00:01Sederhana kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya meluas sehingga mendekati permukiman warga.
00:06Warga yang panik berupaya membantu upaya pemadaman api.
00:14Kejangnya angin membuat kobaran api dari kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya mebesar.
00:19Kondisi ini membuat warga panik karena api telah mendekati permukiman,
00:23bahkan berjarak sekitar 30 meter dari rumah warga di jalan bukit Palangka Ujung,
00:30dan empat unit mobil pemadam juga dikerahkan untuk memadamkan api.
00:34Upaya pemadaman turut dibantu warga sekitar.
00:42Jadi malam sempat redak, jadi pagi tadi jam, tau jam berapa pagi tadi itu mulai ano lagi?
00:51Apa? Eh, apinya besar. Nah, biarku kita biar siap aja lagi.
00:58Nah, itu.
01:00Kira-kira berapa meter nih Pak, jaraknya dari api sampai ke rumah nih Pak?
01:04Ini dari ini 40 meter.
01:10Sementara itu tim Satgas Gabungan Karhutlah masih berjibah kumadamkan kebakaran hutan dan lahan di desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar Riau.
01:19Pemadaman dilakukan untuk memutus penyebaran api agar tidak meluas.
01:23Bahkan karena pekatnya asap, petugas menggunakan tabuk oksigen saat melakukan pemadaman.
01:46Tim Satgas Gabungan, Manggala Agni, BPBD, TNI, dan Polri terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di desa Rimbo Panjang,
01:55Kabupaten Kampar Riau.
01:55Upaya pemadaman dilakukan melalui darat dan udara dengan mengerahkan helikopter waterbombing.
02:02Ibas karhutlah, kabut asap menyelimuti permukiman warga dan jalan lintas barat Sumatera.
02:08Paparan kabut asap dikeluhkan warga karena mengganggu kesehatan.
02:12Warga mengaku mengalami batuk dan sesak nafas akibat menghirup kabut asap.
02:35Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, paparan kabut asap pekat imbas karhutlah membuat sejumlah warga harus berobat ke fasilitas kesehatan.
02:43Warga mengeluhkan gejala sesak nafas, batuk, dan flu.
03:04Kasus penyakit ispa di Rumah Sakit Umum daerah Ulin, Banjarmasin cenderung menurun.
03:08Karena penanganannya sebagian sudah ditangani di puskesmas terdekat.
03:12Kasus-kasus ispa biasanya sudah ditangani di Rumah Sakit Daerah.
03:17Baik itu di puskesmas juga, kemudian di klinik, dan di Rumah Sakit baik tipe D, tipe C.
03:24Nah biasanya di Rumah Sakit tersebut, kasus ispa sudah tertangani dengan baik.
03:28Kalau ada kondisi yang memberat, biasanya dirujuk ke Rumah Sakit Ulin salah satunya.
03:33Tapi saat ini kasus ispa di Rumah Sakit Ulin kondisinya cenderung menurun.
03:41Kabut asap imbas karhutlah menjadi ancaman bagi warga di daerah terdampak.
03:45Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker kesehatan
03:50demi menjaga diri dari paparan kabut asap.
03:52Tim Liputan Kompas TV
03:59Bagaimana penanganan dan kondisi kesehatan warga imbas kabut asap karhutlah?
04:03Kita bahas bersama Direktur RSD Idaman Banjarbaru yang juga Sekretaris IDI Kalsel, Dr. Dhani Indra Wardana.
04:12Selamat malam, Dr. Dhani.
04:14Selamat malam, Mas Gali.
04:16Dokter, sampai malam ini bagaimana kondisi kesehatan warga di Kalsel terutama?
04:22Baik, secara prinsip sih memang kayaknya data itu menunjukkan puncaknya itu kayaknya minggu kemarin ya, Mas Gali ya.
04:30Terutama kalau di rumah sakit saya, kenaikannya itu di minggu kemarin, cut off-nya di hari Sabtu kemarin,
04:37dan saat ini sih memang mulai ada penurunan untuk kasus terutama di anusanya ispa.
04:42Memang dari data yang Dr. Dhani terima ini ada berapa kasus di Kalsel?
04:48Secara prinsip sih kalau di rumah sakit saya ya, Mas Gali ya, di rumah sakit saya itu kasusnya meningkat sampai
04:5576 kasus begitu.
04:57Dan minggu ini mulai menurun sekitar 56 kasus yang masuk ke rumah sakit.
05:02Untuk data di Kalsel mungkin ribuan ya, Mas ya, yang akan terdampak soal ini.
05:08Di RSD Idaman Banjarbaru ini, Dr. Dhani yang menceritakan ini, rata-rata mereka pasien itu apa yang dirasakan?
05:17Kebanyakan sama dengan yang disampaikan tadi, kebanyakan batuk, kemudian kadang-kadang terasa sesak dan flu.
05:25Begitu, Mas.
05:26Sesak, batuk, dan flu. Mereka mayoritas anak-anak, dewasa, atau seperti apa, Dok?
05:31Ya, kalau di data kami, di rumah sakit kami, itu tiga terbesar adalah yang pertama adalah anak umur 1-4
05:41tahun, itu sekitar 27,3 persen.
05:44Kemudian usia 5-9 tahun itu di angka 21,2 persen.
05:50Dan usia produktif di 20-44 tahun itu 19,9 persen.
