Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dugaan penyelundupan emas ilegal juga terungkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengungkap empat kasus penyelundupan emas dengan total mencapai 46 kilogram.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari sejumlah kasus penyelundupan emas sekitar dua bulan sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kombes Pol Bambang Wijanarko, mengatakan informasi diperoleh setelah polisi menelusuri transaksi emas ilegal.

Menurut informasi tersebut, terdapat warga negara India yang menyewa rumah dan mengaku memiliki toko emas.

Di dalam rumah tersebut, polisi menemukan meja resepsionis dan alat timbangan emas.

Sampel dari peralatan tersebut kemudian dikirim ke laboratorium forensik untuk memastikan apakah lapisan tersebut mengandung emas.

Ada kemungkinan warga negara India lainnya menggunakan lokasi tersebut untuk mobilitas sebagai mediator.

Mereka diduga bertugas mencari, menerima, dan membawa barang.

Dari rumah tersebut, polisi kemudian bergerak ke sebuah ruko yang diduga menjadi lokasi pengolahan emas.

Ruko tersebut bernama White Classic Gold and Silver.

Polisi menemukan berbagai barang bukti yang menggambarkan rangkaian proses pengolahan emas.

Mulai dari penerimaan emas, proses pembakaran untuk pemurnian, hingga perubahan bentuk emas.

Polisi menyebut perusahaan White Classic secara administratif merupakan perusahaan yang terdaftar.

Menurut data yang diperoleh polisi, perusahaan tersebut berdiri pada 1 Oktober 2024.

Di lokasi itu juga terdapat informasi mengenai jaringan perusahaan di Dubai, Bangkok, dan Jakarta.

Polisi menduga sumber bahan baku berasal dari pertambangan emas ilegal di berbagai provinsi di Indonesia.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/DzZpRWvfwNo



#penyelundupan #emas #jaringan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687303/46-kg-emas-diselundupkan-ke-luar-negeri-bea-cukai-bongkar-modusnya-dipo
Transkrip
00:00Setelah selain apartemen yang dijadikan laboratorium rahasia termasuk juga markas dari sindikat penyelundupan emas ilegal,
00:09di depan saya adalah rumah mewah yang tidak jauh lokasinya masih berada di kawasan Jakarta Utara
00:14yang juga menjadi lokasi ditemukannya aksi sindikat penyelundupan emas ilegal.
00:20Bagaimana kemudian modus ini berjalan? Apakah masih ada kaitannya dengan sindikat yang berada di apartemen?
00:26Saya masih bersama dengan wadir tipiter Bares Krimapus Polri, dengan Pak Bambang Wijanarko.
00:31Pak Bambang mungkin bisa dijelaskan Pak, awal mula pengungkapan bahwa ada juga sindikat yang beroperasi di rumah mewah ini seperti
00:37apa Pak?
00:38Hasil pengembangan dari 4 orang tersangka warga negara Indonesia yang sudah kita amankan,
00:44mereka pernah transaksi emas ilegal di White Classic ada di Ruko di Sunter ini.
00:50Kami berupaya mencari informasi, akhirnya mendapatkan informasi dari koordinator sekuriti perumahan ini.
00:57Mereka menyampaikan, Pak di perumahan kami ada orang India yang menyewa rumah yang mengaku memiliki toko White Classic.
01:08Orang India?
01:08Iya.
01:10Kemudian, menurut keterangan koordinator sekuriti, aktivitas yang terjadi di rumah ini cukup mencurigakan.
01:16Seperti apa?
01:18Kalau malam, ini pintu gerbang terbuka.
01:20Pintu gerbang ini terbuka seperti ini ya?
01:22Pintu gerbang ini terbuka, ini juga terbuka.
01:25Tapi lampu dimatikan, terus mobil itu keluar masuk, keluar masuk.
01:30Sehingga kemudian koordinator sekuriti mendatangi rumah ini, diketuk pintunya, kemudian keluar satu orang India.
01:39Kemudian ditanya, berapa orang yang tinggal di sini?
01:42Dua orang.
01:43Sejak kapan? Sudah dua bulan.
01:45Kemudian yang bersangkutan menjelaskan bahwa saya usaha emas.
01:50Outlet saya tidak jauh dari sini, namanya White Classic.
01:53Apakah sindikat yang digunakan di sini untuk jaringan India-Dubai juga, Pak?
01:59Iya, India-Dubai juga, tapi kelompok yang berbeda dengan yang di Fontana tadi.
02:04Artinya ada beberapa kelompok yang menyeluruhkan emas untuk jalur India-Dubai?
02:09Jadi jaringan India ini ada beberapa gitu, Mas Tipo.
02:12Salah satunya yang di Tower Fontana, kemudian yang di White Classic, ini manajemennya berbeda.
02:20Oke, artinya hal itu juga menunjukkan betapa masifnya praktik penyelundupan emas ilegal ini yang dilakukan oleh warga negara asin di
02:26negara kita.
02:27Betul sekali.
02:34Seperti Mas Tipo lihat, ini sama seperti yang di Fontana ya.
02:39Jadi ada meja resepsionis.
02:42Di sini tempat mereka juga menerima emas.
02:45Kita temukan alat timbangan emas.
02:48Kemudian banyak sekali kartu RTM.
02:51Ada yang atas nama orang Indonesia, ada yang atas nama warga negara India.
02:59Jadi untuk kartu RTM ini, ini adalah kartu RTM yang atas nama perusahaan, PT White Classic.
03:06Ini tertulis ya?
03:07Tertulis.
03:08Yang seperti disampaikan Pak Wadir tadi, bahwa kaitan antara rumah ini dengan toko omas PT White Classic tadi sangat besar
03:15sekali.
03:21Kita menemukan alat ini, Mas Tipo.
03:25Mesen blender?
03:26Ya, mesen blender.
03:27Tapi tabung-tabungnya ini cawannya cawan stainless semua.
03:31Dan ada lapisan logam kuning-kuning itu.
03:34Kita geram ke laboratorium forensik untuk mengetahui apakah itu kandungan emas atau bukan.
03:38Nah, kemudian di sini juga kita temukan ada carna dalam yang sudah dimodifikasi.
03:45Oke, modusnya artinya serupa?
03:47Serupa.
03:48Serupa.
03:48Oke.
03:49Kita temukan juga carna dalam baru yang belum dimodifikasi jumlahnya 140.
03:55Oke, ini belum ada kantungnya ya?
03:57Belum ada kantungnya.
03:58Pakaian dalam wanita juga belum dimodifikasi.
04:08Ada satu kamar lagi ya, Pak?
04:09Iya.
04:11Wah, cukup banyak tempat tidurnya, Pak?
04:13Meskipun hanya diisi oleh dua orang.
04:15Melihat situasi seperti ini ya, kami meyakini bahwa ada orang India lain yang mungkin tidak ditinggal di sini secara permanen,
04:25tapi dia mobilitasnya sebagai mediator juga.
04:29Dia cari barang, terima barang, bawa ke sini.
04:33Kalau untuk ruangan ini, ruangan apa, Pak?
04:35Ini tempat blender ditemukan.
04:38Tempat blender ditemukan?
04:40Oke.
04:42Ini seperti ruang kerja ya sebenarnya ya?
04:44Betul.
04:45Tapi memang tidak ada.
04:46Mungkin akan mereka gunakan sebagai ruang kerja,
04:48tapi karena lebih fokus pekerjaan dilakukan di White Classic,
04:53sehingga di sini belum dimanfaatkan sama mereka.
04:56Kebetulan di lokasi toko emas itu juga kita temukan blender yang lain juga.
05:02Sama?
05:03Sama prasis?
05:04Oh, oke.
05:04Dan itu yang menguatkan dugaan tadi ya, Pak, ya?
05:06Bahwa blender itu akan dibawa ke Ruko yang...
05:09Jarak dari rumah ke Ruko juga tidak terlalu jauh.
05:23Ini yang disebut Ruko yang digunakan oleh terduga pelaku ya, Pak, ya?
05:29Betul.
05:30Untuk kemudian mengolah kemas ilegal.
05:32Betul.
05:32Oke, bisa ditunjukkan ya.
05:34White Classic Gold and Silver.
05:36Bisa dijelaskan mungkin saat itu setelah pengledaan di rumah dari terduga pelaku,
05:41artinya polisi langsung ke sini.
05:42Betul.
05:42Kondisinya kosong.
05:44Kita masuk kondisinya kosong.
05:45Kemudian di sini kita banyak sekali barang butik yang menunjukkan bisnis proses mereka.
05:52Sejak dari penerimaan emas, kemudian dilakukan pembakaran untuk pemurnian,
05:57kemudian dirubah bentuknya,
05:59kemudian kalau tadi kita dapati 20 penanar dalam pria yang sudah dimodifikasi,
06:05itu dibuatnya di sini.
06:06Semua ada di sini?
06:07Barang bukti lebih letak di sini?
06:08Mesin jahitnya ada di sini.
06:09Mesin jahitnya ada di sini ya?
06:10Sebelum kita masuk, Pak, bahwa Ruko ini berdiri di antara usaha-usaha lainnya.
06:15Pertanyaan saya, apakah Ruko yang menjual emas batangan,
06:19termasuk juga batangan perak, memok emas dan perak ini,
06:21legal atau ilegal?
06:23Legal, karena perusahaan mereka ini terdaftar di Dijian Ahu.
06:26Perusahaan White Classic ini,
06:28kalau kita lihat data di Dijian Ahu,
06:31itu berdiri 1 Oktober 2024.
06:35Oke, bisa kita masuk ke dalam, Pak?
06:47Ada tulisan dulu ya, Pak?
06:49Iya, jadi ini adalah afiliasi perusahaannya ya.
06:54Kalau kita lihat, dia pasang di sini, ada di Dubai, Bangkok, Jakarta,
06:58sehingga tidak heran apabila kita temukan di TKP Gloria,
07:04di buku catatan itu, penjualannya ada ke Dubai, ada ke Manila, ada ke Bangkok,
07:11itu karena ya mereka punya kantor pusatnya ada di sana.
07:16Dan di dalam, Pak?
07:18Ini nampaknya resepsionisnya juga sama, Pak?
07:21Iya, sama seperti yang kita temukan di Fontana,
07:24maupun yang kita temukan di rumah yang tadi kita datangi.
07:28Ini kan tempat mereka menerima emas batangan yang diduga dari pertambangan tanpa izin.
07:35Jadi tidak semua orang atau tidak semua mediator bisa masuk ke sini.
07:40Mereka jaringannya seperti narkoba ya,
07:41jadi memang kalau tidak kenal mereka nggak mau.
07:46Jadi barang bukti yang kita dapatkan di area resepsionis ini,
07:51ini adalah folder-folder ini berisi dokumen transaksi.
07:55Kemudian di area ini juga ditemukan residu.
08:00Ini adalah residu.
08:02Kemudian ada sepeda yang juga ada emasnya juga.
08:08Ini residu hasil pembakaran pemurnian emasnya mereka.
08:11Dan yang menarik adalah di urungan ini kita temukan paspor.
08:16Ini adalah paspor-paspor orang India yang sudah expire.
08:23Kemudian orang-orang India ini yang sama seperti yang kita temukan di Tower Gloria.
08:32Artinya jaringan yang di Tower Fontana dengan jaringan yang di White Classic ini terkoneksi.
08:38Meskipun berbeda sindical?
08:39Meskipun berbeda bosnya ya.
08:42Paspor India yang sudah tidak berlaku ya Pak ya?
08:49Kalau tadi Mas Dipo kita lihat di Tower Fontana itu ada mesin rolling mill yang sederhana.
09:00Bentuknya kecil dan operatornya manual.
09:03Nah di sini lebih besar dan menggunakan arus listrik ya.
09:08Oke menggunakan arus listrik ya.
09:09Ketika mereka terima emas di lantai satu, kemudian mereka akan naik ke lantai empat dulu sebetulnya.
09:17Oh ke lantai empat dulu?
09:17Karena di lantai empat itu tempat mereka masak.
09:19Oh.
09:20Di situ itulah dimurnikan, dipisahkan, sehingga dapat kadar emas yang jauh lebih bagus.
09:27Setelah jadi dibawa ke sini.
09:29Dibawa ke sini kemudian masuk ke tempat rolling mill ini, dipepehkan.
09:35Sesuai bentuk yang mereka inginkan karena rupanya celana dalam yang kita temukan tadi dibuatnya kan di sini.
09:41Dibuat di sini?
09:42Dibuat di sini.
09:43Oh dan ini ada mesin jahitnya ya Pak ya?
09:45Ini mesin jahitnya.
09:46Ini celana dalamnya.
09:48Dan ini adalah kain hitam yang sudah disiapkan sama mereka untuk dijahitkan di celana dalam.
09:54Kami berkeyakinan bahwa yang ditemukan di perumahan tadi di Blok I, itu hasil produksi dari tempat ini.
10:09Ya ini di lantai empat ini adalah ruangan yang mereka gunakan untuk memproses, untuk melakukan pemurnian emas.
