00:00Setelah selain apartemen yang dijadikan laboratorium rahasia termasuk juga markas dari sindikat penyelundupan emas ilegal,
00:09di depan saya adalah rumah mewah yang tidak jauh lokasinya masih berada di kawasan Jakarta Utara
00:14yang juga menjadi lokasi ditemukannya aksi sindikat penyelundupan emas ilegal.
00:20Bagaimana kemudian modus ini berjalan? Apakah masih ada kaitannya dengan sindikat yang berada di apartemen?
00:26Saya masih bersama dengan wadir tipiter Bares Krimapus Polri, dengan Pak Bambang Wijanarko.
00:31Pak Bambang mungkin bisa dijelaskan Pak, awal mula pengungkapan bahwa ada juga sindikat yang beroperasi di rumah mewah ini seperti
00:37apa Pak?
00:38Hasil pengembangan dari 4 orang tersangka warga negara Indonesia yang sudah kita amankan,
00:44mereka pernah transaksi emas ilegal di White Classic ada di Ruko di Sunter ini.
00:50Kami berupaya mencari informasi, akhirnya mendapatkan informasi dari koordinator sekuriti perumahan ini.
00:57Mereka menyampaikan, Pak di perumahan kami ada orang India yang menyewa rumah yang mengaku memiliki toko White Classic.
01:08Orang India?
01:08Iya.
01:10Kemudian, menurut keterangan koordinator sekuriti, aktivitas yang terjadi di rumah ini cukup mencurigakan.
01:16Seperti apa?
01:18Kalau malam, ini pintu gerbang terbuka.
01:20Pintu gerbang ini terbuka seperti ini ya?
01:22Pintu gerbang ini terbuka, ini juga terbuka.
01:25Tapi lampu dimatikan, terus mobil itu keluar masuk, keluar masuk.
01:30Sehingga kemudian koordinator sekuriti mendatangi rumah ini, diketuk pintunya, kemudian keluar satu orang India.
01:39Kemudian ditanya, berapa orang yang tinggal di sini?
01:42Dua orang.
01:43Sejak kapan? Sudah dua bulan.
01:45Kemudian yang bersangkutan menjelaskan bahwa saya usaha emas.
01:50Outlet saya tidak jauh dari sini, namanya White Classic.
01:53Apakah sindikat yang digunakan di sini untuk jaringan India-Dubai juga, Pak?
01:59Iya, India-Dubai juga, tapi kelompok yang berbeda dengan yang di Fontana tadi.
02:04Artinya ada beberapa kelompok yang menyeluruhkan emas untuk jalur India-Dubai?
02:09Jadi jaringan India ini ada beberapa gitu, Mas Tipo.
02:12Salah satunya yang di Tower Fontana, kemudian yang di White Classic, ini manajemennya berbeda.
02:20Oke, artinya hal itu juga menunjukkan betapa masifnya praktik penyelundupan emas ilegal ini yang dilakukan oleh warga negara asin di
02:26negara kita.
02:27Betul sekali.
02:34Seperti Mas Tipo lihat, ini sama seperti yang di Fontana ya.
02:39Jadi ada meja resepsionis.
02:42Di sini tempat mereka juga menerima emas.
02:45Kita temukan alat timbangan emas.
02:48Kemudian banyak sekali kartu RTM.
02:51Ada yang atas nama orang Indonesia, ada yang atas nama warga negara India.
02:59Jadi untuk kartu RTM ini, ini adalah kartu RTM yang atas nama perusahaan, PT White Classic.
03:06Ini tertulis ya?
03:07Tertulis.
03:08Yang seperti disampaikan Pak Wadir tadi, bahwa kaitan antara rumah ini dengan toko omas PT White Classic tadi sangat besar
03:15sekali.
03:21Kita menemukan alat ini, Mas Tipo.
03:25Mesen blender?
03:26Ya, mesen blender.
03:27Tapi tabung-tabungnya ini cawannya cawan stainless semua.
03:31Dan ada lapisan logam kuning-kuning itu.
03:34Kita geram ke laboratorium forensik untuk mengetahui apakah itu kandungan emas atau bukan.
03:38Nah, kemudian di sini juga kita temukan ada carna dalam yang sudah dimodifikasi.
