00:00Lalu seperti apa dampak kebakaran hutan terhadap warga?
00:04Kita akan bahas bersama dengan Chandra Yoga Adhitama,
00:08Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
00:11Selamat malam, Prof.
00:13Selamat malam, Mas Yulahim.
00:15Prof, dalam kondisi terpapar asap, bahkan ini lebih dari 24 jam.
00:19Aktivitas juga normal.
00:22Ini kira-kira ancaman bagi kesehatan, pernafasan, seperti apa, Prof?
00:27Ya, jadi memang kebakaran hutan ini terjadi begitu ya.
00:30Saya sebenarnya tanggal 4 Agustus sudah menulis di Koran Kompas tentang hal ini.
00:34Jadi kalau kita bicara dampak atau kalau kita mau mundur sedikit barangkali,
00:38apa sih yang ada dalam kandungan asap kebakaran hutan itu sehingga menimbulkan dampak kesehatan?
00:42Yang ada itu paling tidak 3 plus 1 katakanlah gitu ya.
00:45Yang pertama tentu saja partikel.
00:48Partikel itu bahan padat yang ukurannya sangat kecil, 2,5 mikron,
00:53sehingga bisa masuk ke dalam paru-paru, masuk ke dalam bagian yang terkecil,
00:56dari paru-paru yang namanya alfil dan bukit tidak mungkin berkembang ke seluruh peredaran darah.
01:01Itu satu.
01:02Yang kedua adalah ada gas, berbagai jenis gas, ada NO2, ada ozon, ada CO, dan sebagainya.
01:07Itu yang kedua.
01:08Dan yang ketiga karena yang terbakar adalah hutan, lahan, begitu, maka ada bahan-bahan organik.
01:13Kenapa saya bilang 3 plus 1?
01:15Karena WHO mengatakan ini bisa bergabung begitu menjadi yang mereka sebut sebagai toxic mix.
01:20Jadi memang dampaknya buruk tentu saya bagi kesehatan.
01:24Soalnya yang pertanyaan masih berakhir, apa dampaknya bagi kesehatan?
01:27Kita bisa bagi juga tiga gitu ya.
01:29Nomor satu yang akut yang tadi sudah dikeluhkan oleh orang tua itu adalah ispa memang.
01:33Karena ini langsung kan kalau makanan kotor kita bisa tidak makan gitu ya atau diniman kotor kita bisa masak.
01:40Tapi kalau udara kan kita nggak bisa menghindar mau tidak mau dihirup dengan segala kandungan-kandungan yang saya sampaikan tadi.
01:46Sehingga kemungkinan yang utama memang adalah infeksi sehingga terjadilah ispa.
01:50Dan saya kira dari tadi kompastifikan dari pagi juga sudah the breaking news.
01:54Saya lihat laporan ispa dari berbagai tempat.
01:57Tapi ingat masalah aku itu bukan hanya ispa.
01:59Di mata juga bisa kan begitu ya, free dan juga ada di kulit dan sebagainya.
02:04Jadi ada masalah akut seperti itu.
02:06Tapi ada kemudian yang kita khawatirkan kalau masalahnya berlanjut.
02:09Kalau ispa makin berat, kemudian jadi pneumonia, maka bukan tidak mungkin akan jadi masalah yang berikutnya yang lebih sulit lagi.
02:16Dan juga ada gangguan kalau menurut jurnal atau menurut WHO, ada gangguan kardiorespirasi, ada gangguan di paru, ada gangguan di
02:23jantung.
02:23Dan kalau memang sudah ada penyakit asma sebelumnya atau penyakit paru obstructive chronic, maka kemudian sesetnya bertambah begitu.
02:32Prof, kita memiliki visual, Prof.
02:36Anak-anak SD di sana masih beraktifitas sekolah, kendati memakai masker.
02:41Masih dimundurkan jadwalnya.
02:43Tapi cukup, Prof, dengan memakai masker saja?
02:47Kalau kita, karena tadi sudah kandung ngomong WHO ya, kan sebelum kita ini kan WHO Eropa banyak sekali kena asap
02:53gitu ya.
02:54Mereka mengeluarkan empat anjuran, ini sehubungan dengan masker.
02:57Anjurannya memang mudah disampaikan oleh petugas kesehatan, tapi tidak terlalu mudah dilaksanakan.
03:01Nomor satu katanya, kalau ada kebakaran hutan, kita menghindar.
03:04Kalau sudah seperti di gambar ini, bagaimana menghindar?
03:06Kalau ada sekitar ini, nanti tidak mungkin.
03:09Ya, bisa dihindari lagi.
03:11Yang kedua, membatasi aktivitas sedapat mungkin kena paparan.
03:15Ini juga mudah diucapkan, tapi kalau harus sekolah, seperti diantar Bapak ini kan, ya mau nggak mau, mesti sekolah.
03:20Yang ketiga, memang mau tidak mau, ya harus gunakan masker, atau respirator, atau yang lain.
03:24Tapi memang ada anjuran keempat kalau dari WHO.
03:27Kalau sudah mulai ada gangguan kesehatan, keluhan apapun juga, jangan tunggu agak lebih lanjut.
03:32Karena situasi seperti ini langsung berobat seperti yang ada di gambar ini.
03:35Jadi empat itu kalau dari WHO, tapi kalau saya, saya tambahkan satu lagi.
03:39Bagaimanapun juga, apa yang akan terjadi pada tubuh kita tergantung dari daya tahan tubuh kita.
03:43Jadi, marilah kita juga jaga daya tahan tubuh kita, terutama teman-teman yang di daerah terpapar asap ini.
03:49Saya lihat juga tadi, ada di video itu.
