00:00Kebakaran hutan masih mengepung wilayah Kalimantan.
00:03Sudah hampir satu bulan kebakaran terjadi, tapi titik api makin meluas.
00:07Imbasnya asap tebal menyelimuti hingga mengganggu kesehatan warga.
00:12Bergabung dalam diskusi kami untuk sore hari ini, jelang pukul 6 sore waktu Indonesia Tengah.
00:16Salah satu tim Damkar yang sudah berjibaku untuk memadamkan api di kawasan Kalimantan Selatan,
00:21Muhammad Rijali, serta seorang warga Banjarbaru, Ahmad Zaini.
00:25Selamat sore, Bapak-Bapak sekalian dengan Tifal di Studio Jakarta.
00:28Suara saya terdengar jelas ya?
00:31Baik, terdengar jelas.
00:32Baik. Pak Zaini, saya mau tahu dulu posisi Anda di kecamatan mana di Banjarbaru, Pak?
00:39Tengah, Pak.
00:40Oke. Sejauh ini kebakaran di sana bagaimana dan efeknya terhadap kabut asap sudah semengganggu apa Anda di sana, Pak?
00:49Kebakaran untuk saat ini sangat parah, Pak.
00:53Dan udaranya membuat kami sesak bernapas.
00:59Dan itu adakah anggota keluarga Anda yang juga sudah mengalami atau mengeluhkan gangguan kesehatan,
01:06susah bernapas atau mungkin sampai harus dirawat dan semacamnya, Bang?
01:09Boleh cerita lebih banyak, Bang?
01:11Rata-rata di kampung kami ini, di lianggang, sesak nafas itu, Pak.
01:16Karena setiap hari terhirup asap-asap kebakaran lahan ini.
01:24Nah, istri, Bapak...
01:27Silahkan, Bang. Silahkan dilanjutkan, Bang.
01:29Istri, Bapak, Mama, semuanya itu nah,
01:33terdampak asap, kok.
01:34Jadi, susah untuk bernapas asmalah itu.
01:39Kalau mau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya nih, Bang,
01:42saya ingatkan 2015 dulu juga pernah kebakaran besar juga, ya.
01:46Kalau mau dibandingkan dengan sekarang, lebih parah yang mana, Bang?
01:49Parah yang sekarang, Pak.
01:51Salahnya sini dekat terus dengan pemukiman warga, api-apinya.
01:56Tadi ada parah yang kena api, tetangga.
02:05Ada yang kena huniannya udah ikut kebakar juga begitu, Bang?
02:09Kenapa, Pak?
02:11Rumahnya ikut kebakar juga?
02:13Eh, kena, Pak. Depurnya.
02:14Depurnya tuh kena sudah.
02:16Tapi, sikap hubungan pemadam kebakaran, Pak Jali,
02:20dan rekan-rekan lain membentuk Pak Polisi juga, TNI.
02:25Oke, Pak Rijali sekarang.
02:28Pak Rijali, kalau yang Anda amati dan Anda tangani sejauh ini,
02:32seberapa parah sebetulnya untuk menangani karhutlah?
02:35Karena saya lihat laporannya, makin hari makin meluas titik-titiknya, betul, Pak?
02:40Ya, betul.
02:41Makin hari makin meluas dan makin banyak lahan yang terbakar,
02:44otomatis tim kami juga cukup ekstra untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan
02:51di wilayah Landasan Ulin di Kota Banjarbaru.
02:55Dan juga, untuk sekarang, api sudah hampir, selalu hampir mengenai pemukiman warga atau rumah warga.
03:02Karena di belakang rumah warga itu masih banyak semak belukar yang tidak dibersihkan
03:07dan itu yang membiasakan kepada pemukiman warga.
03:10Sehingga pendekatan untuk pemadamannya sudah tidak bisa lagi pakai jalur darat.
03:14Harus lewat udara atau ada strategi lain mungkin, Pak Rijali?
03:19Oke, baik.
03:20Kami menggunakan dua strategi.
03:22Kalaupun itu menggunakan jalur udara, berarti itu harus perumahan itu jauh dari jurnal listrik atau tiang listrik.
