00:00Bagaimana tanggapannya Marika?
00:03Pidato Presiden, hari ini aku baca aja ya takut salah.
00:11Pidato Presiden Prabowo itu improtnya banyak ya, sekarang lebih script atau sesuai teks seperti itu?
00:17Ya, saya melihat ada catatan yang cukup penting ya.
00:22Ada 4 pedoman Kabinet Merah Putih, yang ini menurut saya harus menjadi catatan.
00:28Dan kita perhatikan, nanti kita awasi bersama.
00:33Pedoman pertama menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar 45.
00:37Dan ini dalam konteks MPRRI tentu merupakan salah satu manifestasi ruh haluan negara.
00:45Ini penegasan untuk menegaskan hukum dasar wajib bersandar pada amanat pasal 33 nih.
00:50Penting nih, kita ingetin nantinya.
00:53Pedoman kedua adalah melindungi kepentingan inti nasional yang vital.
00:57Ini sebetulnya kalau kita lihat sejarah MPR, ini akar kedaulatan dalam konsep teknokratik pertama Indonesia
01:05yang disusun 513 anggota MPR pertama pada tahun 1958.
01:10Dan kemudian juga Presiden mengatakan, yang ketiga adalah untuk melindungi the core and vital national interest.
01:17Ini memiliki keterikatan historis dengan yang disusun juga oleh MPR pertama tahun 1960.
01:24Kemudian mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya.
01:28Ini juga menurut saya ada kaitannya dengan resonansi panitia siasat ekonomi hatta 1947.
01:35Kemudian ada pedoman keempat berorientasi pada kepentingan rakyat anak dan cucu.
01:39Ini saya melihat adalah suatu model teknokrasi Dewan Perancang Negara yang disusun Sumitro tahun 1951.
01:48Nah kemudian, nah justru karena relevan dalam empat hal asal, tidak kehilangan akar historis yang saya sampaikan tadi.
02:00Karena ini negara konstitusi yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, termasuk 513 anggota MPR pertama yang membuat roadmap pembangunan pertama
02:10Indonesia.
02:11Total asibnya ada 4.647 halaman.
02:14Nah namun langkah pentingnya menurut saya adalah yang ini semua konsep tadi bagus, baik.
02:21Tetapi sama dengan yang diwangsitkan Pak Sumitro, kalau boleh saya pakai istilah wangsit, yaitu segera sahkan RUU Satu Data Indonesia.
02:31Karena konsep ini tidak mungkin berjalan tanpa berbasis data negara yang akurat, aktual, dan relevan.
02:3821 Juli kemarin, 2026 sudah disahkan draft RUU Satu Data Indonesia di Laripurna DPR.
02:46Tapi sampai hari ini belum ada kiriman surpres dan dimnya dari pemerintah.
02:51Mungkin sedang disusun masih ada waktu, 60 hari jangka waktu.
02:55Tapi menurut saya tidak bisa lama-lama, karena kemudian juga bahwa penyaluran juga terhadap pangan tadi, intervensi pangan darurat juga
03:03harus berbasis data, supaya tepat sasaran begitu.
03:06Dan kemudian juga hal yang lainnya.
03:10Di negara manapun data driven sekarang, data adalah new oil.
03:14Itu yang sering dikatakan oleh Presiden.
03:17Jadi empat pedoman Kabinet Merah Putih ini, rasanya, bukan rasanya, bahkan kalau kita membuka arsip sejarah Indonesia,
03:26termasuk konsep dari Pak Sumitro, konsep dari Pak Hatta, termasuk konsep dari 513 anggota MPRS,
03:33yang merupakan anggota MPR pertama Indonesia, yang menyusun roadmap pembangunan pola pembangunan nasional semesta berencana.
03:40Tidak mungkin semua konsep itu bisa berjalan, terarah, terencana, terukur tepat sasaran, tanpa data dasar negara yang akurat.
03:55Masih dalam konteks yang sama, tetapi menurut saya dengan ada, kemarin kan tidak ada empat pedoman.
04:02Empat pedoman Kabinet Merah Putih ini menurut saya menjadi penting.
04:06Asal apakah ini sesuatu yang baik, saya tadi bedah dengan akar historis teknokratis kita.
04:13Dari mulai sekali lagi, Panitia Siasat Ekonomi Hatta 1947,
04:18Dewan Perancang Nasional yang disusun oleh Sumitro Joyohadi Kusumo saat menjadi Menteri Industri Perdagangan 1951,
04:25lalu yang disusun oleh Dewan Perancang Nasional di bawah Muhammad Yamin,
04:29bersama 513 anggota MPRS pertama.
04:33Saya akan ulang-ulang karena ini adalah pidato MPR ya, pidato tahunan di MPR.
04:37Itu mereka mengatakan, apalagi Pak Sumitro mengatakan,
04:41tidak mungkin menjadi negara industri, tidak mungkin bisa mencapai keadilan dan kemakmuran
04:47tanpa adanya evidence-based policy atau kebijakan berbasis pengetahuan,
04:51tadi juga disinggung oleh Presiden,
04:53tapi yang terpenting adalah evidence-based policy itu harus menghasilkan data negara yang akurat, aktual, dan relevan.
05:00Sehingga sekali lagi, semua yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto,
05:05saya kira bukan tidak mungkin, mungkin asal basis datanya akurat, aktual, dan relevan.
05:12Sehingga tidak ada lagi, tadi juga disebut, main-main dengan data.
05:16Tidak boleh lagi main-main dengan data.
05:18Data fiktif terindikasi menghasilkan anggaran yang fiktif.
05:22Anggaran yang fiktif akan menghasilkan korupsi.
05:25Sebagus apapun rencana pembangunan,
05:28sebagus apapun konsep pemerintah,
05:31tanpa data yang akurat,
05:32yang terjadi ini hanya sekedar di atas kertas.
05:36Terima kasih.
Komentar