Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah. Warga Maumere sempat berlarian keluar rumah saat gempa susulan bermagnitudo 5,7 mengguncang.

Rekaman menunjukkan para tamu sebuah hotel di Maumere bergegas keluar dari gedung. Sementara itu, RSUD Hiller masih merawat pasien di dalam tenda darurat karena gempa susulan yang terus terjadi membuat pasien belum dapat kembali ke gedung utama.

Ratusan warga yang mengungsi akibat gempa kini tinggal di tempat penampungan sementara. Di Reok, Manggarai, sejumlah warga menempati tenda pengungsian setelah rumah mereka runtuh akibat gempa. Salah satu warga mengaku bersyukur dapat menyelamatkan anak-anaknya saat dinding rumah mulai ambruk. Bantuan juga mulai mengalir kepada para pengungsi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa NTT. Melalui kantor berita IRNA, Pezeshkian disebut mengirimkan pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto dan menyampaikan simpati kepada para korban. Teheran juga menawarkan kesiapan memberikan bantuan serta pertolongan medis.

#gempantt #gempa77 #gempasusulan #maumere #pengungsigempa #masoudpezeshkian

Baca Juga Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 70 Orang, 132 Lainnya Luka-Luka di https://www.kompas.tv/nasional/686223/update-gempa-ntt-korban-meninggal-bertambah-jadi-70-orang-132-lainnya-luka-luka

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686227/iran-tawarkan-bantuan-untuk-korban-gempa-ntt-presiden-iran-sampaikan-belasungkawa-sapa-malam
Transkrip
00:00Pasca gempa Magnitudo 7,71 lalu, gempa susulan masih terjadi di wilayah NTT.
00:07Warga Momere sempat berlarian keluar rumah saat gempa susulan terjadi.
00:23Gambar ini memperlihatkan para tamu sebuah hotel di Momere bergegas keluar dari gedung saat gempa susulan.
00:30Berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang.
00:33Sementara itu rumah sakit umum daerah Hiller merawat pasien di dalam tenda darurat.
00:38Pihak rumah sakit menyatakan gempa susulan yang terus terjadi membuat pasien belum bisa kembali ke gedung utama.
01:02Sejauh ini kendala yang kami hadapi mungkin struktur bangunan.
01:06Struktur bangunannya ini kami masih perlu asesmen dari dinas PU.
01:13Sambil menunggu itu pasien masih kami rawat di halaman dulu, di tenda.
01:20Ratusan warga yang mengungsi akibat gempa Magnitudo 7,71 lalu, kini tinggal di tempat penampungan sementara.
01:28Sejumlah warga korban gempa menempati tenda-tenda di Reok Manggarai.
01:34Salah satu warga menceritakan rumahnya runtuh akibat gempa.
01:38Ia bersyukur bisa melamatkan anak-anaknya saat dinding rumahnya mulai ambruk.
01:43Tenda pengungsian kini menjadi rumah sementara bersama anak-anaknya.
01:47Sementara bantuan juga sudah mulai mengalir.
01:56Itu mulai dari atas sampai di bawah.
01:59Saya tidak ingat semua anak-anak keluar.
02:02Begitu sholat subuh saya keluar dari rumah, sudah tidak ada ingat semua anak, tidak ada harapan.
02:07Saya hanya berharap dengan Tuhan saja.
02:09Semoga saya punya anak sehat, biar rumah runtuh.
02:12Senang sekali karena bisa menghibur, lihat semua ibu-ibu, anak-anak semua selalu menghibur.
02:19Hilang sudah rumah runtuh, sudah tidak ada ingat apa-apa.
02:22Karena di sini karena bahagia, ada kesumbang, ada beras, ada nasi, ada telur, ada mie.
02:29Saya punya anak kenyang, biar saya lapar, yang penting saya punya anak makan.
02:34Presiden Iran masuk Pazashkian menyampaikan bela Sungkawa atas musibah gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.
02:41Kantor berita Iran menyebut Presiden Pazashkian mengirim pesan bela Sungkawa ke Presiden Prabowo hari minggu lalu.
02:49Pazashkian menyampaikan simpati atas korban gempa NTT.
02:53Teheran juga menawarkan kesiapan untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis pada korban gempa.
03:22Penanganan pasca gempa di NTT masih dilakukan dengan prioritas utama adalah
03:27mencari korban yang diduga masih tertimbun.
03:31Sementara bantuan berupa logistik terus dialirkan kepada masyarakat yang terdampak di area-area pengusian.
Komentar

Dianjurkan