03:45Oke, modusnya artinya serupa?
03:47Serupa.
03:48Serupa.
03:48Oke.
03:49Kita temukan juga carna dalam baru yang belum dimodifikasi jumlahnya 140.
03:55Oke, ini belum ada kantungnya ya?
03:57Belum ada kantungnya.
03:58Pakaian dalam wanita juga belum dimodifikasi.
04:08Ada satu kamar lagi ya, Pak?
04:09Iya.
04:11Wah, cukup banyak tempat tidurnya, Pak?
04:13Meskipun hanya diisi oleh dua orang.
04:15Melihat situasi seperti ini ya, kami meyakini bahwa ada orang India lain yang mungkin tidak ditinggal di sini secara permanen,
04:25tapi dia mobilitasnya sebagai mediator juga.
04:29Dia cari barang, terima barang, bawa ke sini.
04:33Kalau untuk ruangan ini, ruangan apa, Pak?
04:35Ini tempat blender ditemukan.
04:38Tempat blender ditemukan?
04:40Oke.
04:42Ini seperti ruang kerja ya sebenarnya ya?
04:44Betul.
04:45Tapi memang tidak ada.
04:46Mungkin akan mereka gunakan sebagai ruang kerja,
04:48tapi karena lebih fokus pekerjaan dilakukan di White Classic,
04:53sehingga di sini belum dimanfaatkan sama mereka.
04:56Kebetulan di lokasi toko emas itu juga kita temukan blender yang lain juga.
05:02Sama?
05:03Sama prasis?
05:04Oh, oke.
05:04Dan itu yang menguatkan dugaan tadi ya, Pak, ya?
05:06Bahwa blender itu akan dibawa ke Ruko yang...
05:09Jarak dari rumah ke Ruko juga tidak terlalu jauh.
05:23Ini yang disebut Ruko yang digunakan oleh terduga pelaku ya, Pak, ya?
05:29Betul.
05:30Untuk kemudian mengolah kemas ilegal.
05:32Betul.
05:32Oke, bisa ditunjukkan ya.
05:34White Classic Gold and Silver.
05:36Bisa dijelaskan mungkin saat itu setelah pengledaan di rumah dari terduga pelaku,
05:41artinya polisi langsung ke sini.
05:42Betul.
05:42Kondisinya kosong.
05:44Kita masuk kondisinya kosong.
05:45Kemudian di sini kita banyak sekali barang butik yang menunjukkan bisnis proses mereka.
05:52Sejak dari penerimaan emas, kemudian dilakukan pembakaran untuk pemurnian,
05:57kemudian dirubah bentuknya,
05:59kemudian kalau tadi kita dapati 20 penanar dalam pria yang sudah dimodifikasi,
06:05itu dibuatnya di sini.
06:06Semua ada di sini?
06:07Barang bukti lebih letak di sini?
06:08Mesin jahitnya ada di sini.
06:09Mesin jahitnya ada di sini ya?
06:10Sebelum kita masuk, Pak, bahwa Ruko ini berdiri di antara usaha-usaha lainnya.
06:15Pertanyaan saya, apakah Ruko yang menjual emas batangan,
06:19termasuk juga batangan perak, memok emas dan perak ini,
06:21legal atau ilegal?
06:23Legal, karena perusahaan mereka ini terdaftar di Dijian Ahu.
06:26Perusahaan White Classic ini,
06:28kalau kita lihat data di Dijian Ahu,
06:31itu berdiri 1 Oktober 2024.
06:35Oke, bisa kita masuk ke dalam, Pak?
06:47Ada tulisan dulu ya, Pak?
06:49Iya, jadi ini adalah afiliasi perusahaannya ya.
06:54Kalau kita lihat, dia pasang di sini, ada di Dubai, Bangkok, Jakarta,
06:58sehingga tidak heran apabila kita temukan di TKP Gloria,
07:04di buku catatan itu, penjualannya ada ke Dubai, ada ke Manila, ada ke Bangkok,
07:11itu karena ya mereka punya kantor pusatnya ada di sana.
07:16Dan di dalam, Pak?
07:18Ini nampaknya resepsionisnya juga sama, Pak?
07:21Iya, sama seperti yang kita temukan di Fontana,
07:24maupun yang kita temukan di rumah yang tadi kita datangi.
