Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Pemerintah Iran yakin sanksi ekonomi Amerika Serikat untuk menekan Iran bakal gagal.

Sanksi AS disebut akan berdampak berat terhadap warga sipil Iran dan justru akan menimbulkan perlawanan yang kian keras.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagahei menuduh tekanan ekonomi memperlihatkan permusuhan dan kebencian Amerika Serikat terhadap warga sipil Iran.

Padahal AS sering mengklaim bakal membantu rakyat Iran, namun sanksi ekonomi bakal membuat rakyat sipil Iran menderita.

Namun, dia menegaskan Iran tidak akan tinggal diam dan mengingatkan tindakan AS bakal memiliki konsekuensi.

Iran yakin ancaman sanksi ekonomi AS terhadap negara-negara yang bermitra dagang dengan Iran bakal gagal.

Namun di sisi lain, tekanan ekonomi terasa dengan merosotnya nilai tukar rial Iran dan memicu kenaikan harga bahan pokok di Iran.

Apakah sanksi akan efektif menekan Iran, kita akan bahas bersama Peneliti Asia Middle East Center Pizaro Gozali dan Peneliti Indo Pacific Strategic Intelligence Aisha Kusumasomantri.

Baca Juga FULL! Kontroversi Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Jelang Demo 27 Agustus | BUSINESS TALK di https://www.kompas.tv/talkshow/687408/full-kontroversi-pemblokiran-rekening-aktivis-pati-jelang-demo-27-agustus-business-talk

#iran #amerika #ekonomi

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/687414/full-analisis-peneliti-soal-sanksi-ekonomi-as-untuk-iran-seberapa-efektif-sapa-malam
Transkrip
00:00Iran yakin ancaman sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap negara-negara yang bermitra dagang dengan Iran bakal gagal.
00:07Namun di sisi lain, tekanan ekonomi terasa dengan merosotnya nilai tukal rial Iran dan memicu kenaikan harga bahan pokok di
00:14Iran.
00:15Apakah sanksi akan efektif mendekatkan Iran?
00:18Kita bahas bersama peneliti Asia Middle East Center Pizarro Ghazali dan peneliti Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisha Kusuma-Somantri.
00:27Selamat malam Mas Pizarro, Mbak Aisha.
00:30Selamat malam Mas Rady.
00:32Saya ke Mbak Aisha dulu.
00:33Sanksi menekan negara yang berdagang atau membantu Iran. Apakah ini akan berhasil Mbak Aisha?
00:39Ya, saya kira kalau kita lihat sebenarnya strateginya adalah mengisolasi Iran ya, agar Iran tidak memiliki partner dagang dengan siapapun.
00:47Nah sebelumnya sebenarnya Amerika Serikat pernah melakukan strategi ini ketika melakukan negosiasi GCPOA di tahun 2015.
00:53Jadi butuh waktu kurang lebih 9 tahun bagi Amerika Serikat untuk melakukan pendekatan-pendekatan.
00:59Selain dengan negara-negara partner dari Iran, yaitu adalah Rusia dan China, juga dilakukan dengan negara-negara Uni Eropa.
01:07Sehingga terdapat satu suara unilateral dari dunia internasional untuk bisa menekan Iran ya, menandatangani GCPOA itu.
01:13Tetapi kita lihat di sini sebenarnya kalau sekarang dunia ini sudah berubah gitu.
01:17Kita melihat bahwa dunia ini makin interdependence ya, dan kemudian Iran ini memiliki hubungan yang cukup kuat dengan China dan
01:25kemudian Rusia.
01:26Dan kita bisa lihat sebenarnya China ini dan Rusia ya khususnya ini memiliki hubungan politik yang sangat tepat.
01:32Dibuktikan dengan bagaimana kemudian kemarin draft resolusi dari Bahrain ini sampai di double veto baik untuk China dan Rusia.
01:40Nah ini mengindikasikan sebenarnya meskipun Iran memiliki ekonomi yang sangat resilience untuk dalam negeri,
01:45dan mereka sebenarnya cukup self-sufficient ya, sekalipun kemudian ada sanksi yang berlaku selama 47 tahun.
01:52Tetapi kita lihat sebenarnya Iran sendiri ini berusaha untuk kemudian mempertahankan ya parter-parter dagangnya.
01:59Karena mau tidak mau sebenarnya harus ada kebutuhan Iran untuk bisa berhubungan dengan negara-negara lain.
02:03Ini yang ingin untuk diputus oleh Amerika Serikat.
02:05Tetapi saya kira sebenarnya melihat bagaimana kemudian China dan kemudian Rusia ini masih memiliki kepentingan yang online dengan kemudian kemenangan
02:12Iran.
02:13Khususnya kemudian di dalam pelucatan kemarin Amerika Serikat.
02:16Saya kira sebenarnya ini membutuhkan upaya ekstra keras dari Amerika Serikat untuk bisa swaying baik China dan Rusia ke pihaknya
02:24Amerika Serikat.
02:25Ya, masih ada Tiongkok dan Rusia dan shadow fleet lainnya sebenarnya ya.
02:29Iran juga bisa bergantung ke sana.
02:30Mas Wizarro, kalau Amerika Serikat apakah pernah menerapkan sanksi seperti ini di masa lalu ke negara-negara lain dan apakah
02:39ini berhasil menurut Anda?
02:42Ya, ini bukan barang baru bagi Amerika Serikat ya.
02:45Tadi Mbak Aisyah juga sudah mention ya.
02:47Misalkan Amerika Serikat pernah melakukan intervensi ini, tekanan ini kepada Kuba misalkan ya.
02:52Melakukan sanksi ekonomi kepada Kuba.
02:53Tapi Mas Radi menariknya, walau ini sanksi kepada Kuba itu bahkan sudah di eranya Kennedy ya, hingga kemudian berlanjut kemudian.
03:00Tapi apakah ekonomi Kuba itu runtuh? Apakah dia terdampak secara signifikan?
03:04Tidak juga.
03:05Karena Kuba dia bisa melakukan aliansi atau diversifikasi ekonomi bahkan kepada negara-negara Amerika Utara lainnya seperti Kanada ya.
03:12Kemudian Amerika Latin seperti berhasil gitu.
03:14Jadi ini bukan barang baru dan itu terbukti dalam konteks Kuba itu gagal.
03:18Memang terdampak ya, ada tekanan ekonomi kepada Kuba, kita tidak bisa menangkal.
03:22Tetapi membuat Kuba itu kolaps, menyerah, atau kemudian mengubah kiblat politik luar negerinya yang akhirnya kemudian tidak berawan kepada Amerika
03:30Serikat, itu gagal.
03:31Saya kira momentum itu harus menjadi pelajaran juga, bukan tidak mungkin.
03:34Ini juga sama kasus kepada Iran kan.
03:36Karena kan Iran juga sudah hampir 5 dekade, diberikan sanksi, diberikan kemudian tekanan ekonomi.
03:41Toh dia masih bisa survive, bahkan bukan hanya itu.
03:43Strategi itu justru akan membuat Iran semakin lebih keras sekarang dengan tindakan-tindakan seperti itu.
03:48Karena Trump itu jangan berpikir, sanksi itu cuma berlaku satu arah.
03:51Sanksi itu akan berlaku dua arah.
03:52Iran pasti juga akan menyasar fasa-fasa Amerika Serikat di negara teluk dan itu karena sebagai tingkat adanya tekanan dari
03:58Amerika Serikat.
03:59Begitu Mas Radhi.
04:00Oke, nah Mbak Isha, balik lagi Mbak Isha.
04:02Sanksi ini kan sebenarnya sudah apa saja seperti putar otak itu Amerika Serikat dan Donald Trump ini.
04:07Putar otak menerapkan sanksi untuk Iran.
04:09Mulai dari program nuklir, dukungan ke proksi, segala macam.
04:12Atau sikap Israel yang saat ini juga sudah, sepertinya sudah kebingungan begitu ya.
04:18Tapi kira-kira apa kelemahan utama strategi sanksi Amerika Serikat sejauh ini Mbak Isha?
04:26Ya, kita harus pahami bahwa apa yang kemudian diterapkan oleh Amerika Serikat ke Iran, kemungkinan besar ini akan memiliki konsekuensi
04:34-konsekuensi strategis juga.
04:36Pertama kita lihat, sebenarnya dari Iran itu sendiri ya, Iran ini kan cukup resilience dari ekonomi dalam negerinya.
04:41Tetapi Amerika Serikat menyadari bahwa yang diincar itu harus kemampuan Iran di dalam bertahan sebagai negara modern.
04:49Jadi tidak hanya kemudian kemampuan Iran di dalam melakukan perdagangan saja, tetapi untuk bertahan di dalam negeri.
04:56Sebagai negara yang bisa berfungsi dan masyarakat yang mendukung pemerintahnya.
05:00Itu yang ingin dicerabut gitu.
05:01Nah, oleh karena itu sebenarnya Amerika Serikat ini berusaha untuk membuat ya, pemerintahnya terlihat unpopular di mata masyarakatnya.
05:10Nah, permasalahannya sekarang dalam melakukan hal tersebut gitu, Amerika Serikat juga harus mengimbanginya dengan adanya kognitif warfare gitu ya.
05:17Atau kemudian perang pengaruh dan perang kemudian perebutan opini.
05:20Nah, sekarang kita tahu betul bahwa perang opini ini, ini sangat tidak menguntungkan Amerika Serikat.
05:25Bahkan di dalam negeri Amerika sendiri ya, approval rate dari Donald Trump menurut Reuters itu hanya 33 persen gitu.
05:33Apalagi kemudian kalau kita lihat di dalam negeri Iran, di mana kemudian peredaran informasi ini masih sangat dijaga tetap oleh
05:39pemerintahnya gitu.
05:40Jadi saya rasa ini merupakan sebuah hal yang harus dipahami bahwa ada resiko-resiko tertentu.
05:45Terlasuk di antaranya adalah, seperti kata Mas Fidoro tadi, mengerasnya opini masyarakat Iran terhadap Amerika Serikat.
05:51Sehingga hasil yang nanti ditimbulkan oleh tekanan ekonomi ini, bukan kemudian masyarakatnya kontrol terhadap pemerintah.
05:58Tetapi malah sebaliknya, adanya kemudian kebencian yang luar biasa dari masyarakat Iran.
06:03Karena ya, merasakan dampak dari perang ini yang dimulai oleh Amerika Serikat sebagai negara agresor.
06:09Ya, harapannya kan berbalik arah menentang pemerintahannya.
06:12Tapi menurut Mbak Aisyah ini malah jadi semakin keras ya, rakyat Iran ini juga untuk menentang Amerika Serikat dan membenci
06:19Amerika Serikat.
06:20Mas Fidoro, kira-kira tapi bagaimana Iran mengelola tekanan ekonomi ini secara praktis?
06:26Nah, apakah mereka semakin bergantung pada ekonomi informal, perdagangan barter, atau mata uang alternatif, atau bagaimana?
06:33Ya, kalau kita lihat sejarah hampir 5 dekade sanksi ekonomi yang diberikan kepada Iran,
06:37Iran selalu punya cara, Mas Radi, untuk mencari poros alternatif ekonomi yang lain
06:43untuk kemudian dia menghindar dari sanksi Amerika Serikat.
06:46Misalkan pertama, misalkan dia menyasar perusahaan-perusahaan kecil di berbagai negara.
06:51Kalau perusahaan-perusahaan besar, kan mungkin dia mencoba menghindari sanksi karena takut terkena sistem sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.
06:57Tetapi dia bisa melakukan pengembangan kepada perusahaan-perusahaan kecil di berbagai negara.
07:00Kemudian, melalui negara ketiga ya, ini sering dilakukan dengan Iran.
07:05Makanya kan gini, ada tingkat transaksi perangkat Iran sama Uni Emirat Arab begitu tinggi.
07:10Kenapa? Karena Iran itu memakai kemudian kapal-kapal dari Oman, kapal-kapal dari Uni Emirat Arab untuk kemudian dijual.
07:16Skenario ini, Mas Radi, itu sama kayak Venezuela. Venezuela juga gitu.
07:19Kenapa dia disangsi sama Amerika Serikat tapi dia bisa survive?
07:22Dia juga sama, dia memakai kapal-kapal bayangan seperti itu.
07:24Kemudian, transaksi melalui non-dolar. Ini kan masalahnya, ya memang dolar itu menguasai.
07:29Tetapi kan transaksi itu tidak meluluh harus melalui dolar.
07:31Misalkan seperti Iran kepada Cina, itu memakai yuan.
07:34Kemudian, pertangan yang lainnya ialah, Amerika Serikat mungkin berani melakukan sanksi kepada Cina, tapi kepada perusahaan-perusahaan kecil.
07:40Kalau bank-bank besar, saya kira kalau Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Amerika Serikat, kepada Cina,
07:45itu akan makin memperlebar konflik antara Cina dengan Amerika Serikat.
07:48Ingat, Mas Radi, yang membutuhkan Amerika Serikat itu bukan cuma Cina, Amerika pun juga membutuhkan ekonominya Cina seperti itu.
07:55Ini yang menjadi dilama ekonomi juga bagi Donald Trump.
07:59Kedua, jangan lupa, dia punya negara kawasan.
08:01Iran berbatasan dengan Turki, berbatasan dengan Irak, berbatasan dengan Afghanistan.
08:04Dia bisa kemudian, walaupun misalkan dia dihambat kepada berbagai negara-negara.
08:08Tetapi negara-negara kawasan ini masih sangat intensif untuk melakukan perdanganan kepada Iran.
08:12Saya kira ini celah yang akan dimatukan Iran untuk tidak terkira sanksi Amerika Serikat.
08:16Oke, sepertinya memang Amerika Serikat sudah kehilangan daya paksa.
08:19Sehingga sudah bingung lagi, ujungnya lagi memberikan sanksi ekonomi.
08:23Tapi saya ingin bertanya ke Mbak Isha juga, apakah sanksi ekonomi ini berpengaruh terhadap kekuatan militer Iran
08:30dalam konteks saat ini masih bersitegang antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan?
08:35Tapi jangan dijawab dulu, nanti sesaat lagi di Sampai Indonesia Malam, tetap apa bersama kami.
08:44Masih membahas sanksi ekonomi yang diberikan Amerika Serikat terhadap Iran.
08:48Tadi saya bertanya kepada Mbak Isha sebelum jeda.
08:51Apakah kira-kira sanksi ekonomi yang diberikan Amerika Serikat ini bisa memengaruhi kekuatan militer Iran, Mbak Isha?
09:01Mohon maaf Mbak Isha sepertinya masih di mute. Mohon maaf.
09:07Mas Radhi, terima kasih untuk pertanyaannya.
09:10Ya, tentu saja Mas, karena yang namanya perang itu mahal.
09:14Satu hal yang perlu kita pahami bahwa untuk bisa memaintain sebuah militer,
09:18khususnya di dalam kondisi perang, itu membutuhkan resursus yang sangat besar.
09:22Akan tetapi, kalau kita lihat sekarang di sini, Iran tidak punya pilihan lain selain untuk terus ya,
09:27maintaining dan kemudian restocking kemampuan dari militernya.
09:31Karena kalau kita lihat, ini merupakan existential threat untuk Iran.
09:34Jadi meskipun ya, mereka harus mengaluskasikan resursus sebesar apapun ya,
09:38mau tidak mau, Iran harus kemudian mengedepankan sebenarnya seluruh resursusnya
09:42untuk bisa ya, at the very least, kemudian survive dari perang ini.
09:47Dan kita tahu sebenarnya, Iran ini juga bukan negara yang sebenarnya bulletproof.
09:51Ya, data menunjukkan sebenarnya dari awal perang sampai sekarang,
09:54ya Iran ini juga sudah mengalami gangguan ekonomi.
09:56Misalnya saja blokade itu menimbulkan kerugian sekitar 435 juta USD per harinya.
10:02Kalau per bulan kita hitung itu sekitar 13 miliar USD.
10:05Nah, belum lagi kita melihat tingkat inflasi yang ada di Iran,
10:08itu juga meningkat sebesar kalau tidak salah itu sekitar 40%.
10:11Nah, ini kan menunjukkan bahwa sebenarnya yang terdampak dari perang ini
10:14itu adalah kapasitas ya, kualitas hidup dari masyarakat Iran.
10:17Meskipun kita tahu bahwa sekarang masyarakat Iran merasa bahwa
10:21mungkin kehidupannya menjadi susah dan lain-lain gitu ya.
10:25Tetapi kita harus melihat juga ini kapasitas pemerintah atau keinginan pemerintah
10:28untuk tetap mempertahankan diri di dalam situasi seperti ini,
10:31itu tidak akan berubah.
10:32Nah, hal yang kemudian menguntungkan bagi Iran itu adalah
10:35militer dan teknologinya ini cukup murah.
10:37Karena rata-rata teknologinya ini dibuat dengan teknologi modular yang sederhana.
10:41Dan kemudian ini bisa di-resource ya dari kemudian sumber-sumber umum
10:45dibandingkan dengan sumber daya yang sangat spesifik
10:48kalau dibandingkan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
10:52Ya, artinya Iran masih bisa bertahan dengan kekuatan militer
10:56meskipun sanksi ini diberikan oleh Amerika Serikat begitu ya.
10:59Mas Bizarro, kok saya punya keyakinan begitu ya
11:03bahwa sebenarnya tujuan Amerika Serikat memberikan sanksi ini juga
11:06salah satunya adalah untuk agar supaya Iran juga bisa kembali ke meja perundingan.
11:12Kira-kira tekanan ekonomi yang saat ini diberikan
11:15apakah akan membuat Iran juga akan kembali ke meja perundingan
11:18seperti yang diinginkan Amerika Serikat?
11:20Itu yang pertanyaan yang sangat krusial dari Mas Radi.
11:23Apakah tekanan sanksi baru ekonomi dari Amerika Serikat
11:26ditujukan untuk membuat Iran itu menyerah
11:29atau membuat Iran itu kembali ke meja perundingan?
11:31Kok saya tidak begitu yakin premis yang pertama Mas Radi ya
11:33ini lebih kepada cara Amerika Serikat untuk menekan Iran kembali
11:37agar mau lagi melakukan negosiasi seperti itu.
11:39Ini yang terbaru misalkan Pakistan yang diwakili oleh Panglima Asim Munir
11:43itu berangkat ke Teheran bertemu dengan Mosin Reza'i
11:46bertemu dengan Pesek Sian
11:47itu menarik membawa titipan dari Amerika Serikat Mas Radi.
11:50Apa titipannya?
11:51Bahwa Amerika Serikat, ini disebut-sebut Donald Trump ya
11:53itu mau kemudian akhirnya mencabut blokade maritim kepada Iran
11:57dan mencabut sanksinya asal Iran itu mau membuka selat hormus
12:02dan menghentikan serangan-serangan proksinya
12:04kepada kawasan Teluk dan juga Amerika Serikat.
12:06Artinya bukan tidak mungkin memang
12:07tekanan-tekanan ekonomi yang dilakukan oleh Trump itu
12:10hanya bergening dari Amerika Serikat
12:11agar Iran itu mau ke meja perundingan seperti itu.
12:13Tetapi makanya kan Iran mengatakan
12:15dialog dengan Pakistan berlangsung produktif ya.
12:17Kalau emang ini paketnya seperti ini
12:18menurut saya ini bentuk kemudian
12:20Amerika Serikat menyerah terhadap perang kepada Iran ya.
12:23Karena kan berkali-kali seterangan militer,
12:25invasi itu tidak membuat Iran menyerah.
12:27Kalau memang paketnya seperti itu
12:28saya yakin Iran itu mau ke meja perundingan.
12:30Karena kan problematika Iran ini
12:31kenapa dia menghindari negosiasi dan kompromi
12:33karena dia tidak menganggap
12:34APMO yang sudah dilakukan itu
12:36ditegakkan oleh Amerika Serikat
12:37dan tidak memberikan keuntungan kepada Iran gitu.
12:40Tetapi lagi-lagi
12:40Iran menurut saya akan sangat hati-hati
12:42ketika masuk ke meja perundingan.
12:43Dia pasti akan menunggu dulu
12:45itikat baik dari Amerika Serikat.
12:46Bukan hanya komitmen.
12:47Kalau disampaikan oleh Pak Kisahin komitmen
12:49Amerika katanya mencabut sanksi,
12:51mencabut blokade.
12:52Iran menunggu dulu
12:52apakah itu dilakukan atau tidak.
12:54Kalau tidak,
12:55kalau saya melihat sekarang
12:56komposisi keamanan Iran ya
12:57ada misalkan Mohsen Rezai, Reza Nakdi, dan lain sebagainya.
13:01Ini kelompok-kelompok garis keras
13:02yang memang redline mereka
13:04itu nggak pernah mau negosiasi
13:06dan nggak mau kompromi.
