Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Lalu seperti apa dampak kebakaran hutan terhadap kesehatan warga? Kita akan membahasnya bersama Prof. Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Pembahasan akan mengulas dampak paparan asap kebakaran hutan terhadap sistem pernapasan, terutama bagi warga yang terpapar asap selama lebih dari 24 jam. Selain itu, akan dibahas kondisi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, efektivitas penggunaan masker, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan warga untuk meminimalisir risiko kesehatan.

#PDPI #karhutla #asap

Baca Juga Bahas Kasus Praperadilan Dokter Tifa, Apa yang Membuat Permohonan Gugur? | MBG di https://www.kompas.tv/regional/686821/bahas-kasus-praperadilan-dokter-tifa-apa-yang-membuat-permohonan-gugur-mbg



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686823/full-ketua-majelis-kehormatan-pdpi-soroti-asap-karhutla-ganggu-kesehatan-warga-apa-saja-dampaknya
Transkrip
00:00Lalu seperti apa dampak kebakaran hutan terhadap warga?
00:04Kita akan bahas bersama dengan Chandra Yoga Adhitama,
00:08Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
00:11Selamat malam, Prof.
00:13Selamat malam, Mas Yulahim.
00:15Prof, dalam kondisi terpapar asap, bahkan ini lebih dari 24 jam.
00:19Aktivitas juga normal.
00:22Ini kira-kira ancaman bagi kesehatan, pernafasan, seperti apa, Prof?
00:27Ya, jadi memang kebakaran hutan ini terjadi begitu ya.
00:30Saya sebenarnya tanggal 4 Agustus sudah menulis di Koran Kompas tentang hal ini.
00:34Jadi kalau kita bicara dampak atau kalau kita mau mundur sedikit barangkali,
00:38apa sih yang ada dalam kandungan asap kebakaran hutan itu sehingga menimbulkan dampak kesehatan?
00:42Yang ada itu paling tidak 3 plus 1 katakanlah gitu ya.
00:45Yang pertama tentu saja partikel.
00:48Partikel itu bahan padat yang ukurannya sangat kecil, 2,5 mikron,
00:53sehingga bisa masuk ke dalam paru-paru, masuk ke dalam bagian yang terkecil,
00:56dari paru-paru yang namanya alfil dan bukit tidak mungkin berkembang ke seluruh peredaran darah.
01:01Itu satu.
01:02Yang kedua adalah ada gas, berbagai jenis gas, ada NO2, ada ozon, ada CO, dan sebagainya.
01:07Itu yang kedua.
01:08Dan yang ketiga karena yang terbakar adalah hutan, lahan, begitu, maka ada bahan-bahan organik.
01:13Kenapa saya bilang 3 plus 1?
01:15Karena WHO mengatakan ini bisa bergabung begitu menjadi yang mereka sebut sebagai toxic mix.
01:20Jadi memang dampaknya buruk tentu saya bagi kesehatan.
01:24Soalnya yang pertanyaan masih berakhir, apa dampaknya bagi kesehatan?
01:27Kita bisa bagi juga tiga gitu ya.
01:29Nomor satu yang akut yang tadi sudah dikeluhkan oleh orang tua itu adalah ispa memang.
01:33Karena ini langsung kan kalau makanan kotor kita bisa tidak makan gitu ya atau diniman kotor kita bisa masak.
01:40Tapi kalau udara kan kita nggak bisa menghindar mau tidak mau dihirup dengan segala kandungan-kandungan yang saya sampaikan tadi.
01:46Sehingga kemungkinan yang utama memang adalah infeksi sehingga terjadilah ispa.
01:50Dan saya kira dari tadi kompastifikan dari pagi juga sudah the breaking news.
01:54Saya lihat laporan ispa dari berbagai tempat.
01:57Tapi ingat masalah aku itu bukan hanya ispa.
01:59Di mata juga bisa kan begitu ya, free dan juga ada di kulit dan sebagainya.
02:04Jadi ada masalah akut seperti itu.
02:06Tapi ada kemudian yang kita khawatirkan kalau masalahnya berlanjut.
