00:02Terima kasih Anda masih bersama kami dalam Sapa Indonesia Pagi.
00:06Saudara kebakaran hutan dan juga lahan gambut di Kabupaten Kampar Riau terus meluas.
00:11Api bahkan mulai mendekat ke permukiman warga.
00:17Sudah sepekan lebih kebakaran lahan masih belum bisa dipadamkan.
00:22Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan dari Manggala Agni, TNI Polri berupaya memadamkan api
00:28agar tidak merambat ke salah satu rumah warga.
00:31Cuaca panas dan kering serta minimnya sumber air jadi kendala petugas memadamkan karhutlah.
00:40Supaya kita mengutamakan penyekatan dulu, ini kan kita melakukan penyelamatan kepada rumah warga
00:48agar tidak membakar rumah warga.
00:51Jadi dengan air seminim ini kita upayakan semaksimalnya.
00:57Kebakaran hutan dan lahan terjadi di desa Rimbu Panjang Kampar Riau.
01:03Petugas gabungan dibantu helikopter waterbombing berupaya mencegah api meluas ke permukiman.
01:08Lahan gambut yang terbakar mencapai lebih dari 4 hektare.
01:12Kebakaran juga terjadi di Pelalawan dan Indra Giri Hulu dengan luas terbakar masing-masing 300 dan 400 lebih hektare.
01:21Dan berikut laporan jurnalis Kompas TV, Citra Indriani dari Kampar Riau.
01:28Saudara hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan penyelamatan gabungan mengelalami
01:34DTDD, TNI dan juga Polri di desa Rimbu Panjang Kampar Riau.
01:42Luas lahan yang terbakar di lokasi ini mencapai 4 hektare.
01:46Dan saat ini upaya pemadaman yang dilakukan juga dengan melakukan penyelamatan di kepala api agar api ini tidak meluas.
01:56Untuk pemadaman juga dibantu oleh helikopter waterbombing dari melalui udara agar mempermudah pemadaman yang dilakukan oleh dunia darat.
02:08Serta untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit untuk menjangkau oleh sindal.
02:18Dan saudara, selain melakukan upaya pemadaman di lokasi Karhula ini,
02:24pihak kepolisian dari polis Kampar juga melakukan proses penyelidikan terkait penyebab dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di desa
02:36Rimbu Panjang ini.
02:37Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di desa Rimbu Panjang ini juga dibantu oleh dokter waterbombing dari kapas ini.
02:45Dengan melakukan penyelidikan ter skin keren dan penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan
02:51terkas penyelidikan terkait melakukan pemadaman.
02:51Cuma itu membantu petugas dalam melakukan pemadaman ter mama di lokasi atau kepala api agar mempermudah tim darat untuk menjangkau
03:02lokasi.
03:05Di Pulau Kalimantan, saudara kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,
03:12kini mendekati permukiman warga.
03:14Dampaknya, kawasan kota di Tanjung Redep mulai diselimuti asap.
03:20Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau terus meluas selama 3 hari terakhir hingga mendekati permukiman warga.
03:27Petugas gabungan dari BPBD masih terus berjebaku di sejumlah titik yang masih terbakar.
03:34Saat ini, 500 lebih titik panas di wilayah Kabupaten Berau.
03:39Dampak kebakaran yang terus meluas kini kawasan kota di Kabupaten Berau mulai diselimuti asap tipis.
03:54Sementara di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, kebakaran hutan dan juga lahan kembali meluas mendekati permukiman warga.
04:03Api berkobar memasuki jalan handil kuripan liang-anggang Banjar Baru, Kalimantan Selatan dan membuat warga panik.
04:13Warga bersama petugas memadam kebakaran berupaya memadamkan api dan menyelamatkan harta benda rumah warga.
04:46Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan juga berimbas ke Malaysia, terutama di wilayah perbatasan baik Sanggau maupun
04:56Sambas.
04:57Sejumlah daerah di Sarawak, Malaysia meliburkan peserta didik mulai tanggal 21 hingga 21 Agustus 2026.
05:07Karena kualitas udara berkategori tidak sehat.
05:12Berdasarkan data BMKG untuk Kabupaten Sambas, ada 59 titik panas.
05:18Sedangkan untuk Kalbar terdapat 3.700 lebih titik panas per tanggal 20 Agustus 2026.
05:29Sebagai ibu kota Sarawak yang lokasinya di ujung utara, pulau Kalimantan sudah terdampak.
05:36Dan pemerintah Kucing sudah meliburkan sekolah tanggal 20 dan sampai 21 Agustus.
05:44Kemudian di Tebedu, perbatasan dengan Entigong juga seminggu kemudian sudah meliburkan.
05:51Jadi asap ini memang bersumber terutama dari wilayah Kalbar, Kalteng, Pisap.
06:02Musim kemarau menyebabkan lahan perkembunan pinang dan sawit milik warga di Desa Muntialo,
06:08Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi terbakar.
06:13Tim dari Manggala Agni, Daob Sumatera 11, Bukit Tempurung menurunkan petugas memadamkan kebakaran lahan.
06:23Kebakaran lahan perkembunan milik warga diketahui saat petugas melakukan patroli drone.
06:28Tanah semi gambut dan kencangnya, embusan angin membuat petugas sulit memadamkan api.
06:34Belum diketahui penyebab terbakarnya lahan dan sampai saat ini ratusan hektare lahan yang terbakar di tiga kabupaten di Provinsi Jambi.
06:43Warga diminta untuk tidak membakar saat pembukaan lahan.
06:52Fokus kita pada spot-spot asap dan tunggul kayu yang berpotensi atau bisa jadi pemeco api selanjutnya.
07:02Target kita Tim Manggala Agni, Daob Sumatera 11, Bukit Tempurung dan Satgas Karukla Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
07:10Api dan asap terkendali.
07:13Demikian laporan yang dapat kami sampaikan.
07:15Salam Patriot Indonesia!
07:19Kita pantau bagaimana situasi terkini dari kebakaran hutan dan lahan.
07:23Sudah ada jurnalis Kompas TV Jumadi dan juru kamera Adi Maulana di Jambi.
07:28Serta jurnalis Kompas TV Prisila Nikola dan juru kamera Deni Hermawan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
07:35Kita ke Jambi lebih dahulu. Selamat pagi Jumadi.
07:38Jumadi, bagaimana kondisi udara di sana akibat kebakaran hutan dan juga lahan?
07:45Apakah ada muncul titik api baru dan bagaimana pula penanggulangannya?
07:50Ya, adiksi dan saudara dapat disampaikan kondisi kebakaran lahan di Jambi sampai saat ini terus meluas.
08:00Bahkan saat ini sudah 4 kebakaran lahan yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Moro Jambi, dan
08:12Kabupaten Batakari.
08:14Dan kebakaran lahan ini setiap hal ini terus jadi.
08:19Nah, Tim Patgak dan Banggal Agni terus melakukan supaya penangan secara bersetir atau cepat untuk melakukan kepadaman hapi ini.
08:29Dan di Kabupaten Batakari, Tim Banggal Agni terus supaya setiap hari melakukan patroli baik, patroli penanggulang darah maupun patroli darah.
08:38Dan dilakukan menyitir di daerah-daerah yang saya deteksi adanya titik api atau kot.
08:46Dan di 3 upaten ini, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Moro Jambi,
08:54daerah ini merupakan daerah langganan kebakaran lahan.
08:57Dan ini daerah yang paling sulit dipadangkan di mana di atasnya petugas terpatir memadangkan api.
09:04Dan tidak ada lagi api.
09:05Namun di bawah ini, api masih menjalan.
09:10Dan sampai saat ini sudah ada ratusan hektare lahan yang terbakar.
09:16Dan terakhirnya lahan yang terbakar yaitu di Kabupaten Batakari dan Tanjung Jabung Barat.
09:22Namun tim mengelangi terus supaya lakukan pengadaman dari pagi hingga malam.
09:28Dan sampai saat ini data yang kami terima, kondisi lahan yang terbakar semuanya sudah padang.
09:35Namun tim mengelangi terus melakukan upaya pendinginan di lokasi-lokasi yang sudah terbakar.
09:42Supaya api tidak menjalani.
09:44Di mana kondisi kemarau di mana Jambi sudah hampir 2 bulan dan dipendisi sampai bulan 10 nanti.
09:53Dan untuk kondisi cuaca yang dapat Anda lihat di belakang saya secara dapat kata memang tidak terlihatkan kabutnya.
10:01Namun kabut ini juga sangat dirasakan oleh warga terutama pada pagi hari yang enak menggunakan peda motor.
10:10Di mana aroma dan mata cukup lebih.
10:12Dan warga dihimbau dan diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
10:19Dan terutama dihimbau itu pada masyarakat yang berada di daerah-daerah yang terjadi kebakaran lahan.
10:28Dan boleh kami sampaikan juga, tanpa saat ini tim Polda Jambi sudah melakukan atau menangkap 7 orang pelaku kebakaran lahan.
10:38Dan tadi sedang proses penangan oleh Polda Jambi.
10:42Dan Polda Jambi juga bersama pemerintah daerah dan sadar karutlah menghimbau kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak memperkenalkan lahan saat
10:53musim kemarau ini.
10:54Oke, dari Jambi kita bergeser ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan bersama dengan Prisila.
11:00Prisila, kalau di Banjarbaru, Kalimantan Selatan informasinya api ini sudah mendekati permukiman warga.
11:08Bagaimana kondisi penanganannya?
11:10Termasuk juga soal penanganan untuk warga yang terkena ispah.
11:18Ya, Adisti dan juga Saudara, memang penanganan untuk karutlah yang terjadi di Kalimantan Selatan ini, khususnya di Kota Banjarbaru ini,
11:27dilakukan dengan dua operasi, seperti operasi udara dan juga operasi darat.
11:32Di mana untuk operasi udara sendiri, ini memang sudah diterjunkan beberapa helikopter untuk melakukan waterbombing yang digunakan untuk penyiraman dalam
11:43skala besar,
11:44tepat di atas titik api dan tempat-tempat yang sulit terjangka oleh relawan di darat.
11:49Dan juga operasional maksimal dari waterbombing ini, Saudara, sekitar pukul 18 waktu Indonesia Tengah setiap harinya.
11:58Dan untuk helikopter lain juga dilakukan untuk patroli dan juga untuk operasi modifikasi cuaca sendiri,
12:07ini kami mendapatkan informasi masih belum bisa dilakukan.
12:10Dan BPBD Provinsi sendiri mengatakan bahwa terkendalanya cuaca,
12:15seperti minimnya angin potensi, maksud kami awan potensial dalam melakukan penyemayan garam untuk memicu hujan ini,
12:24masih minim sehingga masih belum bisa dilakukan modifikasi cuaca,
12:29namun dari bahan dan juga armada ini memang dikatakan sudah siap.
12:33Sementara untuk operasi di darat ini sendiri,
12:36melibatkan di menggabungan BPBD, TNI, Polri, dan juga relawan,
12:40ini masih terus berupaya menjinakkan api Saudara.
12:43Memang tantangan terberatnya ini ialah karakteristik lahan gambut
12:48yang memang secara kasat mata ini api di permukaan memang seringkali terlihat sudah padam.
12:54Namun sebenarnya bara api yang berada di bawah permukaan tanah ini dapat kembali membesar
13:01ketika cuaca terik seperti siang hingga sore hari ditambah juga hembusan angin
13:06yang dapat memicu kembalinya keubaran api Saudara.
13:10Dan untuk itu tetap dilakukan pembasahan dan juga pendinginannya ekstra oleh tim Satgas di darat.
13:19Dan untuk kasus ISPA sendiri memang terpantau meningkat beberapa hari terakhir ini.
13:23Cususnya untuk usia-usia rentan seperti lansia dan juga anak-anak
13:28di mana pemerintah sendiri sudah menginstruksikan untuk siswa ataupun pelajar ini
13:35datang ke sekolah lebih siang sekitar pukul 9 hingga 9.30 waktu Indonesia Tengah
13:40untuk mengurangi dampak dari kabut asap yang terjadi saat pagi hari.
13:46Dan untuk instruksi evakuasi sendiri ini Saudara kami masih belum mendapatkan informasi
13:53apakah ada warga yang diinstruksikan namun warga sendiri mengaku belum mendapatkan instruksi
13:59dari pemerintah untuk melakukan evakuasi.
14:02Namun pengungsian mandiri dan juga evakuasi mandiri terhadap kerabat-kerabat sendiri
14:09yang berada di rumah ini memang sudah dilakukan warga
14:12seperti kelompok usia rentan, seperti lansia dan juga bayi terutamanya
14:18yang diimsikan secara mandiri ke daerah yang lebih aman ke tempat kerabat mereka.
14:24Adi Siti.
14:24Baik, terima kasih informasinya Jurnalis Kompas TV Prisila Nikola
14:28melaporkan bersama dengan Juru Kamera Deni Hermawan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
14:32Sebelumnya ada Jurnalis Kompas TV Jumadi dan juga Juru Kamera Adi Maulana di Jambi.
14:39Selamat bertugas kembali rekan-rekan dan tetap utamakan kesehatan.
Komentar