Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA

Link terkait:
https://www.suara.com/news/2026/08/07/210117/dianggap-tak-lazim-wamenkop-buka-alasan-kopdes-merah-putih-dibangun-di-gunung-hingga-dekat-tpa

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan alasan di balik munculnya sejumlah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dibangun di lokasi-lokasi yang dinilai tidak lazim, mulai dari kawasan pegunungan hingga dekat tempat pembuangan akhir (TPA).

Saat podcast bersama Tiga Dara di kantor Suara.com beberapa waktu lalu, Farida menegaskan penentuan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh lokasi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah dan melalui kesepakatan masyarakat desa.

"Yang pasti dalam proses pembangunan itu ada standarnya. Satu, Koperasi Desa Merah Putih pembangunannya harus dilakukan di tanah atau aset lahan yang dimiliki oleh negara, baik itu pemerintah desa maupun kabupaten, pemerintah kabupaten kota atau kementerian, lahannya kementerian atau lahannya BUMN ataupun lahan warga tapi yang sudah dihibahkan, karena kan bangunannya pakai APBN," kata Farida.
Selengkapnya dalam video di atas.

#Kopdes #FaridaFarichah#KopdesMerahPutih

Creative/Video Editor: Lia/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Transkrip
00:00Dinilai tak lazim, ini alasan Wemenkop bangun Kopdes Merah Putih di area gunung hingga dekat TPA.
00:06Wakil Menteri Kooperasi Farida Farihah akhirnya buka suara mengenai sorotan publik terkait lokasi pembangunan kooperasi Desa Merah Putih.
00:15Sejumlah titik yang berada di kawasan pegunungan hingga dekat tempat pembuangan akhir sempat memucu polemik karena dinilai tidak lazim.
00:23Dalam keterangannya, Farida menegaskan bahwa penentuan lokasi tersebut tidak dilakukan secara sembarangan.
00:30Melainkan wajib berdiri di atas aset negara atau lahan hibah berluas minimal seribu meter persegi serta lolos verifikasi agrinas.
00:39Pemilihan titik pembangunan merupakan hasil kesepakatan bersama antara warga, pengurus kooperasi, dan peperintah desa yang paling memahami kondisi wilayahnya.
00:49Selain meluruskan isu lokasi, Wemenkop menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih diproyeksikan tidak sekedar menjadi toko ritel biasa bagi masyarakat desa.
01:00Koperasi ini memiliki peran strategis untuk merapikan sekaligus membangun sistem rantai pasok pangan yang lebih efisien di tingkat lokal.
01:09Melalui keberadaan Kopdes Merah Putih, pemerintah berupaya memangkas rantai distribusi dan peran perantara yang selama ini membuat harga barang di
01:18desa membengkak.
01:19Dengan pengkasnya alur distribusi tersebut, harga berbagai barang kebutuhan pokok diharapkan dapat jauh lebih murah dan terjangkau bagi warga desa.
Komentar

Dianjurkan