02:09Kalau ispa makin berat, kemudian jadi pneumonia, maka bukan tidak mungkin akan jadi masalah yang berikutnya yang lebih sulit lagi.
02:16Dan juga ada gangguan kalau menurut jurnal atau menurut WHO, ada gangguan kardiorespirasi, ada gangguan di paru, ada gangguan di
02:23jantung.
02:23Dan kalau memang sudah ada penyakit asma sebelumnya atau penyakit paru obstructive chronic, maka kemudian sesetnya bertambah begitu.
02:32Prof, kita memiliki visual, Prof.
02:36Anak-anak SD di sana masih beraktifitas sekolah, kendati memakai masker.
02:41Masih dimundurkan jadwalnya.
02:43Tapi cukup, Prof, dengan memakai masker saja?
02:47Kalau kita, karena tadi sudah kandung ngomong WHO ya, kan sebelum kita ini kan WHO Eropa banyak sekali kena asap
02:53gitu ya.
02:54Mereka mengeluarkan empat anjuran, ini sehubungan dengan masker.
02:57Anjurannya memang mudah disampaikan oleh petugas kesehatan, tapi tidak terlalu mudah dilaksanakan.
03:01Nomor satu katanya, kalau ada kebakaran hutan, kita menghindar.
03:04Kalau sudah seperti di gambar ini, bagaimana menghindar?
03:06Kalau ada sekitar ini, nanti tidak mungkin.
03:09Ya, bisa dihindari lagi.
03:11Yang kedua, membatasi aktivitas sedapat mungkin kena paparan.
03:15Ini juga mudah diucapkan, tapi kalau harus sekolah, seperti diantar Bapak ini kan, ya mau nggak mau, mesti sekolah.
03:20Yang ketiga, memang mau tidak mau, ya harus gunakan masker, atau respirator, atau yang lain.
03:24Tapi memang ada anjuran keempat kalau dari WHO.
03:27Kalau sudah mulai ada gangguan kesehatan, keluhan apapun juga, jangan tunggu agak lebih lanjut.
03:32Karena situasi seperti ini langsung berobat seperti yang ada di gambar ini.
03:35Jadi empat itu kalau dari WHO, tapi kalau saya, saya tambahkan satu lagi.
03:39Bagaimanapun juga, apa yang akan terjadi pada tubuh kita tergantung dari daya tahan tubuh kita.
03:43Jadi, marilah kita juga jaga daya tahan tubuh kita, terutama teman-teman yang di daerah terpapar asap ini.
03:49Saya lihat juga tadi, ada di video itu.
03:51Ada nggak sih mitigasi yang bisa dilakukan ketika kondisi seperti ini, Prof?
03:57Yang memungkinkan?
03:57Mitigasi paling benar ya seperti ini.
03:59Yang intinya paling benar, asapnya dipadamkan.
04:01Ini kan barang dari luar, ya.
04:03Mau tidak mau, untuk kita, kita bisa lakukan empat hal itu, plus jaga kesehatan dengan semaksimal mungkin.
04:08Artinya, makanan bergisi, istirahatnya cukup.
04:12Kalau memang punya penyakit tertentu yang harus makan obat rutin, obat rutin itu jangan lupa dimakan secara-secara disiplin gitu.
04:20Dan sekali lagi, kalau ada keluhan, segera berobat untuk sesuai kesehatan.
04:24Itu yang bisa dilakukan.
04:25Karena kan tadi kita sudah sampaikan, kalau udara kita nggak bisa pilih, mau tidak mau, terpaksa harus terhiru.
04:30Kalau makanan, masih kita bisa pilih.
04:31Ini kadang yang terjadi, kita liputan di Kalimantan itu yang terlihat ketika pagi hari, tidak begitu jelas kabut asapnya.
04:40Namun, baunya masih menyengat.
04:41Apakah itu juga termasuk salah satu yang bahaya, Prof?
04:44Nah, itu juga yang paling lain, yang apa yang WHO sampaikan kepada pemerintah sebenarnya.
04:50Pemerintah diharapkan agar menjelaskan.
04:54Apa yang terjadi di lapangan, artinya bau atau nggak bau, asap atau mengasap, ada kadar bahan berbahaya atau tidak.
