00:00yang memperlihatkan bagaimana situasi terkini terkait aksi unjuk rasa oleh mahasiswa Universitas Indonesia
00:09yang berada di area Sudirman, Jakarta.
00:16Saat ini aksi unjuk rasa masih berlangsung ada 8 tuntutan setidaknya yang dilayangkan oleh mahasiswa dari Universitas Indonesia
00:30terkait dengan program nasional prioritas presiden seperti Kooperasi Desa Merah Putih dan juga pelaksanaan makan bergizi gratis.
00:41Ada juga isu-isu lainnya, saudara. Namun aksi ini tadi juga sempat diwarnai oleh ketegangan antara mahasiswa dan juga polisi
00:59yang mengamankan kondisi terkait daripada aksi unjuk rasa ini.
01:068 poin tuntutan mahasiswa diantaranya adalah meminta untuk dihentikannya korupsi, kolusi, dan nepotisme atau KKN.
01:17Permintaan atas menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi, dan proyek strategis nasional.
01:39Dan sekarang kita akan melihat seperti apa kondisi terkini dari aksi unjuk rasa BEM dari mahasiswa Universitas Indonesia
01:47bersama dengan jurnalis Kompas TV Tessa Lonika Ajeng.
01:51Tessa, selamat tetang. Seperti apa situasi dari unjuk rasa terkini saat ini?
02:05Ya, saudara. Kalau bisa kami gambarkan, disini memang dari mahasiswa, dari sejumlah BEM termasuk juga dari BEM Universitas Indonesia
02:14ini masih berada, tepatnya di depan gedung UOB.
02:18Kalau bisa kami gambarkan, memang dari tadi sejak kedatangan sekitar pukul 2 siang, ini mahasiswa sedikit demi sedikit berusaha
02:26untuk tetap maju ke depan ke arah Bundaran HI, karena memang itu yang menjadi titik awal tempat di mana para
02:33mahasiswa ini
02:34berusaha untuk menyampaikan aspirasinya.
02:37Namun, hingga saat ini, tepatnya hingga pukul 4 lebih 7 menit,
02:44kalau kami bisa lihat, memang para mahasiswa ini masih menyuarakan aspirasinya di depan, tepatnya di depan gedung UOB.
02:50Kami lihat, juga dari aparat kepolisian ini masih berusaha untuk menjaga dengan barisan yang rapat
02:57untuk menjaga supaya mahasiswa ini tidak maju ke Bundaran HI.
03:02Kalau misalnya tadi yang dapat kami dengarkan dari apa yang sudah disampaikan oleh Kabupaten Humas, Polda Metro Jaya,
03:08ini memang menyebut bahwa aparat kepolisian akan menjaga supaya mahasiswa ini tidak menyuarakan aksinya di Bundaran HI.
03:16Karena memang diketahui kalau Bundaran HI ini disebutkan oleh Kabupaten Humas, Polda Metro Jaya ini menjadi center of gravity
03:23atau apabila nantinya mahasiswa ini menyampaikan aspirasinya di kawasan Bundaran HI ini ditakutkan atau dikhawatirkan ini bisa melumpuhkan total.
03:35Alrus selalu lintas dari setiap sisi atau setiap bagian dari Jakarta
03:41karena juga mengingat ini sudah memasuki ke jam pulang kantor
03:45jadi memang dari polisi sampai dengan saat ini masih menahan para mahasiswa ini supaya tidak mengarah ke Bundaran HI
03:53sehingga kalau kami bisa dengarkan di sini
03:57karena kami memang posisinya sedikit lebih jauh dari masa aksi
04:01karena sinyal yang tidak memungkinkan juga untuk kami bisa berada di tengah-tengah masa aksi ini
04:07sehingga kami melihat, kami juga masih bisa mendengar kalau mahasiswa ini masih menyuarakan aspirasinya
04:15terutama kalau misalnya di hari ini, di demo hari ini ini memang mengutamakan pada delapan
04:21poin tuntutan yang memang dikatakan tadi sebelumnya oleh perwakilan dari Kastrat BEM UI
04:28yang menyatakan bahwa memang tidak ada poin yang lebih utama atau yang lebih penting
04:34karena memang semua poin ini menjadi poin prioritas yang diharapkan bisa didengarkan dari apa yang menjadi aspirasi dari mahasiswa ini
04:42mulai dari meminta pemerintah untuk menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme
04:46serta mewujudkan reformasi agraria
04:49kemudian juga para mahasiswa pada hari ini
04:51ini menuntut untuk harga kebutuhan pokok dan BBM segera diturunkan
04:56kemudian mengevaluasi PSN
04:58serta menghentikan program makan bergizi gratis dan kooperasi desa merah putih
05:03selain itu juga mahasiswa ini menolak untuk adanya pemusatan kekuasaan dan pemangkasan TKD
05:09serta meminta status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores
05:13serta untuk menuntut dihentikannya tindakan represif dan intervensi TNI Polri di ruang sipil
05:20kami masih terus akan memantau jalannya aksi demonstrasi yang berlangsung pada hari ini
05:26dan untuk yang kami lihat juga tadi sempat adanya
05:34bagaimana mahasiswa dan aparat kepolisian ini sedikit beradu mulut
05:39karena memang dari mahasiswa ini berusaha untuk
05:43full insert
05:43full insert
05:58dan kalau masih bisa kami gambarkan
06:00walaupun tadi sebenarnya dari mahasiswa ini sempat terlihat
06:06adanya adu mulut dengan para aparat kepolisian
06:10karena dari mahasiswa masih meminta untuk bisa maju ke bundaran HI
06:15dan lebih lengkap lagi terkait dengan aksi demonstrasi dan perkembangannya pada sore hari ini
06:20saya sudah bersama Mora sebagai salah satu dari bagian kastrat dari BEM Universitas Indonesia
06:27Mora bisa diceritakan kalau tadi sempat dibilang tidak ada poin yang paling utama
06:32atau genting dari delapan poin yang diangkat pada hari ini
06:35sebenarnya apa yang paling ingin disampaikan dari teman-teman mahasiswa?
06:39Bagi kami ada dua yang perlu digarisbawahi
06:42bahwa pertama, tagar aksi itu menyatakan bahwa kita perlu merebut kembali kemerdekaan
06:48karena kemerdekaan itu bukan hanya diukur dari bebas dari penjajah
06:52yang dalam artian bangsa di luar negeri
06:54tapi juga bebas merdeka secara ekonomi, merdeka secara politik
06:58dan juga merdeka secara sosial
07:00dan tiga hal ini hingga hari ini itu belum bisa didapatkan oleh rakyat Indonesia
07:06Kalau misalnya tadi sejak siang sudah ada aksi demonstrasi di sini
07:11bahkan tadi sempat masih ditahan untuk tidak bisa ke bundaran HI
07:15bagaimana dari teman-teman di lapangan ini?
07:18karena tadi juga sempat mengangkat terkait dengan anehnya tindakan represif
07:22apakah ini juga ditemukan pada aksi demonstrasi hari ini?
07:25untuk tindakan represif sendiri kita perlu melihat ya
07:29karena dari tim kami itu ada tim kronologi aksi
07:32yang mencatat setiap kejadian-kejadian yang terjadi selama aksi masa gitu
07:36nah untuk konfirmasi sendiri itu masih perlu konfirmasi dengan tim kronologi
07:40tapi kita bisa melihat bahwa terjadi dorong-dorongan
07:44antara rakyat yang ingin menuntut dan menyuarakan haknya
07:47dengan alat negara yang sampai sekarang itu masih diperintahkan oleh entah siapa
07:51untuk menghentikan hal tersebut
07:54kalau misalnya tadi alasan dari polisi untuk menangnya tidak bisa diperintahkan ya Pak?
08:00alasannya itu tadi disampaikan, pikirkan pihak lain
08:04disebutnya seperti itu
08:05itu alasan yang sama yang dikatakan pada tanggal 12 Juni
08:08tapi kita melihat sendiri bahwa pihak mana yang sebenarnya mau dipikirkan
08:12guru yang sampai sekarang anggaran pendidikan itu masih dipotong untuk alokasi MBG
08:17apakah burutani yang sampai sekarang itu masih terlantar dalam kemiskinan
08:22apakah itu rakyat miskin kota yang sampai sekarang itu masih tercetak
08:30yang perlu dipikirkan adalah pihak-pihak penguasa yang ada di atas sana
08:34yang tidak suka ketika mereka dikritik
08:37kalau misalnya tadi juga sempat setelah dari polisi ini menyampaikan untuk dilarang
08:43memaju ke bundaran HI, dari teman-teman mahasiswa seperti apa?
08:48dari kami itu saja menolak karena seperti yang tadi sudah saya sebutkan
08:52tidak ada dasar hukum untuk pelarangan tersebut
08:54pada akhirnya sebagai apartur sipil negara
08:58pihak kepolisian maupun pihak TNI tetap harus bergerak berlandaskan hukum
09:02itulah salah satu hadiah segera dari reformasi terkait dengan supremasi hukum
09:07namun masalahnya sekarang ketika hal tersebut itu coba dilupakan
09:11dan kemudian didalihkan dengan dali diskresi dan juga keputusan
09:15maka itu tidak bisa diterima
09:17kami akan terus maju, kami akan terus bertahan
09:19masih akan terus maju
09:29demikian saudara tadi yang disampaikan oleh perwakilan dari BEM Universitas Indonesia
09:34bahkan sampai dengan saat ini, ini mahasiswa masih akan bertahan
09:39dan berusaha untuk maju ke bundaran HI
09:41untuk menyampaikan aspirasinya pada sore hari ini
09:44kembali ke studio
09:45baik, terima kasih atas laporan Anda
09:47Jurnalis Kompas TV, Tessa Lonika Ajang
09:49yang melaporkan langsung dari area Sudirman, Jakarta
09:55Jurnalis Kompas TV, Tessa Lonika Ajang
09:59Jurnalis Kompas TV, Tessa Lonika Ajang
Komentar