13:07Karena contoh yang terbaru nih ya
13:08Iran itu sekarang sedang mengajukan
13:10parlemennya
13:10untuk keluar dari perjanjian nuklir
13:12NPT yang ada di PBB gitu.
13:14Kan bagi Iran
13:15ngapain kita tetap melakukan
13:17non-proliferasi nuklir
13:18tetap ikut dalam pengawasan IA
13:20kalau itu tidak menjamin kami
13:21tidak diserang oleh Amerika Serikat gitu.
13:23Makanya mereka sekarang mau keluar
13:24dari perjanjian itu gitu.
13:25Jadi Iran itu sekarang menjadi semakin keras gitu.
13:28Nah ini menurut saya
13:29menurut saya ini bentuk kekalahan Donald Trump
13:31dan kemudian bentuk mereka menyerah
13:32karena problematikanya
13:33Trump sudah mau pemilu
13:35tadi kemudian survei di Reuters
13:36sudah 33 persen
13:37itu terendah sepanjang sejarah.
13:39Jika ini terus terlangsung
13:40maka buah hanya
13:40partai republik yang kalah
13:41Trump pun juga akan hanyut
13:43dalam politika Amerika Serikat.
13:45Oke.
13:45Nah ini kan
13:46Amerika Serikat juga
13:47bukan hanya ke Iran
13:48tapi mengancam juga
13:49kepada negara-negara
13:51yang bermitra dagang dengan Iran
13:52untuk diberikan sanksi
13:54jika memang masih bermitra begitu.
13:55Mbak Isha kira-kira
13:57negara mana yang secara obvious ya
14:00obvious resistance
14:02terhadap kebijakan Amerika Serikat
14:04terhadap Iran ini?
14:07Saya rasa sekarang kita berada
14:09di dalam dunia yang sifatnya
14:10kompleks interdependence
14:11dalam artian tidak ada negara
14:13yang bisa berdiri sendiri gitu.
14:14Bahkan negara sebesar Amerika Serikat
14:17kalau kita lihat ya
14:18dia juga masih memiliki
14:19hubungan yang kuat
14:20dengan negara-negara
14:21yang juga memiliki kerjasama
14:23dengan Iran.
14:24Misalnya saja kita bicara tentang
14:26hubungan Amerika Serikat
14:27dengan China.
14:28Ya Amerika Serikat punya banyak
14:30manufacturing yang kemudian
14:31ada di China.
14:31Begitu juga sebaliknya.
14:32China memiliki kemudian banyak
14:34market di Amerika Serikat.
14:35Nah kita lihat sebenarnya
14:36negara-negara yang sempat
14:37diancam untuk dibom
14:38oleh Donald Trump
14:39seperti misalnya Oman
14:40yang merupakan salah satu
14:41sekutu yang krusial
14:43bagi Amerika Serikat
14:44di kawasan
14:44Arab Teluk gitu.
14:46Saya kira sebenarnya
14:47dalam sejarah
14:47baru kali ini
14:48Presiden Amerika Serikat
14:49itu mengancam
14:50akan mengebong
14:51ya proksinya
14:52di wilayah lain.
14:54Dan saya kira
14:54sebenarnya ini merupakan
14:55sebuah tantangan juga
14:56bagi pemerintahan
14:57Amerika Serikat.
14:58Karena sepertinya
14:59Donald Trump ini
15:00ya dia mengeluarkan
15:01statement-statement
15:02yang bertolak belakang
15:03dengan apa yang dikatakan
15:04baik oleh Pres Sekretari
15:05maupun oleh
15:06Wakil Presidennya gitu.
15:07Dimana kemudian ya
15:08beberapa hari
15:09sebelum pernyataan itu keluar
15:10kan sebenarnya
15:11ada pernyataan terkait
15:12bagaimana
15:12apa namanya
15:13pembicaraan yang kondusif
15:14ini masih dilakukan
15:15dengan partner-partner
15:16di Timur Tengah
15:18khususnya kemudian
15:18masih ada negosiasi-negosiasi
15:20yang dikatakan oleh Iran.
15:21Baru setelah itu
15:22kemudian ada
15:22pernyataan-pernyataan
15:23kontroversial yang dilakukan
15:24oleh Trump.
15:25Apakah itu terkait
15:26kemudian
15:26Smart Hormos ya
15:27yang merupakan bagian
15:28dari Amerika Serikat.