03:29Jika itu mendekati tiang listrik, kami menggunakan metode jalur darat,
03:33yaitu menggunakan unit tanki dan portable yang di jalur darat tersebut untuk melakukan pemadamannya.
03:39Untuk dukungan dari pusat, ada tambahan personel kah, alat-alat untuk membantu proses pemadaman,
03:45atau ada hal lain mungkin, Pak Rijali?
03:47Oke, kalau untuk personel, Alhamdulillah, beberapa waktu terakhir juga kami dapat bantuan dari pihak perusahaan juga
03:55menurunkan banyak pasukan ke lapangan untuk membantu kami di lapangan.
04:00Ada pun untuk dari pusat, segala peralatan sudah dicukupkan untuk kami di lapangan, disediakan semuanya.
04:08Dan ini masih memungkinkan penanganan dalam jangka panjang atau hanya dalam waktu tertentu saja bantuan yang ada sekarang, Pak?
04:16Untuk saat ini kemungkinan masih bisa digunakan jangka panjang,
04:20karena untuk jangka panjang saat ini, lahan gambut yang 2-3 meter itu yang perlu penanganan ekstra.
04:28Ini dengan kondisi yang makin luas, titik api, bahkan mendekati permukiman warga,
04:34ada tantangan sendiri nggak sih, Pak Rijali, kalau melihat kondisinya seperti ini,
04:38bahkan tadi Bang Zaini di titik yang lain di wilayah Banjarbaru bilang ini yang lebih parah ketimbangkan yang dahulu-dahulu?
04:44Betul, kalau untuk tantangan sebenarnya semua ada resikonya, semua ada tantangannya.
04:50Melainkan kami tetap mencoba untuk mengusahakan yang terbaik, sesulit apapun itu tantangannya.
04:56Insya Allah masih bisa dilaksanakan.
04:57Oke, Pak Zaini, kalau melihat kabut asap efek yang udah sebesar itu, Pak,
05:05kalau Anda melihatnya bantuan-bantuan yang didatangkan dari Pemda atau dari pemerintah pusat sudah cukup atau belum?
05:12Kalau belum cukup, harus yang kayak gimana sih Bang bantuan yang harus ditunjukkan ke warga, gitu?
05:19Untuk saat ini belum cukup.
05:21Masker tuh masih kurang, Pak, disini setiap rumah tuh belum dikasih masker,
05:27harga itu masih kurang, kami susah bernapas.
05:30Waktu pagi itu kabut, jadi ngalih pandangan terbatas cuma 2 meter,
05:36menghirup topang, Pak, ya, nah.
05:38Menghirup udara itu, nah, udara yang asap.
05:43Untuk Tuhan Pemadam sudah cukup, sudah.
05:47Beritnya banyak saja sudah, nah.
05:50Jadi sini anehnya aja, Pak, lagi.
05:52Munkawa tuh siap di muka rumah tuh ada sumur-sumur, kan, Pak.
05:56Karena di sini, air tuh kekurangan karena kering tuh, Pak.
06:01Kalau bisa, kepada pemerintah untuk membuat sumur, Pak,
06:06supaya nyaman hubungan pemadam ini mambil airnya.
06:10Biar gampang untuk memadamkan api di situ, ya.
06:13Tapi kalau sejauh ini, Pak Zaini, Anda udah merasakan gangguan kesehatan
06:16atau sesak nafas dan semacamnya gara-gara kabut asap beberapa hari kebelakang ini?
06:21Iya, Pak.
06:22Karena asap ini,
06:25asma itu, Pak, susah bernapas.
06:28Badan selemas, Pak, terhirup.
06:30Sudara kabut harus, Pak, asap.
06:32Hmm, oke.
06:34Saya berharap Pak Rijali dan Pak Zaini dalam keadaan sehat,
06:37walaupun ini betul-betul cukup menantang,
06:39harapannya bisa pemadaman api di lahan-lahan yang terbakar
06:42dan efek dari kabut asap ini bisa segera redah.
06:45Pak Zaini, Pak Rijali, terima kasih banyak ya sudah berbagi cerita bersama kami.
06:48Saya selalu untuk Anda berdua.
06:49Selamat sore.
Komentar