Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan target besar di sektor energi: Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung pada impor minyak. Prabowo bahkan menargetkan agar Indonesia tidak mengimpor satu barel minyak pun, sekaligus mendorong penghentian impor LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Target tersebut disampaikan saat pemerintah meluncurkan agenda pengembangan energi nasional, termasuk pemanfaatan potensi 100 GW, geothermal, gas, serta peningkatan lifting minyak.

Baca Juga OJK Buka Suara soal Rekening Nasabah Mandiri yang Diblokir: Ada Aturan TPPU di https://www.kompas.tv/video/687447/ojk-buka-suara-soal-rekening-nasabah-mandiri-yang-diblokir-ada-aturan-tppu

Menanggapi target tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung menyatakan siap melaksanakan arahan Presiden. Prabowo optimistis target penguatan energi nasional dapat dicapai dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

Ia juga menekankan pentingnya kerja keras jajaran Kabinet Merah Putih untuk mewujudkan kemandirian energi dan memastikan Indonesia tidak mudah terdampak perkembangan geopolitik maupun energi global.

Produser: Prayogi Haro

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687450/ditantang-prabowo-perintahkan-stop-impor-minyak-bahlil-langsung-jawab-siap-laksanakan
Transkrip
00:00Sekarang selalu bicara dengan bukti, ya.
00:09Karena itu, tadi sudah dilaporkan Menteri SDM, sekian penghematan, sekian lain sebagainya, saya nggak akan ulangi, ya.
00:20Supaya pidato jangan terlalu lama, benar.
00:28Biar media itu aman.
00:38Ya, benar. Saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di
00:49atas kaki kita sendiri.
00:54Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian manapun dunia.
01:00Dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang
01:15harus naik terus, ya.
01:18Kita tidak boleh import lagi satu barrel pun minyak.
01:26Kita tidak boleh import lagi, insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh import lagi.
01:40Menteri SDM, sanggup?
01:46Baik.
01:48Ya, terima kasih.
01:50Menteri-menteri Kabinet Merah Putih, demikian. Semangat!
01:55Semangat dan berani.
02:01Saya kira itu yang ingin saya sampaikan.
02:04Terima kasih semua unsur hari ini hari penting.
02:09Kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari 3 tahun kita akan sampai.
02:16100 gigawatt.
02:22Dulu swasembada pangan, saya beri target 4 tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun.
02:36Berarti kalau saya kasih target 3 tahun untuk tim energi, ya.
02:46Enggak lah, udah.
02:492 tahun lah.
02:56Kalau berhasil 2 tahun, tim energi dapat bintang lagi yang aku kasih.
03:03Tuhan kembali.
03:07Baik, saya kira itu dari saya.
03:10Terima kasih saudara semua unsur.
03:13Selamat bekerja.
03:16Hari ini hari penting.
03:17Walaupun libur, walaupun malu nanti kita berjuang.
03:21Untuk rakyat kita.
03:24Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah.
03:29Dan itu risiko.
03:32Risiko pengabdian.
03:35Yang tidak sanggup,
03:39boleh minggir.
03:40Banyak yang ingin menggantikan saudara.
03:51Um, Santi, Santi, Santi Om.
03:55Namo Buddhaya.
03:57Salam Kebajikan.
03:58Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:00Selamat menikmati.
04:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan