Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran dan Amerika Serikat saling menuntut kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan akibat perang. Saling tekan terjadi setelah negosiasi damai kembali buntu.

Presiden AS Donald Trump menuntut pembayaran ganti rugi dari Iran, atas kerugian yang ditimbulkan akibat perang.

Pernyataan Trump membalas Iran, yang mensyaratkan sejumlah konsesi dari Amerika Serikat sebelum membuka kembali Selat Hormuz.

Di antaranya, akhiri blokade pelabuhan Iran, cabut sanksi ekonomi dan pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Iran bilang, Selat Hormuz tidak akan aman selama AS masih memblokade pelabuhan Iran.

Saling tekan AS-Iran semakin mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial.

Semakin lama Selat Hormuz tertutup, semakin besar ancaman bagi pasokan energi global.

Negosiasi mandeg. Iran dan Amerika Serikat kini saling tekan atas Selat Hormuz. Keduanya juga sama-sama menuntut ganti rugi perang.

Untuk membahasnya, sudah bersama kami Aisha Kusumasomantri, Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence.

Baca Juga Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei: Bahas Ekonomi, Persatuan Rakyat hingga Sanksi dari AS di https://www.kompas.tv/internasional/685201/presiden-iran-bertemu-mojtaba-khamenei-bahas-ekonomi-persatuan-rakyat-hingga-sanksi-dari-as