03:51Ada nggak sih mitigasi yang bisa dilakukan ketika kondisi seperti ini, Prof?
03:57Yang memungkinkan?
03:57Mitigasi paling benar ya seperti ini.
03:59Yang intinya paling benar, asapnya dipadamkan.
04:01Ini kan barang dari luar, ya.
04:03Mau tidak mau, untuk kita, kita bisa lakukan empat hal itu, plus jaga kesehatan dengan semaksimal mungkin.
04:08Artinya, makanan bergisi, istirahatnya cukup.
04:12Kalau memang punya penyakit tertentu yang harus makan obat rutin, obat rutin itu jangan lupa dimakan secara-secara disiplin gitu.
04:20Dan sekali lagi, kalau ada keluhan, segera berobat untuk sesuai kesehatan.
04:24Itu yang bisa dilakukan.
04:25Karena kan tadi kita sudah sampaikan, kalau udara kita nggak bisa pilih, mau tidak mau, terpaksa harus terhiru.
04:30Kalau makanan, masih kita bisa pilih.
04:31Ini kadang yang terjadi, kita liputan di Kalimantan itu yang terlihat ketika pagi hari, tidak begitu jelas kabut asapnya.
04:40Namun, baunya masih menyengat.
04:41Apakah itu juga termasuk salah satu yang bahaya, Prof?
04:44Nah, itu juga yang paling lain, yang apa yang WHO sampaikan kepada pemerintah sebenarnya.
04:50Pemerintah diharapkan agar menjelaskan.
04:54Apa yang terjadi di lapangan, artinya bau atau nggak bau, asap atau mengasap, ada kadar bahan berbahaya atau tidak.
04:59Yang tahu persis kan data polusi.
05:02Jadi, apa yang terjadi di tempat itu disampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menimbang apakah beraktivitasnya berkurang atau tidak.
05:10Karena bau atau tidak bau, harusnya, bukan, harusnya pasti ada monitor polusi udara yang di tempat itu.
05:15Dan itu secara berkala disampaikan ke masyarakat memang sebaiknya.
05:18Prof, salah satu kelompok rentan adalah anak-anak, Prof, di sana.
05:22Banyak generasi kita tentu jadi harapan.
05:26Tapi bagaimana dengan kabut asap ini? Resiko terpapar pada pertumbuhan mereka seperti apa sih, Prof?
05:32Ya, sebenarnya bukan hanya anak-anak ya, lansia juga kan tentu saja, dan mereka yang punya daya tahan tubuh lemah.
05:37Nah, masalahnya adalah kan mereka nggak bisa menghindar.
05:40Seperti ini, contohnya kan anak-anak ini terpaksa harus sekolah pakai masker ya.
05:45Kita bisa upayakan semaksimal mungkin.
05:47Tentu saja tergantung, dampaknya tergantung dari berapa sehatnya anak itu.
05:51Bikannya tadi saya sampaikan, anak itu harus jaga kesehatannya.
05:53Dan begitu, ini juga akan tergantung dari pertama intensitas,
05:57maksudnya berapa pekat asap itu dan berapa lama terpapar.
06:00Makin pekat asapnya dan makin lama terpaparnya tentu makin buruk akibatnya.
06:03Jadi, upaya menghentikan asap merupakan upaya yang utama untuk menyelesaikan masalah kesehatan.
06:09Selain pemadaman, tapi untuk dari sisi kesehatannya,
06:13apakah ada sesuatu atau yang langkah darurat yang harus dilakukan oleh pemerintah
06:18bagi warga di sana, Prof? Selain tadi pemadaman ya?
06:22Kalau pemerintah sekali, kalau WHO ada tiga.
06:24Nomor satu, menjelaskan kepada masyarakat tentang apa saja yang terjadi.
06:28Maksud saya, sekarang lagi tinggi, ozonnya sekian,
06:31kadar NO2 sekian, PM2 lagi di atas batas normal,
06:35merah, kuning, hijau, itu disampaikan ke masyarakat.
06:37Sehingga masyarakat bisa mengatur dirinya begitu ya.
06:40Itu nomor satu.
06:41Tapi yang kedua juga harus ada penyuluhan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus
06:44menjelaskan bagaimana hidup bersih dan sehat.
06:48Tapi yang ketiga adalah menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.
06:52Ini yang sangat perlu karena asap ada di mana-mana,
06:56harus ada kemudahan warga mendapatkan pelayanan kesehatan.
06:59Memang masalahnya kalau puskesmasnya juga kena kabut asap.
07:04Itu masalah yang satu lagi.
07:06Apalagi bukan tidak mungkin petugas kesehatan juga terganggu.
07:10Jadi memang harus ada sistem.
07:11Di klienan kesehatan itu ada tiga.
07:13Nomor satu, ketersediaan.
07:14Kemudian pengorganisasian begitu.
07:16Gimana dari tempat satu ke tempat lain.
07:19Supaya ujungnya masyarakat seperti yang terlihat di gambar ini
07:22dapat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan sesegera mungkin.
07:26Kita jangan tunggu beberapa hari segera kalau ada keluhan,
07:30berubat saja ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat.
07:33Tapi yang penting tadi yang disampaikan oleh Prof Chandra,
07:35semoga segera dilakukan pemadaman.
07:37Karena ini yang utamanya, sumbernya harus segera diatasi.
07:40Terima kasih Prof Chandra Yoga Aditama,
07:43Ketua Majelis Kehormatan Perhimputan Dokter Paru Indonesia,
07:45telah menyampaikan pandangan di program Kepas Malam hari ini Prof.
07:49Terima kasih Mas Beraim.
07:50Terima kasih Mas Beraim.
Komentar