Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap hasil pemutakhiran data program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menemukan sekitar 6 juta data terduplikasi.

Namun, Sudaryono menegaskan angka tersebut tidak serta-merta berarti terdapat 6 juta penerima fiktif.

Duplikasi terjadi karena sejumlah penerima tercatat lebih dari satu kali, termasuk siswa yang tercatat di pesantren sekaligus sekolah formal.

Baca Juga [FULL DEBAT] Kuasa Hukum Tifa vs Jokowi Adu Bukti di Sidang Pekara Ijazah di https://www.kompas.tv/video/685451/full-debat-kuasa-hukum-tifa-vs-jokowi-adu-bukti-di-sidang-pekara-ijazah

Dalam pemutakhiran tersebut, BGN juga menemukan sekitar 414 dapur yang terindikasi belum ada tetapi anggarannya sudah terisi.

Dari penelusuran itu, pemerintah mengembalikan sekitar Rp311 miliar.

Sudaryono menegaskan proses pemutakhiran data terus dilakukan agar jumlah penerima dan dapur MBG benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/685457/kepala-bgn-ungkap-6-juta-data-mbg-terduplikat-414-dapur-terindikasi-belum-ada-tapi-anggaran-terisi
Transkrip
00:00Kemarin kita sudah rapat koordinasi terbatas di Menko Pangan dan kita menemukan ada praktek lama, ya ada data-data yang
00:10double,
00:11yaitu sekitar ada 6 juta double, ya biasanya misalnya orang sekolah, orang itu di santren, dia dicatat di pondok itu
00:19tapi dia sekolah di SMA mana,
00:21jadi itu dicatat double, tapi bukan berarti 6 juta terus kali-kali-kali sekian miliar bukan, jadi 6 juta ini
00:29juga sebagian adalah dapur yang belum jadi,
00:33kemudian namanya sudah di input, sebetulnya belum diberikan, ya kemarin ada 414 dapur yang kemudian kami indikasikan itu dapurnya belum
00:44ada,
00:44tapi VE-nya sudah diisi sama duit, nah itu yang kami kembalikan, 311 miliar yang kami umumkan kalau nggak salah
00:512 minggu atau seminggu yang lalu itu,
00:53itu termasuk dari data pemutahiran tadi, jadi ada nama-nama yang penting kelihatannya banyak, tapi ternyata memang belum dilayani.
01:02Itu kira-kira dari kami terima kasih Pak Menteri, sekali lagi terima kasih atas dukungan yang pertama dari Kementerian Dari
01:09Menteri,
01:09jadi kalau rapat-rapat di mana di Kementerian Kopangan Pak, kami selalu terdukung oleh Kementerian Dari Menteri Pak, Pak Menteri
01:16siap.
01:16Sekian, terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:20Saya tambahkan di kira-kira-kira, jadi kolaborasi ini nanti juga saya lihat akan lebih rilih lapangan bersama PENGA,
01:30karena nanti ada non-job atau koordinator dari tiap-tiap provinsi ya, nanti mungkin ada dari kabupaten kota,
01:37nah itulah yang nanti akan menjadi point of contact-nya BGN untuk membicarakan dengan program BGN yang mungkin tiap-tiap
01:46daerah kan nggak sama tantangannya,
01:48spesifik khasnya, itu bisa dibicarakan, termasuk juga kalau ada masalah-masalah.
01:53Dan kemudian tadi dalam zoom meeting kita, Bapak Kepala BGN juga sangat terbuka menyampaikan,
02:03silakan Kepala-Kepala Daerah untuk juga bisa melakukan evaluasi, pemantauan,
02:12dan kemudian ada hal yang mungkin praktek baik, yang bagus, ada praktek yang mungkin kurang baik,
02:19itu juga bisa disampaikan kepada BGN, melalui portal khusus beliau, ada website,
02:25saya lagi email khusus beliau, dan juga bahkan untuk hal yang menonjol,
02:30bisa langsung WhatsApp kepada beliau dari daerah.
02:34Dan saya juga, itu setiap tanggal 5, awal bulan, melapor kepada,
02:39menyampaikan informasi praktek baik-praktek buruk MDG daerah masing-masing ke email-nya beliau,
02:47dan juga ada ke email-nya beliau, jadi kami berdua akan sama-sama memantau,
02:53kita akan lihat nanti, tanggal 5 ke depan, berapa informasi masuk,
02:57kami akan saling sharing informasi untuk dielesaikannya.
03:01Baik, berdua-dua mungkin ada pertanyaan?
03:04Kalau tidak, terima kasih banyak.
03:06Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan