- 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua KPK 2015-2019, Saut Situmorang, menyoroti proses hukum terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang kini diperiksa Kejaksaan Agung terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Saut Situmorang menilai pemeriksaan Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung menunjukkan bahwa penyidik telah memiliki data dan bukti yang cukup untuk mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"Penyidik sudah mempunyai background data yang kuat," kata Saut dalam program Sapa Pagi, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga [FULL] Febrie Adriansyah Selesai Diperiksa Kejagung, Ini Pernyataan Kuasa Hukum di https://www.kompas.tv/regional/684523/full-febrie-adriansyah-selesai-diperiksa-kejagung-ini-pernyataan-kuasa-hukum
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684562/full-saut-situmorang-soroti-penanganan-perkara-eks-jampidsus-febrie-adriansyah-di-kejagung
Saut Situmorang menilai pemeriksaan Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung menunjukkan bahwa penyidik telah memiliki data dan bukti yang cukup untuk mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"Penyidik sudah mempunyai background data yang kuat," kata Saut dalam program Sapa Pagi, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga [FULL] Febrie Adriansyah Selesai Diperiksa Kejagung, Ini Pernyataan Kuasa Hukum di https://www.kompas.tv/regional/684523/full-febrie-adriansyah-selesai-diperiksa-kejagung-ini-pernyataan-kuasa-hukum
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684562/full-saut-situmorang-soroti-penanganan-perkara-eks-jampidsus-febrie-adriansyah-di-kejagung
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ex-Jampinsus Febri Adiansyah kembali diperiksa Kejaksaan Agung terkait tugaan tindak pidana pencucian uang
00:05dengan fokus pada pendalaman temuan barang bukti bernilai fantastis dari hasil penggeledahan.
00:11Sejauh mana pemeriksaan ini menjadi titik terang pengungkapan kasus,
00:15kita akan bahas bersama dengan Wakil Ketua KPK 2015-2019, Saud Sitomorang.
00:20Selamat pagi, Pak Saud.
00:22Selamat pagi, Mas Bremana.
00:24Baik, Pak Saud, ini kita akhirnya melihat kemarin Febri Adiansyah memakai rompiping diperiksa sebagai tersangka
00:31dari KPK dibawa ke Kejagung untuk kemudian diperiksa.
00:34Selama tujuh jam kemarin kita lihat pemeriksaannya.
00:37Ada 20 pertanyaan, Pak Saud, yang disampaikan dan juga diajukan ke Febri Adiansyah.
00:43Menurut Anda, biasanya apa saja pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penyidik dan mendalaminya seperti apa?
00:50Ya, pasti semua yang ditanyakan itu sangat terkait dengan apa yang sudah mereka peroleh selama ini.
00:56Apakah itu barang bukti, apakah itu dokumen, apakah itu keterangan-keterangan, potongan-potongan informasi,
01:04dan kemudian tentunya dalam hal ini kejaksaan tetap bertitik tolak dari pelimpahan case yang diberikan dari kortas itu
01:15untuk kemudian mendalaminya.
01:16Jadi, kalau ini adalah pemeriksaan yang kedua, sebelumnya kan sudah dilakukan pemeriksaan juga,
01:21itu tinggal kelanjutannya.
01:23Jadi, kalau mereka fokus kepada TPPU-nya, tentu pertanyaan-pertanyaan akan disebut harus itu juga.
01:31Artinya, kalau kita bicara TPPU kan selalu ada placement, layering, dan integrasi.
01:37Oleh sebab itu, di bagian luar kan pada saat konferensi pers, Febri mempertanyakan bagaimana proses itu.
01:45Ya, artinya itu penilaian dia dari pertanyaan-pertanyaan itu ya.
01:49Dalam hal ini tentu penyidik juga sudah paham placement nyangkapan, layeringnya gimana, integrasinya gimana,
01:57karena teorinya kan masih di situ aja tuh.
01:59Walaupun kemarin mereka berdebat soal undang-undang TPPU, soal pasal 3, 4, dan seterusnya,
02:05kenapa nggak dipakai pasal KUHAP yang baru, itu nanti silakan aja berdebat di peradilan.
02:15Ya, jadi maksud saya gini loh, tentunya klarifikasi-klarifikasi yang akan dipertanyakan oleh penyidik,
02:25itu biasanya adungan pertanyaan-pertanyaan simpel juga.
02:29Ada juga yang perlu dialog panjang, tapi dia kan ketikannya itu biasanya nggak terlalu,
02:34apa namanya, itu jelimet gitu.
02:36Paling tanya, ini gimana yang ini Pak, pada tanggal sekian ini, Anda di sini,
02:39apa posisi Anda? Oh itu ya perintah saya memang, oh itu saya nggak ngerti,
02:43oh itu bauhan saya, dan seterusnya, itu nanti akan dicatat semua.
02:46Tetapi pertanyaan-pertanyaan dibalik dari 20 pertanyaan itu sebenarnya,
02:51apa namanya, penyidik sudah mempunyai background data yang kuat.
02:55Dia hanya paling-paling untuk menjelaskan iya atau tidaknya,
02:59atau kemudian menjelaskan lebih lanjut ada yang belum terang,
03:03dan itu adalah prosedur ya, itu prosedur KUHAP,
03:06memang orang harus dimintai keterangan,
03:08dan kemudian dia harus juga menjelaskan apa adanya,
03:12karena waktu itu memang dia itu, apa namanya,
03:17posisinya nanti kan akan dia diklarifikasi di bawah sumpah,
03:20nanti di keterangan-keterangan yang masuk dalam BAP.
03:23Kira-kira, Mas Brek.
03:23Tapi kira-kira sudah sampai belum, Kak,
03:25ke hubungan antara bukti dan juga tindak pidana asal,
03:29apakah ini baru puter-puter saja di TPPU-nya?
03:33Ya, di mata penyidik itu sudah clear sebenarnya,
03:36orang sudah dipakaiin rompi,
03:38sudah dipakaiin borgol juga,
03:40salah besar kalau mereka tidak cukup bukti.
03:43Tetapi kan data tata cara yang diatur oleh hukum acar pidana kita,
03:50dari sisi formilnya,
03:52kemudian materialnya,
03:54pasti mereka sudah mengasai,
03:55mereka salah besar kalau tidak mengasai,
03:57memanggil orang dan menahan orang.
03:59Sedangkan dasarnya kan disebutnya,
04:01pemeriksaan kemarin itu adalah TPPU.
04:04Jadi pertanyaan Brek tadi,
04:05itu sudah pastilah mereka memiliki data yang cukup clear,
04:10dan itu tersebut dari ekspos,
04:13apa namanya pernyataan waktu di doorstop media itu,
04:17Febri menjelaskan memang ada sejumlah pertanyaan-pertanyaan
04:19yang dia ingin klarifikasi lebih lanjut,
04:22itu biasa, gitu.
04:23Oke, baik.
04:24Nah, Pak Saud,
04:26kami juga sebenarnya sudah mencoba untuk menghubungi
04:28dan juga mengajak kuasa hukum dari Febri Adriansyah
04:31untuk bergabung dalam dialog ini,
04:32namun dari pihak kuasa hukum masih belum bisa bergabung,
04:35dan Saudara, kita akan putarkan terlebih dahulu
04:37pernyataan dari kuasa hukum ex-Jampisus Febri Adriansyah
04:41yang kemarin selesai diperiksa memberikan pernyataan kepada media
04:44di mana kuasa hukum bilang bahwa
04:48klien ya ini menjawab sekitar 20 pertanyaan tim 9 Kejagung
04:51dan Febri juga menyebut,
04:53ini Febri Adriansyah,
04:54bahwa sidang pra-peradilan yang diajukan
04:56sudah dijatuhkan pada tanggal 18 dan juga 19 Agustus mendatang.
05:15PFA kooperatif dalam menjalani proses hukum ini.
05:22Jadi, sekali lagi ditegaskan bahwa PFA kooperatif
05:27dalam menjalani proses hukum ini.
05:31Ada sekitar 20-an pertanyaan ya, tadi,
05:36dan sebagian besar yang ditanya adalah
05:42lanjutan dari pemeriksaan awal sebagai tersangka
05:46sekitar tanggal 24 Juli ya,
05:51ya hari Jumat saat penetapan tersangka
05:54beberapa waktu yang lalu.
05:56Jadi, PFA sudah menjelaskan
05:58apa yang ia ketahui tentu saja
06:01dan ada salah satu poin juga yang tadi disampaikan
06:07karena ini adalah hak dari tersangka
06:09yaitu ditanya apakah ingin menghadirkan
06:15saksi atau ahli yang saksi meringankan atau ahli.
06:20Itu kan hak tersangka yang diatur di BUHAB.
06:23Kami berencana akan menghadirkan
06:28saksi yang meringankan dan ahli
06:30untuk membuat lebih terang persoalan ini.
