- 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Eksumasi jenazah Sutrimo menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian mantan pegawai di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Dalam dialog bersama Budi Sampurna dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) dan Susno Duadj selaku Kabareskrim Periode 2008-2009, dibahas pemeriksaan toksikologi, histopatologi, DNA, hingga pemeriksaan patologi untuk memastikan apakah kematian Sutrimo berlangsung secara wajar atau terdapat indikasi tindak pidana.
Tim forensik juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan membutuhkan waktu.
Baca Juga Prabowo Ungkap Negara Lain Heran Lihat Indonesia, Sebut Rakyat Masih Banyak yang Miskin di https://www.kompas.tv/video/685431/prabowo-ungkap-negara-lain-heran-lihat-indonesia-sebut-rakyat-masih-banyak-yang-miskin
Susno Duadji menilai hasil forensik sangat penting untuk menentukan arah penyidikan, sementara Budi Sampurna menjelaskan bahwa jeda waktu dapat memengaruhi kondisi jaringan maupun kemungkinan deteksi zat tertentu.
Selain hasil ekshumasi, keberadaan barang pribadi Sutrimo seperti handphone, dompet, kartu ATM, pakaian, dan dokumen pribadi juga menjadi perhatian karena berpotensi membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa kematian.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/685450/full-susno-duadji-pdfmi-kupas-hasil-ekshumasi-jenazah-kematian-sutrimo-kompas-malam
Dalam dialog bersama Budi Sampurna dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) dan Susno Duadj selaku Kabareskrim Periode 2008-2009, dibahas pemeriksaan toksikologi, histopatologi, DNA, hingga pemeriksaan patologi untuk memastikan apakah kematian Sutrimo berlangsung secara wajar atau terdapat indikasi tindak pidana.
Tim forensik juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan membutuhkan waktu.
Baca Juga Prabowo Ungkap Negara Lain Heran Lihat Indonesia, Sebut Rakyat Masih Banyak yang Miskin di https://www.kompas.tv/video/685431/prabowo-ungkap-negara-lain-heran-lihat-indonesia-sebut-rakyat-masih-banyak-yang-miskin
Susno Duadji menilai hasil forensik sangat penting untuk menentukan arah penyidikan, sementara Budi Sampurna menjelaskan bahwa jeda waktu dapat memengaruhi kondisi jaringan maupun kemungkinan deteksi zat tertentu.
Selain hasil ekshumasi, keberadaan barang pribadi Sutrimo seperti handphone, dompet, kartu ATM, pakaian, dan dokumen pribadi juga menjadi perhatian karena berpotensi membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa kematian.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/685450/full-susno-duadji-pdfmi-kupas-hasil-ekshumasi-jenazah-kematian-sutrimo-kompas-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Bersama saya Friska Klarissa.
00:02Proses ekshumasi almarhum Sutrimo telah selesai.
00:05Namun sejumlah barang milik Sutrimo hingga kini belum dikembalikan.
00:09Pihak keluarga di Banyumas, Jawa Tengah mempertanyakan
00:12mengapa barang pribadi Sutrimo belum diserahkan ke keluarga.
00:18Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Androherni bilang,
00:21pakaian, dompen berisi kartu ATM, dan surat-surat penting
00:25serta handphone milik Sutrimo harus dikembalikan ke pihak keluarga.
00:29Kuasa hukum berharap barang-barang tersebut ditemukan
00:32dan kalau memang dibutuhkan, dapat diserahkan untuk kebutuhan penyidikan.
00:37Keluarga berharap pihak-pihak yang menguasai barang-barang Sutrimo
00:40bersedia mengembalikan ke keluarga.
00:45Saya juga mendapatkan kuasa khusus untuk mendatangi rumahnya Pak F.A.
00:54dan keluarga, atau ke rumahnya Pak Pebrio ya,
00:59karena dugaannya memang yang megang terakhir HP itu kita itu yang bersangkutan.
01:05Kita akan mendetek dan meminta,
01:08baik secara lisan ditetangi, ataupun secara tertulis,
01:12terkait barang-barang milik almarhum.
01:16Barang-barangnya berupa HP,
01:18yang jelas satu itu, kedua dompet,
01:20dompetnya warna hitam, di dalam dompet juga ada ATM dan lain-lain,
01:24lalu baju-baju yang bersangkutan.
01:26Dan juga surat-surat,
01:29kayak misalnya data dialah secara pribadi,
01:34dokumen-dokumen pribadi lah.
01:36Nanti kalau misalnya ternyata HP-nya dikembalikan,
01:39ini kita akan serahkan ke penyediaan.
01:42Tim Forensik Gabungan telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah sutri
01:46mau dalam proses ekshumasi.
01:48Sejumlah ahli dari berbagai bidang ilmu dilibatkan.
01:52Karo Labdokes Pusdokes Pori,
01:55Brigjen Sumihasri Purwanti menyatakan,
01:57pemeriksaan terhadap jenazah pegawai ex-jampitsus tersebut
02:00tidak hanya dilakukan oleh dokter spesialis forensik,
02:03tetapi juga melibatkan ahli laboratorium forensik,
02:07ahli toksikologi atau racun,
02:09ahli DNA,
02:10hingga ahli hispatologi anatomi.
02:13Pelibatan berbagai ahli tersebut
02:15agar pemeriksaan dapat dilakukan secara komprehensif.
02:21Kami juga dari perhimpunan dokter forensik mediko legal Indonesia
02:25melibatkan beberapa ahli di dalamnya,
02:29selain spesialis forensik mediko legal,
02:31kami juga mengajak teman-teman dari laboratorium forensik
02:35dan dari laboratorium toksikologi di UI,
02:40juga di UNER untuk memeriksa hasil labnya nanti,
02:43dan juga dari ahli DNA dan ahli histopatologi anatomi.
02:49Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh komprehensif,
02:53dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium nanti yang kita dapatkan.
03:02Ketua Tim Forensik yang menangani kasus Sutrimo,
03:06Ahmad Yudianto, memastikan tidak ada luka
03:09akibat pukulan benda tumpul atau tajam pada jenazah Sutrimo.
03:13Untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo,
03:15Tim Forensik telah melakukan pemeriksaan dalam,
03:18serta mengumpulkan sejumlah sampel untuk pemeriksaan lanjutan.
03:23Tim Forensik juga mengupayakan proses identifikasi
03:26dan juga mencari penyebab kematian secara lengkap dengan pemeriksaan DNA.
03:34Kami melakukan pemeriksaan diantaranya,
03:37yaitu adalah pemeriksaan histopatologi,
03:40nah nanti akan dilakukan oleh dokter sebuah patologi anatomi.
03:46Pemeriksaan toksikologi,
03:49yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan sebagainya,
03:53nanti akan dilakukan oleh,
03:58PASPOR ya,
03:59PUSLAF POR.
04:01Sedangkan yang terakhir,
04:04kami tetap mengupayakan untuk
04:06proses identifikasi dan juga untuk
04:10mencari penyebab kematian yang lebih lengkap,
04:14yaitu dengan pemeriksaan DNA.
04:17Sehingga sampai saat ini proses untuk
04:21finalisasi masih tetap berlangsung,
04:24menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut,
04:27yaitu pemeriksaan histopatologi,
04:29pemeriksaan toksikologi,
04:31dan pemeriksaan DNA.
04:34Hasil forensik dari pembongkaran makam Sutrimo,
04:37pegawai di rumah ex-Jampitsus Febri Adrian Syah,
04:40masih ditunggu.
04:41Diperkirakan hasilnya bisa memakan waktu dua pekan.
04:44Sambil menunggu hasil tersebut,
04:45sejumlah pertanyaan pun muncul
04:47mengenai apa saja yang sebenarnya dapat diungkap
04:49melalui pemeriksaan forensik
04:51dan seberapa penting hasilnya
04:53bagi proses penyelidikan.
04:54Kita akan membahas bersama Budi Sampurna,
04:57anggota tim media dari Perhimpunan Dokter Forensik Medico-Legal Indonesia,
05:01dan Susno Duwaji,
05:02ex-Kabariskrim periode 2008 hingga 2009.
05:06Selamat malam, Prof Budi.
05:08Pak Susno.
05:09Selamat malam, Bu.
05:12Terima kasih sudah hadir di Sapa Indonesia malam.
05:15Saya ke Prof Budi.
05:16Dalam proses pembongkaran makam,
05:19pemeriksaan ulang jenazah sutrimo,
05:21ini hal krusial apa yang sedang dicari
05:24untuk jadi bagian dari proses penyelidikan kasus ini,
05:30Pak Prof Budi?
05:31Ya, terima kasih.
05:35Intinya sebetulnya,
05:37apa yang akan dilakukan dalam ekshumasi ini adalah
05:45melakukan pemeriksaan jenazah,
05:49yang pertama mengidentifikasi atau mengkonfirmasi identitasnya betulkah
05:54yang seperti yang disantumkan di dalam nama yang sudah kita sebut-sebut,
06:01yaitu Pak Subrimo, ya.
06:03Dan kemudian yang kedua tentu saja kita mencari tahu tentang sebab kematian.
06:09Karena titik pangkalnya adalah sebab kematian ini.
06:13Karena dari sebab kematian itu,
06:15dan beberapa tambahan-tambahan yang nanti kita bisa peroleh,
06:20itu bisa kita memperoleh gambaran apa yang sebenarnya telah terjadi.
