Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sudah hampir sebulan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla terjadi di Kalimantan. Setiap hari titik api baru bermunculan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendeteksi ada lebih dari 1.400 titik api di Pulau Kalimantan. Di mana titik api terbanyak berada di wilayah Kalimantan Tengah dan Barat.

Bagaimana situasi terkini dari kebakaran hutan dan lahan? Simak laporan Jurnalis Kompas TV, Jumadi di Jambi, serta Jurnalis Kompas TV, Priscilla Nikola di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, (22/8/2026).

Baca Juga Prabowo Bertolak ke Kalimantan untuk Pimpin Penanganan Karhutla di https://www.kompas.tv/nasional/686855/prabowo-bertolak-ke-kalimantan-untuk-pimpin-penanganan-karhutla

#kebakaranhutan #kalimantan #jambi #asap

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686857/terbaru-situasi-jambi-kalimantan-selatan-buntut-asap-kebakaran-hutan-dan-lahan
Transkrip
00:02Terima kasih Anda masih bersama kami dalam Sapa Indonesia Pagi.
00:06Saudara kebakaran hutan dan juga lahan gambut di Kabupaten Kampar Riau terus meluas.
00:11Api bahkan mulai mendekat ke permukiman warga.
00:17Sudah sepekan lebih kebakaran lahan masih belum bisa dipadamkan.
00:22Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan dari Manggala Agni, TNI Polri berupaya memadamkan api
00:28agar tidak merambat ke salah satu rumah warga.
00:31Cuaca panas dan kering serta minimnya sumber air jadi kendala petugas memadamkan karhutlah.
00:40Supaya kita mengutamakan penyekatan dulu, ini kan kita melakukan penyelamatan kepada rumah warga
00:48agar tidak membakar rumah warga.
00:51Jadi dengan air seminim ini kita upayakan semaksimalnya.
00:57Kebakaran hutan dan lahan terjadi di desa Rimbu Panjang Kampar Riau.
01:03Petugas gabungan dibantu helikopter waterbombing berupaya mencegah api meluas ke permukiman.
01:08Lahan gambut yang terbakar mencapai lebih dari 4 hektare.
01:12Kebakaran juga terjadi di Pelalawan dan Indra Giri Hulu dengan luas terbakar masing-masing 300 dan 400 lebih hektare.
01:21Dan berikut laporan jurnalis Kompas TV, Citra Indriani dari Kampar Riau.
01:28Saudara hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan penyelamatan gabungan mengelalami
01:34DTDD, TNI dan juga Polri di desa Rimbu Panjang Kampar Riau.
01:42Luas lahan yang terbakar di lokasi ini mencapai 4 hektare.
01:46Dan saat ini upaya pemadaman yang dilakukan juga dengan melakukan penyelamatan di kepala api agar api ini tidak meluas.
01:56Untuk pemadaman juga dibantu oleh helikopter waterbombing dari melalui udara agar mempermudah pemadaman yang dilakukan oleh dunia darat.
02:08Serta untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit untuk menjangkau oleh sindal.
02:18Dan saudara, selain melakukan upaya pemadaman di lokasi Karhula ini,
02:24pihak kepolisian dari polis Kampar juga melakukan proses penyelidikan terkait penyebab dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di desa
02:36Rimbu Panjang ini.
02:37Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di desa Rimbu Panjang ini juga dibantu oleh dokter waterbombing dari kapas ini.
02:45Dengan melakukan penyelidikan ter skin keren dan penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan terkait penyelidikan
02:51terkas penyelidikan terkait melakukan pemadaman.
02:51Cuma itu membantu petugas dalam melakukan pemadaman ter mama di lokasi atau kepala api agar mempermudah tim darat untuk menjangkau
03:02lokasi.
03:05Di Pulau Kalimantan, saudara kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,
03:12kini mendekati permukiman warga.
03:14Dampaknya, kawasan kota di Tanjung Redep mulai diselimuti asap.
03:20Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau terus meluas selama 3 hari terakhir hingga mendekati permukiman warga.
03:27Petugas gabungan dari BPBD masih terus berjebaku di sejumlah titik yang masih terbakar.
03:34Saat ini, 500 lebih titik panas di wilayah Kabupaten Berau.
03:39Dampak kebakaran yang terus meluas kini kawasan kota di Kabupaten Berau mulai diselimuti asap tipis.
03:54Sementara di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, kebakaran hutan dan juga lahan kembali meluas mendekati permukiman warga.
