Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menyebut salah satu faktor yang mendorong aktivitas penyelundupan adalah kewajiban pembayaran saat emas dikeluarkan.

Bea Cukai juga masih melakukan investigasi terkait asal-usul emas yang diselundupkan, termasuk dugaan keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin.

Selain menyembunyikan emas di bagian tubuh, ada pelaku yang memasukkan emas ke dalam tas.

Ada pula modus body strapping, yakni menggunakan celana yang telah dimodifikasi dengan sejumlah kantong untuk menyembunyikan emas.

Meski emas memiliki bobot yang cukup berat, pelaku tetap mencoba membawa emas tersebut menggunakan pakaian yang telah dimodifikasi.

Dalam pengungkapan kasus, Bea Cukai juga menggunakan alat khusus untuk mendeteksi kandungan emas.

Untuk pemeriksaan secara menyeluruh, sampel emas dibawa ke laboratorium.

Namun, Bea Cukai memiliki alat XRF untuk melakukan pengujian secara cepat.

Hasil pengujian salah satu barang bukti menunjukkan kadar emas mencapai 99,99 persen.

Artinya, emas tersebut merupakan emas dengan kadar sangat tinggi atau setara emas murni 24 karat.

Di tengah ketatnya pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai juga menemukan adanya dugaan keterlibatan orang dalam.

Hengky mengatakan pemeriksaan di pintu masuk bandara dilakukan bersama petugas terkait dan dalam banyak kasus mampu mendeteksi barang yang diselundupkan.

Sepanjang 2021, Bea Cukai mencatat puluhan kasus penyelundupan emas berhasil diungkap.

Totalnya mencapai 32 kasus, dengan berat emas yang berhasil digagalkan mencapai 248 kilogram.

Nilai emas tersebut disebut mencapai sekitar Rp800 miliar.

Meski demikian, Bea Cukai belum bisa memastikan seluruh praktik penyelundupan emas berkaitan dengan keterlibatan orang dalam.




Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/DzZpRWvfwNo



#penyelundupan #emas #jaringan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687320/248-kg-emas-senilai-rp800-miliar-gagal-diselundupkan-ini-modusnya-dipo
Transkrip
00:02Kenapa tiba-tiba aktivitas meningkat?
00:04Karena kan tahun ini dikenakan bayar keluar untuk emas
00:08Sehingga mungkin mereka males bayar
00:11Yaitu coba selundup-selundup untuk mengambil keuntungan
00:15Angkanya siapa sih yang main-main itu?
00:17Pasti itu kan ada hubungan dengan pertambangan emas
00:20Tidak, tanpa izin
00:22Kita akan investigasi itu terus
00:27Selain ke bagian tubuh ada lagi?
00:29Kalau yang ini, cash bar
00:32Ini biasanya karena memang mereka pola pembawaannya
00:36Dia taruh di dalam tas, seperti itu
00:39Atau yang kita bisa lihat kasus yang keempat ini
00:42Dia body strapping namanya
00:44Jadi celana yang dia modifikasi, dia masukkan emas ini
00:48Apakah ini celana yang biasa kita gunakan
00:53Celana yang dimodifikasi atau seperti apa sebenarnya?
00:56Kalau ini sudah pasti celana yang mereka modifikasi ya
01:01Ini kantong-kantong cukup banyak
01:03Nanti diisi semua di dalam
01:05Meskipun emas ini cukup berat sebenarnya?
01:07Berat, ini kita pegang aja cukup berat ya
01:09Seperti ini mungkin dia coba masukkan ke dalam ya
01:13Sampai ke dalam seperti itu
01:16Apakah ada alat khusus mungkin yang kemudian digunakan oleh biaya cukai untuk memastikan keaslian emas
01:22Termasuk juga kandungan emas di dalam batangan ini?
01:25Ya, kalau normal itu sebenarnya di lab ya
01:29Cuma kan itu memakan waktu
01:31Betul
01:31Biasanya setelah kami melakukan penindakan baru kami lab
01:34Nah untuk uji sampel cepatnya itu kami ada alat XRF namanya
01:40Oke boleh coba kita rakyatkan pak?
01:43Mungkin yang pertama yang siliner mungkin?
01:45Bisa?
01:46Mungkin bisa ditunjukkan kamera ya
01:4899,99%
01:51Artinya pak?
01:52Jadinya emas murni ya
01:54Emas 24 karat atau emas 99%
02:01Tapi pertanyaannya pak, ketika emas ini diselendutkan ke dalam hand carry
02:06Apakah betul melibatkan salah satu oknum di Bandara Internasional Soekarno-Hatta?
02:12Sebenarnya kan untuk pemasukan ke dalam bandara ini sudah cukup ketat ya
02:16Kami bekerja sama dengan teman-teman AFSEC itu
02:19Sangat sering mereka bisa mendetect
02:21Hampir semuanya mereka bisa mendetect
02:23Nah permasalahannya begitu melibatkan orang dalam ya
02:28Kalau kemarin itu kami sampaikan oknum dari ground handling
02:31Oknum ground handling
02:33Nah ini menjadi satu permasalahan tersendiri
02:36Karena ground handling ini kan mereka hapal
02:40Liku-liku bandara seperti apa
02:43Di kasus ini ditangkap oleh AFSEC itu pada saat
02:46Ground handling ini ingin memasukkan ke dalam bandara
02:51Ok, bahwa sepanjang tahun 2026 bahkan ada 32 kasus yang diungkap
03:01Terkait dengan penyelundupan emas secara ilegal dan
03:03Dengan berat emas yang berhasil digagalkan untuk diselundupkan mencapai 248 kg emas
03:11Dan nominal angkanya itu mencapai 800 miliar rupiah
03:14Pertanyaan saya dengan angka yang sedemikian masih pak
03:17Apakah bisa diduga kuat bahwa penyelundupan emas ini masih terjadi?
03:22Karena ada keterlibatan orang dalam
03:24Setiap penyelundupan ini kan pasti ada polanya masing-masing ya
03:28Kalau kami hanya bicara di pada saat pengeluaran
03:32Itu nanti ya tadi seperti tadi yang saya sampaikan
03:34Ada yang memang dia bawa sendiri
03:36Ada yang dia coba mencari modus perhiasan
03:39Modus insert
03:40Ada yang dia masuk bodi strapping
03:42Ada yang dengan orang dalam di ground handling
03:44Seperti itu
03:45Tapi kalau secara overall ya
03:48Kami belum bisa dapat datanya secara spesifik ya
03:52Tapi memang segala macam cara pasti mereka coba
04:04Tapi pertanyaannya ketika permintaan itu muncul
04:06Apakah praktik penyelundupan emas secara ilegal ini juga
04:10Ada kaitannya dengan begitu banyaknya
04:12Fenomena penambangan emas tanpa izin di sejumlah daerah
04:15Terima kasih
Komentar

Dianjurkan