06:36Nah, isu yang lain, saya pikir
06:39kalau terkait dengan proses pemeriksaan
06:42sebagai tersangka, cukup sampai di sana.
06:46Silahkan kalau ada pertanyaan.
06:47Sebenarnya kan dari penyelitian hukum itu
06:48mempersoalkan, belum dijelaskannya
06:50apa yang dilanggar oleh Pak Febri.
06:53Belum dijelaskan oleh penyidik
06:54terkait apa yang dilanggar oleh Pak Febri ya.
06:57Nah, dalam pemeriksaan kali ini
06:58apakah hal itu sudah dijelaskan secara terang
07:00oleh penyidik, apa yang dilanggar oleh Pak Febri
07:02dan Pak Febri ini?
07:03Tadi hanya pemeriksaan sebagai tersangka ya
07:08langsung ke pertanyaan-pertanyaan saja tadi.
07:12Jadi tidak ada penjelasan lebih lanjut
07:16terkait dengan hal tersebut.
07:18Langsung ketika pemeriksaan baru dimulai
07:22itu langsung dengan pertanyaan-pertanyaan.
07:25Pemeriksaan tadi ada sempat jeda
07:28sebanyak dua kali ya seingat saya
07:30yaitu jeda
07:32sholat asar sebentar dan
07:35maghrib ya
07:37sholat maghrib.
07:38Setelah itu
07:38kursus pemeriksaan dilanjutkan.
07:40Jadi dari siang sampai dengan malam
07:43semuanya adalah
07:44tanya-jawab pertanyaan seperti itu.
07:49Pemeriksaan kemeriksaan dan
07:51aksi akhrib itu siapa saja Pak nanti?
07:53Nanti itu kami
07:56informasikan lebih lanjut.
07:57Kalau terkait dengan
07:58pra-peradilan
08:00kami sudah dapat
08:01panggilan persidangan
08:03dari PN Jaksel
08:06sudah dapat jadwal
08:07di tanggal
08:0918 atau 19 ya
08:1118 dan 19
08:13Agustus
08:162026
08:16karena ada dua
08:18permohonan
08:19jadi masing-masing
08:20di
08:20sidang
08:22secara berbeda
08:23hakimnya juga
08:25berbeda
08:26jadi proses persidangan
08:27akan berjalan secara paralel
08:29tapi hari mulainya
08:30jeda satu hari
08:31begitu.
08:33Kita kembali ke
08:34Pak Saud Sitomorang
08:35yang masih bergabung juga
08:36Pak Saud
08:37tadi juga kita sempat
08:38dengarkan pernyataan dari
08:39Febri Adriansyah
08:40kuasa hukum dari
08:41Febri Adriansyah
08:42bicara soal
08:43pra-peradilan
08:44di tanggal 18
08:45sampai dengan 19 Agustus
08:46mendatang
08:47paling tidak sidang perdana nya
08:48kalau kita
08:49percermati soal
08:50pra-peradilan
08:50Pak Saud
08:51ini kan ada dua
08:51yang diajukan
08:52untuk yang di
08:53Tipit Kor
08:54Kortas Tipit Kor
08:56Polri
08:56satu lagi
08:57untuk Kejaksaan Agung
08:58kita soroti yang
08:58untuk Polri dulu
09:00ini kan
09:00pra-peradilan
09:02untuk penetapan tersangka
09:03penggeledahan
09:04dan juga penyitaan
09:05kalau mengutip dari
09:06pernyataan dari
09:07Prof Jamin Ginting
09:08kemarin pakar hukum
09:08pidana
09:09Pak Saud bahwa
09:10dengan dia
09:12melakukan pra-peradilan
09:13untuk penggeledahan
09:14dan penyitaan
09:15ini secara tidak langsung
09:16mengakui bahwa
09:17barang bukti itu adalah
09:18milik Febri Adriansyah
09:19kalau menurut Pak Saud
09:20seperti apa
09:22iya
09:22kalau ungkapan mereka
09:24sebelumnya itu kan
09:25ada sembilan problem ya
09:27mereka udah nyebutkan itu
09:29bagaimana
09:30kemudian mereka harus
09:31men-challenge
09:32para penyelidik ini
09:34eh penyelidik ini
09:35dan kemudian nanti juga
09:36baik di
09:37kepolisian
09:38dan di
09:39kejaksaan
09:40sembilan
09:41hal yang mereka sebut
09:42tidak sesuai itu kan
09:44diantaranya
09:45itu proses-proses
09:46yang
09:46sangat terkait dengan
09:48memang
09:48hormilnya
09:49jadi tidak
09:50mereka tidak bicara
09:52substansi
09:52perbuatan
09:54pidana
09:54tapi prosesnya
09:56termasuk mereka sebutkan yang
09:57ada asas-asas
09:59yang kenapa dipakai
10:00apa namanya itu
10:02yang disebutnya
10:02pencucian uang
10:03tetapi pakai
10:04undang-undang lama
10:05sementara ada pua baru
10:06terus kemudian
10:07bagaimana
10:08prosesnya
10:09dilakukan
10:10apa namanya
10:12penindakannya
10:13dan seterusnya
10:14nah itu memang
10:15ada beberapa yang
10:16menurut saya
10:17memang Pak
10:18ada penyelidik
10:18ini harus bisa
10:19menjawab itu
10:20menjelaskan itu
10:21dan pertanyaannya
10:23bakal menang gak Pak Saud
10:24ya kita lihat
10:25bagaimana mereka
10:26bisa menjelaskan itu
10:28kalaupun
10:29kemudian nanti itu
10:30dianggapnya
10:31proses harus
10:32diulang dari awal
10:33nah yang
10:34kalau bolong-bolong
10:35atau carut-marut
10:36di sebelumnya
10:38di kortas ini
10:39ya
10:39dibenahin
10:40di
10:41apa namanya
10:42di
10:42di kejaksaan
10:43dan mereka kan
10:44sudah mulai dari awal
10:45kan
10:46sepertinya
10:46kesan
10:47bukan kesan
10:48memang dimulai dari
10:49awal lagi
10:49ditanya lagi
10:51ditahan lagi
10:52baru dan seterusnya
10:53dan saya pikir
10:55itu nanti akan
10:56silakan
10:57Hakim
10:57di perapit
10:58untuk menjelaskannya
10:59apakah
11:00kemudian
11:01mereka bertitik tolak
11:02kepada
11:03penentuan yang lama
11:05yang ditentukan oleh
11:06kortas ini
11:07atau kemudian
11:07masuk saja
11:09langsung ke proses
11:10yang ditentukan oleh
11:12pihak
11:12apa namanya
11:14penyelidik
11:15penyelidik
11:16di kejaksaan
11:17jadi
11:18kalau melihat dari
11:19tuntutan
11:20sembilan
11:20tuntutan yang mereka
11:21sebut
11:21memang itu
11:22arahnya
11:23tidak
11:24dominan
11:26ke arah
11:27yang disebutnya
11:27substansi
11:28atau
11:28materialnya
11:29memang
11:30mereka menyebutkan
11:31kenapa digunakan
11:32pasal ini
11:33urutannya
11:34dan seterusnya
11:35dari sembilan
11:36itu kan
11:37hanya bicara
11:38formilnya
11:40tapi kalau menurut
11:41Pak Saud
11:42dari sembilan poin
11:43tersebut
11:43mana yang kemudian
11:44harus benar-benar
11:45jadi fokus
11:45dari penyelidik
11:46supaya nanti
11:47di pra-peradilan
11:48tidak kalah
11:50oh iya
11:51tentu
11:51diantaranya
11:52yang paling
11:53paling mungkin
11:54menjadi perdebatan
11:56adalah
11:56pasal yang digunakan
11:58yang termasuk
11:58yang mereka sebut
11:59sebagai pasal
12:00select paper rail
12:01itu
12:01itu juga
12:03bisa jadi
12:04perdebatan
12:05itu yang
12:05karena itu
12:06termasuk
12:08kenapa
12:09kalau digunakan
12:10pasal 345
12:11kenapa
12:11enggak digunakan
12:12pasal
12:12itu nanti
12:13mereka bisa
12:13menggunakan
12:14apa namanya
12:16pasal yang relevan
12:17tentang itu
12:18tetapi kemudian
12:19tentu
12:20silakanlah
12:22yang mulia
12:22nanti
12:23memutuskan
12:23gimana
12:24tetapi
12:24bukan berarti
12:25kemudian
12:25ini menjadi
12:26apa namanya
12:28kita menjadi ragu
12:29karena peristiwa bidananya
12:30kita enggak ragu
12:31peristiwa bidananya
12:32yang terjadi
12:33tinggal bagaimana
12:34apa namanya
12:36kuhab yang mengatur
12:38dan kemudian
12:39ada
12:41rezim hukum
12:42yang harus digunakan
12:43terus kemudian
12:45ada beberapa
12:46juga
12:46katakan saja
12:48peraguan-keraguan
12:50di sisi
12:51urutan-urutan
12:52pemeriksaan itu
12:53itu
12:54itu bisa diulang
12:55dari awal
12:55jadi
12:56saya mengatakan
12:57saya enggak mengatakan
12:58ini bakal dia menang
13:00atau kalah
13:00nanti itu
13:01itu menangnya hakim
13:02kita enggak mau
13:02mendahului
13:03tapi sense kita
13:04logika
13:05analar
13:06berargumentasi kita
13:07memang ada
13:08sejumlah hal
13:09yang kemudian
13:10harus dikoreksi
13:10ini yang saya bilang
13:11tidak gampang juga
13:14untuk
13:14apa namanya
13:16kalau
13:17empamanya
13:17kita melalui
13:19melakukan
13:19penindakan
13:20hukum-hukum anti korupsi
13:22di warnanya
13:23oleh
13:23preming-preming
13:24yang kemudian
13:25terkesan buru-buru
13:26ya terus
13:28kemudian terkesan
13:29untuk
13:29apa namanya
13:30bergain position
13:32saya saling mengatakan
13:34kan ini
13:34enggak
13:35naif juga
13:36kalau kita bilang
13:37ini enggak ada kaitan
13:38dengan
13:38peristiwa-peristiwa pidana
13:39yang lain
13:40di dalam kita
13:41mengelola republik
13:42banyak kaitannya
13:43sangat kompleks
13:44gitu mas Brek
13:45oke baik
13:45Pak Saud
13:45tapi kalau kita bicara
13:46soal celah yang lain
13:48yang mungkin juga menjadi
13:48sorotan beberapa
13:49pakar hukum pidana
13:50bahwa ketika
13:51kasus diserahkan
13:52dari Kortas Tipit Kor
13:53ke Kejagung
13:54ini bisa menjadi celah
13:55yang riskan
13:56seperti itu
13:57bisa saja
13:57kemudian penyidik
13:58tidak bisa menjelaskan
13:59secara
13:59gamblang
14:00dan juga secara
14:01objektif
14:02seperti itu
14:03kenapa kemudian diserahkan
14:04dari Polri ke Kejagung
14:05dan ini bisa membuat
14:07tersangka ini menang
14:08di perapradilan
14:10ya bisa saja
14:12tetapi
14:12itu
14:13itu dinamika
14:14tapi yang
14:15yang perlu kita yakinkan
14:17bahwa
14:17peristiwa pidana
14:18sudah terjadi
14:19tinggal nanti kita
14:20mau berdebat
14:21mau pakai strategi apa
14:23dan itu kita serahkan
14:24saja kepada
14:24apa namanya
14:26penyidik disini
14:27beberapa orang kan
14:28selalu mengatakan
14:29ya sebaiknya
14:30lebih gampang
14:31daripada bicara
14:32TPPU
14:33harus debat
14:34di predikat crime
14:35dari
14:37kriminalnya apa
14:38gitu
14:38korupsinya apa
14:40tapi saya
14:41lebih sendiru
14:42mengatakan
14:44itu itu
14:45nanti
14:46penyidik
14:47yang akan punya strategi
14:48beberapa orang kan
14:49juga mengatakan
14:49kenapa gak pakai
14:50pasar gratifikasi
14:51aja
14:52pasau
14:52lebih cepat
14:53itu silahkan
14:53penyidik
14:54tapi kita tidak ragu
14:56peristiwa pidana
14:57sebenarnya sudah terjadi
14:57dan itu yang mungkin
14:59perannya lawyer
15:01saya di banyak tempat
15:02selalu mengatakan
15:03semua kita di republik ini
15:05harus di challenge
15:05mulai dari presidennya
15:07mulai dari penegak hukumnya
15:09hakimnya
15:09jaksanya
15:10KPKnya
15:11supaya mereka hati-hati
15:12supaya mereka tidak
15:13abuse of power
15:13supaya yang menindak ini
15:15tidak sesuka-sukanya
15:16gitu
15:16jadi lawyer yang dianggapnya
15:18pada bagian itu
15:19adalah bagian dari penegak hukum
15:20by law dia penegak hukum
15:22ya harus men-challenge kita semua
15:24ya nanti tempatnya
15:25di pengadilan
15:26formilnya
15:27di
15:28di perapit
15:29kemudian nanti materialnya
15:31di pengadilan
15:32yang
15:33akan kita lihat
15:34seperti apa
15:36potensi abuse of power
15:38dilakukan oleh siapapun
15:39jadi artinya
15:40potensi
15:41conflict of interest
15:41di negeri ini kan
15:42ini awal dari semua ini
15:44mas Bre