06:24Dan itu yang mengakibatkan bisa dilakukannya penyelidikan lanjutan.
06:30Dan kalau proses ini, Pak Susno,
06:33kita kan masih mencari tahu ada tidaknya unsur pidana dalam penyelidikan yang dilakukan.
06:37Nah, seberapa penting, seberapa kuat nanti hasil forensik ini
06:42bisa jadi penunjang untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana, Pak Susno?
06:51Pak Susno, maaf, masih di-mute.
06:53Mohon di-unmute terlebih dahulu.
06:58Sangat penting, karena yang paling utama.
07:02Karena kan diperaduganya meninggal tidak wajar.
07:07Nah, itu harus dibuktikan.
07:09Meninggalnya itu alamnya,
07:12atau tidak wajar.
07:14Ya, kalau tidak wajar,
07:16itu apakah ada sebab dari orang lain,
07:22misalnya memasukkan sesuatu makanan,
07:24atau melukai, dan sebagainya.
07:26Ternyata hasil pisau meluarnya,
07:28sudah dijawab.
07:29Kalau dari luka, tidak ada.
07:31Baik luka benda tumpul, benda tajam,
07:33ya itu tidak ada.
07:34Tinggal dari dalam tubuhnya.
07:37Apakah ada zat dari dalam tubuh
07:39yang menyebabkan kematian?
07:40Nah, ini yang paling tahu itu
07:42bukannya penyidik ori,
07:44tetapi adalah dari pakar forensik,
07:49kedokteran forensik.
07:51Mekalah yang akan menyidiki
07:52dari dalam organ tubuh.
07:55Maka diambil sampel-sampelnya
07:56untuk dibawa ke laboratorium.
07:58Nah, itulah yang akan menentukan
08:00apakah ke depan penyidikan ini lanjut
08:03atau dihentikan.
08:04Ya, dan mengingat,
08:06kalau kita lihat kondisinya saat ini,
08:08karena ini sangat penting tadi,
08:10yang Pak Susno sampaikan,
08:12Prof Budi,
08:13kalau kondisinya sudah tiga pekan lebih,
08:15bagaimana bisa menjelaskan bahwa
08:18akan berpengaruh atau tidak
08:19kepada validitas hasil,
08:21atau untuk menentukan
08:23penyebab kematian korban
08:24dari proses ekshumasi
08:26dan juga pemeriksaan forensik ini,
08:28Prof Budi?
08:30Ya, sebetulnya
08:31soal waktu memang pentingnya.
08:34Tetapi,
08:36waktu itu pentingnya
08:38dikaitkan dengan sebetulnya
08:40racun apa,
08:41kalau kita kaitkan dengan racunnya.
08:42Atau bagaimana jaringan,
08:45keadaan jaringannya,
08:46sudahkah busuk,
08:47dan seterusnya.
08:48Jadi,
08:48itu yang akan mempengaruhi.
08:50Bayangkan,
08:51kalau nanti ternyata
08:52kita sudah mengambil jaringannya,
08:55dan jaringan itu
08:56masih bisa kita periksa,
08:57karena pemeriksaan histopatologi,
09:00itu seringkali bisa memperleh,
09:03atau menemukan penyakitnya.
09:05Sedangkan,
09:06pemeriksaan toksikologi,
09:08untuk racun tadi,
09:10itu dengan sekali
09:11pemeriksaan,
09:12atau beberapa pemeriksaan
09:14yang kemudian diikuti
09:15dengan pemeriksaan lanjutannya,
09:17itu bisa menemukan
09:18set apa sebetulnya
09:20yang sangat mungkin
09:22menjadi penyebab kematiannya.
09:24Jadi,
09:25kalau itu sudah ditemukan,
09:26tinggal kita mencari
09:27masuknya lewat mana,
09:29dan kemudian kita
09:30mencari
09:33kemungkinannya,
09:34atau adakah kaitannya
09:35dengan peristiwa-peristiwa
09:37sebelumnya tadi,
09:38berkaitan dengan
09:39korban tadi ya.
09:40Kira-kira seperti itu, Bu.
09:41Prof. Budi,
09:43kalaupun histopatologi dan
09:44toksikologi dilakukan,
09:46dengan ada jedanya
09:47tiga pekan ini,
09:48apakah bisa memengaruhi
09:49kualitas hasilnya?
09:50Misalnya,
09:51apakah ada kekhawatiran
09:53kalau ada jenis racun tertentu
09:55yang tidak bisa terdeteksi
09:57dalam waktu yang sudah lewat?
09:59Ataupun histopatologi,
10:00apakah ada kualitas sampel
10:02yang bisa jadi tidak bisa
10:04dideteksi dengan maksimal
10:06dengan adanya jeda waktu tadi?
10:07Ya, betul sih.
