Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tim liputan KompasTV menyusuri sejumlah rumah yang hancur di Desa Tungguramba, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, NTT. Desa ini jadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa.

Salah satu korban bencana bercerita, ia dan warga desa lain masih tinggal secara swadaya yang mereka buat karena lokasi pengungsian yang jauh. Mereka pun berharap bantuan segera tiba di desa mereka.

Tim liputan KompasTV juga bertemu dengan sebagian besar warga pesisir di Desa Marapokot, Kabupaten Nagekeo, yang mengungsi di tenda bantuan dari Batalyon Infanteri 834 WM. Lokasinya di dataran tinggi sekitar 5 kilometer dari desa terdampak.

Warga mengaku belum berani pulang ke kampung mereka karena masih ada gempa susulan. Berbagai bantuan sudah masuk, namun korban gempa ini masih membutuhkan seperti air bersih dan juga MCK.

#pascagempa #nagekeo #NTT

Baca Juga Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar, Batal Jadi Tersangka? | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/686202/gugatan-praperadilan-febrie-adriansyah-digelar-batal-jadi-tersangka-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686206/kondisi-pengungsian-di-nagekeo-ntt-pasca-gempa-kompas-petang
Transkrip
00:01Selanjutnya tim Liputan Kompas TV menyusuri sejumlah rumah yang hancur di desa Tunggu Ramba,
00:07kecamatan Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Tibur.
00:11Desa ini jadi salah satu lokasi terdampak parah akibat gempa.
00:14Salah satu korban bencana bercerita,
00:17ia dan warga desa lain masih tinggal secara swadaya yang mereka buat karena lokasi pengungsian yang jauh.
00:24Mereka pun berharap bantuan segera tiba di desa mereka.
00:33Setelah terjadinya gempa, ini Pak Sarif tinggal di mana?
00:37Tinggal di bawah kayu Pak, di naungan begini Pak, tidak ada, belum ada bantuan sedikit pun belum ada Pak sampai
00:42sekarang.
00:43Berarti Pak Sarif sejauh ini masih tinggal di luar begitu ya?
00:46Di luar Pak, ini Pak lihat sendiri di pohon-pohonan saya, belum ada tenda apa segala macam.
00:52Ya begini, dari dinas belum ada turun Pak.
00:55Tapi sejauh ini sudah ada bantuan yang masuk ke sini?
00:57Belum Pak, belum. Biar dinas pun belum ada turun ke sini Pak.
01:00Cuma hari pertama itu Kapolres dan Kapolsek yang turun.
01:04Cek cuma.
01:04Belum dinas mau kasih sumbangan ini, ini tidak ada.
01:12Tim Liputan Kompas TV juga bertemu dengan sebagian besar warga pesisir di desa Maravokot,
01:18Keupaten Nagikeo, yang mengungsi di tenda bantuan dari Batalion Infantri 834 WM.
01:25Lokasinya di dataran tinggi sekitar 5 km dari desa terdampak.
01:29Warga mengaku belum berani pulang ke kampung mereka karena masih ada gempa susulan.
01:35Berbagai bantuan sudah masuk, namun korban gempa ini masih membutuhkan seperti air bersih dan juga MCK.
01:45Tim Liputan Kompas TV, Benediktus Aditya dan Andika Pratama menelusuri desa-desa terdampak gempa di Kaupaten Nagikeo NTT,
01:53di RSUD Airamo Nagikeo NTT.
01:55Dan saat ini tengah berada di salah satu tenda pengungsian di desa terdampak gempa di Kaupaten Nagikeo.
02:01Kita update kondisi terkini seperti apa.
02:03Selamat petang, Bene.
02:04Bene, tadi Anda dan juru kamera Andika Pratama menelusuri sejumlah lokasi terdampak gempa di Kaupaten Nagikeo.
02:09Dan saat ini berada di salah satu tenda pengungsian.
02:12Bagaimana kondisinya di sana?
02:17Ya, Dipo dan juga Saudara, untuk saat ini memang di pengungsian,
02:23tempatnya saya ada di pengungsian di Desa Lape, kecamatan ASSA Kabupaten Nagikeo,
02:29di mana para warga tadi juga sudah mulai naik,
02:32karena memang untuk dari siang hingga sore tadi para warga masih turun
02:36untuk mengamankan sisa-sisa dari rumahnya begitu ya,
02:40yang ada beberapa rumah yang memang hancur akibat gempa yang terjadi.
02:45Saya akan memberikan gambaran bagaimana kondisi pada sore hari ini.
02:50Kalau bisa Anda lihat, Dipo dan juga Saudara memang sudah ada beberapa tenda,
02:54atau di sini memang disebutnya posko terpadu,
02:58untuk para pengungsi dari Desa Nangandero,
03:01begitu ya, Dipo dan juga Saudara, di mana ada tenda trauma healing,
03:06kemudian juga kalau bisa Anda lihat, Dipo dan juga Saudara,
03:10ada satu tenda dari BNPB,
03:12kalau dari informasi yang kami terima memang masyarakat pengungsi di sini
03:16sudah mendapatkan bantuan dari BNPB,
03:19berupa salah satu tenda ini,
03:21juga beberapa bantuan-bantuan sosial lainnya,
03:24terkait dengan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka,
03:29seperti makanan, kemudian minuman,
03:31dan juga bahan-bahan pokok lainnya.
03:34Selain itu juga ada beberapa bantuan yang tadi kami lihat,
03:39memang juga diberikan begitu ya,
03:41dari pihak pemerintah maupun pihak swasta,
03:44tadi kami melihat ada polisi yang berdatangan ke sini,
03:48kemudian psikolog juga tadi datang untuk memberikan trauma healing
03:50kepada adik-adik di sini,
03:52dan juga tadi dari pihak swasta kami melihat ada berupa susu,
03:56karena di sini banyak sekali anak-anak kecil
03:59yang memang membutuhkan atau butuh susu begitu ya,
04:03di mana umur 0 hingga 3 tahun di sini banyak,
04:06jumlahnya sekitar 450-an jiwa dari desa Nangandero sendiri
04:11yang terletak persis di pesisir utara Kabupaten Naga Keo.
04:17Begitu, Dipo.
04:19Oke, singkat saja mungkin BNPB,
04:20untuk bantuan apakah sudah lengkap semua artinya?
04:28Ya, Dipo memang kalau dari informasi yang kami terima,
04:31tadi kami tanyakan untuk makanan dan minuman,
04:34ini cukup 1-2 hari,
04:36artinya masih membutuhkan cadangan bahan pokok
04:39atau makanan dan minuman.
04:41Begitu, Dipo.
04:41Baik, terima kasih.
04:42Benediktus Adatia dan juga Andika Pratama melaporkan langsung
04:45dari Kabupaten Nagikeonusa, Tenggara Timur.
Komentar

Dianjurkan