#iran #trump #selathormuz

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/685256/full-iran-as-saling-tekan-soal-kerugian-perang-peneliti-ungkap-dampaknya-usai-negosiasi-buntu
Transkrip
00:02Negosiasi mandek, Iran dan Amerika Serikat kini saling tekan atas Lat Hormuz.
00:07Keduanya juga sama-sama menuntut ganti rugi perang.
00:09Untuk membahasnya sudah bersama kami, Aisyah Kusuma-Sumantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
00:15Selamat malam, Mbak Aisyah.
00:17Selamat malam, Mas Gali.
00:19Mbak Aisyah, Aisyah dan Iran akan saling menuntut kompensasi perang ini.
00:23Tandanya ini artinya negosiasi damai akan jauh. Menurut Anda bagaimana?
00:28Menurut saya ini lucu, Mas.
00:30Karena pertama kita lihat begini, baik Iran maupun Amerika Serikat ini kan sama-sama kemudian menuntut ganti rugi perang karena
00:38adanya kebutuhan finansial.
00:40Pertama itu, kita harus pahami bahwa Amerika Serikat meskipun mereka merupakan negara terbesar di dunia dengan kekuatan angkatan udara dan
00:48angkatan laut yang kemudian paling kuat.
00:50Akan tetapi sebenarnya, anggaran pertahanannya ini juga bukan bottomless pit atau bukan sesuatu yang tidak berdasar ya, ada batasnya gitu.
00:58Apalagi kita tahu bahwa sejak kemudian beberapa waktu yang lalu, Kongres ini sudah berusaha untuk mencegah adanya request baru dari
01:06Department of War untuk mengajukan tambahan perang.
01:10Yang awalnya 200 miliar USD, berkurang jadi 80 miliar USD, terakhir itu malah meningkat jadi sekitar 1,5 triliun USD.
01:20Jadi bayangkan sebenarnya mereka saat ini juga sebenarnya tengah kesulitan dari segi keuangan.
01:25Lalu kemudian kita bicara dari Iran.
01:26Kalau dari Iran, ini adalah akumulasi dari apa yang sudah menjadi dispute selama bertahun-tahun gitu ya, sejak kemudian masa
01:34awal adanya sanksi yang kemudian dikenakan oleh Amerika Serikat sampai ke titik perang ini.
01:40Jadi saya rasa sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Iran ini sebenarnya masuk akal.
01:44Karena sebenarnya kita melihat ini adalah bukti bahwa Iran ini meminta adanya kompensasi dari agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
01:50Di sisi lain, saya kira selain Amerika Serikat ini memiliki kebutuhan untuk melanjutkan peperangan,
01:57tapi saya kira ini juga sebenarnya merupakan tisportasnya Amerika Serikat untuk bisa menginvalidasi anggaran yang keluar dari Amerika Serikat untuk
02:06Iran.
02:06Karena kita tahu sebenarnya dari MOU kemarin, itu sudah disetujui bahwa Amerika Serikat itu akan memberikan biaya rekonstruksi perang sejumlah
02:13300 miliar USD.
02:15Nah menariknya sebenarnya, angka tersebut itu cukup tinggi.
02:19Karena di awal sebenarnya Iran minta 400, lalu kemudian disetel di angka 270,
02:23tapi setelah negosiasi di MOU kemarin, akhirnya kemudian berhenti di angka 300 miliar USD.
02:28Artinya ini bagian dari strategi Trump untuk menekan Iran?
02:31Saya kira begitu.
02:32Pertama memang karena memang ada kebutuhan untuk bisa melanjutkan peperangan melalui dana yang sebenarnya sampai sekarang itu makin menipis.
02:40Yang kedua adalah sebenarnya tekanan untuk Irannya itu sendiri.
02:43Jadi sebenarnya dengan Amerika Serikat berusaha untuk bisa mendapatkan biaya ganti rugi dari Iran.
02:50Saya kira ini juga menyuarakan bahwa sebenarnya kalau misalnya kamu minta kompensasi, kita juga bisa melakukan hal tersebut.
02:55Sehingga ini kan sebenarnya sebuah strategi untuk menginvalidasi permintaan Iran itu sendiri.
03:00Jadi ini seperti apa yang kemudian dilakukan di dalam chicken game theory.
03:04Dimana kedua pihak ini terus menerus mengekskalasi tanpa adanya keinginan untuk mendeeskalasi.
03:10Artinya begini Mbak Isha, keduanya ini kan saling menuntut konsensi atau kompensasi dan keduanya ini merasa menjadi korban.
03:18Sebetulnya siapa yang paling kuat untuk menentukan kompensasi?
03:24Ya, dari sejarah memang biasanya biaya rekonstruksi pasca perang itu diberikan kepada pihak yang kalah.
03:32Tetapi harus dipahami juga bahwa ini juga terjadi ketika pasca perang dunia kedua saat itu.
03:38Nah, permasalahannya waktu itu kita lihat ini tidak hanya berhenti ke kemudian pihak yang kemudian kalah saja,
03:43tetapi juga negara-negara yang menjadi area perang.
03:45Nah, dalam kasus ini kita bisa melihat Amerika Serikat sebagai agresor ini tidak hanya menghancurkan fasilitas militer saja,
03:51tetapi Iran sebagai kemudian battle tiran atau tempat di mana terjadinya peperangan,
03:57ini kan sebenarnya mengalami kerusakan di berbagai macam lini,
04:00termasuk di antaranya adalah infrastruktur sipil,
04:03seperti misalnya rumah sakit, jembatan, lalu kemudian pabrik power plant,
04:07lalu kemudian kita lihat ada petrochemical plant gitu ya,
04:13dan kita lihat sebenarnya banyak sekali fasilitas-fasilitas yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat,
04:17termasuk tadi fasilitas-fasilitas yang sebenarnya tidak mendukung ya, apa namanya, peperangan.
04:22Oleh karena itu saya pikir sebenarnya ini bukan siapa yang menang atau siapa yang kalah,
04:27tetapi lebih ke arah ini adalah goodwill dari salah satu pihak untuk menunjukkan bahwa mereka responsibel terhadap masyarakat sipil.
04:34Karena meskipun kita bicara tentang perang,
04:36maka kemudian kita juga bicara tentang humanity yang seharusnya didahulukan oleh baik Iran maupun Amerika Serikat.
04:42Dan saya kira sebenarnya saat ini sudah jelas ya,
04:44yang kemudian lebih banyak melakukan kerusakan terhadap fasilitas sipil,
04:48itu adalah Amerika Serikat gitu, sebagai pihak agresor di sini.
04:51Apakah ini bisa dikatakan sebagai perang diplomatik, Mbak Isha,
04:54karena sudah tidak ada lagi perang militer atau bahkan mungkin ini akan memicu perang militer ke depannya?
05:01Saya kira sebenarnya kedua negara ini masih terus berusaha untuk melakukan yang namanya adalah coercive diplomacy.
05:08Dalam artian mereka tahu bahwa kemenangan sepertinya sulit untuk didapatkan melalui jalur militer.
05:12Kenapa? Karena secara resources ini sudah tidak memungkinkan dari sisi Amerika Serikat.
05:16Dan Iran pun memiliki batasan dalam hal ini.
05:19Lalu kemudian dari segi ekonomi, saya kira Amerika Serikat juga sangat terdesak.
05:23Karena apa? Karena Iran setiap kali kemudian ada sesuatu yang terasa sebenarnya mengganjal gitu ya,
05:28atau kemudian serangan agresi dari Amerika Serikat, atau pelanggaran dari Amerika Serikat,
05:32hal pertama yang dilakukan oleh Iran itu adalah menutup selat hormus.
05:35Dan itu terbukti efektif.
05:37Dan saya rasa sebenarnya ada batasan di mana kemudian ekonomi juga bisa bertahan di dalam kondisi seperti ini.
05:42Dan dalam sejarahnya, sebenarnya resilience negara-negara dengan sistem totalitarian dibandingkan dengan sistem demokrasi,
05:49negara dengan sistem demokrasi ini akan lebih cepat goyah.
05:52Kenapa? Karena masyarakatnya memiliki hak sebagai konstituen politik.
05:56Nah di sisi lain sebenarnya ini ada permasalahan diplomasi.
05:59Kenapa? Karena sudah jelas, untuk kemudian bisa mengganti rezim,
06:02dan kemudian bisa mendapatkan kemenangan total bagi Amerika Serikat,
06:04harus melakukan okupasi darat, yang mana ini juga tidak mungkin dilakukan.
06:08Satu-satunya opsi sekarang yang bisa dilakukan itu adalah kemudian mendapatkan konsesi yang jelas dengan Iran.
06:14Untuk bisa melakukan konsesi ini pun, pada akhirnya ini harus ada beberapa hal yang perlu dilakukan.
06:20Yang pertama, ini adalah goodwill dari kedua belah pihak untuk bisa menurunkan tensi perang.
06:25Yang kedua di sini adalah konsistensi untuk bisa menjaga goodwill tersebut,
06:30jangan sampai kemudian ada salah satu pihak yang melanggar.
06:32Dan yang ketiga, adanya komunikasi yang intensif diantara elit pemimpin,
06:37baik itu dari tim negosiasi Iran maupun kemudian tim negosiasi Amerika Serikat.
06:41Saya kira sampai sekarang, sampai hari ini, ketiga hal ini belum ada yang kemudian bisa dipenuhi oleh Iran maupun Amerika
06:47Serikat.
06:48Sehingga ya ada kemungkinan bahwa perangnya akan menggantung, gitu.
06:52Mungkin tidak se-intense ketika awal.
06:56Berarti, menurut Ba Esa, ini sampai kapan diplomasi ini akan terus berlanjut?
07:00Karena ini kan yang tersandar akhirnya adalah Selat Hormuz.
07:03Apakah memerlukan mediator?
07:06Tentu saja membutuhkan mediator.
07:08Saya kira sekarang ini cukup menarik.
07:10Karena di dalam kasus ini, hampir seluruh negara yang berperan aktif sebagai mediator,
07:15seperti misalnya Pakistan, lalu kemudian Arab Saudi, Turki, Qatar, gitu.
07:19Dan Oman to some extent.
07:20Menurut saya mereka sebenarnya satu suara.
07:22Bahwa memang meskipun mereka memiliki kepentingan nasional,
07:26tetapi mereka berusaha untuk tidak mengekskalasi keadaan lebih lanjut dan mengedepankan jalur diplomasi.
07:31Tetapi balik lagi, selain kemudian kita bicara tentang keaktifan dari negara-negara mediator,
07:36saya kira perlu ada juga sebenarnya keinginan atau political will dari kedua belah negara ini
07:42untuk bisa melihat dan mengakses keadaan dan menurunkan tensinya tersebut.
07:46Kalau kedua negara ini masih terjebak di dalam escalation trap,
07:49kalau yang kita sebut sebagai chicken game theory ya,
07:52ini jadi dua-duanya sama-sama takut kalau yang satunya lagi itu mundur ya,
07:56maka kemudian ini akan terus berjalan dan itu yang tidak kita inginkan, Mas Gali.
07:59Baik, terima kasih Mbak Isha Kusuma-Sumantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategik Intelligentra,
08:04bergabung bersama kami di Kupas Malam.
08:05Terima kasih Mbak Isha.
Komentar

Dianjurkan