04:03Api berkobar memasuki jalan handil kuripan liang-anggang Banjar Baru, Kalimantan Selatan dan membuat warga panik.
04:13Warga bersama petugas memadam kebakaran berupaya memadamkan api dan menyelamatkan harta benda rumah warga.
04:46Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan juga berimbas ke Malaysia, terutama di wilayah perbatasan baik Sanggau maupun
04:56Sambas.
04:57Sejumlah daerah di Sarawak, Malaysia meliburkan peserta didik mulai tanggal 21 hingga 21 Agustus 2026.
05:07Karena kualitas udara berkategori tidak sehat.
05:12Berdasarkan data BMKG untuk Kabupaten Sambas, ada 59 titik panas.
05:18Sedangkan untuk Kalbar terdapat 3.700 lebih titik panas per tanggal 20 Agustus 2026.
05:29Sebagai ibu kota Sarawak yang lokasinya di ujung utara, pulau Kalimantan sudah terdampak.
05:36Dan pemerintah Kucing sudah meliburkan sekolah tanggal 20 dan sampai 21 Agustus.
05:44Kemudian di Tebedu, perbatasan dengan Entigong juga seminggu kemudian sudah meliburkan.
05:51Jadi asap ini memang bersumber terutama dari wilayah Kalbar, Kalteng, Pisap.
06:02Musim kemarau menyebabkan lahan perkembunan pinang dan sawit milik warga di Desa Muntialo,
06:08Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi terbakar.
06:13Tim dari Manggala Agni, Daob Sumatera 11, Bukit Tempurung menurunkan petugas memadamkan kebakaran lahan.
06:23Kebakaran lahan perkembunan milik warga diketahui saat petugas melakukan patroli drone.
06:28Tanah semi gambut dan kencangnya, embusan angin membuat petugas sulit memadamkan api.
06:34Belum diketahui penyebab terbakarnya lahan dan sampai saat ini ratusan hektare lahan yang terbakar di tiga kabupaten di Provinsi Jambi.
06:43Warga diminta untuk tidak membakar saat pembukaan lahan.
06:52Fokus kita pada spot-spot asap dan tunggul kayu yang berpotensi atau bisa jadi pemeco api selanjutnya.
07:02Target kita Tim Manggala Agni, Daob Sumatera 11, Bukit Tempurung dan Satgas Karukla Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
07:10Api dan asap terkendali.
07:13Demikian laporan yang dapat kami sampaikan.
07:15Salam Patriot Indonesia!
07:19Kita pantau bagaimana situasi terkini dari kebakaran hutan dan lahan.
07:23Sudah ada jurnalis Kompas TV Jumadi dan juru kamera Adi Maulana di Jambi.
07:28Serta jurnalis Kompas TV Prisila Nikola dan juru kamera Deni Hermawan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
07:35Kita ke Jambi lebih dahulu. Selamat pagi Jumadi.
07:38Jumadi, bagaimana kondisi udara di sana akibat kebakaran hutan dan juga lahan?
07:45Apakah ada muncul titik api baru dan bagaimana pula penanggulangannya?
07:50Ya, adiksi dan saudara dapat disampaikan kondisi kebakaran lahan di Jambi sampai saat ini terus meluas.
08:00Bahkan saat ini sudah 4 kebakaran lahan yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Moro Jambi, dan
08:12Kabupaten Batakari.
08:14Dan kebakaran lahan ini setiap hal ini terus jadi.
08:19Nah, Tim Patgak dan Banggal Agni terus melakukan supaya penangan secara bersetir atau cepat untuk melakukan kepadaman hapi ini.
08:29Dan di Kabupaten Batakari, Tim Banggal Agni terus supaya setiap hari melakukan patroli baik, patroli penanggulang darah maupun patroli darah.
08:38Dan dilakukan menyitir di daerah-daerah yang saya deteksi adanya titik api atau kot.
08:46Dan di 3 upaten ini, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Moro Jambi,
08:54daerah ini merupakan daerah langganan kebakaran lahan.
08:57Dan ini daerah yang paling sulit dipadangkan di mana di atasnya petugas terpatir memadangkan api.
09:04Dan tidak ada lagi api.
09:05Namun di bawah ini, api masih menjalan.
09:10Dan sampai saat ini sudah ada ratusan hektare lahan yang terbakar.
09:16Dan terakhirnya lahan yang terbakar yaitu di Kabupaten Batakari dan Tanjung Jabung Barat.
09:22Namun tim mengelangi terus supaya lakukan pengadaman dari pagi hingga malam.
09:28Dan sampai saat ini data yang kami terima, kondisi lahan yang terbakar semuanya sudah padang.
09:35Namun tim mengelangi terus melakukan upaya pendinginan di lokasi-lokasi yang sudah terbakar.
09:42Supaya api tidak menjalani.
09:44Di mana kondisi kemarau di mana Jambi sudah hampir 2 bulan dan dipendisi sampai bulan 10 nanti.
09:53Dan untuk kondisi cuaca yang dapat Anda lihat di belakang saya secara dapat kata memang tidak terlihatkan kabutnya.
10:01Namun kabut ini juga sangat dirasakan oleh warga terutama pada pagi hari yang enak menggunakan peda motor.
10:10Di mana aroma dan mata cukup lebih.
10:12Dan warga dihimbau dan diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
10:19Dan terutama dihimbau itu pada masyarakat yang berada di daerah-daerah yang terjadi kebakaran lahan.
10:28Dan boleh kami sampaikan juga, tanpa saat ini tim Polda Jambi sudah melakukan atau menangkap 7 orang pelaku kebakaran lahan.
10:38Dan tadi sedang proses penangan oleh Polda Jambi.
10:42Dan Polda Jambi juga bersama pemerintah daerah dan sadar karutlah menghimbau kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak memperkenalkan lahan saat
10:53musim kemarau ini.
10:54Oke, dari Jambi kita bergeser ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan bersama dengan Prisila.
11:00Prisila, kalau di Banjarbaru, Kalimantan Selatan informasinya api ini sudah mendekati permukiman warga.
11:08Bagaimana kondisi penanganannya?
11:10Termasuk juga soal penanganan untuk warga yang terkena ispah.
11:18Ya, Adisti dan juga Saudara, memang penanganan untuk karutlah yang terjadi di Kalimantan Selatan ini, khususnya di Kota Banjarbaru ini,
11:27dilakukan dengan dua operasi, seperti operasi udara dan juga operasi darat.
11:32Di mana untuk operasi udara sendiri, ini memang sudah diterjunkan beberapa helikopter untuk melakukan waterbombing yang digunakan untuk penyiraman dalam
11:43skala besar,
11:44tepat di atas titik api dan tempat-tempat yang sulit terjangka oleh relawan di darat.
11:49Dan juga operasional maksimal dari waterbombing ini, Saudara, sekitar pukul 18 waktu Indonesia Tengah setiap harinya.
11:58Dan untuk helikopter lain juga dilakukan untuk patroli dan juga untuk operasi modifikasi cuaca sendiri,
12:07ini kami mendapatkan informasi masih belum bisa dilakukan.
12:10Dan BPBD Provinsi sendiri mengatakan bahwa terkendalanya cuaca,
12:15seperti minimnya angin potensi, maksud kami awan potensial dalam melakukan penyemayan garam untuk memicu hujan ini,
12:24masih minim sehingga masih belum bisa dilakukan modifikasi cuaca,
12:29namun dari bahan dan juga armada ini memang dikatakan sudah siap.
12:33Sementara untuk operasi di darat ini sendiri,
12:36melibatkan di menggabungan BPBD, TNI, Polri, dan juga relawan,
12:40ini masih terus berupaya menjinakkan api Saudara.
12:43Memang tantangan terberatnya ini ialah karakteristik lahan gambut
12:48yang memang secara kasat mata ini api di permukaan memang seringkali terlihat sudah padam.
12:54Namun sebenarnya bara api yang berada di bawah permukaan tanah ini dapat kembali membesar
13:01ketika cuaca terik seperti siang hingga sore hari ditambah juga hembusan angin
13:06yang dapat memicu kembalinya keubaran api Saudara.
13:10Dan untuk itu tetap dilakukan pembasahan dan juga pendinginannya ekstra oleh tim Satgas di darat.
13:19Dan untuk kasus ISPA sendiri memang terpantau meningkat beberapa hari terakhir ini.
13:23Cususnya untuk usia-usia rentan seperti lansia dan juga anak-anak
13:28di mana pemerintah sendiri sudah menginstruksikan untuk siswa ataupun pelajar ini
13:35datang ke sekolah lebih siang sekitar pukul 9 hingga 9.30 waktu Indonesia Tengah
13:40untuk mengurangi dampak dari kabut asap yang terjadi saat pagi hari.
13:46Dan untuk instruksi evakuasi sendiri ini Saudara kami masih belum mendapatkan informasi
13:53apakah ada warga yang diinstruksikan namun warga sendiri mengaku belum mendapatkan instruksi
13:59dari pemerintah untuk melakukan evakuasi.
14:02Namun pengungsian mandiri dan juga evakuasi mandiri terhadap kerabat-kerabat sendiri
14:09yang berada di rumah ini memang sudah dilakukan warga
14:12seperti kelompok usia rentan, seperti lansia dan juga bayi terutamanya
14:18yang diimsikan secara mandiri ke daerah yang lebih aman ke tempat kerabat mereka.
14:24Adi Siti.
14:24Baik, terima kasih informasinya Jurnalis Kompas TV Prisila Nikola
14:28melaporkan bersama dengan Juru Kamera Deni Hermawan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
14:32Sebelumnya ada Jurnalis Kompas TV Jumadi dan juga Juru Kamera Adi Maulana di Jambi.
14:39Selamat bertugas kembali rekan-rekan dan tetap utamakan kesehatan.
Komentar

Dianjurkan