10:09Yang itu tetap betul ya,
10:10bahwa waktu memang
10:11berpengaruh.
10:13Kalau misalnya
10:15kita bicara tentang penyakit,
10:17maka kalau jaringan itu
10:19sudah membusuk lanjut,
10:20maka pemeriksaan yang kita lakukan
10:22belum tentu bisa menemukan
10:25penyakit yang tepat apa.
10:27Begitu juga kalau kita mengingat
10:29kaitannya dengan racun,
10:31maka juga ada memang
10:32beberapa racun tertentu
10:34yang sudah bisa terdestruksi
10:38karena pembusukan itu
10:39atau karena waktu yang terlalu lama.
10:41Jadi itu bisa menghebatkan
10:43kerusakan-kerusakan racunnya.
10:47Nah, dalam kondisi seperti ini,
10:49Pak Susno ini kan tentu
10:50jadi tantangan juga.
10:51Nah, apa yang biasanya
10:53bisa dilakukan penyidik
10:55kalau hasil forensik
10:56misalnya tidak bisa mengungkap
10:57secara detail penyebab
10:59kematian korban
11:00akibat ada jeda waktu
11:01atau tidak bisa terbaca
11:03sampelnya dengan baik,
11:04itu seperti apa, Pak Susno?
11:07Ya, dari apa namanya
11:09hasil daripada forensik ini
11:11akan termasuk juga
11:15akan memeriksa ya
11:16semua jaringan
11:17sehingga bisa ditentukan
11:19pertama wajar atau tidak wajar
11:21meninggalnya.
11:22Kedua, bisa juga.
11:24Kan tadi itu kan patologi,
11:25patologi itu penyakit.
11:26Apakah dia karena penyakit?
11:29Jadi, kalau meninggal karena penyakit
11:32berarti meninggalnya itu kan
11:33wajar gitu kan.
11:36Karena kesakit itu
11:36si manusia sakit.
11:39Tapi kalau meninggal bukan karena sakit gitu,
11:43ini, inilah yang akan menjadi masalah.
11:46Misalnya karena racun.
11:47Maka tadi,
11:48kan racun itu masuk lewat mana gitu.
11:51Nah,
11:52apakah karena disuntik
11:54atau apakah karena
11:55di lewat makanan?
11:57Nah, ini tugas penyidik.
11:58Jadi,
11:59tugas penyidik itu
12:01hanya melanjutkan
12:03hasil daripada
12:04kedokteran kehakiman
12:06atau kedokteran forensik.
12:08Apa yang didapat oleh
12:09kedokteran forensik
12:10itu yang akan dilanjutkan.
12:11Kalau ternyata
12:12meninggalnya wajar,
12:13maka lanjutannya adalah
12:15penyidikan dihentikan.
12:16Tapi kalau
12:17ini meninggalnya tidak wajar
12:19sebab racun,
12:21maka ini berlanjut.
12:22Berlanjut ke penyidikan
12:23siapa yang memasukkan,
12:25mengapa memasukkan,
12:27jadilah dia sebagai tersangka.
12:29Jadi,
12:29sangat penting ini.
12:31Oke.
12:31Tapi artinya,
12:33dihentikan atau tidaknya
12:34penyidikan
12:35harus diungkap
12:36dari hasil forensik ini ya.
12:38Hasil-hasil
12:39penyebab kematiannya
12:40itu apa?
12:41Apa yang jadi penyebab
12:42kematian Sutrimo?
12:42Apakah wajar
12:43karena penyakit
12:44atau apa?
12:45Begitu ya Pak Susno?
12:47Ya, begitulah.
12:48Karena yang bisa
12:49menentukan kematian itu
12:50hanya dokter forensik.
12:52Polisi enggak bisa.
12:55Jadi,
12:56polisinya
12:56berpendoman
12:58kepada
12:58hasil visum
13:00dan hasil
13:00visum luar
13:02maupun
13:03visum dalam.
13:04Kalau Pak Susno melihat,
13:06ini kasus yang
13:06sulit untuk diungkap
13:08atau tidak sebenarnya?
13:09Sesaat lagi,
13:10jawabannya disampai
13:11Indonesia malam.
13:12Kami segera kembali.
13:25Ah,
13:26isoplas koko.
13:27Minuman iso tonik
13:28seenak kelapa Thailand.
13:29Manis,
13:30seger,
13:31excellent hydration.
13:32Mau?
13:33Tujuh ionnya
13:33cepat diserap.
13:35Hidrasya cepat
13:36jaga performa.
13:37Isoplas koko.
13:38Cobain.
13:39Dari Wings Food.
13:42Tuh,
13:43tiap hari minta biskuit.
13:44Aku percayanya
13:45romah kelapa.
13:46Ada vitamin B,
13:47E,
13:47dan kalsium.
13:48Gurih manisnya
13:49asli kelapa.
13:50Nutrisinya pasti,
13:51kalau enaknya,
13:52terbukti.
13:53Pasti romah kelapa.
13:55Aduh.
13:56Sakit pinjang A.
13:58Minum
13:58Oskadon SP.
13:59Aduh.
14:00Aduh,
14:01nyari keram kemas
14:02kesemutan.
14:02Minum Oskadon SP Nero.
14:04Oskadon SP
14:05dan Oskadon SP Nero
14:06aktif redakan Nelly
14:07tanpa ngantuk.
14:08Oskadon SP.
14:09Let's go Pancenoye.
14:10Kita anak energen.
14:12Sukses dimulai dari
14:13sarapan bergisi lengkap.
14:15Energen.
14:16Sarapan bergisi lengkap
14:17pilihan alo dokter.
14:19Ayo minum energen.
14:21Kita anak energen.
14:25Tahu nggak kenapa
14:26lem mineral
14:27seperti ada manis-manisnya?
14:28Saya lihat sendiri pabriknya.
14:30Lem mineral
14:31air pegunungan asli
14:32kaya akan mineral alami.
14:34Mineral inilah
14:35yang bikin airnya
14:36kaya ada manis-manisnya.
14:38lem mineral.
14:40Miss Sedap.
14:41Aforis semoa.
14:42A flavor you want in a noodle.
14:43Sedapnya.
14:43Beren kualitas.
14:45Sedap banget.
14:46Fall rich in every slurp.
14:48One slurp and you'll get it.
14:50But that's banget.
14:52Wow.
14:52Miss Sedap.
14:53Aforis saya.
14:53Aforis semoa.
14:54Dari Wings food.
14:55Wah.
14:56Iso Plus Coco.
14:57Minuman iso tonic.
14:58Seenak kelapa Thailand.
14:59Manis.
15:00Seger.
15:01Excellent hydration.
15:02Mau.
15:037 ionnya.
15:04Cepat diserap.
15:05Hidrasi cepat.
15:06Jaga performa.
15:07Iso Plus Coco.
15:08Cobain.
15:09Dari Wings Food.
15:10Saya juga mengadakan sayembara.
15:13Siapapun yang bisa menunjukkan ijazah asli SMA Mas Gidran.
15:18Saya akan berikan hadiah 100 juta rupiah.
15:22Ini adalah pansos semata ya.
15:25Dia melakukan manuver-manuver untuk bisa bagaimana memakzulkan Mas Gidran.
15:34Rosi, pukul setengah sembilan.
15:36Malam ini, live di Kompas TV.
15:47Kembali di Sapa Indonesia Malam.
15:49Saya lanjutkan Pak Susno.
15:50Kalau misalnya nanti sampel hasil dari forensik menyatakan bahwa tidak bisa terdeteksi secara pasti.
15:57Apakah ada atau tidaknya unsur pidana.
15:59Apakah penyelidikan ini otomatis dihentikan atau tidak, Pak Susno?
16:07Hasil forensik ini sangat penting.
16:09Bagaimana saya katakan tadi, kalau misalnya terbukti ada suatu zat yang menyebabkan kematian,
16:14maka penyelidikan berlanjut untuk mencari tersangkanya.
16:17Kalau penyelidikan hasil forensik menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak ditemukan
16:24dan semua metode sudah dilakukan, sudah benar,
16:27maka ini berarti dia meninggalkannya wajar.
16:31Tetapi beda lagi misalnya,
16:33forensik menyatakan bahwa tidak bisa dideteksi.
16:38Nah, tapi itu dokter lah yang bisa menjawab.
16:42Pak Budi bisa menjawab nanti.
16:44Saya kira tidak mungkin lah.
16:46Kalau baru 20 hari, mungkin sedikit pun masih.
16:49Nanti kesimpulannya pasti ada.
16:50Apalagi di tanah dan sebagainya.
16:54Nah, ini porsinya dokter yang menjawab.
16:57Tapi alat bukti forensik ini adalah yang paling menentukan.
17:02Prof Budi, dengan tadi sejumlah kendala,
17:05dalam praktik yang sudah biasa dilakukan,
17:09memang tidak mungkin tidak ditemukan petunjuk apapun lewat forensik ya?
17:13Pasti akan ada petunjuk terkait dengan kondisi kematian korban.
17:21Kita balik kemarin ya.
17:23Jadi, tidak semua yang kita temukan itu
17:27akan betul-betul bisa memberikan penjelasan kepada kita tentang sebab kematiannya.
17:32Oke.
17:32Atau bahkan juga cara kematiannya.
17:35Kadang-kadang,
17:36apa yang kita temukan tidak cukup untuk bisa mengatakan sebab kematian,
17:41ataupun cara kematian,
17:43tetapi setidaknya dapat memberikan petunjuk
17:46buat penyidik,
17:47untuk melakukan penyidikan lebih lanjut gitu.
17:50Dan ini juga menarik,
17:51karena sebetulnya,
17:52ini memperlihatkan bahwa
17:55Tuhan itu pandai,
17:57ahli gitu,
17:58di dalam memberikan pada kita pembelajaran,
18:00kita bisa memperoleh sesuatu yang
18:03tidak cukup langsung gampang gitu,
18:05tetapi harus kita kejar lebih dahulu,
18:08baru mungkin nanti bisa ditemukan gitu ya.
18:10Jadi, saya kira ada kemungkinan itu.
18:12Misalnya saja,
18:13kita ingin menemukan adanya racun.
18:16Yang kita temukan adalah ternyata metabolitnya misalnya.
18:20Atau,
18:21bentuk lain dari racun itu yang sudah
18:24ter-metabolisme sebagian gitu ya.
18:28Atau jumlahnya begitu sedikitnya,
18:30dan seterusnya.
18:31Sehingga tidak mungkin kita bisa mengatakan itu
18:33bukan sebagai sebab kematian.
18:36Jadi,
18:37kalau ada beberapa kemungkinan-kemungkinan seperti itu,
18:40maka kita akan mendiskusikannya dalam kita,
18:44di dalam ini,
18:45bersama dengan berbagai ahli yang lain,
18:47yang terlibat di dalam itu,
18:49untuk menganalisis dengan baik ya.
18:51Bukan hanya analisis dalam arti,
18:53dalam melakukan penelitian,
18:56pemeriksaan,
18:57apa namanya,
18:58laboratorium.
18:59Tetapi juga,
19:00cara berpikir kita,
19:01untuk bisa menemukan sebetulnya jalan ceritanya seperti apa.
19:04Nah, ini yang saya kira menarik,
19:07karena Prof. Herku,
19:08kalau tidak salah,
19:09dia tadi siang,
19:10juga sudah mengatakan,
19:11ada kemungkinan kita menggunakan forensic epidemiology.
19:15Sehingga dia akan menggunakan probabilitas dipakai.
19:19Tapi ini sangat bagus untuk pada waktu kita melakukan penyelidikan ya.
19:23Tapi untuk kemudian pada saatnya,
19:26untuk pembuktian di pengadilan,
19:27itu yang harus kita yakini bahwa,
19:30itulah yang terjadi betul.
19:31Itu yang saya kira menarik untuk disimak betul-betul oleh kita.
19:37Ini menarik jadi ya Prof. Budi,
19:38sekecil apapun probabilitas,
19:40meskipun tidak langsung menyebutkan sebab kematian korban,
19:43karena A, dari hasil forensik,
19:45tapi probabilitas itu bisa dijadikan petunjuk untuk diolah,
19:49jadi petunjuk untuk penyidik,
19:50untuk melihat apa yang terkait dengan kematian ini.
19:52Begitu ya Prof ya?
19:54Ya, artinya penyidik harus mencari
19:57bukti-bukti lain yang memperkuat itu.
20:00Dan itu yang akan memelunjukkan nanti,
20:02oh akhirnya memang betul itu,
20:04atau oh bukan itu, dan seterusnya.
20:06Dilengkapi dengan lima alat bukti di KUHAP itu ya,
20:09Pak Susno ya,
20:10itulah yang harus dikumpulkan oleh penyidik
20:13untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus ini.
20:17Nah, kalau dari sisi Pak Susno,
20:19sebagai ex kabar es krim,
20:20sebenarnya untuk mengungkap kejanggalan di kasus kematian Sutrimo,
20:24ini kasus yang mudah atau tidak?
20:27Apa kendalanya kalau Pak Susno lihat hingga saat ini?
20:31Ya, kalau dari segi alat pembuktian ya,
20:37untuk mencarinya gampang.
20:39Kenapa gampang?
20:40Satu, kita nunggu hasil kedokteran forensik.
20:44Kedua, di antara delapan alat bukti menurut Hukum Acara Pidana yang baru,
20:49itu kan sudah bisa dicari semua.
20:53Saksi, katanya sudah 24 yang diperiksa.
20:57Kemudian, kan handphone masih dalam pencarian.
21:00CCTV, kemudian ada lagi dari bajunya.
21:04Baju harus disita, bisa dicari DNA-nya juga.
21:06Kemudian sidik jari, dan lain-lain itu bisa ditemukan.
21:11Artinya tidak terlalu sulit lah mencari itu.
21:14Makanya, kita tunggu dari hasil forensik.
21:18Tadi ada tiga probability.
21:19Probability pertama,
21:21meninggal karena ada zat yang dimasukkan,
21:26berarti itu T dan A.
21:27Yang kedua, sama sekali tidak ditemukan,
21:30berarti itu dia akan mengarah kepada keminggal yang wajar.
21:33Ketiga, misalnya, kalau tidak bisa dideteksi.
21:37Itu lain dengan yang pertama dan yang kedua tadi.
21:40Kalau tidak bisa dideteksi,
21:42maka kita nanti akan mencari alat bukti lain.
21:45Tetapi, tetap juga alat bukti forensik
21:49untuk dimintakan keterangannya.
21:52Karena apa yang didapat dari forensik itu,
21:55nanti dituangkan dalam suatu,
21:57apa namanya,
21:58FISM, namanya FISM,
21:59itu pro-justicia.
22:01Dan dokter yang menangani,
22:03ahli-ahli yang menangani ini,
22:05nanti kalau seadanya betul,
22:07di luar alat bukti forensik ini,
22:10ketemu, ini dibunuh,
22:11maka pasti ahli-ahli forensik
22:14yang akan diundang di pengadilan
22:16untuk menyatakan,
22:18tidak bisa dideteksian itu,
22:21karena apa?
22:22Karena keterangan yang paling akurat itu
22:24adalah keterangan dari pakar-pakar forensik ini.
22:26Kita tidak bisa menaksir apa.
22:29Nah, termasuk Pak Susno yang menarik juga,
22:33saat keluarga bilang,
22:34minta barang-barang milik almarhum
22:36dikembalikan.
22:37Sampai sekarang,
22:38dengan barang yang belum dikembalikan,
22:40apakah ini perlu ditelusuri lebih lanjut lagi?
22:43Siapa yang tidak mau mengembalikan,
22:45dan apa kaitannya barang milik almarhum ini
22:47dengan kematian korban?
22:51Ya, kalau itu gampang nyari-nyari.
22:53Karena gampang,
22:54kalau ini sudah masuk dalam tahap peningkan,
22:57Polri akan mengatakan upaya paksa,
22:59yaitu penyitaan.
23:01Jadi, orang-orang yang dicurigai
23:03oleh pihak keluarga menyimpan barang itu,
23:06akan dipanggil oleh Polri,
23:08untuk diperiksa kesaksiannya,
23:11dan periksanya sudah proyestusia.
23:13Kemudian, barang yang ada di dia,
23:15akan disita.
23:16Kalau misalnya katanya hilang,
23:18maka dia harus bertanggung jawab,
23:20menghilangkan barang bukti.
23:21Bisa juga kena menghambat
23:23jalannya pemeriksaan atau penyidikan.
23:26Itu sudah urusannya penyidik.
23:28Karena sekarang,
23:29tahapnya sudah masuk tahap penyidik.
23:31Penyidikan.
23:32Tahap penyidikan itu sudah masuk upaya paksa.
23:35Ya, dan ini fase-fase yang sangat krusial
23:39untuk membuktikan apa yang,
23:42apakah ada kenjanggalan atau tidak,
23:44apakah ada pidana atau tidak.
23:45Prof Budi,
23:46kalau dari sisi Prof,
23:48sebenarnya dalam fase-fase ini,
23:50apakah ada semacam golden time?
23:52Sampai di titik mana,
23:54memang pemeriksaan terhadap
23:56jasad korban ini,
23:58atau jasad almarhum ini,
24:00bisa betul-betul maksimal,
24:01dalam menentukan,
24:03setidaknya menuju ke sebab
24:05kematian korban,
24:06atau petunjuk menuju ke sebab tersebut?
24:09Ya, saya kira dilihat dari manapun,
24:12kita akan bisa mengatakan bahwa
24:15golden time-nya tadi sih,
24:17berapa lama yang terbaik untuk melakukan pemeriksaan,
24:22atau mencari bukti,
24:24maka itu dilakukan seawal mungkin.
24:26para kasus kita ini semakin dekat dari peristiwa kejadiannya,
24:32itu semakin baik sebetulnya.
24:34Nah, para kasus kita ini kan memang kesulitannya adalah
24:37bukan dari sejak ditemukan sampai kemudian muncul ada dugaan sesuatu,
24:45itu sudah butuh waktu tadi.
24:46Sehingga waktu-waktu itu memang
24:48gak bisa kita salahkan siapapun yang,
24:51siapa yang harusnya mempercepat itu ya,
24:55karena peristiwa itu sudah terjadi.
24:57Nah, tetapi saya kira begitu ada tahu itu,
25:00saya kira kemudian,
25:02polisi sudah melakukan gerakan dengan,
25:03saya kira cukup cepat lah ya,
25:05untuk bisa melakukan atau memerintahkan suatu ekshumasi
25:09untuk memperoleh bukti-bukti yang baik tadi ya.
25:12Saya kira itu.
25:13Ya, kalau dari Pak Susno,
25:16dalam kondisi seperti ini,
25:18artinya kan penyidik harus cermat betul,
25:21bagaimana kondisi korban,
25:23dan seberapa bisa,
25:24sebanyak mungkin mengumpulkan alat bukti.
25:27Tantangan terbesar dalam kasus ini apa,
25:29kalau yang Pak Susno lihat?
25:33Ya, tantangan yang terbesar adalah,
25:37ya apa namanya,
25:39kesulitan untuk mengadakan informasi,
25:41karena keluarga belum memberikan persetujuan,
25:45tetapi, Alhamdulillah kan,
25:47berapa hari yang lalu,
25:48keluarga sudah melapor ke Polres,
25:50dan juga rela untuk diekshumasi,
25:54ya itu bagus sekali.
25:56Sebenarnya jalan keluar,
25:57kalau seandainya tetap ngotot,
25:59tidak mau diekshumasi,
26:01ada langkah hukum yang berikut,
26:03menurut hukum acara kita yang baru,
26:05yaitu Polri bisa-misa,
26:06minta penetapan pengadilan.
26:08Tapi sekarang semua sudah lancar,
26:10jadi kita berharap adalah,
26:12semoga hasil informasinya adalah,
26:17yang keluar,
26:18dan akurat.
26:20Dan harapan kita,
26:21kita,
26:21seaku publik ini ya,
26:22saya sudah jadi publik sekarang ini,
26:24sudah bukan lagi.
26:24Kita harus menerima,
26:27apapun hasil informasi ini.
26:29Harus menerima.
26:31Jangan sudah terpengaruh di sini,
26:33bahwa ini,
26:34harus informasi ini,
26:35adalah metode yang sangat-sangat ilmiah,
26:37dan berlaku universal,
26:39dan melibatkan berbagai disiplin ilmu pendukeran.
26:43Ini kita yakinkan,
26:45akurat lah.
26:46Ya.
26:47Kalau dari Prof Budi,
26:48ya tentu kita harus berpegang,
26:49nanti apapun hasil forensiknya,
26:51kita menerima.
26:52Nah, tapi,
26:53dalam kasus ini,
26:54misalnya,
26:55ada petunjuk awal,
26:57mulut di,
26:57mohon maaf,
26:58mulut korban ditemukan dalam kondisi berbusa.
27:01Kondisi fisik apa sih sebenarnya,
27:03yang bisa diketahui,
27:04atau yang bisa merujuk kepada,
27:05ini meninggalnya tidak wajar,
27:07atau ini meninggalnya karena penyakit,
27:09dengan ciri-ciri tersebut?
27:10Prof Budi.
27:12Ya,
27:13tadi sebenarnya agak terputus,
27:15jadi nggak kedengeran yang depannya.
27:17Oke.
27:18Saat korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusan,
27:20apakah ini bisa dimasukkan dengan kondisi kejanggalan,
27:24dikategorikan kondisi kejanggalan,
27:25atau harus diperiksa lebih dalam lagi?
27:27Seperti apa itu, Prof?
27:29Ada baik penyakit,
27:31maupun keracunan,
27:33ataupun satu trauma tertentu,
27:35juga bisa mengakibatkan itu ya,
27:37misalnya saja,
27:39asal trauma itu,
27:41mengakibatkan adanya,
27:43udem paru,
27:45sembabnya paru,
27:46atau adanya,
27:48cairan,
27:49ataupun benda lain,
27:50semacam slime gitu,
27:51yang ada di dalam saluran nafas,
27:53dan itu mengakibatkan,
27:55dia sesak nafas,
27:55dan itu,
27:57mengakibat,
27:58bukan kemudian busa halus tadi ya,
28:00jadi itu,
28:00itu bisa,
28:02karena penyakit,
28:03bisa juga karena trauma,
28:05bisa juga karena,
28:07apa namanya,
28:08tadi,
28:09teracunan tadi,
28:10ya.
28:11Nah, karena itu,
28:12kita harus menunggu hasil,
28:14sesegera mungkin,
28:16agar hasilnya valid,
28:17tidak ada menduga-duga,
28:19dengan kondisi ini,
28:20yang paling penting juga,
28:21untuk menentukan,
28:22ada tidaknya,
28:22unsur pidana,
28:23dari kematian,
28:25eks pegawai,
28:26Jampitsus Sutrimo,
28:27terima kasih,
28:28Prof Budi Sampurna,
28:29anggota tim media,
28:30dari Perhimpunan Dokter Forensik,
28:32Medico Legal Indonesia,
28:32dan,
28:33Pak Susno Duwaji,
28:34eks kabar skrim,
28:35periode 2008-2009,
28:36selamat malam.
28:38Selamat malam,
28:39pasus,
28:39Prof.
Komentar