Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANYUMAS, KOMPAS.TV - Merasa ada yang tidak wajar dalam kematian Sutrimo, keluarga mendiang pegawai eks Jampidsus ini akhirnya melaporkan kasusnya ke polisi dengan dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.

Kejanggalan yang jadi landasan laporan di antaranya hilangnya kontak dari pihak pengantar jenazah yang sempat berjanji mengembalikan barang-barang pribadi korban, termasuk telepon genggam Sutrimo, dan adanya temuan busa yang keluar dari mulut Sutrimo saat detik-detik terakhirnya meninggal dunia.

Komisi III DPR memastikan akan mengawal kasus kematian Sutrimo, pria yang bekerja sebagai Karumga eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan meminta polisi menuntaskan kasus kematian Sutrimo secara transparan.

Hinca mengakui, misteri kematian Sutrimo membutuhkan penyidikan berbasis scientific agar hasilnya akurat, sehingga bisa memakan waktu.

Kasus kematian Sutrimo kini resmi naik ke tahap penyidikan. Penyidik menerapkan pasal dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.

Untuk mencari bukti materiil baru, Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjadwalkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Banyumas, Rabu, 12 Agustus 2026.

Langkah ini diambil setelah lebih dari dua minggu korban dimakamkan.

Tenggat waktu ini pun menjadi tantangan terbesar dalam membongkar penyebab kematian Sutrimo.

Dokter forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia menegaskan, otopsi idealnya dilakukan sesaat setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

Jeda waktu lebih dari dua minggu dipastikan memicu proses pembusukan alami jenazah, yang berpotensi menyulitkan tim dokter forensik dalam mendeteksi penyebab pasti kematian korban.

Pembuktian ilmiah melalui pembongkaran makam ini akan menjadi kunci utama membongkar misteri kematian Sutrimo secara terang benderang, termasuk mengusut apakah kematian Sutrimo murni karena medis atau dugaan pembunuhan seperti yang disangkakan keluarga.

Baca Juga [FULL] Susno Duadji Soroti Kematian Sutrimo dan Perannya di Kasus Eks Pegawai Jampidsus Febrie di https://www.kompas.tv/talkshow/685249/full-susno-duadji-soroti-kematian-sutrimo-dan-perannya-di-kasus-eks-pegawai-jampidsus-febrie

