Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara soal antisipasi kabar demo yang akan digelar di Jakarta.

"Demo itu dijamin oleh demokrasi. Kami mempersilakan mau demo tanggal 26, 27," ujar Gubernur Pramono pada Sabtu (22/8/2026).

"Tetapi yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusakan, melakukan tindakan anarkis, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik," lanjutnya.

Gubernur Pramono juga menyebut pendekatan yang akan dilakukan dalam menangani massa aksi adalah pendekatan humanis.

Baca Juga Kesaksian Mahasiswa UI: 24 Kopaja Batal Angkut Massa Demo, Ini Alasannya | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/686665/kesaksian-mahasiswa-ui-24-kopaja-batal-angkut-massa-demo-ini-alasannya-rosi

#demo #jakarta #pramono

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686978/kabar-demo-di-jakarta-gubernur-pramono-pendekatannya-lebih-humanis
Transkrip
00:00Demo itu dijamin oleh demokrasi, dan kami mempersilahkan mau demo tanggal 26, 27, mau gue saja.
00:06Tetapi yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusahaan.
00:21Jakarta menjadi aman-nyaman kalau kita semua bisa menjaga dengan baik.
00:29Demo itu dijamin oleh demokrasi, dan kami mempersilahkan mau demo tanggal 26, 27, mau gue saja.
00:35Tetapi yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusahaan, melakukan anarkis, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik.
00:45Maka kemarin begitu teman-teman yang dari parti datang, kan kita memberikan sambutan yang cukup baik.
00:56Ormas-ormas, beberapa ormas di Jakarta memfasilitasi.
01:01Bahkan mereka mengarahkan untuk jangan kemudian bermalam di depan gedung DPR-MPR.
01:09Dan akhirnya difasilitasi, dan kami kalau memang semalam, misalnya sampai bermalam di Jakarta,
01:18Tentunya saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinasat WPB untuk berkoordinasi juga dengan kepolisian,
01:25supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
01:28Jadi dalam menangani hal-hal seperti ini, Saudara-saudara sekalian,
01:33tentunya kita pendekatannya lebih humanisme.
01:36Tidak kemudian pendekatannya dengan kekerasan.
02:09Kepala Dinasat WPB
02:18Cara baru nonton di Smart TV.
02:21Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
02:27Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
02:31Cari Kompas TV melalui pencarian.
02:34Pilih aplikasi lalu install.
02:37Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
02:43Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
02:46Pilih aplikasi lalu install.
02:46Selesai, kamu bisa menonton video ini.
Komentar

Dianjurkan