00:00Sejak seingat saya April 2025, itu bahwa salah satu persoalan yang bermasalah itu komunikasi.
00:07Nah, saya melihat perlu diperkuat lagi yang disebut dengan komunikasi presidensial.
00:14Komunikasi presidensial itu kan karakternya tiga.
00:18Pertama itu ofisial resmi, yang kedua itu direktif, memberi arahan ke bawah, kemudian yang ketiga otoritatif.
00:28Nah, dalam banyak momentum, saya melihat ada sebenarnya opini publik yang kontroversial diragam komunikasi pemerintah.
00:40Contohnya misalnya, bagaimana pernyataan-pernyataan presiden ketika misalnya turun ke bawah,
00:50maksud saya Mbak Nanda, itu ke wilayah kerja-kerja teknokrasi komunikasi, entah itu di KSP, entah itu di Bakom ya.
00:58Oke, Pak Gun Gun, maaf kita potong dulu, kita tahan dulu sebentar, karena kita akan lihat dulu bagaimana situasi terkini
01:03di Kompleks Parlemen Senaya Jakarta.
01:05Kita sudah lihat, ini ya Pak Gun Gun dan Bang Rio, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sudah tiba di Gedung
01:12Nusantara di Kompleks...
01:14Oh, ternyata, Wapres Republik Indonesia Gibran Raka Bumbeng Raka, beserta istri sudah tiba.
01:26Oke, tampaknya kalau ini sebentar lagi akan ada kedatangan presiden ya, sudah tiba sebentar lagi seharusnya.
01:32Kalau misalkan melihat dari tahun lalu bagaimana alurnya.
01:35Nah, kita kembali lagi, sembari melihat visual terkini, Saudara.
01:43Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Raka Bumbeng Raka sudah tiba di Gedung Nusantara untuk mengikuti sidang tahunan EPR.
01:52Dia juga akan mendengarkan pidato kenegaraan yang nantinya akan disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
02:00Terut, didampingi juga oleh Wakil Ketua DPR RI, beserta juga dengan anggota DPD RI.
02:14Yang kemudian akan nanti diarahkan untuk masuk ke ruang rapat paripurna.
02:18Sembari kita melihat bagaimana situasi terkini dari Kompleks Pelemen Senai Jakarta, kita lanjutkan dialognya tadi, Pak Gun Gun, terkait dengan
02:23evaluasi.
02:24Ada dua poin tadi yang sudah disampaikan.
02:25Ya, poin kedua tadi soal komunikasi kebijakan ya, karena dalam konteks negara demokrasi kebijakan tanpa komunikasi kebijakan biasanya itu akan
02:34lahir kerusakan.
02:35Karena tidak dipahami, tidak mendapatkan dukungan gitu dari publik, publik terasnya rendah maksud saya.
02:42Nah, sehingga ini kemudian perlu jadi catatan.
02:44Kemudian yang ketiga, bagaimana pelibatan kelompok-kelompok di luar pemerintah dalam komunikasi deliberatif ya,
02:52dalam komunikasi yang sifatnya itu timbal balik, ya, resiprokal.
02:56Jangan kritik pada pemerintah itu selalu kemudian ditapsiri sebagai kebencian pada pemerintah.
03:02Anda ingin menyebut ini sebagai anti-kritik atau bagaimana berarti?
03:04Enggak, saya ini bicara suatu hal yang normatif sebenarnya.
03:10Bahwa konteks negara demokrasi itu butuh kritik sebagai nutrisi bagi pemerintahan.
03:16Ya, contoh.
03:19Kanal-kanal itu kan harus dibangun jauh lebih produktif, bukan hanya ketika misalnya ada kritik seperti melalui media
03:27ataupun mungkin dari kekuatan sipi di diskusi-diskusi yang tercecer ya.
03:34Itu harusnya diberi kanal supaya kemudian ada kelanjutannya dari kritik itu kemudian terkonfirmasi pemerintah mendengar dan menindaklanjuti.
03:44Nah, ini penting dalam konteks suara kelompok di luar kekuasaan yang terkanalisasi dalam satu komunikasi yang produktif
03:57dengan rejim siapapun yang berkuasa.
04:00Siapapun yang berkuasa.
04:02Entah itu Pak Prabowo, Pak Jokowi kemarin ya, atau Pak SBI sebelumnya.
04:07Kalau kemudian kritik itu diposisikan sebagai sebuah ancaman bagi kredibilitas pemerintah,
04:17maka disitulah menurut saya letak kekeliruan karena akan melahirkan jarak atau gap komunikasi yang melebar.
04:28Makanya ini kan Pak Prabowo masih sampai 2029, kanalisasi suara-suara berbeda itu melalui misalnya
04:37apa namanya proses-proses dialog yang jauh lebih produktif tapi juga tertindaklanjuti, itu menurut saya jadi penting.
04:44Oke, ini menarik untuk membedah satu persatu terkait dengan poin evaluasi dari Pak Gun Gun.
04:49Saya mau ke Bang Ryo dulu.
04:50Untuk poin pertama tadi disampaikan oleh Pak Gun Gun mengenai program prioritas Presiden Prabowo Subianto,
04:55ada dua tadi yang disinggung, MBG dan juga KOPDES.
04:58Saya mau ke MBG lebih dulu, Bang.
05:00Kalau MBG sendiri dilihatnya ada alur yang skit begitu Bang, salah satunya.
05:04Ya, tentu saja kami dari Partai Gerindra, kami juga tidak defensif.
05:08Kami harus membuka diri dan kami tahu banyak sekali ada kekurangan-kekurangan yang sudah terjadi.
05:14Tapi sebelum kita masuk ke situ, saya ingin sedikit mengelaborasi terkait dengan filosofi atau tujuan utama.
05:20Daripada program prioritas pemerintah seperti MBG dan juga KOPDES.
05:23Kalau kita berbicara MBG ini kan memiliki dua, seperti koin dengan dua mata sisi.
05:28Di jangka pendek kita memiliki dampak perekonomian terhadap perekonomian lokal,
05:32untuk petani nelayan UMKM lokal kita, juga untuk tenaga kerja lokal yang dipekerjakan di dapur-dapur.
05:37Lalu di jangka panjang kita berbicara tentang pemberdayaan daripada sumber daya manusia kita.
05:41Ini sudah ada research bahkan dari PBB, dari World Food Organization, juga dari PBB yang menyatakan bahwa program makan bergizi
05:52gratis ini merupakan sebuah investasi yang bisa melahirkan imbal balik sekitar 5 sampai 30 kali lipat.
05:57Apa saja matriks-matriksnya?
05:59Seperti peningkatan daripada attendance atau kehadiran di sekolah, seperti daripada peningkatan daripada pencapaian akademik.
06:04Dan pada jangka panjang ini dapat meningkatkan pendapatan mereka ketika anak-anak kita masuk ke dalam struktur daripada tenaga kerja.
06:10Ini sudah terbukti bahwa ini merupakan memang instrumen untuk berinvestasi pada sumber daya manusia kita.
06:14Juga dengan Kopdes, Mbak Nanda.
06:16Kopdes ini kita perlu pahami, Kopdes ini bukan hanyalah sekedar gerai retail.
06:20Kopdes ini kan memiliki tiga fungsi utama di sini, Mbak Nanda.
06:24Fungsi pertama daripada Kopdes ini adalah sebagai off-taker.
06:26Off-taker daripada produk-produk andalan daripada setiap desa, setiap kelurahan, produk pertanian, produk perikanan, dan sebagainya.
06:33Bagaimana caranya produk ini dibeli, memutus mata rantai yang terlalu panjang yang selama ini mengikis keuntungan daripada petani dan nelayan
06:40kita.
06:40Juga lalu di-onboard, lalu setelah dibeli dengan harga yang baik, ini juga dapat diintegrasikan kepada baik itu program prioritas
06:47pemerintah,
06:47seperti produk-produk pertaniannya masuk ke dalam program seperti MBG.
06:51Produk-produk pertanian perikanan dapat disalurkan ke pasar nasional melalui gerai-gerai retail nasional,
06:56baik itu gerai Kopdes maupun gerai swasta lainnya, sampai diintegrasikan terhadap pasar ekspor.
07:01Itu fungsi pertama tuh, fungsi off-taking.
07:03Lalu yang kedua adalah fungsi pembiayaan.
07:05Jadi selama ini petani kita, nelayan kita di desa-desa ini memiliki masalah dengan pembiayaan yang terlalu mahal.
07:11Jadi Kopdes akan menyelesaikan masalah itu.
07:13Juga yang terakhir adalah membangun infrastruktur, seperti gudang, cold storage, logistik, dan sebagainya.
07:17Nah itu tadi ya, mengenai MBG dan juga Kopdes.
07:20Sembari kita membahas mengenai evaluasi tadi, juga sembari melihat juga bagaimana situasi terkini.
07:25Bang Riau dan juga Pak Gunggun di Kompleks Polemen Senai Jakarta, sudah ada beberapa tadi yang hadir.
07:29Salah satunya adalah Wapreyes Gibran, Raka Buming, yang sudah tiba begitu ya.
07:33Tapi tadi kalau misalkan saya...
Komentar