05:55Dok, sampai saat ini kan kondisi karhutlah ini kebakarannya kan masih semakin parah dan kabut asap ini juga terus menyebar
06:04di permukuman warga.
06:05Bagaimana sebetulnya penanganan atau mitigasi dari IDI?
06:10Ya, kalau IDI, kita secara komprehensif mulai dari PBID, kemudian kami di wilayah, dan melibatkan juga di IDI Cabang.
06:19Selain kemudian kita juga memberikan bantuan, ya, Mas, ya, rencananya nanti dari PBID akan ada mendropping beberapa alat bantuan.
06:27Kemudian kita dari wilayah dan di Cabang juga mencoba memobilisasi, begitu.
06:34Di antaranya ada beberapa kita mapping keperluan-keperluan, begitu, Mas, terutama untuk warga dan relawan khususnya.
06:41Salah satunya kami juga akan support kerelawan, ya, Mas, ya, kerelawan ke petugas yang memadamkan api.
06:47Di antaranya mereka sudah tidak bisa lagi menggunakan masker medis, jadi harus pakai masker yang respirator, begitu.
06:56Kemudian mereka juga ternyata perlu oksigen tabung kecil, begitu, Mas, terutama di TKP, kemudian vitamin juga, serta sepatu bud, begitu.
07:06Dokter, jika melihat kondisinya seperti itu, dampak yang paling parah itu akan seperti apa, sih, dok?
07:14Ya, kalau misalnya kasusnya, terutama di rumah sakit, yang paling mungkin nanti akan ada kasus pernafasan, ya, Mas, ya, khususnya
07:23radang paru atau pneumonia.
07:25Sampai detik ini, sih, kemarin terlaporkan ke kami bahwa kasusnya memang kebanyakan anak, ya, yang masuk ke rumah sakit kami.
07:32Dan kebanyakan juga karena memang punya penyakit penyertama, salah satunya asma, begitu.
07:38Jadi, yang masuk ke kebanyakan seperti itu yang mengalami pemberatan akibat kabut asapnya.
07:44Dengan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti permukiman warga, apakah ada langkah-langkah ataupun imboan dari,
07:51ataupun anjuran dari IDI untuk membatasi aktivitas warga, terutama aktivitas sekolah, dok?
07:58Baik. Yang jelas, kita tetap akan lihat situasi dan kondisinya, ya, Mas, ya.
08:03Memang apabila kabutnya masih seperti ini, terutama di beberapa titik, contohnya kalau di Banjar Baru itu,
08:10di Landa Selulin dan Yang Anggang, mungkin akan baiknya tetap menggunakan masker.
08:15Kemudian untuk waktu-waktu tertentu, terutama pagi hari, itu diusahakan apabila memang cukup parah asapnya,
08:24mungkin akan ada penundaan terkait dengan masuknya anak-anak ke sekolah, begitu.
08:29Kemudian jangan lupa untuk edukasi mereka untuk menggunakan masker,
08:33kemudian cuci tangan yang sifatnya memang menjaga supaya endurance tetap terjaga, begitu.
08:38Dan apabila ini semakin lama, semakin memberat, mungkin perlu dipikirkan untuk sekolah secara online, begitu, Mas,
08:46mungkin untuk bisa supaya pembelajari tetap jalan, namun kondisi masyarakat bisa tetap teratasi, begitu.
08:54Dengan kondisi kabut asap yang mungkin kita belum bisa memprediksi kapan akan berhenti,
09:00karena memang karhutlah ini masih, proses pemadamannya masih terus dilakukan.
09:05Apakah cukup hanya dengan menggunakan masker untuk aktivitas sehari-hari, dok?
09:12Tidaknya itu ya, Mas, ya tentunya masker itu adalah bentuk perlindungan,
09:16namun juga menjaga endurance, kemudian kebersihan tubuh, vitamin, support vitamin,
09:22kemudian menjaga kesehatan itu juga sangat penting.
09:25Kemudian jangan lupa juga pada pasien-pasien yang memang punya gejala ikutan,
09:29seperti asma, kemudian pasien-pasien mungkin yang punya gangguan sudah terlebih dahulu itu juga perlu memperhatikan.
09:37Kalau saya sih secara pribadi menyampaikan, kalau tidak perlu keluar rumah, ya mari kita lakukan itu, Mas, begitu.
09:44Tapi kalau misalnya dengan kondisi permukiman yang mungkin diselimuti kabut asap,
09:50apakah harus mengungsi atau ibuannya seperti apa?
09:56Sejauh ini sih mungkin sambil lihat situasi dan kondisi ya, Mas, ya.
09:59Terutama kalau memang, kalau kayak di Banja Baru ada wilayah-wilayah tertentu memang yang memang rapat sekali,
10:05mungkin jaraknya beberapa meter saja dari pusat api, ya saya pikir mungkin pilihannya adalah mengungsi, Mas, begitu.
10:12Tapi tetap kita akan lihat situasi dan kondisinya ya, Mas, ya, begitu.
10:15Baik, terima kasih Dr. Dhani Indrawardana, Direktur RSD Idaman Bajar Baru,
10:21yang juga Sekretaris IDI Kalseltera bergabung bersama kami di Kompas Malam.
10:25Terima kasih, dok.
10:27Terima kasih, Mas Gali.
Komentar