15:29Apakah itu terkait
15:30kemudian bagaimana
15:31Amerika Serikat
15:32akan mengebom Oman gitu.
15:33Jadi saya rasa
15:34sebenarnya disini
15:34kita perlu melihat
15:35dari jarak
15:36apa namanya
15:37jangka panjangnya
15:38tidak mungkin
15:39Amerika Serikat
15:39itu bisa secara
15:41total ya
15:42mengisolasi
15:43sebenarnya
15:44suatu negara
15:45yang pastinya
15:46ini memiliki hubungan
15:47ekonomi juga
15:47dengan Amerika Serikat.
15:48Dan sepertinya
15:49meskipun
15:50Amerika Serikat
15:50berusaha untuk
15:51mengisolasi Iran
15:52saya kira sebenarnya
15:53ini bukan opsi
15:54yang kemudian
15:54bisa dilakukan
15:56dan realistis
15:56dilakukan oleh Amerika Serikat.
15:57Oke untuk
15:59menyimpulkan
15:59perbincangan kita
16:00malam hari ini
16:00Mas Bezaro
16:01kira-kira
16:01jika
16:02sanksi ini gagal
16:04mengubah
16:04perilaku Iran
16:05dalam
16:066 hingga
16:0912 bulan ke depan
16:10skenario mana
16:11yang kira-kira
16:11lebih mungkin
16:12sanksi AS
16:13yang semakin efektif
16:14menekan Iran
16:15atau Iran yang berhasil bertahan
16:16bahkan memperkuat
16:17ketahanan ekonominya.
16:19Kalau kita lihat
16:20situasi sekarang ya
16:21kita lihat Iran itu
16:22masih sangat survive ya
16:23Mas Radi ya
16:23memang kita tidak memungkiri
16:24ada dampak
16:25ada inflasi
16:26ada kemudian
16:27masalah ekonomi yang signifikan
16:28tapi kemudian
16:30sampai membuat Iran
16:30kolaps dan memutus mereka
16:32dari rantai ekonomi global
16:33itu kayaknya tuh
16:34enggak ya
16:34bahkan Galibaf itu
16:35datang ke Iran
16:36kemudian Asimunir
16:37datang ke Teheran
16:38dan sebagainya
16:39artinya Iran itu
16:39masih punya berbagai mitra
16:41dan sekarang
16:41di internal Iran ini
16:43dia punya doktrin ya
16:44lebih baik kami
16:44mati ya bertempur
16:46ketimbang kita menyerah
16:47kepada Amerika Serikat
16:48saya kira
16:48ini sekarang berkembang
16:49di internal Iran
16:50yang membuat mereka tuh
16:51tidak kemudian bisa tunduk
16:52apalagi tadi
16:53saluran-saluran ekonominya
16:55itu tidak benar-benar
16:56bisa diputus gitu
16:56misalkan gini
16:57apakah berani
16:58Amerika itu memberikan
16:59sanksi yang sangat besar
17:00kepada Cina
17:01ketika Cina tetap
17:01kemudian mengimpor
17:02dari Iran
17:03saya kira itu menjadi isu juga
17:04kalau itu disanksi
17:05tadi masalahnya
17:06Amerika itu juga butuh Cina loh
17:07jangan-jangan
17:08Cina tidak butuh
17:10apa-apa gitu
17:11ini menurut saya
17:12akan terjadi 6-12 ke depan
17:13Iran masih survive
17:14kalau untuk perang
17:16bisa jadi kayak sekarang nih
17:17no peace no war gitu
17:18dibilang damai enggak
17:19dibilang perang juga enggak gitu
17:20situasinya akan pesan
17:21mas Radhi
17:21intinya pesannya dari Iran adalah
17:23sudah surrender saja
17:24Amerika Serikat
17:24kita ini terlalu kuat
17:26untuk Anda
17:26begitu ya kira-kira
17:27baik
17:28terima kasih
17:29peneliti Asia Middle East
17:31Center Pizarro Ghazali
17:32dan peneliti
17:33Indo-Pacific Strategic Intelligence
17:34Aisyah Kusuma Somantri
17:35yang telah hadir
17:36sampai Indonesia malam
17:36sampai jumpa
17:37selamat malam
17:37selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan