Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KETAPANG, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan mengancam kehidupan satwa di dalamnya.

Di Ketapang, Kalimantan Barat, tiga orang utan terjebak di perkebunan warga karena habitatnya terbakar.

Tiga orang utan ini terjebak di perkebunan warga sejak kebakaran hutan yang menjadi habitat mereka di Ketapang, Kalimantan Barat, semakin merajalela.

Tim gabungan mengevakuasi ketiga orang utan yang terdiri dari satu induk dan dua anaknya tersebut.

Evakuasi membutuhkan waktu delapan jam menggunakan senapan bius.

Setelah dievakuasi, ketiga orang utan dipindahkan ke Taman Nasional Gunung Palung untuk dilepasliarkan kembali.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat, kebakaran hutan dan perubahan tutupan lahan menjadi ancaman serius bagi habitat orang utan.

Kebakaran hutan dan lahan di Ketapang, Kalimantan Barat mengancam kelangsungan hidup satwa liar di dalamnya, termasuk orangutan.

Kita bahas bersama Heribertus Suciadi, Senior Manajer Media dan Komunikasi, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau YIARI.

Baca Juga Habitatnya Terbakar, 3 Orangutan Terpaksa Masuk Kebun Warga di Ketapang | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687368/habitatnya-terbakar-3-orangutan-terpaksa-masuk-kebun-warga-di-ketapang-sapa-malam

#orangutan #karhutla #kalimantan

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687409/full-karhutla-di-ketapang-begini-proses-evakuasi-4-orangutan-kompas-malam
Transkrip
00:00Kebakaran hutan dan lahan mengacam kehidupan satwa di dalamnya.
00:03Di Ketapang, Kalimantan Barat, tiga orang hutan terjebak di perkebunan warga karena habitatnya terbakar.
00:14Tiga orang hutan ini terjebak di perkebunan warga sejak kebakaran hutan yang menjadi habitat mereka di Ketapang, Kalimantan Barat semakin
00:24merajalela.
00:26Tim gabungan mengevakuasi ketiga orang hutan yang terdiri dari satu induk dan dua anaknya tersebut.
00:35Evakuasi membutuhkan waktu delapan jam menggunakan senapan bius.
00:40Selama perjalanan kita meresue bisa dilihat di sekeliling perjalanan itu kanan kiri hutannya itu udah hampir habis seluruhnya terbakar oleh
00:50api.
00:50Jadi untuk menghindari konflik dan memitigasi kejadian tersebut, jadi kita melakukan resi dan transportasi hati.
01:01Setelah dievakuasi, ketiga orang hutan dipindahkan ke Taman Nasional Gunung Palung untuk dilepas liarkan kembali.
01:08Kasus ini sekaligus menjadi pengingat kebakaran hutan dan perubahan tutupan lahan menjadi ancaman serius bagi habitat orang hutan.
01:19Tim Liputan Kompas TV
01:27Kebakaran hutan dan lahan di Ketapang Kalimantan Barat mengancam kelangsungan hidup satwa liar di dalamnya termasuk orang hutan.
01:34Untuk membahasnya sudah bersama kami, Heribertus Suciadi, Senior Manager Media dan Komunikasi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitas Indonesia, TOIARI.
01:44Selamat malam, Mas Heri.
01:47Selamat malam, Mas Gali.
01:49Mas Heri, sampai saat ini sebenarnya seberapa serius dampak karhutlah di Ketapang terhadap populasi orang hutan dan satwa liar lainnya?
01:58Kalau dari kami cukup lumayan karena sebenarnya dari awal tahun ini kami punya tim OPU, orang hutan persen unit.
02:06Itu kita memantau ada tujuh orang hutan di lima desa yang berbeda.
02:11Jadi mereka ini tinggal di area tepi-tepi hutan.
02:15Mereka ada di area kawasan hutan yang juga konservasi.
02:19Dan itu yang saat ini kondisinya paling terlancam mereka lalu telah.
02:22Jadi ruang tempat mereka itu terbakar termasuk tiga orang hutan ini.
02:27Dan mereka tidak punya asis.
02:29Balik lagi ke hutan.
02:30Jadi kita bantu, kita evakuasi bersama BKS dan Balai Taman Nasional untuk pindahkan ke tempat yang lebih aman.
02:35Sebetulnya seberapa parah Taman Nasional ini terdampak dengan kebakaran hutan yang terjadi di sana?
02:43Kalau Taman Nasional justru tidak terdampak, Mas Gali.
02:47Makanya kita memindahkan dari pemikman warga masuk ke Taman Nasional yang lebih aman.
02:53Jadi artinya ini ada orang hutan yang sempat dievakuasi ini karena memang tidak bisa pulang lagi ke habitatnya dan terjebak
03:02di permukiman warga?
03:04Betul.
03:05Nah habitat ini itu sebenarnya ada di luar kawasan konservasi, Mas.
03:09Jadi hutan-hutan biasa, bukan kawasan konservasi.
03:12Itu yang membuat status mereka menjadi tidak aman ya.
03:15Karena di luar kawasan konservasi.
03:17Sudah berapa orang hutan yang ada di Ketapang dan berhasil evakuasi, Mangaseri?
03:22Kalau dari keb...
03:24Karena ini sudah ada empat, Mas.
03:27Dan masih ada beberapa lagi yang masih kita pantau.
03:30Ada di lima desa yang kita pantau di dua keupatan.
03:33Di Ketapang dan di Kayang Utara.
03:35Ini kan orang hutan ketika masuk ke permukiman warga ini itu pasti akan tidak bisa dikendalikan juga.
03:42Bagaimana proses evakuasi bisa diceritakan kepada kami?
03:46Oke, jadi karena ini sebenarnya efeknya domino ya, Mas.
03:52Jadi orang hutan tidak bisa kembali ke hutan, dia terpaksa ke kebun warga.
03:56Kebun warga dia makan tanaman warga, kemudian juga jadi potensi konflik untuk warga.
04:01Itu kemudian kenapa kita translokasi.
04:03Karena efeknya tidak hanya orang hutan kehilangan habitat,
04:07tapi juga masyarakat mengalami kerugian ekonomi.
04:10Itu yang kita khawatirkan.
04:12Jadi waktu proses...
04:14Dan karena ini liar...
04:15Ya, Mas, ini silahkan.
04:16Karena ini liar, kita menggunakan senapan bius.
04:19Kita punya tim dokter Ewan dan juga kita punya tim khusus yang memang telatih menggunakan senapan bius.
04:25Induk anak itu kita tembak dengan senapan bius,
04:27tapi kalau induk anak, kita hanya tembak induknya saja.
04:30Karena anaknya terlalu kecil kan.
04:32Artinya penuh dengan kehati-hatian ya, Mas Siri ya?
04:34Betul, betul.
04:36Bahkan kita dari jam 7 pagi itu kita baru bisa dapatkan induk anak itu jam 1 siang.
04:43Karena sangat lincah dan untuk menembak juga harus di posisi yang pas.
04:47Harus di paha atau pandang, atau punggung.
04:50Ini kan tentunya sangat sulit ya, karena kan memang liar seperti itu.
04:56Apa kendala yang dialami, Mas Siri, untuk proses evakuasi ini?
05:01Lebih ke medan dan pergerakan orangutan.
05:05Karena semakin orangutan stres, dia juga semakin gerakannya tidak terkendali.
05:11Juga orangutan ini kadang-kadang mengindungi anaknya di depan untuk melindungi dia dari bidikan senapan bius.
05:18Ini yang sangat berbahaya kalau senapan bius sampai ke anaknya.
05:21Jadi bagaimana kita itu yang paling susah.
05:24Sekarang setelah dievakuasi ini, lalu dibawa ke tempat rehabilitasi.
05:28Di mana itu, Mas Siri?
05:30Kalau yang ini karena dia liar, dia tidak masuk ke pusat rehabilitasi.
05:34Jadi langsung diantar ke Taman Nasional Gunung Palung.
05:40Artinya enggak ada seperti pemulihan atau seperti apa gitu biasanya?
05:45Enggak, karena kami ada dua dokter hewan yang ikut.
05:48Kita cek langsung, cek kondisi anaknya, kondisi hidupnya.
05:52Kita juga sempat kasih infus dan kemudian semua terlihat baik.
05:56Oke, tidak ada malnutrisi, dehidrasi juga sudah kita berikan infus.
06:02Bisa langsung kita lepaskan, Mas.
06:04Untuk selanjutnya, masih ada monitoring enggak?
06:06Apakah masih ada perlu yang dievakuasi?
06:09Lalu ketika dievakuasi itu, kondisi orangutan seperti apa sih, Mas?
06:14Yang dievakuasi kemarin?
06:16Ya.
06:17Oh ya.
06:19Terlihat sedikit kurang makan, tapi tidak sampai ke malnutrisi.
06:23Jadi kondisinya masih aman untuk bisa langsung dilepas liarkan.
06:26Banyak saja kita support ke induknya itu diberi, sempat diberi cairan infus
06:30selama mungkin sekitar setengah sampai satu jam untuk bisa mengembalikan kondisinya.
06:36Terkait dengan monitoring, Mas, bagaimana prosesnya?
06:41Kalau monitoring, karena ini liar, biasanya setelah di Taman Nasional,
06:47kita pasunisinya itu kita tidak melakukan monitoring berlanjut.
06:50Karena juga kalau dilakukan monitoring, itu justru akan membuat orang-orang semakin stres.
06:54Karena orang-orang yang tahan liar, kan?
06:56Kalau orang-orang yang rehabilitasi, dia dimonitoring.
06:58Tapi karena ini liar, kita langsung tinggal dihabitasi.
07:01Apakah ada bantuan dari pemerintah terkait dengan penyelamatan orang hutan dampak dari Karhutla ini, Mas Siri?
07:10Ya, tentu. Karena kami penyelamatan ini bersama dengan BKSDA Kaimantan Barat,
07:15karena kami juga mitra mereka.
07:17Jadi kita tidak bisa juga rescue tanpa ada BKSDA.
07:20Dan tentu saja ada bantuan dari Balai Taman Nasional Gunung Palung
07:25sebagai pemilik wilayah konservasi yang aman.
07:27Jadi kita bisa memindahkan ini dari itu.
07:31Baik, terima kasih, Mas Siri Bertu Suciadi, Senior Manager Media dan Komunikasi Hari
07:37atas kontribusinya juga menyelamatkan orang hutan
07:40agar tidak terlalu terdampak dengan Karhutla.
07:43Terima kasih, Mas Siri.
07:43Terima kasih, Mas Siri.
Komentar

Dianjurkan