00:00Kebakaran hutan dan lahan mengacam kehidupan satwa di dalamnya.
00:03Di Ketapang, Kalimantan Barat, tiga orang hutan terjebak di perkebunan warga karena habitatnya terbakar.
00:14Tiga orang hutan ini terjebak di perkebunan warga sejak kebakaran hutan yang menjadi habitat mereka di Ketapang, Kalimantan Barat semakin
00:24merajalela.
00:26Tim gabungan mengevakuasi ketiga orang hutan yang terdiri dari satu induk dan dua anaknya tersebut.
00:35Evakuasi membutuhkan waktu delapan jam menggunakan senapan bius.
00:40Selama perjalanan kita meresue bisa dilihat di sekeliling perjalanan itu kanan kiri hutannya itu udah hampir habis seluruhnya terbakar oleh
00:50api.
00:50Jadi untuk menghindari konflik dan memitigasi kejadian tersebut, jadi kita melakukan resi dan transportasi hati.
01:01Setelah dievakuasi, ketiga orang hutan dipindahkan ke Taman Nasional Gunung Palung untuk dilepas liarkan kembali.
01:08Kasus ini sekaligus menjadi pengingat kebakaran hutan dan perubahan tutupan lahan menjadi ancaman serius bagi habitat orang hutan.
01:19Tim Liputan Kompas TV
01:27Kebakaran hutan dan lahan di Ketapang Kalimantan Barat mengancam kelangsungan hidup satwa liar di dalamnya termasuk orang hutan.
01:34Untuk membahasnya sudah bersama kami, Heribertus Suciadi, Senior Manager Media dan Komunikasi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitas Indonesia, TOIARI.
01:44Selamat malam, Mas Heri.
01:47Selamat malam, Mas Gali.
01:49Mas Heri, sampai saat ini sebenarnya seberapa serius dampak karhutlah di Ketapang terhadap populasi orang hutan dan satwa liar lainnya?
01:58Kalau dari kami cukup lumayan karena sebenarnya dari awal tahun ini kami punya tim OPU, orang hutan persen unit.
02:06Itu kita memantau ada tujuh orang hutan di lima desa yang berbeda.
02:11Jadi mereka ini tinggal di area tepi-tepi hutan.
02:15Mereka ada di area kawasan hutan yang juga konservasi.
02:19Dan itu yang saat ini kondisinya paling terlancam mereka lalu telah.
02:22Jadi ruang tempat mereka itu terbakar termasuk tiga orang hutan ini.
02:27Dan mereka tidak punya asis.
02:29Balik lagi ke hutan.
02:30Jadi kita bantu, kita evakuasi bersama BKS dan Balai Taman Nasional untuk pindahkan ke tempat yang lebih aman.
02:35Sebetulnya seberapa parah Taman Nasional ini terdampak dengan kebakaran hutan yang terjadi di sana?
02:43Kalau Taman Nasional justru tidak terdampak, Mas Gali.
02:47Makanya kita memindahkan dari pemikman warga masuk ke Taman Nasional yang lebih aman.
02:53Jadi artinya ini ada orang hutan yang sempat dievakuasi ini karena memang tidak bisa pulang lagi ke habitatnya dan terjebak
03:02di permukiman warga?
03:04Betul.
03:05Nah habitat ini itu sebenarnya ada di luar kawasan konservasi, Mas.
03:09Jadi hutan-hutan biasa, bukan kawasan konservasi.
03:12Itu yang membuat status mereka menjadi tidak aman ya.
03:15Karena di luar kawasan konservasi.
03:17Sudah berapa orang hutan yang ada di Ketapang dan berhasil evakuasi, Mangaseri?
03:22Kalau dari keb...
03:24Karena ini sudah ada empat, Mas.
03:27Dan masih ada beberapa lagi yang masih kita pantau.
03:30Ada di lima desa yang kita pantau di dua keupatan.
03:33Di Ketapang dan di Kayang Utara.
03:35Ini kan orang hutan ketika masuk ke permukiman warga ini itu pasti akan tidak bisa dikendalikan juga.
03:42Bagaimana proses evakuasi bisa diceritakan kepada kami?
03:46Oke, jadi karena ini sebenarnya efeknya domino ya, Mas.
03:52Jadi orang hutan tidak bisa kembali ke hutan, dia terpaksa ke kebun warga.
03:56Kebun warga dia makan tanaman warga, kemudian juga jadi potensi konflik untuk warga.
04:01Itu kemudian kenapa kita translokasi.
04:03Karena efeknya tidak hanya orang hutan kehilangan habitat,
04:07tapi juga masyarakat mengalami kerugian ekonomi.
04:10Itu yang kita khawatirkan.
04:12Jadi waktu proses...
04:14Dan karena ini liar...
04:15Ya, Mas, ini silahkan.
04:16Karena ini liar, kita menggunakan senapan bius.
04:19Kita punya tim dokter Ewan dan juga kita punya tim khusus yang memang telatih menggunakan senapan bius.
04:25Induk anak itu kita tembak dengan senapan bius,
04:27tapi kalau induk anak, kita hanya tembak induknya saja.
04:30Karena anaknya terlalu kecil kan.
04:32Artinya penuh dengan kehati-hatian ya, Mas Siri ya?
04:34Betul, betul.
04:36Bahkan kita dari jam 7 pagi itu kita baru bisa dapatkan induk anak itu jam 1 siang.
04:43Karena sangat lincah dan untuk menembak juga harus di posisi yang pas.
04:47Harus di paha atau pandang, atau punggung.
04:50Ini kan tentunya sangat sulit ya, karena kan memang liar seperti itu.
04:56Apa kendala yang dialami, Mas Siri, untuk proses evakuasi ini?
05:01Lebih ke medan dan pergerakan orangutan.
05:05Karena semakin orangutan stres, dia juga semakin gerakannya tidak terkendali.
05:11Juga orangutan ini kadang-kadang mengindungi anaknya di depan untuk melindungi dia dari bidikan senapan bius.
05:18Ini yang sangat berbahaya kalau senapan bius sampai ke anaknya.
05:21Jadi bagaimana kita itu yang paling susah.
05:24Sekarang setelah dievakuasi ini, lalu dibawa ke tempat rehabilitasi.
05:28Di mana itu, Mas Siri?
05:30Kalau yang ini karena dia liar, dia tidak masuk ke pusat rehabilitasi.
05:34Jadi langsung diantar ke Taman Nasional Gunung Palung.
05:40Artinya enggak ada seperti pemulihan atau seperti apa gitu biasanya?
05:45Enggak, karena kami ada dua dokter hewan yang ikut.
05:48Kita cek langsung, cek kondisi anaknya, kondisi hidupnya.
05:52Kita juga sempat kasih infus dan kemudian semua terlihat baik.
05:56Oke, tidak ada malnutrisi, dehidrasi juga sudah kita berikan infus.
06:02Bisa langsung kita lepaskan, Mas.
06:04Untuk selanjutnya, masih ada monitoring enggak?
06:06Apakah masih ada perlu yang dievakuasi?
06:09Lalu ketika dievakuasi itu, kondisi orangutan seperti apa sih, Mas?
06:14Yang dievakuasi kemarin?
06:16Ya.
06:17Oh ya.
06:19Terlihat sedikit kurang makan, tapi tidak sampai ke malnutrisi.
06:23Jadi kondisinya masih aman untuk bisa langsung dilepas liarkan.
06:26Banyak saja kita support ke induknya itu diberi, sempat diberi cairan infus
06:30selama mungkin sekitar setengah sampai satu jam untuk bisa mengembalikan kondisinya.
06:36Terkait dengan monitoring, Mas, bagaimana prosesnya?
06:41Kalau monitoring, karena ini liar, biasanya setelah di Taman Nasional,
06:47kita pasunisinya itu kita tidak melakukan monitoring berlanjut.
06:50Karena juga kalau dilakukan monitoring, itu justru akan membuat orang-orang semakin stres.
06:54Karena orang-orang yang tahan liar, kan?
06:56Kalau orang-orang yang rehabilitasi, dia dimonitoring.
06:58Tapi karena ini liar, kita langsung tinggal dihabitasi.
07:01Apakah ada bantuan dari pemerintah terkait dengan penyelamatan orang hutan dampak dari Karhutla ini, Mas Siri?
07:10Ya, tentu. Karena kami penyelamatan ini bersama dengan BKSDA Kaimantan Barat,
07:15karena kami juga mitra mereka.
07:17Jadi kita tidak bisa juga rescue tanpa ada BKSDA.
07:20Dan tentu saja ada bantuan dari Balai Taman Nasional Gunung Palung
07:25sebagai pemilik wilayah konservasi yang aman.
07:27Jadi kita bisa memindahkan ini dari itu.
07:31Baik, terima kasih, Mas Siri Bertu Suciadi, Senior Manager Media dan Komunikasi Hari
07:37atas kontribusinya juga menyelamatkan orang hutan
07:40agar tidak terlalu terdampak dengan Karhutla.
07:43Terima kasih, Mas Siri.
07:43Terima kasih, Mas Siri.
Komentar