10:21Ini cetakan emas batangan?
10:23Ya.
10:24Ini alat untuk memurnikan juga.
10:28Untuk sehari Pak, apakah sama dengan yang di apartemen bisa mengolah bahkan lebih dari 30 kg emas?
10:34Ya ini bisa, kemungkinan bisa lebih dari 30 kg emas.
10:38Dari mana mereka mendapatkan sumber bahan baku emas yang kemudian diolah di sini dan diedarkan secara ilegal?
10:44Jadi ada penambangan emas ilegal di berbagai provinsi di Indonesia.
10:50Itu kemudian ada yang bertugas membawa emas tersebut sampai ke Jakarta.
10:55Setelah sampai di Jakarta, dilempar lagi ke mediator.
11:00Mediator itu yang baru ke mereka semua ini.
11:17Sudara tidak hanya polisi yang membongkar aksi penyelundupan emas ilegal oleh sindikat internasional.
11:22Dalam beberapa waktu terakhir, Direkturat Jenderal Bia dan Cukai Kementerian Keuangan juga berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram emas di Terminal
11:343 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
11:36Lalu pertanyaannya bagaimana sindikat ini melakukan aksinya?
11:40Saya akan tanyakan secara langsung kepada Pak Hengki Tomohan Perlindungan Aritonang, selaku Kepala Kantor Pelayanan Utama Bia dan Cukai Tipe
11:47C Soekarno-Hatta.
11:49Pak Hengki, terima kasih untuk waktunya Pak.
11:50Terima kasih Mas.
11:51Saya ingin langsung tunjukkan Pak Hengki bahwa di depan kita ini sudah ada mungkin bisa dikatakan puluhan kilogram emas yang
11:57kemudian coba untuk diselundupkan oleh sindikat internasional.
12:00Tapi pertanyaannya bagaimana awal mula Bia Cukai bisa mencium adanya kasus kejahatan ini di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta?
12:09Kalau bicara penyelundupan emas, itu sudah berawal dari sekitar dua bulan yang lalu.
12:14Dua bulan yang lalu?
12:15Dua bulan yang lalu kami itu sebenarnya sudah ada beberapa kasus terkait dengan penyelundupan emas.
12:20Sejak kami dapat kasus yang pertama, ini kami lakukan pengetatan.
12:24Kaitan dengan kasus ini, ini ada empat kasus, di depan ini total 46 kilogram ya.
12:32Tapi pertanyaannya apakah empat kasus ini sindikatnya berkaitan atau sindikat yang berbeda?
12:37Itu sedang kami perdalam ya, tapi kalau melihat modus, melihat tujuan, kelihatannya empat ini, ya empat sindikat yang berbeda ya.
12:46Empat sindikat yang berbeda?
12:47Jadi, kalau yang pertama ini, warga negara Cina ya, kemarin ada tujuh orang.
12:53Ini kelihatannya satu sindikat, walaupun mereka menggunakan dua penerbangan berbeda, tujuan Hong Kong.
12:59Kemudian, yang kedua kami tangkap tidak lama setelah itu, itu adalah WNI ke Dubai.
13:07Kemudian, yang terakhir kemarin, dua kasus yang berdekatan, itu kami tangkap dua-duanya memang warga negara Cina.
13:15Sama-sama di flight yang sama menuju Hong Kong, tapi memang modus mereka berbeda.
13:23Ini salah satu bentuk emas yang kemudian diselundupkan, bukan dalam bentuk batangan, tetapi bisa dikatakan mungkin silinder.
13:29Dan tidak hanya itu, ini juga ada berbentuk seperti kotak ya, bukan persegi panjang, dan yang tentu yang sering kita
13:38lihat adalah yang bentuknya seperti ini.
13:40Ini bahkan beratnya hampir dua kilogram ya, berbentuk persegi panjang.
13:46Pertanyaan saya, Pak, bahwa dari bentuk-bentuk emas ini, bagaimana cara mereka untuk kemudian menyelundupkan emas yang kemudian berhasil digagalkan
13:54oleh biaya cukai?
13:55Kalau ini berarti dia bentuk silinder karena memang penyemunyiannya inserter ke dalam tubuh ya.
14:02Ke dalam tubuh?
14:03Dalam tubuh dia masukkan melalui, mohon maaf, ke dubur atau ke kemaluan.
14:07Pada saat kami temukan itu, rata-rata dua seperti ini.
14:12Supaya lebih jelas, Pak Hengki, boleh saya izin keluarkan, Pak?
14:14Oke, saya akan coba visualisasikan ya, bagaimana kemudian para sindikat internasional ini menyelundupkan emas sesuai dengan yang tadi dijelaskan oleh
14:24Pak Hengki.
14:24Digabung seperti ini, dibalut dengan, mohon maaf, kondom, dan dimasukkan ke dalam bagian tubuh.
14:34Saya izin lihat sekali lagi ya, Pak ya, ini yang 2 kg.
14:37Boleh saya keluarkan izin, Pak?
14:38Boleh.
14:39Oke, saya akan coba keluarkan.
14:40Ini mungkin bisa dikatakan emas batangan yang berhasil dicegah untuk diselundupkan dengan berat yang paling besar ya, Pak?
14:50Iya, hampir 2 kg.
14:52Hampir 5 M lah ini.
14:53Hampir 5 M rupiah, Sudara.
15:00Tapi pertanyaannya, Pak, ketika emas ini diselundupkan ke dalam hand carry, apakah betul melibatkan salah satu oknum di Bandara Internasional
15:10Soekarno-Hatta?
Komentar

Dianjurkan