00:00Dan saudara untuk mengetahui penanganan korban gempa bumi NTT, sudah ada jurnalis Kompas TV Jonah Hamonangan dan juru kamera Andika
00:07Pratama.
00:08Jonah, selamat pagi. Jadi bagaimana penanganan korban gempa di NTT di kapal RS Terapung pagi hari ini?
00:18Saya berada di Kelabuan Rio, dan di canggung saya ini ada kapal Angkatan Darat, kapal Agri,
00:25Jadi kapal ini belayan dari Jakarta, hari Rabu, dilepas langsung oleh Bapak Kasat Jedera Borosim Majunta, dan sudah sampai di
00:35hari Sabtu malam.
00:35Namun dikarenakan lebih baik di loading atau dibuka di angkut logistik, dilakukan di minggu pagi dalam rangka untuk meningkatkan kesiapan
00:45dan juga adanya pasien yang tidak masuk.
00:48Jadi kapalnya cukup unik, kapalnya ini adalah kapal milik dari pusbek hangat, dari satang air, panjangnya 60 meter,
00:54tidak hanya membawa bantuan logistik, tapi kapal ini memiliki fungsi asasi rumah sakit.
00:59Di sebelah saya sudah ada dan rem 161 Wirasakti, yaitu dengan Brig JNT ini, Hendro Syahyuno.
01:04Kompas, apa kabar?
01:05Kabar baik, mas. Kabar baik pagi ini.
01:08Kompas, ini kan bantuan dikirim beratnya tidak main-main ya dari Bapak Kasat ya, 144 ton.
01:13Jadi untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, distribusi langsung dikirim juga hari ini ya.
01:18Mungkin kita sambil masuk, komandan ya.
01:21Kompas, untuk bantuan yang dibawa oleh kapal Adri ini, apa saja?
01:26Bantuan ini yang dibawa oleh kapal Adri 92PM, ini adalah kemarin beliau menanyakan kepada kami,
01:33apa asid dan rem yang dibutuhkan di tempat pengungsi.
01:37Kami sampaikan semuanya ke beliau, mobil ambulan, kemudian tenaga medis, kemudian sembako, kemudian yang penting adalah air bersih, torren, torren
01:48air, torren air, kemudian tenda lapangan, kemudian velvet, dan lain sebagainya.
01:54Teletnya ada ambulan, ada beras juga, beras juga ada forklift, jadi sudah siap ya komandan ya untuk didistribusi ke DRD?
02:01Ya siap, ini sekarang kita baru nurunkan barang ini, langsung ini distribusikan hari ini juga.
02:08Ini diberikan ke Manggarai, Manggarai Timur, kemudian Ngada, Inde, Sika, Nagakeo.
02:17Berarti komplit ya, untuk terdampak bencana ya?
02:19Ya, komplit di dataran flores yang terdampak bencana, ini semuanya akan kita distribusikan ke sana.
02:24Kapal ini kan juga memiliki seperti rumah sakit kemudian ya, jadi seperti dia kalau ada yang mau berobat bisa yuk?
02:31Bisa, ini kebetulan kapal ini nanti akan difungsikan menjadi rumah sakit.
02:36Dan tadi sudah ada pasien, baru kita mendarat, dari posku ada yang sakit, langsung dibawa kemari.
02:41Ini sudah ada dua pasien?
02:43Oke, bisa lihat mas ya?
02:49Ya saudara, jadi kita akan masuk, ini salah satu fasilitas yang ada di kapal Adrini, ini kalau saya menyebutnya seperti
02:58rumah sakit kecil.
02:59Jadi ada bednya, ada dokternya, dan ada perawatnya.
03:03Nah, kita akan melihat seperti apa?
03:05Ini adalah kondisi pasien yang dirawat.
03:09Nah, ini komandan ada pasien.
03:12Bapak, mohon maaf ya, mengganggu sedikit ya.
03:15Ini kebetulan ada kapal Angkatan Darat yang datang, jadi kapalnya tidak mau bawa bantuan logistik, tapi juga fungsi lainnya rumah
03:22sakitnya.
03:23Izin, Bapak, dengan Bapak siapa?
03:25Bapak Hasan.
03:26Bapak Hasan.
03:26Untuk yang sakit, Bapaknya?
03:28Ya, orang tua.
03:29Siapa namanya, Pak?
03:31Abdurrajak Arrahman.
03:32Sakit apa beliau, Pak?
03:34Beliau ini punya rewayat DM.
03:39Kebetulan pada saat gempa itu beliau drop.
03:43Jadi, kalau tidak bisa, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak sama sekali.
03:48Tidak bisa jalan.
03:49Tidak bisa jalan.
03:50Tidak bisa jalan.
03:51Bermung gempa, dia biasa, dia biasa jalan di sana.
03:54Oh, iya, iya.
03:55Jadi, komandan, ini kan ada satu pasien ya.
03:59Ini kan saja yang butuh penanganan.
04:01Kalau dari Pak Dandres sendiri, bagaimana melihatnya?
04:03Ini penanganan ini langsung tadi diatasi oleh dokter.
04:06Kita di sini, di kapalnya, ada dua dokter dan tenaga kesehatan.
04:10Ini tadi Ibu sama Bapak ini baru masuk.
04:13Ini putranya ya, putranya ya.
04:14Ibu, sabar ya, Buk ya.
04:15Mudah-mudahan, Bapak cepat.
04:17Ya, sabar ya.
04:18Ya, Ibu, sabar ya.
04:20Oke, ya.
04:21Nanti ada dokter, ada apa-apa.
04:23Ibu, langsung ke dokter ya, Buk ya.
04:25Oke, Ibu.
04:26Oke, komandan, terkait dengan rumah sakit ini, ada berapa total bed-nya?
04:30Bed ini ada enam.
04:31Ada enam.
04:31Ini ada pasien satu lagi.
04:33Tadi juga baru datang ini.
04:35Baru datang.
04:37Ini, lansia.
04:39Dokternya, dokter ada dua.
04:40Pak dokter, ini Pak dokter ada dua.
04:42Ini dokternya, dokter.
04:44Nah, dokter, gini mana tadi ada dua, langsung ya.
04:48Ini putranya ya, putranya Ibu.
04:50Anak mantu.
04:51Anak mantu ini, anak mantu.
04:52Sakit apa, Ibu?
04:55Sakit paru-paru sama jantung apa ini, batuk.
04:59Oh, batuk ya.
05:00Tidak keluar dahap.
05:01Oke.
05:01Cepat sembuh ya, Ibu ya.
05:02Dan juga di rumah sakit angkatan darat ini, komplit berobat sampai sebuah ya, komandan ya.
05:07Berobat sampai sembuh, jadi bisa beraktifitas kembali seperti biasa.
05:10Kemaran, ini terakhir ya.
05:12Ini kan bantuan Bapak Kasat ini kan luar biasa ya.
05:14Tidak hanya kiriman logistik, tapi juga ada rumah sakit.
05:18Mungkin boleh dijabarkan, komitmen angkatan darat, khususnya Korem 161 Wirasakti, Kodos Bian Udena, dalam rangka membantu pemulihan khususnya masyarakat terdapat
05:26bencana ini.
05:27Jadi komitmen kami bagi warga yang terdampak, segera diatasi semuanya, untuk sembako, semua posko-posko sekarang, TNI ada di situ,
05:36kemudian tenaga kesehatan sudah disebar, ditambah lagi ini ada bantuan Bapak Kasat untuk rumah sakit di kapal ini.
05:45Terima kasih banyak komandan sewaktunya, begitu luar biasa.
05:47Dan kami juga tadi melihat langsung pelayanannya, luar biasa komandannya, sampai sembuh baru mereka bisa kembali pulang.
05:53Boleh, sampai sembuh.
05:54Bahkan obat-obatnya juga ya.
05:55Oke, luar biasa komandan.
05:56Demikian wawancara saya dengan Danrem 161 Wirasakti, Brigjente ini, Hendro Cahyono, kita melihat langsung bagaimana kondisi kapal Adri ini.
06:04Tidak hanya dorongan logistik, tapi juga fasilitas layaknya rumah sakit.
06:08Diharapkan masyarakat bisa cepat sembuh, dan tidak usah ragu datang ke Pelabuhan Reo untuk bisa berobat, dikarenakan fasilitas gratis, dan
06:16ini adalah bantuan langsung dari Bapak Kasat dalam rangka untuk distribusi bantuan dan percepatan khususnya bagi pasien yang ingin segera
06:23berobat.
06:25Okta.
06:25Baik, terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Jurnal Hamunangan, dan Juru Kamera Andika Pratama dari Manggarai Nusa Tenggara
06:31Timur.
06:32Selamat bertugas kembali.
Komentar