15:44awal dari semua ini
15:46adalah potensi
15:47conflict of interest
15:48di tengah-tengah kita
15:49baik itu di kepolisian
15:50di kejaksaan
15:51kemudian
15:52di PKH juga
15:54itu conflict of interest
15:55yang sangat tinggi
15:56itu kan
15:56gak bisa
15:57kita katakan
15:58tidak lepas dari situ
15:59karena kita tahu
16:01ini
16:01apa namanya
16:02FA ini kan di PKH
16:04dia
16:04kemudian bagaimana
16:05kaitannya lagi
16:06urutannya ke
16:07apa
16:08regime-regime hukum
16:09yang lain
16:10gitu kan
16:10ini-ini
16:11ada kaitannya juga
16:12dengan
16:13apa namanya
16:14undang-undang
16:15apa namanya itu
16:16yang terkait dengan
16:18alam
16:18dan seterusnya
16:19jadi kompleksitasnya
16:21banyak yang menurut saya
16:22gambar besarnya itu
16:23adalah diawali oleh
16:24conflict of interest
16:24tapi Pak Saud
16:25saya potong maaf
16:26kalau untuk soal
16:27conflict of interest ini
16:28kemudian ketika
16:29Febri sudah
16:30dinonaktifkan sebagai
16:31jaksa
16:31paling tidak beberapa hari lalu
16:32apakah ini
16:33membuat sedikit
16:34kita bisa lega
16:35bahwa tidak ada lagi
16:37atau berkurang nih
16:37conflict of interestnya
16:39ya saya hanya mengatakan
16:40resikonya menjadi berkurang
16:42dari awal kan
16:43saya bilang bahwa
16:44kalau kita bicara
16:46leg spesialisnya KPK
16:48dengan mereka
16:48baru menang
16:49sekarang kan dia diminta
16:49tidak diminta
16:50ketika ada potensi
16:52konflik
16:52conflict of interest
16:53seperti ini
16:53dia harus ngambil alih
16:55tapi kan itu juga
16:55nggak dijalankan
16:56sehingga orang bilang
16:57oh ini kan karena
16:58perintah presidennya
16:59katanya diserahkan
17:00ke sana
17:00akhirnya orang bilang
17:01loh gimana sih
17:03orang-orang dia
17:04jahat
17:05di rumahnya
17:06terus dikembalikan
17:07ke rumahnya
17:07bukan malah di
17:08bukan malah di
17:09adili di tempat lain
17:10ini debat-debat
17:11seperti ini
17:12itu wisdom
17:13wisdom
17:14thinking yang saya bilang
17:16orang bilang
17:16wisdom
17:18wisdom itu kan
17:20arif
17:21kemarin saya pernah
17:22di debat dulu
17:23kalau bicara wisdom
17:24dalam hukum
17:24ya hukum itu
17:25karena kita nggak wisdom
17:26makanya hukum kita
17:27kayak begini gitu
17:28karena conflict of interest
17:29tidak arif
17:30dia di dalam
17:30memutuskan
17:31setiap
17:33pretensif
17:33kristi wapidana
17:34gitu bre
17:34oke
17:35kemudian Pak Saud
17:36jika kita bicara
17:37soal kemungkinan
17:38pra-peradilan
17:38misalnya
17:39di kejasaan agung ini
17:40persangka menang
17:42seperti itu
17:42apakah
17:43kemudian itu
17:44momen ya KPK
17:45masuk dan ambil
17:46alih penyidikan
17:47ya itulah
17:49makanya saya mengatakan
17:50kalau Anda
17:51memberantas korupsi
17:52Anda harus jelas
17:54teori yang harus Anda gunakan
17:56coba aja
17:57undang-undang cipta kerja itu
17:58itu syarat
17:59dengan isu korupsi
18:00di dalamnya
18:01dan ini ada kaitan
18:02dengan undang-undang cipta kerja loh
18:03ini kan kaitan
18:04dengan PKH
18:05ya terus kemudian
18:06bagaimana
18:07beliau itu kemudian
18:08dinilai sebagai
18:09quote-end quote
18:10yang
18:11Otman Paris bilang
18:13anak angkatnya
18:14siapa
18:14anak baiknya
18:15segala macam
18:15itu di awalnya
18:17yang saya bilang tadi
18:17itu memberantas korupsi
18:18itu kita harus
18:19teori dasarnya
18:20kuat itu
18:21ada teori
18:22tata negara
18:23teori psikologi
18:24teori
18:25criminal justice system
18:27teori kemudian
18:28bagaimana
18:29struktur kekuasaan
18:31money politics
18:32ya kan
18:33state capture corruption
18:34illicit arrangement
18:36yang kemudian
18:36masih diributin
18:37terus kemudian
18:38ada yang selain saya sebut
18:39itu yang disebutnya
18:40ya apa namanya
18:42itu
18:42chains of custody
18:44ini kan jadi masalah
18:45chain of custody
18:46jadi ketika Anda
18:47sudah meneliti
18:48barang
18:48Anda kan setiap
18:50menggeledah itu
18:51kan harus
18:51kerrk
18:51begitu
18:52ini chain of custody
18:53nya kan
18:53rumahnya
18:54belakangan beberapa
18:55hari kemudian
18:55kan
18:56jadi
18:56kita gak
18:58pernah berpikir
18:59strategik
18:59itu di dalam
19:00melaksanakan
19:01penegakan hukum
19:02kita melihat
19:02hukum
19:03esitis
19:04terus kemudian
19:05gak ada strategi
19:05seragi
19:06inisiatif
19:07inovasi
19:07yang kemudian
19:08memungkinkan
19:09kita
19:09akhirnya
19:10adil
19:11buat semua orang
19:12per hari ini
19:13kita belum bisa
19:14katakan
19:15epa ini salah
19:15ya kan
19:16itulah gunanya
19:17lawyer disitu
19:18nah oleh sebab itu
19:19kebijakan-kebijakan
19:21wisdom
19:22wisdom
19:22aref ini siapa
19:23ya tentu dari presidennya
19:25tapi di case ini kan
19:26ada yang ketidakarifan
19:27itu terlihat
19:29itu sangat terlihat
19:30gak bisa kita bilang
19:31terlihat
19:31karena
19:32kalau by definition
19:33dia paham
19:34yang namanya
19:34meratasan korupsi
19:35ada tiga institusi
19:36di dalamnya
19:37dengan undang-undang
19:38di dalamnya
19:39termasuk undang-undang KPK
19:40dia gak bisa bilang
19:41saya gak tau ya
19:42ternyata KPK bisa
19:43ngambil ahli
19:43kata-katanya baru menang
19:45luka disitu kan ada
19:45tim ahlinya dia
19:46ada orang-orang
19:47yang kompeten disitu
19:48salah besar
19:49kalau dia tidak
19:50bisa memanggil
19:51timnya untuk menjelaskan
19:52ini bagaimana ini
19:53ini kompleks nih
19:55kan begitu
19:55oke baik
19:57Pak Saud kita bicara
19:58soal material
19:59perkaranya ini
19:59memang sampai sekarang
20:00kita belum tahu
20:01seperti apa
20:01tindak pedana asalnya
20:03hubungannya seperti apa
20:04dan apa yang dilakukan
20:05oleh Febri
20:05dan juga
20:06pihak kuasa hukum
20:07juga masih menyoroti
20:07soal material
20:08perkara ini
20:09sebenarnya kliennya
20:10salah apa sih
20:10sampai sekarang
20:11kita belum tahu
20:12nah kalau dari
20:13Kapus Penkum
20:13Kejagung
20:14pernah bilang bahwa
20:15detail materi ini
20:16memang belum diungkap
20:17ke publik karena
20:18agar tidak mengganggu
20:19proses penyidikan
20:20tapi di sisi lain
20:21Pukatu GM
20:22waktu itu pernah bilang
20:24bahwa transparansi
20:25harus didorong
20:25semua perkembangan
20:27kemudian ada juga
20:28materi perkaranya
20:29semuanya harus bisa
20:30dibuka ke publik
20:31biar kita bisa
20:32mengawasi bersama-sama
20:32menurut Anda
20:33memang harus disembunyikan
20:35sampai ke pengadilan
20:36atau bisa dibuka
20:37saja sekarang
20:37biar publik tahu
20:39iya saya sudah mengatakan
20:40di banyak tempat
20:41bre kamu pergi kemana aja
20:43mau ke Harvard
20:44ke kemana
20:46ke Inggris
20:46kemanapun
20:47teori pemberantasan korupsi itu
20:48itu hanya ada
20:494 sampai 5
20:50persaratannya
20:51Anda harus transparan
20:52transparan itu
20:53Anda jelas dengan ke publik
20:54ya makanya kemarin kan
