00:01Saudara demikianlah pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda sidang tahunan MPR RI.
00:10Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saudara dalam pidatonya.
00:15Beberapa diantaranya adalah mengenai capaian-capaian ataupun kemajuan yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.
00:20Hampir 2 tahun atau tepatnya di 663 hari ia menjabat.
00:25Nah lebih lengkapnya saudara terkait dengan poin-poin ini dan maknanya apa yang bisa kita cermati.
00:31Kita akan bertanya kepada Astrio Feligen yang masih bersama kami di Newsroom Menara Kompas, Juru Bicara Partai Grindra Mas Rio.
00:40Bagaimana Anda memaknai pidato yang disampaikan oleh Presiden Prabowo tadi?
00:44Kalau kita lihat kan memang ada beberapa poin ya.
00:46Tadi ada 121 kebijakan transformatif yang sudah dilakukan selama 663 hari.
00:51Kemudian juga tadi tampaknya kita melihat Presiden menyemprot ya Kepala Lembaga begitu ya untuk melakukan pembenahan.
00:59Ada ultimatum tadi dari Presiden untuk Kepala Lembaga khususnya untuk Kapol dan juga Pak Limata ini.
01:03Dari Bang Ria bagaimana?
01:04Ya jadi Mbak Nanda secara garis besar kita dapat membagi pidato kenegaran Presiden hari ini menjadi 3 bagian besar.
01:11Yang pertama adalah di bagian pertama beliau meletakkan fondasi pedoman apa yang beliau pegang sebagai Kepala Negara dan juga Kepala
01:18Pemerintahan dalam menjalankan amanat ini.
01:20Yaitu berpegang teguh menjalankan amanat konstitusi yang dimandatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.
01:26Itulah beliau disumpah hampir 2 tahun lalu di gedung yang sama.
01:29Tujuan utama daripada Undang-Undang Dasar 1945 dapat kita lihat terutama di dalam pasal 33.
01:35Yaitu bagaimana caranya kita sebagai sebuah negara memanage perekonomian kita.
01:39Yaitulah perekonomian yang berdasarkan perekonomian kerakyatan, berdasarkan asas kekeluargaan, ekonomi daripada Pancasila.
01:46Itulah beliau dasar daripada di mana beliau disumpah.
01:48Bagian besar kedua adalah beliau juga mengakui bahwa apa yang sudah dicapai kita hari ini merupakan sebuah progres yang memang
01:56kita harus lihat secara objektif
01:57dan memang perlu kita apresiasi.
01:59Tapi di sisi lain memang masih banyak work in progress.
02:02Masih banyak PR-PR yang juga perlu diselesaikan.
02:04Itulah tadi kenapa kalau kita lihat dalam beberapa kesempatan Presiden yang langsung menyampaikan langsung kepada jajarannya,
02:10pembantu-membantunya, Menteri-Menteri, Panglima TNI dan juga bahkan Kapolri untuk semakin mengencarkan
02:14untuk supaya bagaimana caranya program ini dapat berjalan dan dapat dirasakan manfaat oleh masyarakat.
02:20Lalu yang terakhirlah tentu saja pemaparan berbagai daripada program-program kerja,
02:24terutama yang kalau kita bisa bagi ini merupakan program-program kerja prioritas daripada pemerintah.
02:29Yang mencakup aspek tentu saja ada ketahanan pangan, ketahanan energi, pemberantasan kemiskinan,
02:35pembangunan ekonomi terutama ekonomi-ekonomi daripada di desa-desa,
02:39hilirisasi, industrialisasi, kesehatan hingga pendidikan.
02:43Yang merupakan bagian daripada apa yang kita sebut sebagai 8 pilar program kerja prioritas nasional.
02:49Nah kami percaya ini merupakan sebuah work in progress.
02:52Kita harus bisa melihat ini secara objektif banyak pencapaian-pencapaian yang telah,
02:56yang memang harus kita apresiasi. Kalau kita lihat angka pertumbuhan ekonomi kita,
02:59di first half atau paruh pertama tahun 2026, secara agregasi itu sekitar 5,45 persen,
03:04yang merupakan angka tertinggi, pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
03:08Oke, maaf saya potong. Bang Rio, ini juga menyinggung soal realisasi investasi tumbuh,
03:13tadi juga sudah dipaparkan oleh Presiden Ramon Subianto, di Rp1.931 triliun begitu ya,
03:18yang menyebabkan terserapnya lapangan pekerjaan ada sebanyak 1,4 juta lapangan kerja
03:24untuk Januari sampai dengan Juni 2026. Nah ini menarik, saya punya data di sini,
03:28Bang Rio, dari Kemenakar dan juga dari BPS. Kalau dari Kemenakar sendiri,
03:32untuk Januari sampai dengan Juli 2026, itu ada sebanyak 43.805 buruh terkena PHK.
03:38Sedangkan kalau untuk BPS, untuk Mei 2026, untuk pengangguran ada di 7,22 juta orang yang tidak bekerja,
03:45dan 1 juta ini merupakan lulusan perguruan tinggi atau sarjana.
03:48Bagaimana kita memaknai dengan data yang disampaikan oleh Presiden dengan data dari lembaga itu tadi?
03:54Jadi kalau kita berbicara tentang angka pengangguran, kita harus melihat ini dalam dua level.
03:58Pertama adalah kita harus menyadari bahwa kita merupakan sebuah bangsa yang besar dengan populasi yang besar.
04:03Total populasi kita 280 juta, angkatan kerja kita secara spesifik itu kita memiliki 154 juta angkatan kerja.
04:09Artinya penduduk yang memang ingin mencari kerja dan berada di dalam working force kita sebut.
04:14Dari 154 juta itu, kurang lebih sekitar 147 juta itu bekerja.
04:19Sehingga ada gap, memang betul.
04:21Kalau kita berbicara angka terakhir yang dirilis oleh BPS, angka pengangguran kita turun ke tingkat 4,65 persen.
04:26Tapi betul, artinya ada sekitar kurang lebih 6 juta masyarakat kita yang ingin bekerja tapi belum mendapatkan pekerjaan.
04:31Jadi inilah di satu sisi, ada datanya, tapi kita tidak boleh melihat angka-angka ini hanya sebagai data.
04:36Karena dibalik 4,65 persen, walaupun itu pencapaian, Mbak Nanda.
04:39Tapi itu artinya ada 6 juta masyarakat Indonesia yang ingin bekerja tapi belum mendapatkan pekerjaan.
04:43Nah, harus dilakukan beberapa affirmative action.
04:45Sebagai contoh, saat ini pemerintah menyadari bahwa kluster terbesar daripada angka pengangguran itu berada di anak-anak muda justru.
04:52Dari usia 15 sampai 24 tahun. Ini yang paling banyak kluster penganggurannya.
04:55Kemarin sudah diluncurkan program magang nasional.
04:58Menyasar lebih dari 250 ribu anak-anak Indonesia itu program magang dibayarkan oleh pemerintah.
05:03Dan sudah terjadi retention rate sekitar 30 persen setelah selesai periode magang 6 bulan.
05:08Akhirnya langsung bekerja diterima lanjut oleh perusahaan.
05:10Itu salah satu bentuk keberpihakan.
05:12Kedua adalah dengan mengejarkan investasi.
05:14Kenapa Presiden menyebutkan investasi?
05:15Tadi angka yang Mbak Nanda sebutkan.
05:17Di tahun ini, paru pertama tahun 2026, target kita sudah sekitar 50 persen dari target investasi.
05:22Seribu-teribu lebih.
05:22Sudah melahirkan 1,4 juta pekerjaan.
05:24Kenapa ini penting, Mbak?
05:26Karena pekerjaan-pekerjaan yang dilahirkan daripada investasi itu bukan hanya sekedar pekerjaan.
05:30Tapi merupakan high paying jobs.
05:32Artinya pekerjaan yang memiliki upah yang baik.
05:33Nah, kedepannya fokus kita dua, Mbak Nanda.
05:35Satu adalah mengurangi secara konsisten angka-angka pengangguran.
05:39Tapi yang kedua adalah bahkan untuk penduduk yang bekerja,
05:41komposisi daripada formalitas tenaga kerja ini harus ditingkatkan.
05:44Artinya harus lebih banyak tenaga kerja yang formal jika dibandingkan dengan yang informal.
05:47Maka ini kan jadi sorotan juga ya, Bang Rio.
05:49Apalagi kan kita ingat sekali masa kampanye ya,
05:52janji dari salah satu program prioritasnya adalah
05:55menciptakan 19 juta lembangan pekerjaan.
05:57Artinya dengan data-data tadi kan menjadi pertanyaannya,
05:59di mana janji itu?
06:02Jadi kita perlu pahami,
06:04karena kita sebagai sebuah negara,
06:06kita masih sebuah negara yang populasi berkembang.
06:08Indikasinya kita memiliki indikasi namanya TFR.
06:11TFR itu Total Fertility Rate.
06:12Artinya kita masih di angka sekitar 2,
06:14artinya pertumbuhan populasi kita nambah.
06:15Artinya, Mbak Nanda, kita perlu pahami,
06:18setiap tahunnya jumlah angkatan kerja kita saat ini masih bertambah,
06:21karena kita populasi masih bertambah terus.
06:23Jadi ketika ini jobs ini juga bertambah,
06:25kesannya peningkatan penurunan presentasinya
06:27mungkin kelihatannya tidak terlalu banyak penurunan angka penganggurannya.
06:30Tapi itu terjadi adalah karena,
06:32walaupun laju daripada penciptaan apan kerja baru ini juga tinggi,
06:36tapi laju pertumbuhan daripada angkatan kerja kita juga tinggi.
06:39Karena populasi kita juga bertumbuh ya.
06:40Tapi bukan berarti balik lagi.
06:42Kita objektif, kita menilai ada perbaikan, ada improvement,
06:44tapi bukan berarti PR-nya sudah selesai.
06:45Tadi seperti yang Presiden sudah sampaikan,
06:47masih work in progress.
06:48Oke.
06:49Tadi juga kita melihat ada rumenerasi hakim ya.
06:52Tampaknya memang dari tahun lalu juga dijelaskan mengenai
06:55hakim gajinya naik 280 persen begitu.
06:57Tapi yang disoroti adalah bagaimana dengan nasib guru.
06:59Mungkin ada sedikit singkat saja bisa disampaikan.
07:02Ya, ini merupakan komitmen daripada Presiden dan juga Partai Gerindra
07:05melalui perwakilan kami di DPR RI untuk menjadi mitra pemerintah
07:08untuk terus memperjuangkan kenaikan daripada gaji-gaji guru-guru kita.
07:13Bukan hanya guru, kita berbicara tenaga-tenaga kesehatan kita.
07:16Kita berbicara ASN-ASN kita yang lainnya juga.
07:18Tetapi dalam rangka itu terjadi, kita kan step by step.
07:21Kita sudah mulai dengan meningkatkan penghasilan daripada hakim.
07:24Supaya kita bisa semakin leluasa mendapat meningkatkan gaji guru,
07:28gaji tenaga kesehatan kita, gaji ASN-ASN kita,
07:31dan juga gaji kesejahteraan kita secara umum,
07:33maka negara ini perlu mendapatkan pendapatan yang lebih.
07:35Bagaimana cara negara bisa mendapatkan pendapatan yang lebih?
07:37Bukan dengan menerapkan pajak baru,
07:39bukan dengan meningkatkan tarif pajak,
07:41tapi dengan memperluas basis pajak atau yang kita sebut sebagai tax base.
07:44Artinya, orang-orang yang atau perusahaan-perusahaan yang selama ini
07:47harusnya membayar tapi tidak membayar, itu yang kita kejar.
07:50Orang-orang yang harusnya membayarnya 10, tapi selama ini cuma membayarnya 5,
07:54itu yang akan kita kejar, kepatuhan.
07:55Sehingga, ini jika digabung dengan adanya PT DSI juga
07:58yang dapat mencegah kebocoran-kebocoran tadi yang Presiden sampaikan,
08:01ini akan menjadi sebuah kekuatan kolektif,
08:03penerima negara dapat bertambah secara eksponensial,
08:05dan negara mampu bukan hanya dapat meningkatkan gaji guru,
08:08gaji tenaga kesehatan kita,
08:09tapi juga lebih banyak membangun sekolah-sekolah,
08:11membangun jalan-jalan, memperbaiki infrastruktur-infrastruktur,
08:14dan seterusnya.
08:15Oke, artinya masih banyak PR ya,
08:16untuk pemerintah kedepannya masih ada 2 tahun, 3 tahun ke depan begitu ya.
08:20Lihat bagaimana juga tadi disampaikan oleh Presiden Bapak Rosbianto,
08:23bahwa memang ini belum selesai, masih banyak yang harus ditentangkan.
08:25Terima kasih, Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligen,
08:28yang sudah melulangkan waktu bersama dengan kami,
08:30tadi juga ada Prof. Gun Gun Herianto,
08:32Grup Besar Ilmu Komunikasi Politik WIN Jakarta.
08:34Saudara, terima kasih atas kebersamaan Anda,
08:37laporan khusus,
08:39sidang tahunan NPR dan pidato kenegaraan
08:42Presiden Republik Indonesia, kami tutup hari ini.
08:44Saya Nanda Prilia, terima kasih atas kebersamaan Anda.
08:47Selamat siang, sampai jumpa.
Komentar