04:59Yang tahu persis kan data polusi.
05:02Jadi, apa yang terjadi di tempat itu disampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menimbang apakah beraktivitasnya berkurang atau tidak.
05:10Karena bau atau tidak bau, harusnya, bukan, harusnya pasti ada monitor polusi udara yang di tempat itu.
05:15Dan itu secara berkala disampaikan ke masyarakat memang sebaiknya.
05:18Prof, salah satu kelompok rentan adalah anak-anak, Prof, di sana.
05:22Banyak generasi kita tentu jadi harapan.
05:26Tapi bagaimana dengan kabut asap ini? Resiko terpapar pada pertumbuhan mereka seperti apa sih, Prof?
05:32Ya, sebenarnya bukan hanya anak-anak ya, lansia juga kan tentu saja, dan mereka yang punya daya tahan tubuh lemah.
05:37Nah, masalahnya adalah kan mereka nggak bisa menghindar.
05:40Seperti ini, contohnya kan anak-anak ini terpaksa harus sekolah pakai masker ya.
05:45Kita bisa upayakan semaksimal mungkin.
05:47Tentu saja tergantung, dampaknya tergantung dari berapa sehatnya anak itu.
05:51Bikannya tadi saya sampaikan, anak itu harus jaga kesehatannya.
05:53Dan begitu, ini juga akan tergantung dari pertama intensitas,
05:57maksudnya berapa pekat asap itu dan berapa lama terpapar.
06:00Makin pekat asapnya dan makin lama terpaparnya tentu makin buruk akibatnya.
06:03Jadi, upaya menghentikan asap merupakan upaya yang utama untuk menyelesaikan masalah kesehatan.
06:09Selain pemadaman, tapi untuk dari sisi kesehatannya,
06:13apakah ada sesuatu atau yang langkah darurat yang harus dilakukan oleh pemerintah
06:18bagi warga di sana, Prof? Selain tadi pemadaman ya?
06:22Kalau pemerintah sekali, kalau WHO ada tiga.
06:24Nomor satu, menjelaskan kepada masyarakat tentang apa saja yang terjadi.
06:28Maksud saya, sekarang lagi tinggi, ozonnya sekian,
06:31kadar NO2 sekian, PM2 lagi di atas batas normal,
06:35merah, kuning, hijau, itu disampaikan ke masyarakat.
06:37Sehingga masyarakat bisa mengatur dirinya begitu ya.
06:40Itu nomor satu.
06:41Tapi yang kedua juga harus ada penyuluhan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus
06:44menjelaskan bagaimana hidup bersih dan sehat.
06:48Tapi yang ketiga adalah menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.
06:52Ini yang sangat perlu karena asap ada di mana-mana,
06:56harus ada kemudahan warga mendapatkan pelayanan kesehatan.
06:59Memang masalahnya kalau puskesmasnya juga kena kabut asap.
07:04Itu masalah yang satu lagi.
07:06Apalagi bukan tidak mungkin petugas kesehatan juga terganggu.
07:10Jadi memang harus ada sistem.
07:11Di klienan kesehatan itu ada tiga.
07:13Nomor satu, ketersediaan.
07:14Kemudian pengorganisasian begitu.
07:16Gimana dari tempat satu ke tempat lain.
07:19Supaya ujungnya masyarakat seperti yang terlihat di gambar ini
07:22dapat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan sesegera mungkin.
07:26Kita jangan tunggu beberapa hari segera kalau ada keluhan,
07:30berubat saja ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat.
07:33Tapi yang penting tadi yang disampaikan oleh Prof Chandra,
07:35semoga segera dilakukan pemadaman.
07:37Karena ini yang utamanya, sumbernya harus segera diatasi.
07:40Terima kasih Prof Chandra Yoga Aditama,
07:43Ketua Majelis Kehormatan Perhimputan Dokter Paru Indonesia,
07:45telah menyampaikan pandangan di program Kepas Malam hari ini Prof.
07:49Terima kasih Mas Beraim.
07:50Terima kasih Mas Beraim.
Komentar

Dianjurkan