20:56ketika dia lewat belakang
20:57tidak lewat depan
20:58itu juga itu pertanyaan
20:59Anda tidak transparan
21:00tapi kemudian diperbaiki
21:01kemudian
21:02akuntabel itu prosesnya
21:03karena kita sudah ribut
21:05ini yang akhirnya kan
21:069 persoalan itu kan
21:07akuntabel
21:07akuntabel itu kan proses
21:08sesuai dengan undang-undang
21:10sesuai dengan peraturan
21:11bahkan sesuai dengan
21:13kode etik
21:13setiap institusi
21:14gitu ya kan
21:15baru kemudian Anda
21:16ada komplik of interest
21:17baru kemudian Anda harus
21:19bisa melasukkan ini
21:20dengan fair
21:21ya kan
21:22fair dilakukan pada siapapun
21:23fair juga di mata rakyat
21:25jadi kalau ada
21:26persoalan-persoalan
21:26yang tertutup
21:28ya tadi Anda
21:29melanggar asas yang pertama
21:30oke mereka akan
21:31punya strategi
21:32mereka akan punya strategi
21:34yang kemudian ini
21:35jangan jadi
21:36karena begini
21:37at the end kan
21:38jaksa-jaksa ini harus menang
21:39di peradilan
21:40mereka harus punya strategi juga
21:41tetapi
21:42menjelaskan itu ke publik
21:43seperti kemarin
21:44prosesnya
21:45itu sudah baik
21:46gitu
21:46ada beberapa poin-poin
21:47ada beberapa substansi
21:49ada materi yang memang
21:50publik tidak perlu tahu
21:51nanti
21:51dijelaskan di pengadilan
21:53supaya kemudian
21:54proses ini lebih gampang
21:55yang paling penting kan
21:56ada target
21:57mereka akan dibatasi
21:58waktu juga
21:59untuk kemudian ini
22:00menjelaskannya nanti
22:01di pengadilan
22:02jadi
22:02ada beberapa poin
22:03yang memang tidak bisa
22:04diungkapkan ke publik
22:05kita paham
22:06tetapi materi-materi
22:07seperti yang disebutkan
22:09lawyernya
22:10untuk kemudian
22:10dia mencelen
22:11setiap
22:12penegak hukum
22:13itu tujuan akhir
22:15dari hukum
22:16yang disebutnya
22:17equity
22:17be for the law
22:18itu
22:18due process of law
22:19jadi jangan kita juga
22:21terlalu cepat menuntut
22:22harus terbuka
22:23kepada publik
22:24nanti kita lihat
22:25at the end di pengadilan
22:26common sense kita
22:27peristiwa pidananya
22:28terjadi
22:29tinggal ini bagaimana
22:30proses ini
22:31secara elegan
22:32yang kita bilang itu
22:33untuk kemudian
22:33dijalankan
22:34jadi kita bisa
22:35paham juga
22:36kalau beberapa
22:37pembenaran
22:39apa namanya
22:40tidak bisa
22:41dijelaskan ke publik
22:42karena alasan
22:42alasan tertentu
22:43tetapi ada gambar
22:45besar yang harus
22:45diberikan kepada
22:46rakyat
22:47ibarat dia melihat
22:48gambar
22:49oh iya
22:50hutannya bagus
22:51oh hutannya
22:51kumuh
22:52rakyat gak perlu tahu
22:53ada ular-ular apa
22:54di bawah itu
22:56binatang apa
22:57di bawah itu
22:57yang lagi
22:58gigit-gigitin
22:59penyelidik
23:00penyidik ini
23:00itu nanti
23:02dihakim yang akan
23:03memutuskan
23:04jadi terbuka
23:06boleh
23:06hati-hati boleh
23:07tapi jangan sampai publik
23:08masih ngawang-ngawang
23:09ini kasusnya seperti apa
23:11paling tidak itu yang kita tunggu
23:12dari penyidik
23:13kejagung
23:14untuk kasus ini
23:14dan kita nantikan juga
23:15nanti
23:16peradilan perdana
23:17sindangnya seperti apa
23:18di tanggal
23:1818-19
23:19terima kasih
23:20Pak Saud Sitomorang
23:22Wakil Ketua KPK
23:222015-2019
23:24sudah bergabung
23:25berbagi perspektif
23:26di Sapa Indonesia Pagi
23:27Selamat pagi Pak Saud
23:28dan sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar