Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Angka pengangguran masih menjadi tantangan, terutama di kalangan anak muda usia 15 hingga 24 tahun. Pemerintah berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui program Magang Nasional yang menyasar lebih dari 250 ribu anak muda.

Program ini diharapkan tidak hanya membuka akses pengalaman kerja, tetapi juga meningkatkan peluang peserta untuk terserap sebagai tenaga kerja. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent.

#angkapengangguran #pengangguran #lapanganpekerjaan

Baca Juga Menu MBG di SDN Kalimantan Barat Ditemukan Ulat, Ketua Satgas Selidiki Penyebabnya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/685547/menu-mbg-di-sdn-kalimantan-barat-ditemukan-ulat-ketua-satgas-selidiki-penyebabnya-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685554/jubir-partai-gerindra-bahas-data-angka-pengangguran-masih-jadi-tantangan
Transkrip
00:01Saudara demikianlah pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda sidang tahunan MPR RI.
00:10Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saudara dalam pidatonya.
00:15Beberapa diantaranya adalah mengenai capaian-capaian ataupun kemajuan yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.
00:20Hampir 2 tahun atau tepatnya di 663 hari ia menjabat.
00:25Nah lebih lengkapnya saudara terkait dengan poin-poin ini dan maknanya apa yang bisa kita cermati.
00:31Kita akan bertanya kepada Astrio Feligen yang masih bersama kami di Newsroom Menara Kompas, Juru Bicara Partai Grindra Mas Rio.
00:40Bagaimana Anda memaknai pidato yang disampaikan oleh Presiden Prabowo tadi?
00:44Kalau kita lihat kan memang ada beberapa poin ya.
00:46Tadi ada 121 kebijakan transformatif yang sudah dilakukan selama 663 hari.
00:51Kemudian juga tadi tampaknya kita melihat Presiden menyemprot ya Kepala Lembaga begitu ya untuk melakukan pembenahan.
00:59Ada ultimatum tadi dari Presiden untuk Kepala Lembaga khususnya untuk Kapol dan juga Pak Limata ini.
01:03Dari Bang Ria bagaimana?
01:04Ya jadi Mbak Nanda secara garis besar kita dapat membagi pidato kenegaran Presiden hari ini menjadi 3 bagian besar.
01:11Yang pertama adalah di bagian pertama beliau meletakkan fondasi pedoman apa yang beliau pegang sebagai Kepala Negara dan juga Kepala
01:18Pemerintahan dalam menjalankan amanat ini.
01:20Yaitu berpegang teguh menjalankan amanat konstitusi yang dimandatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.
01:26Itulah beliau disumpah hampir 2 tahun lalu di gedung yang sama.
01:29Tujuan utama daripada Undang-Undang Dasar 1945 dapat kita lihat terutama di dalam pasal 33.
01:35Yaitu bagaimana caranya kita sebagai sebuah negara memanage perekonomian kita.
01:39Yaitulah perekonomian yang berdasarkan perekonomian kerakyatan, berdasarkan asas kekeluargaan, ekonomi daripada Pancasila.
01:46Itulah beliau dasar daripada di mana beliau disumpah.
01:48Bagian besar kedua adalah beliau juga mengakui bahwa apa yang sudah dicapai kita hari ini merupakan sebuah progres yang memang
01:56kita harus lihat secara objektif
01:57dan memang perlu kita apresiasi.
01:59Tapi di sisi lain memang masih banyak work in progress.
02:02Masih banyak PR-PR yang juga perlu diselesaikan.
02:04Itulah tadi kenapa kalau kita lihat dalam beberapa kesempatan Presiden yang langsung menyampaikan langsung kepada jajarannya,
02:10pembantu-membantunya, Menteri-Menteri, Panglima TNI dan juga bahkan Kapolri untuk semakin mengencarkan
02:14untuk supaya bagaimana caranya program ini dapat berjalan dan dapat dirasakan manfaat oleh masyarakat.
02:20Lalu yang terakhirlah tentu saja pemaparan berbagai daripada program-program kerja,
02:24terutama yang kalau kita bisa bagi ini merupakan program-program kerja prioritas daripada pemerintah.
02:29Yang mencakup aspek tentu saja ada ketahanan pangan, ketahanan energi, pemberantasan kemiskinan,
02:35pembangunan ekonomi terutama ekonomi-ekonomi daripada di desa-desa,
02:39hilirisasi, industrialisasi, kesehatan hingga pendidikan.
02:43Yang merupakan bagian daripada apa yang kita sebut sebagai 8 pilar program kerja prioritas nasional.
02:49Nah kami percaya ini merupakan sebuah work in progress.
02:52Kita harus bisa melihat ini secara objektif banyak pencapaian-pencapaian yang telah,
02:56yang memang harus kita apresiasi. Kalau kita lihat angka pertumbuhan ekonomi kita,
02:59di first half atau paruh pertama tahun 2026, secara agregasi itu sekitar 5,45 persen,
03:04yang merupakan angka tertinggi, pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
03:08Oke, maaf saya potong. Bang Rio, ini juga menyinggung soal realisasi investasi tumbuh,
03:13tadi juga sudah dipaparkan oleh Presiden Ramon Subianto, di Rp1.931 triliun begitu ya,
03:18yang menyebabkan terserapnya lapangan pekerjaan ada sebanyak 1,4 juta lapangan kerja
03:24untuk Januari sampai dengan Juni 2026. Nah ini menarik, saya punya data di sini,
03:28Bang Rio, dari Kemenakar dan juga dari BPS. Kalau dari Kemenakar sendiri,
03:32untuk Januari sampai dengan Juli 2026, itu ada sebanyak 43.805 buruh terkena PHK.
03:38Sedangkan kalau untuk BPS, untuk Mei 2026, untuk pengangguran ada di 7,22 juta orang yang tidak bekerja,
03:45dan 1 juta ini merupakan lulusan perguruan tinggi atau sarjana.
03:48Bagaimana kita memaknai dengan data yang disampaikan oleh Presiden dengan data dari lembaga itu tadi?
03:54Jadi kalau kita berbicara tentang angka pengangguran, kita harus melihat ini dalam dua level.
03:58Pertama adalah kita harus menyadari bahwa kita merupakan sebuah bangsa yang besar dengan populasi yang besar.
04:03Total populasi kita 280 juta, angkatan kerja kita secara spesifik itu kita memiliki 154 juta angkatan kerja.
04:09Artinya penduduk yang memang ingin mencari kerja dan berada di dalam working force kita sebut.
04:14Dari 154 juta itu, kurang lebih sekitar 147 juta itu bekerja.
04:19Sehingga ada gap, memang betul.
04:21Kalau kita berbicara angka terakhir yang dirilis oleh BPS, angka pengangguran kita turun ke tingkat 4,65 persen.
04:26Tapi betul, artinya ada sekitar kurang lebih 6 juta masyarakat kita yang ingin bekerja tapi belum mendapatkan pekerjaan.
04:31Jadi inilah di satu sisi, ada datanya, tapi kita tidak boleh melihat angka-angka ini hanya sebagai data.
04:36Karena dibalik 4,65 persen, walaupun itu pencapaian, Mbak Nanda.
04:39Tapi itu artinya ada 6 juta masyarakat Indonesia yang ingin bekerja tapi belum mendapatkan pekerjaan.
04:43Nah, harus dilakukan beberapa affirmative action.
04:45Sebagai contoh, saat ini pemerintah menyadari bahwa kluster terbesar daripada angka pengangguran itu berada di anak-anak muda justru.
04:52Dari usia 15 sampai 24 tahun. Ini yang paling banyak kluster penganggurannya.
04:55Kemarin sudah diluncurkan program magang nasional.
04:58Menyasar lebih dari 250 ribu anak-anak Indonesia itu program magang dibayarkan oleh pemerintah.
05:03Dan sudah terjadi retention rate sekitar 30 persen setelah selesai periode magang 6 bulan.
05:08Akhirnya langsung bekerja diterima lanjut oleh perusahaan.
05:10Itu salah satu bentuk keberpihakan.
05:12Kedua adalah dengan mengejarkan investasi.
05:14Kenapa Presiden menyebutkan investasi?
05:15Tadi angka yang Mbak Nanda sebutkan.
05:17Di tahun ini, paru pertama tahun 2026, target kita sudah sekitar 50 persen dari target investasi.
05:22Seribu-teribu lebih.
05:22Sudah melahirkan 1,4 juta pekerjaan.
05:24Kenapa ini penting, Mbak?
05:26Karena pekerjaan-pekerjaan yang dilahirkan daripada investasi itu bukan hanya sekedar pekerjaan.
05:30Tapi merupakan high paying jobs.
05:32Artinya pekerjaan yang memiliki upah yang baik.
05:33Nah, kedepannya fokus kita dua, Mbak Nanda.
05:35Satu adalah mengurangi secara konsisten angka-angka pengangguran.
05:39Tapi yang kedua adalah bahkan untuk penduduk yang bekerja,
05:41komposisi daripada formalitas tenaga kerja ini harus ditingkatkan.
05:44Artinya harus lebih banyak tenaga kerja yang formal jika dibandingkan dengan yang informal.
05:47Maka ini kan jadi sorotan juga ya, Bang Rio.
05:49Apalagi kan kita ingat sekali masa kampanye ya,
05:52janji dari salah satu program prioritasnya adalah
05:55menciptakan 19 juta lembangan pekerjaan.
05:57Artinya dengan data-data tadi kan menjadi pertanyaannya,
05:59di mana janji itu?
06:02Jadi kita perlu pahami,
06:04karena kita sebagai sebuah negara,
06:06kita masih sebuah negara yang populasi berkembang.
06:08Indikasinya kita memiliki indikasi namanya TFR.
06:11TFR itu Total Fertility Rate.
06:12Artinya kita masih di angka sekitar 2,
06:14artinya pertumbuhan populasi kita nambah.
06:15Artinya, Mbak Nanda, kita perlu pahami,
06:18setiap tahunnya jumlah angkatan kerja kita saat ini masih bertambah,
06:21karena kita populasi masih bertambah terus.
06:23Jadi ketika ini jobs ini juga bertambah,
06:25kesannya peningkatan penurunan presentasinya
06:27mungkin kelihatannya tidak terlalu banyak penurunan angka penganggurannya.
06:30Tapi itu terjadi adalah karena,
06:32walaupun laju daripada penciptaan apan kerja baru ini juga tinggi,
06:36tapi laju pertumbuhan daripada angkatan kerja kita juga tinggi.
06:39Karena populasi kita juga bertumbuh ya.
06:40Tapi bukan berarti balik lagi.
06:42Kita objektif, kita menilai ada perbaikan, ada improvement,
06:44tapi bukan berarti PR-nya sudah selesai.
06:45Tadi seperti yang Presiden sudah sampaikan,
06:47masih work in progress.
06:48Oke.
06:49Tadi juga kita melihat ada rumenerasi hakim ya.
06:52Tampaknya memang dari tahun lalu juga dijelaskan mengenai
06:55hakim gajinya naik 280 persen begitu.
06:57Tapi yang disoroti adalah bagaimana dengan nasib guru.
06:59Mungkin ada sedikit singkat saja bisa disampaikan.
07:02Ya, ini merupakan komitmen daripada Presiden dan juga Partai Gerindra
07:05melalui perwakilan kami di DPR RI untuk menjadi mitra pemerintah
07:08untuk terus memperjuangkan kenaikan daripada gaji-gaji guru-guru kita.
07:13Bukan hanya guru, kita berbicara tenaga-tenaga kesehatan kita.
07:16Kita berbicara ASN-ASN kita yang lainnya juga.
07:18Tetapi dalam rangka itu terjadi, kita kan step by step.
07:21Kita sudah mulai dengan meningkatkan penghasilan daripada hakim.
07:24Supaya kita bisa semakin leluasa mendapat meningkatkan gaji guru,
07:28gaji tenaga kesehatan kita, gaji ASN-ASN kita,
07:31dan juga gaji kesejahteraan kita secara umum,
07:33maka negara ini perlu mendapatkan pendapatan yang lebih.
07:35Bagaimana cara negara bisa mendapatkan pendapatan yang lebih?
07:37Bukan dengan menerapkan pajak baru,
07:39bukan dengan meningkatkan tarif pajak,
07:41tapi dengan memperluas basis pajak atau yang kita sebut sebagai tax base.
07:44Artinya, orang-orang yang atau perusahaan-perusahaan yang selama ini
07:47harusnya membayar tapi tidak membayar, itu yang kita kejar.
07:50Orang-orang yang harusnya membayarnya 10, tapi selama ini cuma membayarnya 5,
07:54itu yang akan kita kejar, kepatuhan.
07:55Sehingga, ini jika digabung dengan adanya PT DSI juga
07:58yang dapat mencegah kebocoran-kebocoran tadi yang Presiden sampaikan,
08:01ini akan menjadi sebuah kekuatan kolektif,
08:03penerima negara dapat bertambah secara eksponensial,
08:05dan negara mampu bukan hanya dapat meningkatkan gaji guru,
08:08gaji tenaga kesehatan kita,
08:09tapi juga lebih banyak membangun sekolah-sekolah,
08:11membangun jalan-jalan, memperbaiki infrastruktur-infrastruktur,
08:14dan seterusnya.
08:15Oke, artinya masih banyak PR ya,
08:16untuk pemerintah kedepannya masih ada 2 tahun, 3 tahun ke depan begitu ya.
08:20Lihat bagaimana juga tadi disampaikan oleh Presiden Bapak Rosbianto,
08:23bahwa memang ini belum selesai, masih banyak yang harus ditentangkan.
08:25Terima kasih, Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligen,
08:28yang sudah melulangkan waktu bersama dengan kami,
08:30tadi juga ada Prof. Gun Gun Herianto,
08:32Grup Besar Ilmu Komunikasi Politik WIN Jakarta.
08:34Saudara, terima kasih atas kebersamaan Anda,
08:37laporan khusus,
08:39sidang tahunan NPR dan pidato kenegaraan
08:42Presiden Republik Indonesia, kami tutup hari ini.
08:44Saya Nanda Prilia, terima kasih atas kebersamaan Anda.
08:47Selamat siang, sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan