Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkap Presiden Prabowo Subianto tertarik pada industri sepatu yang dibuat lembaganya.

Arif mengungkapkan arahan Prabowo agar sepatu tersebut terus dikembangkan.

"Satu lagi tadi Bapak Presiden juga sangat tertarik dengan sepatu ini. Ini sepatu, sepatu dari karet ya," kata Arif kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Arif menjelaskan pihaknya mengembangkan sepatu sekolah berbahan dasar karet lokal hingga limbah sawit.

Teknologi yang digunakan one piece injection molding atau satu kali cetakan sehingga bagian atas dan sol menyatu tanpa perekat serta dapat diproduksi secara konsisten.

Baca Juga [FULL] Kepala BRIN: Presiden Prabowo Beri Atensi Riset Pengelolaan Sampah hingga Genteng dari Limbah di https://www.kompas.tv/nasional/684659/full-kepala-brin-presiden-prabowo-beri-atensi-riset-pengelolaan-sampah-hingga-genteng-dari-limbah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684688/kepala-brin-arif-satria-ungkap-presiden-prabowo-tertarik-sepatu-buatannya-terbuat-dari-karet
Transkrip
00:00Beliau memang tidak memberikan statement secara eksplisit terkait soal pada dana riset,
00:05akan tetapi beliau sudah memberikan polisi akan ada tambahan 4 triliun dana riset.
00:12Dan saat ini memang antara Mendikti Saintec dan BRIN sedang menyusun proposal dan proporsi sedang diatur.
00:20Dan jadi kita sekarang sudah menyampaikan proposal tersebut untuk tambahan 1 triliun dana riset untuk menghasilkan yang tadi sudah saya
00:28sampaikan.
00:29Satu lagi, tadi Pak Presiden juga sangat tertarik dengan sepatu ini.
00:32Ini sepatu, sepatu dari karet yang harganya sangat murah, harganya kurang dari Rp75.000.
00:41Ada lagi sepatu yang lebih murah lagi, harganya Rp47.000.
00:45Pak Wakil mana?
00:48Jadi yang tadi dipakai Pak Wakil Kepala itu harganya Rp47.000.
00:52Itu dari limbah, sawit. Itu lebih murah lagi.
00:55Jadi Pak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa ini industri sepatu ini, industri rakyat yang harus juga harus kembangkan.
01:02Yang terakhir ya, Bapak Sekalian, bahwa untuk dunia ketiga ini segera soal pangan, energi air,
01:10itu sudah saatnya kita suasemada, kita memiliki resiliensi dan memiliki ketahanan yang baik.
01:18Karena begitu kita sudah selesai urusan pangan, energi air, artinya kita sudah melewati sebagai negara berkembang.
01:31Nah sekarang ini sedang, ini Pak, kan itu kan tabungnya menggunakan komposit.
01:35Nah sekarang dari sisi teknis sedang diuji coba untuk Horeka, kita akan melihat bagaimana pemanfaatan teknologi baru dengan metal organic
01:46framework
01:47yang bisa menyerap gas dalam jumlah besar, volume lebih besar, menggunakan CNG.
01:52Nah sekarang lagi digaji dari sisi tabungnya, kompositnya, ini menggunakan komposit yang berbeda dengan tabung logam saat ini.
02:12Ya jadi soal nuklir tadi, kan nuklir itu kan tidak hanya untuk energi, nuklir ini termasuk untuk pangan, nuklir untuk
02:19kesehatan.
02:21Jadi sekarang itu kita sudah, tadi saya sampaikan, ada radio farmaka yang sudah dikembangkan dan ini akan sangat penting untuk
02:29identifikasi kanser maupun untuk mengatasi kanser.
02:32Nah oleh karena itu ini nuklir untuk pangan dan kesehatan ini harus kita dorong.
02:37Termasuk di dalamnya adalah bagaimana pengawetan pangan dengan nuklir.
02:42Kalau kita ekspor buah-buahan, memang beberapa negara mencaratkan adanya iradiasi.
02:47Supaya apa? Supaya bahan buah-buahannya itu lebih awet.
02:50Dan sekarang kita sudah kembangkan fasilitas itu di Pasar Jumat, di Brin, juga ada di Sorpong, yang sangat penting untuk
02:59peningkatan kualitas produk-produk ekspor kita.
03:23Ya, justru ini yang tadi sedang kita diskusikan dengan Pak Menteri SDM dan juga Pak Presiden.
03:29Dan sangat berpesan, kalau bisa dipercepat untuk implementasi pemanfaatan ENG ya dengan teknologi baru ini.
03:37Karena ini satu hemat divisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar.
03:45Untuk ukuran yang sama, dia punya daya simpan yang lebih besar.
03:50Nah, sehingga tadi saya sampaikan, kalau biasanya orang menggunakan tabung 3 kilo 10 hari, maka dengan menggunakan ENG yang dimiliki
03:57oleh Brin ini, bisa 15 hari.
04:00Itu kan efisiensi yang sangat bagus sekali.
04:06Ya, tadi kita bertiga, Pak Presiden, saya dengan Pak Bahlil, Pak Bahlil juga menyampaikan juga.
04:10Nah, sekarang ini kita akan follow up dengan Pak Bahlil untuk bagaimana kerangka implementasinya, harmonisasinya seperti apa.
04:16Tapi jelas, di kami, ini kami sedang uji coba ya, yang minggu tahun 2026 itu uji coba, munggu-munggu 2027
04:24bisa kita rilis.
04:24Ini, maaf, contoh sepatu 47 ribu nih, dari teknologi Brin, Pak Waka.
04:31Oke, cukup?
04:33Oke, terima kasih banyak, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan