas kurikulum, kualitas guru itu menjadi menurut saya tidak mendapat perhatian.
08:32Oke.
08:33Saya ke Mas Budi.
08:34Mas Budi, tadi kan jelas dari Bakom mengatakan bahwa respon cepat.
08:39Soal MBG misalnya yang jadi sorotan banyak, diganti, diubah dan sebagainya.
08:44Tapi kenapa Anda tadi masih menyampaikan bahwa ini adalah indikator hal-hal yang kira-kira bisa berpotensi.
08:50Membuat masyarakat kecewa dan berakumulasi yang tadi Anda sebut ada patahan sejarah mempercepat pemilu lebih awal.
08:56Bahwa pemerintah melakukan percepatan atau melakukan perubahan-perubahan respon harus kita akui.
09:02Responnya juga cepat.
09:03Lalu bagian mana yang Anda belum tangkap?
09:05Tapi persoalannya ekspektasi masyarakat sangat tinggi.
09:09Mungkin kecepatannya sudah cukup ternyata masyarakat mau minta lebih cepat lagi.
09:12Kalau boleh tahu apa yang Anda maca misalnya yang belum direspon?
09:16Misalnya begini.
09:16Apa misalnya?
09:17Ini dunia bukan teknologi digital, dunia semakin terbuka.
09:22Bayangkan masyarakat tiap hari bisa ngitungin pakai kalkulator, ini makanan sekian-sekian nilainya di upload.
09:27Jadi praktek-praktek KKN atau korupsi yang di depan mata mereka, mereka tidak bisa terima.
09:38Nah kita mendukung pemerintahan Prabowo Gibran untuk melakukan pemberantasan korupsi.
09:44Sampai akar-karnanya.
09:46Dan itu harus diwujudkan secara konsisten.
09:50Karena saya lihat Pak Presiden bikin Satgas PKH, pemusatan ekspor, barang-barang strategis, lewat desi dan sebagainya.
10:03Termasuk juga pemberantasan korupsi di berbagai sektor.
10:08Nah yang pasti kita juga berharap, masyarakat juga berharap bahwa pemberantasan korupsi itu juga jangan memberantas korupsi.
10:16Tapi sapunya masih kotor kanan-kiri gitu loh.
10:18Sapunya masih kotor?
10:19Tanan-kirinya kok masih ada masalah-masalah.
10:21Terutama yang menyangkut program-program strategis Pak Presiden.
10:26Karena itu, ini kan soal harapan masyarakat.
10:29Harapan masyarakat tinggi, nggak bisa disalahin.
10:32Oke.
10:33Iya kan?
10:33Tetapi masyarakat juga menuntut respon yang jauh lebih cepat dari yang dilakukan pemerintah.
10:40Saya nggak bilang pemerintah nggak ada progres.
10:41Ada respon, ada progres.
10:43Kenapa saya harus bertanya ini kepada Anda Mas Budi?
10:46Kenapa? Karena ini kan kaitannya, ini sekaligus ruang gratifikasi.
10:49Ada kaitannya bahwa sudah mulai ada ketidakcocokan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo.
10:56Dan Anda ini kan representasinya dari Pak Jokowi dalam konteks ini.
10:59Ketika menyoal bahwa ada hal-hal yang belum bisa dipenuhi oleh pemerintahan ini terhadap ekspektasi publik.
11:05Nah, untuk itu kan kemudian mesti dikelirkan.
11:08Karena kalau itu nuansanya adalah apapun yang Anda sampaikan akan dibaca sebagai gerakan politik.
11:16Bahwa ada upaya-upaya untuk membenturkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo terlihat kasat mata.
11:23Apa contohnya?
11:24Ya, berbagai skenario lah.
11:27Termasuk narasi-narasi yang ingin membenturkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo.
11:32Yang menurut Hemat Kaji itu sangat tidak produktif.
11:35Karena kita membutuhkan persatuan nasional.
11:38Bukan hanya Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang harus bersatu, tapi juga semua pemimpin bangsa.
11:43Karena negara ini membutuhkan persatuan.
11:46Bahwa terjadi, jangan setiap perbedaan pendapat dianggap musuh.
11:49Jangan setiap perbedaan pendapat dianggap musuh.
11:53Jangan.
11:54Hari ini masih dianggap musuh?
11:56Sebagian besar sudah tidak.
11:57Tapi hal-hal yang penting bahwa apapun perbedaan pertanggap itu harus kita rayakan.
12:01Di era demokrasi ini.
Komentar