#sutrimo #eksjampidsus #febrieadriansyah #ekshumasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685265/usut-penyebab-kematian-pusdokkes-polri-jelaskan-soal-proses-ekshumasi-jasad-sutrimo
Transkrip
00:02Terima kasih Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV, Komisi 3 DPR memastikan akan mengawal kasus kematian Sutrimo, pria yang
00:11bekerja sebagai Karungga, ex-Jampitsus Febri Adriansyah.
00:18Anggota Komisi 3 DPR RI, Hinca Panjaitan, meminta polisi menuntaskan kasus kematian Sutrimo secara transparan.
00:25Hinca mengakui misteri kematian Sutrimo membutuhkan penyidikan berbasis saintifik agar hasilnya akurat sehingga bisa tidak memakan waktu.
00:40Proses ekshumasi Sutrimo yang akan berlangsung 12 Agustus jadi rangkaian penyidikan yang bisa mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
00:50Memang untuk soal kematian ini membutuhkan scientific identificationnya, membutuhkan skill yang cukup, bukti-bukti yang akurat agar tidak salah menyimpulkan.
01:01Jadi kita hormati proses penyidikan ini, tapi kita minta tuntaskan sampai selesai.
01:08Nah Komisi 3 tentu akan mengawal sampai tuntas ini.
01:15Di Rabu, Lusa, kami akan melakukan ekshumasi.
01:24Kalau dia nggak, otopsi itu paling baik tentu secepat mungkin gitu ya, begitu orang itu meninggal.
01:45Merasa ada yang tidak wajar dalam kematian Sutrimo, keluarga mendiang pegawai eks Jampitsus ini akhirnya melaporkan kasusnya ke polisi dengan
01:53dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.
01:57Kejanggalan yang jadi landasan laporan diantaranya, hilangnya kontak dari pihak pengantar jenazah yang sempat berjanji mengembalikan barang-barang pribadi korban,
02:07termasuk telepon genggam Sutrimo, dan adanya temuan busa yang keluar dari mulut Sutrimo saat detik-detik terakhirnya meninggal dunia.
02:17Pertama, di nilai janggal itu kan setelah berselang sehari, begitu yang tadinya dari pihak pengantar jenazah itu kan berjanji akan
02:25mengirimkan
02:27handphone dan barang-barang pribadi milik almarhum lewat paket begitu kan ketika dihubungi nomor yang tadi pengantar jenazah itu ternyata
02:37sudah tidak bisa dihubungi dari situ awalnya.
02:39Lalu tiba-tiba terus kan di media masa mulai di blow up begitu kan ada foto yang berbusa dan lain
02:48-lain segala macam.
02:49Ini dari keluarga jadi bertanya-tanya begitu kan segala macam itu.
02:55Kasus kematian Sutrimo kini resmi naik ke tahap penyidikan.
02:58Penyidik menerapkan pasal dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.
03:02Untuk mencari bukti material baru, Bitreskrimum Polda Metro Jaya menjatuhalkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Banyumas, Rabu 12
03:13Agustus.
03:15Langkah ini diambil setelah lebih dari dua minggu korban dimakamkan.
03:18Kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan.
03:23Insya Allah hari Rabu, Lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas.
03:34Sebagaimana laporan polisi yang kami terima itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana.
03:4624 saksi sudah kami periksa apa kami minta keterangan di dalam proses penyelidikan.
03:55Tenggat waktu ini pun menjadi tantangan terbesar dalam membongkar penyebab kematian Sutrimo.
04:01Dokter forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia menegaskan,
04:05otopsi idealnya dilakukan sesaat setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
04:10Jedah waktu lebih dari dua minggu dipastikan memicu proses pembusukan alami jenazah
04:15yang berpotensi menyulitkan tim dokter forensik dalam mendeteksi penyebab pasti kematian korban.
04:22Tapi masih bisa ditemukan kalau dalam waktu tiga minggu itu dokter?
04:27Tergantung sebenarnya mau kita cari apa.
04:30Kan gitu, gitu ya.
04:32Jadi tergantung juga tadi pembusukannya sudah sejauh mana.
04:36Itu yang sebenarnya kita belum tahu kan gitu.
04:38Jadi mungkin aja ternyata tanahnya tadi justru baik sehingga mempreservasi jenazahnya gitu.
04:44Sehingga masih ada organ-organ yang masih cukup baik pemeriksaannya.
04:48Karena itu salah satu kemungkinan gitu.
04:51Tapi mungkin juga kalau misalnya ternyata kondisi tanahnya justru mempercepat membusukkan,
04:55ya ada kemungkinan kita memang nggak ketemu apa-apa.
04:59Pembuktian ilmiah melalui pembongkaran makam ini akan menjadi kunci utama
05:03membongkar misteri kematian Sutrimo secara terang benerang.
05:07Termasuk mengusut apakah kematian Sutrimo murni karena medis
05:11atau dugaan pembunuhan seperti yang disangkakan keluarga.
05:16Tim Reputan, Kompas TV
05:22Ex-Humasi, Pegawai Ex-Jampit Susutrimo dimulai hari ini di Banyumas, Jawa Tengah, Saudara.
05:28Kita dengarkan kembali pernyataan Kapit Humas,
05:31Pol Dametro Jaya, Kombes Budi Hermanto,
05:33dan Karodok Pol, Pus Dokes Polri, Brinkjen Sumihastri, Purwanti.
05:38Nama budaya, salam kebajikan.
05:41Yang kami hormati rakan-rakan media hadir pada pagi hari ini,
05:46hadir juga Ketua PDFMI,
05:50Persatuan Dokter Forensik Mediko-Legal Indonesia, Brinkjen Polisi, Dr. Hastri.
05:57Hadir bersama kita juga, Bapak Direskrim Um, Polda Jawa Tengah,
06:03Bapak Direskrim Um, Polda Metro Jaya, Kapolres, Ta, Banyumas, Kabit Dokes, Polda Metro Jaya, Kabit Dokes, Polda Jawa Tengah.
06:15Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan kepada teman-teman dan masyarakat,
06:21pelaksanaan ekshumasi di hari Rabu 12 Agustus 2026,
06:28sekira pukul 9.30 akan dimulai.
06:32Ada tiga tahapan kegiatan hari ini.
06:36Yang pertama, pelaksanaan bongkar kuburan,
06:41atau lebih banyak kita kenal dengan istilah ekshumasi.
06:45Yang kedua, ada pemeriksaan luar jenazah.
06:49Ini sesuai untuk mengetahui identitas jenazah
06:53sesuai dengan surat permohonan penyidik terhadap identitas yang diperiksa.
07:00Yang ketiga, ada pemeriksaan bagian dalam.
07:03Nanti secara materi lengkap akan disampaikan oleh ketua PDFMI.
07:12Pelaksanaan hari ini, ini merupakan proses dari penyidikan.
07:17Ini kolaborasi, dukungan dari Polda Jawa Tengah,
07:21Poresta Banyumas, bersama Polda Metro Jaya dan Ditreskrim Um Polda Metro Jaya.
07:28Ada dua laporan masyarakat.
07:30Yang pertama, Dibareskrim.
07:31Yang kedua, laporan keluarga almarhum, sodara S di Poresta Banyumas.
07:39Nah, berawal dari proses penyidikan yang dilakukan sampai dengan naik tahap penyidikan,
07:45pada saat sekarang kita akan melaksanakan ekshumasi.
07:48Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan sekalian,
07:53kita memberi ruang, ruang empati kepada keluarga almarhum.
07:59Jadi pada saat ini kami sampaikan,
08:02keluarga almarhum sudah memberikan izin,
08:05memberikan restu secara resmi untuk dilakukan ekshumasi,
08:09pemeriksaan jenazah,
08:10untuk mengetahui riwayat medis maupun apa yang akan kita harapkan
08:19di dalam penemuan ini oleh tim gabungan dokter forensik.
08:24Jadi tim gabungan dokter forensik ini terdiri dari PDFMI Jaya,
08:29ada PDFMI Jawa Tengah, dan PDFMI Jawa Timur.
08:33Mungkin demikian yang bisa kami sampaikan dari dokter.
08:38Melanjutkan dari Bapak Khabit Tumas,
08:41langsung saja dari tiga tahap tersebut,
08:43kami juga dari perimpunan dokter forensik mediko-legal Indonesia,
08:48melibatkan beberapa ahli di dalamnya,
08:51selain spesialis forensik mediko-legal,
08:54kami juga mengajak teman-teman dari laboratorium forensik
08:58dan dari laboratorium toksikologi di UI,
09:02juga di UNER, untuk memeriksa hasil lab-nya nanti,
09:06dan juga dari ahli DNA dan ahli histopatologi anatomi.
09:11Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh komprehensif
09:16dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium nanti
09:22yang kita dapatkan.
09:24Mohon doanya rekan-rekan dan seluruh masyarakat,
09:27sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya
09:34natural atau anatural kematian seperti itu.
09:38Sehingga kami juga mohon waktu ya untuk bekerja hari ini dengan maksimal.
09:45Begitu aja Pak Khabit Tumas.
09:46Terima kasih dok, ya mungkin.
09:48Ya izin, saya ingin dari MikroTV terkait dengan proses ekshumasi ini,
09:56setelahnya itu akan membutuhkan hasil berapa waktu,
10:00dan apakah ada kesulitan setelah melihat kontur tanah dan lain-lainnya
10:04dalam proses ekshumasi hari ini?
10:05Ya, berdasarkan geografis di sini dan tanah juga cukup kering dan bagus,
10:11kesulitan mungkin bisa minimal ya, bisa kita dapatkan mungkin jelasah
10:17masih dalam keadaan bagus, saya sendiri belum melihat karena lagi proses ekshumasi.
10:22Ekshumasi itu memeriksa makamnya, jenis tanahnya, panjang makamnya,
10:28juga pengambilan sampel di sekitar tanah makam seperti itu.
10:31Baru ini penggalian, baru kita periksa luar, baru tadi periksa dalam.
10:40Prosesnya kan kita pengambilan sampel, kita tidak langsung menyatakan apa bagaimana,
10:46nanti mungkin nunggu hasil lab, tapi sementara mungkin nanti ada,
10:51Pak Khabit Tumas ya, ada kabar lagi nanti sore.
11:04Apakah ini akan mengganggu hasil dari penelitian ini atau ekshumasi otopsi ini, Bu?
11:11Memang proses pembusukan pasti sudah terjadi karena sudah lebih dari 10 hari,
11:16dari tanggal 23 Juli ya.
11:18Tapi kita berharap kita mendapatkan karena keadaan lingkungannya yang kering dan bagus di sini.
11:26Tapi apakah itu masih bisa jamin, masih bisa terdeteksi seandainya sutrimu itu meninggal tidak wajar, Bu?
11:32Makanya kita tunggu nanti hasil labnya.
11:34Makasih, Bu.
11:43Pemeriksaan dalam itu lengkap, seluruh organ kita periksa nanti.
11:48Mungkin itu ya, rekan-rekan nanti setelah pelaksanaan ekshumasi,
11:53pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam,
11:55kita akan menyampaikan lagi kepada teman-teman di Poresta Banyumas.
11:59Tolong beri ruang kepada tim yang saat ini bekerja untuk agar leluasa dan perlu kami sampaikan,
12:08pelaksanaan ekshumasi pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam ini pasti profesional,
12:14proporsional dan akuntabel.
12:16Dan yang pasti dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
12:20Makanya ini merupakan tim gabungan.
12:22Terima kasih rekan-rekan sekalian.
12:24Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
12:27Om Santi Santi Santi Om.
Komentar

Dianjurkan