07:28Ini kan tempat mereka menerima emas batangan yang diduga dari pertambangan tanpa izin.
07:35Jadi tidak semua orang atau tidak semua mediator bisa masuk ke sini.
07:40Mereka jaringannya seperti narkoba ya,
07:41jadi memang kalau tidak kenal mereka nggak mau.
07:46Jadi barang bukti yang kita dapatkan di area resepsionis ini,
07:51ini adalah folder-folder ini berisi dokumen transaksi.
07:55Kemudian di area ini juga ditemukan residu.
08:00Ini adalah residu.
08:02Kemudian ada sepeda yang juga ada emasnya juga.
08:08Ini residu hasil pembakaran pemurnian emasnya mereka.
08:11Dan yang menarik adalah di urungan ini kita temukan paspor.
08:16Ini adalah paspor-paspor orang India yang sudah expire.
08:23Kemudian orang-orang India ini yang sama seperti yang kita temukan di Tower Gloria.
08:32Artinya jaringan yang di Tower Fontana dengan jaringan yang di White Classic ini terkoneksi.
08:38Meskipun berbeda sindical?
08:39Meskipun berbeda bosnya ya.
08:42Paspor India yang sudah tidak berlaku ya Pak ya?
08:49Kalau tadi Mas Dipo kita lihat di Tower Fontana itu ada mesin rolling mill yang sederhana.
09:00Bentuknya kecil dan operatornya manual.
09:03Nah di sini lebih besar dan menggunakan arus listrik ya.
09:08Oke menggunakan arus listrik ya.
09:09Ketika mereka terima emas di lantai satu, kemudian mereka akan naik ke lantai empat dulu sebetulnya.
09:17Oh ke lantai empat dulu?
09:17Karena di lantai empat itu tempat mereka masak.
09:19Oh.
09:20Di situ itulah dimurnikan, dipisahkan, sehingga dapat kadar emas yang jauh lebih bagus.
09:27Setelah jadi dibawa ke sini.
09:29Dibawa ke sini kemudian masuk ke tempat rolling mill ini, dipepehkan.
09:35Sesuai bentuk yang mereka inginkan karena rupanya celana dalam yang kita temukan tadi dibuatnya kan di sini.
09:41Dibuat di sini?
09:42Dibuat di sini.
09:43Oh dan ini ada mesin jahitnya ya Pak ya?
09:45Ini mesin jahitnya.
09:46Ini celana dalamnya.
09:48Dan ini adalah kain hitam yang sudah disiapkan sama mereka untuk dijahitkan di celana dalam.
09:54Kami berkeyakinan bahwa yang ditemukan di perumahan tadi di Blok I, itu hasil produksi dari tempat ini.
10:09Ya ini di lantai empat ini adalah ruangan yang mereka gunakan untuk memproses, untuk melakukan pemurnian emas.
10:21Ini cetakan emas batangan?
10:23Ya.
10:24Ini alat untuk memurnikan juga.
10:28Untuk sehari Pak, apakah sama dengan yang di apartemen bisa mengolah bahkan lebih dari 30 kg emas?
10:34Ya ini bisa, kemungkinan bisa lebih dari 30 kg emas.
10:38Dari mana mereka mendapatkan sumber bahan baku emas yang kemudian diolah di sini dan diedarkan secara ilegal?
10:44Jadi ada penambangan emas ilegal di berbagai provinsi di Indonesia.
10:50Itu kemudian ada yang bertugas membawa emas tersebut sampai ke Jakarta.
10:55Setelah sampai di Jakarta, dilempar lagi ke mediator.
11:00Mediator itu yang baru ke mereka semua ini.
11:17Sudara tidak hanya polisi yang membongkar aksi penyelundupan emas ilegal oleh sindikat internasional.
11:22Dalam beberapa waktu terakhir, Direkturat Jenderal Bia dan Cukai Kementerian Keuangan juga berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram emas di Terminal
11:343 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
11:36Lalu pertanyaannya bagaimana sindikat ini melakukan aksinya?
11:40Saya akan tanyakan secara langsung kepada Pak Hengki Tomohan Perlindungan Aritonang, selaku Kepala Kantor Pelayanan Utama Bia dan Cukai Tipe
11:47C Soekarno-Hatta.
11:49Pak Hengki, terima kasih untuk waktunya Pak.
11:50Terima kasih Mas.
11:51Saya ingin langsung tunjukkan Pak Hengki bahwa di depan kita ini sudah ada mungkin bisa dikatakan puluhan kilogram emas yang
11:57kemudian coba untuk diselundupkan oleh sindikat internasional.
12:00Tapi pertanyaannya bagaimana awal mula Bia Cukai bisa mencium adanya kasus kejahatan ini di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta?
12:09Kalau bicara penyelundupan emas, itu sudah berawal dari sekitar dua bulan yang lalu.
12:14Dua bulan yang lalu?
12:15Dua bulan yang lalu kami itu sebenarnya sudah ada beberapa kasus terkait dengan penyelundupan emas.
12:20Sejak kami dapat kasus yang pertama, ini kami lakukan pengetatan.
12:24Kaitan dengan kasus ini, ini ada empat kasus, di depan ini total 46 kilogram ya.
12:32Tapi pertanyaannya apakah empat kasus ini sindikatnya berkaitan atau sindikat yang berbeda?
12:37Itu sedang kami perdalam ya, tapi kalau melihat modus, melihat tujuan, kelihatannya empat ini, ya empat sindikat yang berbeda ya.
12:46Empat sindikat yang berbeda?
12:47Jadi, kalau yang pertama ini, warga negara Cina ya, kemarin ada tujuh orang.
12:53Ini kelihatannya satu sindikat, walaupun mereka menggunakan dua penerbangan berbeda, tujuan Hong Kong.
12:59Kemudian, yang kedua kami tangkap tidak lama setelah itu, itu adalah WNI ke Dubai.
13:07Kemudian, yang terakhir kemarin, dua kasus yang berdekatan, itu kami tangkap dua-duanya memang warga negara Cina.
13:15Sama-sama di flight yang sama menuju Hong Kong, tapi memang modus mereka berbeda.
13:23Ini salah satu bentuk emas yang kemudian diselundupkan, bukan dalam bentuk batangan, tetapi bisa dikatakan mungkin silinder.
13:29Dan tidak hanya itu, ini juga ada berbentuk seperti kotak ya, bukan persegi panjang, dan yang tentu yang sering kita
13:38lihat adalah yang bentuknya seperti ini.
13:40Ini bahkan beratnya hampir dua kilogram ya, berbentuk persegi panjang.
13:46Pertanyaan saya, Pak, bahwa dari bentuk-bentuk emas ini, bagaimana cara mereka untuk kemudian menyelundupkan emas yang kemudian berhasil digagalkan
13:54oleh biaya cukai?
13:55Kalau ini berarti dia bentuk silinder karena memang penyemunyiannya inserter ke dalam tubuh ya.
14:02Ke dalam tubuh?
14:03Dalam tubuh dia masukkan melalui, mohon maaf, ke dubur atau ke kemaluan.
14:07Pada saat kami temukan itu, rata-rata dua seperti ini.
14:12Supaya lebih jelas, Pak Hengki, boleh saya izin keluarkan, Pak?
14:14Oke, saya akan coba visualisasikan ya, bagaimana kemudian para sindikat internasional ini menyelundupkan emas sesuai dengan yang tadi dijelaskan oleh
14:24Pak Hengki.
14:24Digabung seperti ini, dibalut dengan, mohon maaf, kondom, dan dimasukkan ke dalam bagian tubuh.
14:34Saya izin lihat sekali lagi ya, Pak ya, ini yang 2 kg.
14:37Boleh saya keluarkan izin, Pak?
14:38Boleh.
14:39Oke, saya akan coba keluarkan.
14:40Ini mungkin bisa dikatakan emas batangan yang berhasil dicegah untuk diselundupkan dengan berat yang paling besar ya, Pak?
14:50Iya, hampir 2 kg.
14:52Hampir 5 M lah ini.
14:53Hampir 5 M rupiah, Sudara.
15:00Tapi pertanyaannya, Pak, ketika emas ini diselundupkan ke dalam hand carry, apakah betul melibatkan salah satu oknum di Bandara Internasional
15:10Soekarno-Hatta?
Komentar